
🌾🌾🌾🌾🌾
Langkah dari Tuan Alex terlihat sangat tegas penuh semangat setelah berhasil masuk ke kamar Tasya wanita sama pujaan yang begitu dia inginkan dan selalu mengisi di setiap imajinasi.
Dengan membayangkan Tasya saja mampu membuat Tuan Alex terbangkitkan gairahnya apalagi jika dia mampu menikmatinya secara langsung, pasti gairahnya akan semakin menjadi dan dia akan sangat terpuaskan.
Setiap kali dia berhubungan dengan para istrinya yang tentu usianya sangat berbeda jauh dengan Tasya dia selalu membayangkan bahwa yang berada di bawah kungkungannya adalah Tasya dan seketika dia dapat mendapatkan puncak kenikmatan.
Ahh, hanya membayangkan saja bagaimana tubuh Tasya lama-lama bisa membuat Tuan Alex gila namun sekarang semua itu akan terwujud sebentar lagi, dia akan benar-benar bisa menikmati Tasya bukan hanya sebatas imajinasinya saja.
Tidak peduli Tasya akan menolak atau berontak yang jelas Tuan Alex akan tetap melakukannya dan menuntaskan segala imajinasi liar terhadap Tasya. Apakah benar akan sangat memuaskan atau tidak lebih baik daripada imajinasinya saja.
"Lama sekali kamu tidur manis," Tuan Alex duduk di tepi ranjang di mana Tasya berada, dia sudah sangat tidak sabar menunggu Tasya bangun dan melihat bagaimana ekspresi wajahnya.
Tasya pasti sangat terkejut namun itu membuat Tuan Alex merasa sangat sangat tidak sabar untuk melihatnya, Tasya pasti sangat menggemaskan saat itu terjadi kepadanya.
Tasya begitu was was juga sangat takut jika Tuan Alex melakukan sesuatu kepadanya meski dia pura-pura masih tak sadarkan diri sekaligus.
'Ya Allah, hapuslah bandit tua ini dari muka bumi ini. Dia hanya akan menjadi pencemar lingkungan saja jika masih tetap ada di dunia,' batin Tasya.
Tuan Alex sangat tidak sabar menantikan saat dia akan bersama dengan Tasya berdua saja di atas ranjang tersebut. Bisa dia melakukan hal itu sekarang juga tetapi dia tidak mau melakukan di saat Tasya tidak disadarkan diri.
Meski nanti Tasya akan berontak tetapi Tuan Alex akan tahu bagaimana wajah Tasya yang menolak Tapi menikmatinya.
Ahh, membayangkan saja sudah membuat Tuan Alex terus tersenyum bahkan kelakiannya langsung bangun begitu saja. Tetapi dia akan tetap menahan sampai Tasya sadar, dan saat itu barulah Tuan Alex akan benar-benar melakukannya dan dia akan sangat terpuaskan pikirannya.
'Ih, menjijikkan!' umpat Tasya dalam hati ketika tangan Tuan Alex mengelus puncak kepalanya dengan sangat lembut.
Bisa saja Tasya langsung menarik tangan Tuan Alex dan mematahkannya tapi tidak untuk sekarang, tenaga Tasya belum sepenuhnya kembali jadi akan sia-sia saja karena pasti dia akan kalah.
Tasya harus diam seraya untuk mengembalikan tenaganya yang terasa berkurang begitu banyak tadi.
'Maafkan Tasya ya, Mas. Tasya membiarkan bandit tua ini menyentuh Tasya, tapi akan Tasya pastikan hanya sampai di situ saja dia bisa menyentuh Tasya setelah tenaga Tasya pulih kembali bandit tua ini akan Tasya buat patah tulang bahkan tidak akan bisa untuk berjalan lagi.'
Tasya hanya terus berani berbicara di dalam hati karena dia harus tetap membuat Tuan Alex percaya kalau dia masih belum sadarkan diri. Kalau sampai Tuan Alex tahu entah apa yang akan terjadi kepadanya karena dia tidak mungkin bisa melawan dalam keadaan tenaganya yang belum kembali seperti semula.
"Saya ingin kalian mendandaninya seperti seorang putri setelah dia bangun nanti. Dia harus terlihat sempurna untuk malam nanti, kalian semua mengerti?"
Tuan Alex menoleh ke arah para pelayan itu menyuruh mereka melakukan apa yang menjadi keinginannya tentu dia ingin melihat Tasya sempurna di matanya di malam nanti.
"Baik Tuan."
Setelah mendapatkan jawaban dari semua pelayan Tuan Alex beranjak dari pinggiran ranjang di mana Tasya berada dia juga cepat pergi karena dia memiliki pekerjaan yang juga sangat penting yang tidak bisa dia tinggalkan.
Para pelayan itu terus menunggu di sana, menunggu sampai Tasya bangun untuk melakukan pekerjaan yang sudah mereka dapatkan dari tuan mereka.
Sebenarnya mereka sangat kasihan ketika melihat Tasya, wanita yang terlihat polos itu harus mengalami nasib yang tidak baik dengan bertemu Tuan Alex yang tidak akan mungkin bisa melepaskan sampai dia merasa bosan.
