
🌾🌾🌾🌾🌾
Semua sudah di persiapkan dengan sangat baik, bahkan untuk keberangkatan Faisal juga Tasya untuk ke puncak juga sudah di siapkan mobil sekaligus sopir setelah selesai acara resepsi.
Sebenarnya Faisal tidak ingin berangkat saat itu juga karena takut Tasya kecapean tapi mau bagaimana lagi semua sudah di siapkan jadi tidak bisa di tunda-tunda lagi keberangkatannya.
Malam yang seharusnya tinggal istirahat mereka malah masih berada di perjalanan. Meski bukan Faisal sendiri yang menyetir tapi lelah tetap juga datang.
"Mas, nggak ngantuk?" Tanya Tasya basa-basi padahal dia sendiri yang mengantuk tapi Tasya malah bertanya pada Faisal.
"Enggak, kalau kamu ngantuk tidur saja nanti aku bangunin kalau udah sampai," Faisal merengkuh kepala Tasya dan dia sandarkan di bahunya tapi Tasya begitu kaku.
Tasya ingin menolak tapi Faisal sedikit memaksa hingga Tasya tak bisa menolak lagi.
"Tidurlah," pinta Faisal.
"Tapi, Mas?" Tasya kembali duduk tegak dan sedikit menjauh.
"Kalau mas juga tidur siapa yang akan menjagamu, tidur gih," Kembali Faisal merengkuh kepala Tasya dan kini tak ada penolakan.
Perlahan mata Tasya tertutup sepertinya dia benar-benar sangat kelelahan hingga dia begitu cepat untuk tertidur meski hanya dengan bersandar di bahu Faisal.
Faisal menoleh dia tersenyum melihat sang istri yang sudah tertidur. Begitu bahagia perjalanan yang lumayan jauh ini tetapi Faisal tidak merasa bosan karena ada sang istri yang menemani.
Kepala Faisal juga bersandar dan mencoba untuk ikut tertidur namun ternyata dia tidak bisa mungkin benar apa yang dia katakan dia harus terus terjaga untuk menjaga Tasya.
🌾🌾🌾🌾🌾
Hari yang begitu melelahkan untuk Bimo dan teman-teman, mereka sudah berjuang untuk mencari keberadaan Tasya namun tetap tidak bisa mereka temukan. Entah di mana dia sekarang.
Mereka sampai kembali mendatangi panti untuk meminta penjelasan kepada ibu panti untuk memberitahukan keberadaan tasnya, namun ternyata ketika mereka datang Panti itu masih saja sepi. Entah pada kemana mereka semua dan membuat rumah Tanti itu seperti rumah kosong tak berpenghuni.
"Kemana lagi kita harus mencari keberadaan Tasya, dia benar-benar seperti hilang ditelan bumi sama sekali tidak terlihat dan tidak ada jejak sama sekali. Semoga saja di manapun dia berada dia selalu bahagia dan dijauhkan dari semua marabahaya yang terus mengintainya."
Begitu besar harapan Bimo untuk kebaikan Tasya. Kini hanya bisa pasrah dan berharap akan bisa menemukan Tasya untuk esok hari dengan membawa harapan untuk bisa merajut rasa yang hadir di dalam hatinya yang terasa semakin membesar meski tak dapat melihat sang pujaan.
Ketika temannya sudah tertidur pulas karena merasa sangat kelelahan, Bimo masih terus terjaga menikmati kesunyian malam di bawah kegelapan yang bulan dan bintang pun seolah malu untuk menampakan diri.
Bimo tersenyum kalau melihat setiap kebersamaan dengan Tasya dan juga mengingat semua nasihat-nasihatnya hingga kini membuat dia menjadi lebih baik bahkan Kini dia bisa mencari rezeki dengan cara yang halal dan menjauhi semua yang dilanggar agama meski dia sendiri tidak tahu bagaimana hukumnya.
