Mas Ustadz I Love You

Mas Ustadz I Love You
Bukan Pria Genit



🌾🌾🌾🌾🌾


Akibat ulah Tasya yang memotong rambut Faisal sebagian tentu membuat dia harus memotong semuanya. Tidak mungkin kan dia membiarkan yang lain panjang sementara hanya yang di potong Tasya saja yang pendek, kan lucu.


Di salah satu salon, yang tentu yang menjadi tukang potong adalah seorang laki-laki kini Faisal tengah di potong rambutnya. Sungguh lucu ya kalau orang udah cinta tapi tidak mau mengatakannya, Faisal tidak boleh potong di tempat cewek, yang motong harus cowok.


Faisal tidak boleh genit saat berpapasan dengan cewek tak boleh senyum terlalu manis pokoknya banyak ini itu yang menjadi larangan.


Tapi pas Faisal tanya cemburu lagi-lagi Tasya mengelak. Dia tidak mengakuinya dengan alasan itu hal yang memang di larang agama. Memang benar sih Faisal juga sangat tau akan hal itu tapi Tasya begitu kekeuh mengingatkan.


Sungguh baik sekali.


Bukan hanya terus mengatakan apa yang menjadi larangannya tapi Tasya juga ikut langsung ke salon dan menunggu Faisal sampai selesai.


"Mas, yang rapi ya motongnya. Kalau sampai tidak nanti kita tidak akan membayar," ocehnya yang begitu menyebalkan bagi yang punya salon tersebut.


Seandainya saja itu bukan pelanggan pertama pastilah akan langsung di usir olehnya, tapi tidak! Pelanggan pertama harus benar-benar do layani dengan baik supaya selanjutnya juga akan baik.


"Iya, Mbak," jawabnya dengan pasrah. Membiarkan Tasya mengatakan apapun yang dia katakan dan yang memiliki salon dia melakukan pekerjaannya dengan baik.


Meski tidak diminta oleh Tasya dia juga akan melakukan yang terbaik untuk semua pelanggan yang datang. Karena dia tidak ingin mengecewakan siapapun yang datang meski orang yang kita bawel seperti Tasya.


Tasya begitu senang melihat perubahan Faisal yang begitu mengagumkan. Dia semakin tampan dan terlihat semakin sempurna saja ya meski itu berawal karena kesalahannya.


"Anda benar-benar luar biasa," ucapnya memuji. Tasya meringis juga memberikan Dua jempol tangan kepada orang yang pintar mengubah gaya rambut Faisal yang awal nya biasa-biasa saja dan sekarang terlihat begitu luar biasa di matanya.


Puas rasanya bisa datang ke salon tersebut meski tidak terlalu besar dan hanya sederhana namun mampu menjalankan pekerjaannya dengan baik dan tentu bisa memuaskan semua pelanggannya.


"Apa Mbak mau juga diubah seperti ini?" Mata Tasya langsung melotot dan terlihat begitu besar coba marah karena orang itu menyangkut halnya dengan beberapa kali mengedipkan matanya genit.


"Berani sekali mas menggoda perempuan yang ada suaminya di depan Mas saat ini, apa mas tidak takut kalau suami saya bisa memberikan pelajaran kepada mas?" kesal Tasya.


Faisal yang benar suara Tasya melengking tinggi seketika langsung menoleh dan juga memperlihatkan Tasya. Terlihat Tasya begitu marah dia akan sudah berdiri dengan berkacak pinggang.


"Sya Sya, sudah sudah," ucap Faisal.


"Sudah bagaimana mas! tidak tahu apa kalau dia menggodaku. Lihatlah matanya terus berkedip seperti itu, apa namanya kalau bukan menggoda. Apa Mas rela begitu saja kalau istrinya digoda seperti ini? Atau jangan-jangan Mas memang menginginkan hal itu?"


Tasya terlihat begitu murka Dia sangat marah karena Faisal menghentikan dirinya yang ingin memarahi orang itu. Padahal jelas-jelas dia sudah lancang karena menggodanya bahkan di depan Faisal sang suami.


"Apalagi, Mas. Mas masih ingat orang ini menggoda Tasya lagi?" Semakin besar kemarahan Tasya karena Faisal masih saja tidak mengerti apa yang dia inginkan.


"Maaf, mbak. Saya tidak bermaksud untuk menggoda Mbak," tukang salon itu begitu menyesalkan apa yang telah terjadi saat ini tetapi semua itu benar-benar bukan karena keinginannya sendiri karena ternyata tukang salon tersebut memiliki kebiasaan yang mungkin akan selalu membuat orang salah paham. Ya seperti yang terjadi kepada Tasya saat ini.


Tasya masih saja dipenuhi dengan amarahnya, bibirnya mengerucut gitu monyong juga wajah yang sudah merah padam karena marah.


Sejenak Tasya melihat dengan fokus apa yang terjadi kepada laki-laki itu dan apa yang tadi dia lakukan kini dia lakukan lagi.


Apakah Tasya salah paham?


Mata Tasya semakin membulat untuk melihat benar-benar apa yang dia lakukan dan apa yang dilakukan oleh matanya.


Tidak lama Tasya menyadari kalau dia benar-benar telah salah paham kepada pemilik salon tersebut. Tasya melihat kalau matanya memang terus berkedip seperti itu meski dengan jarak yang tidak terlalu dekat.


Ternyata Tasya dari tadi tidak melihat bagaimana keadaan orang yang kita dengan benar dan sekarang Tasya merasa malu karena dia sudah marah-marah dan menuduh yang bukan bukan pada orang tersebut.


Inilah kenapa Faisal ingin menghentikan Tasya yang terus marah karena Faisal sudah melihat apa yang terjadi Dia sudah memahami sejak beberapa saat dia mulai duduk dan rambutnya mulai dipotong.


"Maafkan istri saya ya Mas," Faisal yang lebih dulu meminta maaf akan apa yang dilakukan oleh Tasya kepada orang itu. Biar bagaimanapun Tasya akan selalu menjadi tanggung jawabnya jadi ketika ada masalah maka dia juga harus membantu untuk menyelesaikannya.


"Tidak apa-apa kok mas, ini memang sudah terbiasa terjadi di sini. Saya tidak bekerja lagi karena Mbaknya bukanlah orang yang pertama salah paham dengan apa yang saya lakukan. Tapi sungguh, saya benar-benar tidak terlihat untuk menggoda Mbak atau siapapun ini murni karena kebiasaan saya yang tidak bisa diubah dan seolah bergerak dengan sendirinya."


Orang itu menjelaskan kepada Faisal kalau dia memang benar-benar sengaja melakukan itu, itu semua murni karena apa yang terjadi pada matanya.


Sementara Tasya dia menunduk dengan penuh rasa menyesal karena telah menikah orang itu yang tidak tidak padahal ternyata dia memang seperti itu, namun Tasya begitu cepat berkomentar sebelum dia memahami semua terjadi.


"Ma_maaf," ucapnya dengan wajah yang terus menunduk karena menyesali semua kata yang telah keluar dari mulutnya.


Tangannya terus menyatu dan saling memijat satu sama lain itu tandanya Tasya benar-benar sangat menyesal.


"Tidak apa-apa, Mbak. Saya maklum kok."


Begitu baik orang itu dan langsung memaafkan Tasya yang begitu bawel dari tadi. Jika dia bukan orang yang baik tentu dia akan langsung mengusir Tasya dan membalas dengan perkataan yang lebih menyakitkan lagi tapi tidak dia memaklumi semuanya.


🌾🌾🌾🌾🌾


Bersambung....