Mereka semua saling berbisik mengatakan apa yang ada dalam hati mereka dan itu hanya samar-samar Tasya dengar.
Mata Tasya terbuka begitu kecil memicing lembut ke arah para pelayan yang berjumlah lima orang dengan tangan yang membawa masing-masing barang yang pasti itulah yang akan dipakaikan kepada Tasya nanti.
Tasya membuka mata dengan sangat pelan tapi apa yang dia lakukan ini terlihat oleh satu pelayan yang kebetulan menoleh ke arahnya.
Semua langsung menoleh dan juga menghampiri Tasya yang tiba-tiba duduk dengan mengusap puncak kepalanya yang tadi yang mendapatkan alusan tangan dari tuan Alex.
"Ih, menjijikkan! Dasar tua bangka!" serunya.
Para pelayan terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Tasya juga perkataannya itu berarti wanita yang ada di hadapan mereka saat ini sudah sadar dari tadi dan hanya berpura-pura saja tidak sadarkan diri di hadapan Tuan Alex untuk bisa menghindar darinya, tapi sampai kapan dia bisa terlepas dari keinginan untuk Alex?
"Ka_kamu?"
"Stts..., jangan berisik aku memang sudah bangun sudah tadi sebelum kalian datang."
Tasya melihat para pelayan itu juga terlihat sangat iba kepadanya maka dari itu Tasya berani mengatakan itu pada mereka semua.
"Ka_kalian bisa bantu saya tidak untuk bisa terlepas dari sini?" tanya Tasya.
Tentu mereka langsung menggeleng karena mereka tidak berani melakukan itu. Jika sampai mereka berani membantu Tasya kabur dari sana pasti nyawa mereka yang akan menjadi taruhan.
"Saya tau, kalian di sini juga sebagai tahanan dari tuan Alex bukan? Dan saya yakin kalian juga tidak bernasib baik di sini, kalau tidak Tuan Alex pasti dari para anak buahnya. Mereka suka memaksa kalian melayani n*fsu bejat mereka bukan?"
Mereka semua terlihat terkesiap karena apa yang dikatakan oleh Tasya adalah benar mereka sering mendapatkan perilaku seperti itu. Bahkan mereka di sana saya menjadi masih seorang gadis dan Tuan Alex yang merenggut keperawanan mereka dan setelah itu mereka menjadi pelayan dari anak buahnya.
"Da_dari mana kamu tau?" Pertanyaan dari salah satu pelayan membuat Tasya semakin yakin kalau yang dia katakan tadi adalah benar, dan Tasya harus menggunakan akal untuk dia bisa keluar dari sana dan membuat para pelayan itu menjadi pemberontak bagi tuan Alex.
"Sudah saya tebak. Apakah Tuan Alex juga pernah menjual kalian pada yang lain kok? Atau jangan-jangan dia adalah bos prostitusi?"
Tasya semakin gencar memanasi mereka dan kali ini yang dia katakan tetap saja benar, buktinya mereka semua juga mengangguk setelah Tasya mengatakan kata-kata tadi.
"Begini, apakah kalian tahu? Saya sudah menikah dan Suamiku itu adalah laki-laki kuat dan juga sangat hebat dia juga begitu banyak teman polisi saya pastikan kalau kalian membantu maka kalian juga akan terlepas dari sini, bagaimana?"
"Tidak mungkin, tidak ada yang pernah bisa keluar dari sini setelah masuk tanpa izin darinya. Bahkan kami sudah berkali-kali membuktikan itu, tapi tetap saja gagal dan setiap kali kami tertangkap maka hukumannya itu sangatlah menyakitkan karena kami akan digilir oleh para anak buah Tuan Alex di depan matanya sendiri."
Tasya begitu merinding mendengar pernyataan dari salah satu pelayan itu yang sama sekali tidak menutup-nutupi apa yang sudah mereka alami sendiri. Begitu menjijikan bukan ternyata kelakuan Tuan Alex dan para anak buahnya.
"Tapi aku sangat yakin, kita pasti akan bisa keluar dari sini. Apakah kalian tau? Aku bisa saja mematahkan tulang Tuan Alex dengan sekali aksi tetapi itu belum aku lakukan karena menunggu waktu yang tepat. Jadi kalian tidak usah khawatir kita pasti akan bisa keluar dari sini."
Keyakinan besar ditanamkan di kepala mereka oleh Tasya, dia harus menumbuhkan kekuatan itu dari mereka supaya mereka dapat melawan Tuan Alex dan anak buahnya nanti.
'Mas Faisal. Kamu di mana. Rencana ini pasti akan berhasil jika ada kamu,' batin Tasya yang begitu berharap akan kehadiran Faisal.
Krekk....
Mendengar suara pintu terbuka Tasya langsung kembali ambruk di kasur dan pura-pura untuk tidak sadarkan diri seperti yang dia lakukan tadi.
Begitu juga dengan para pelayan mereka terlihat sangat panik tentu mereka sangat takut jika apa yang mereka bicarakan didengar oleh anak buah atau Tuan Alex sendiri. Bisa saja mereka mati saat ini juga.
"Hah! Si_siapa kamu!"
🌾🌾🌾🌾🌾
Bersambung....