Tetapi, dia hanya mempercayai apa yang Tasya katakan bahwa perbuatan baik akan mendapatkan kebaikan namun sebaliknya jika perbuatan buruk pastilah apa yang dia dapat akan semakin buruk dari apa yang dilakukan.
"Kamu dimana sekarang Sya? Apakah kamu baik-baik saja, Apakah kamu tidak kedinginan malam ini, apakah kamu merasa bahagia malam ini? Seandainya kamu ada di sini sekarang maka aku ingin mengungkapkan semua perasaanku padamu tidak peduli apa yang kamu katakan tetapi aku ingin kamu tahu kalau aku menyukaimu dan aku tidak ingin hidup dalam penyesalan karena tak pernah punya keberanian untuk mengungkapkan perasaanku kepadamu."
Menatap sang Rembulan yang perlahan mulai menampakkan diri membuka wajahnya dari kegelapan awan yang menyelimutinya. Rembulan yang begitu indah seindah itulah gambaran wajah Tasya dalam hati Bimo.
Dengkuran dari ketiga temannya seolah tidak terdengar sama sekali di telinganya hanya sebuah nyanyian Cinta yang hadir karena perasaan yang tumbuh di dalam hatinya.
🌾🌾🌾🌾🌾
Mobil terparkir di sebuah Villa yang berada di Puncak. Akhirnya sampai juga di tempat tujuan membuat Faisal merasa sangat lega karena bisa sampai dengan selamat.
Faisal menoleh ke arah Tasya yang masih setia memejamkan mata, Dia benar-benar terlihat sangat kelelahan membuat Faisal tidak tega untuk membangunkannya.
Tangan Faisal terangkat namun hanya untuk mengelus pipi Tasya dengan perlahan dan tak ada niat untuk membangunkannya. Perlahan Faisal turun terlebih dahulu dan lebih memilih menggendong Tasya daripada membangunkannya.
Begitu perlahan Faisal mengangkat tubuh Tasya saat ini mungkin begitu lelahnya sampai Tasya sama sekali tidak terbangun bahkan menggeliat pun tidak.
Faisal berjalan masuk dan semua barang-barang bawaannya sang sopir lah yang membawakan, Bahkan dia juga yang membukakan pintu ketika Faisal ingin masuk.
Semua benar-benar sudah dipersiapkan dengan baik villa itu sudah terlihat sangat bersih sama sekali tidak ada kotoran bahkan debu pun tak ada.
"Terima kasih, Pak." Ucap Faisal Ketika pak sopir membukakan pintu kamar yang akan mereka berdua tempati. Sang sopir tidak berani masuk dan hanya berhenti sampai di depan pintu dan menarik semua barang di sana.
"Bapak istirahatlah ini sudah larut malam bapak pasti sangat lelah," ucap Faisal.
Sang sopir mengangguk dia begitu patuh dan langsung bergegas meninggalkan Faisal juga Tasya.
Setelah kepergian Pak sopir Faisal benar-benar masuk dan menurunkan Tasya di kasur dengan pelan berharap kali Ini Tasya juga tidak akan bangun.
"Selamat tidur istriku," ucap Faisal yang kini duduk di hadapan Tasya yang tetap setia menutup mata.
Tak lupa Faisal membuka hijab Tasya supaya lebih nyaman ketika tidur dan juga menyelimutinya supaya lebih hangat karena cuaca di sana begitu dingin.
Faisal mengecup kening Tasya dengan begitu lembut dan kali ini hanya mampu membuat Tasya menggeliat sesaat namun tidak terbangun.
Faisal Kembali keluar membawa semua barang-barangnya masuk, membuka koper untuk mengambil handuk dan baju ganti, kemudian Faisal masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih supaya lebih enak ketika istirahat.
Tak ada yang aneh dari semua baju Faisal adiknya Aisyah begitu pintar menyiapkan semua kebutuhannya, Faisal patut berterima kasih kepada adiknya itu ketika kembali esok.
🌾🌾🌾🌾🌾
Bersambung....