
🌾🌾🌾🌾🌾
Sudah lama Faisal juga Tasya tidak datang ke panti tentu mereka sangat merindukan anak-anak yang juga sama merindukan mereka berdua. Oleh karena itu mereka berniat untuk datang meski hanya sebentar juga sekalian mereka yang ingin pergi berkunjung ke rumah abang kembar Faisal.
Bukan semata-mata datang tampa tujuan dan hanya sekedar berkunjung saja tapi Faisal yang memiliki tujuan lain yang Tasya sendiri juga tidak tau karena Faisal tidak mengatakan.
Di perjalanan Faisal tentunya sangat waspada, bisa saja orang-orang yang menginginkan Tasya datang dan menghadang mereka berdua dan itu tidak akan Faisal biarkan.
"Mas, mas kenapa terlihat gelisah seperti itu?" tanya Tasya yang memang tidak tau apapun. Faisal sama sekali tidak mengatakan apa yang membuat dia begitu gelisah tapi semua itu terlihat jelas oleh Tasya.
"Hem!" Faisal seketika menoleh dari fokusnya kepada jalan raya, melihat Tasya yang sudah menatapnya.
"Tidak! Mas tidak gelisah. Lagian gelisah untuk apa karena kamu ada bersama mas kan?" Faisal malah melayangkan pertanyaan pada Tasya yang dia sendiri jelas tidak tau kenapa.
"Mana aku tau?" kedua bahu Tasya terangkat dia juga langsung kembali fokus melihat jalan raya.
"Hem, besok mas ada tausiah di luar kota. Mungkin dua hari baru bisa sampai rumah lagi. Apakah kamu mau ikut?"
"Apa tidak akan ngerepotin atau mengganggu jika Tasya ikut?" Tasya kembali menoleh. Kalau memang tidak mengganggu jelas Tasya ingin ikut bukan karena dia yang ingin jalan-jalan tapi karena dia tidak ingin jauh dari Faisal.
"Mana mungkin mengganggu, mas malah senang kalau kamu ikut."
"Hem? Boleh deh. Tapi beneran tidak mengganggu kan?" Tasya sangat ragu takut kalau Faisal mengatakan hal itu hanya untuk membuat dia bahagia saja tapi kenyataannya hanya mengganggu.
"Beneran, Sayang," ucap Faisal dengan begitu gemas bahkan tangannya sudah bergerak untuk mencubit pipi Tasya.
Jelas Tasya tidak diam begitu saja dan berusaha untuk menghindar dari serangan tangan Faisal itu.
"Mas! Jangan aneh-aneh deh. Fokus fokus!" protesnya dengan sangat keras juga dengan wajah yang menghindar dari tangan Faisal.
Melihat hal itu membuat Faisal malah senang dia tertawa namun tidak dengan Tasya yang terlihat mengerucutkan bibir. Lagian iseng banget si Faisal membuat pipi Tasya merah karena sakit. Kalau karena merona mah lain ceritanya kan?
"Jangan cemberut begitu dong. Yuk turun kita sudah sampai di panti, tuh lihat anak-anak sudah menyambut kita," Faisal menunjuk ke arah depan dan terlihat anak-anak yang sudah berlarian datang menyambut mereka berdua.
"Hah, perasaan tadi masih jauh kok sudah sampai aja," Tasya melongo. Karena gurauan dari Faisal tadi membuat dia tidak fokus dan tidak tau kalau ternyata sudah dekat dan sekarang sudah sampai, bahkan mobil sudah berhenti.
"Iya, mobilnya terbang dan mendarat di sini jadi cepat sampai deh," gurau Faisal, tentunya itu tidak benar kan?
Keduanya turun dan semua anak-anak sudah menyambut dan berdiri di depan pintu sebelah Tasya. Semua sudah bersiap untuk menyalami begitu juga ada Salwa dan juga Dina yang sepertinya sekarang sudah baik-baik saja. Mungkin obat pemberian Ilham sangat manjur.
"Kak Tasya!" semua langsung berhamburan memeluk Tasya beramai-ramai jelas mereka sangat merindukan Tasya kan?
Begitu senang mereka bisa melihat Tasya dan Faisal lagi setelah sekian lama.
"Eh," Tasya tentu tidak menolak ketika mereka semua memeluknya dengan sangat hangat.
Melihat Tasya yang begitu dekat dan begitu sayang dengan anak-anak seperti ini tentu membuat Faisal merasa sangat senang. Kedekatan mereka dan juga sikap Tasya yang begitu keibuan pasti kelak akan sangat sayang jika dengan anak kandungnya sendiri.
'Semoga kelak anak-anak ku bisa mendapatkan kasih sayang yang begitu besar darimu, Sya,' batin Faisal yang tersenyum.
"Selamat datang, Mas, Mbak," sapa Dina dengan sangat sopan.
"Terima kasih, Din. Oh iya, bagaimana keadaan mu udah sembuh?" tanya Faisal sementara Tasya dia masih asyik dengan anak-anak yang terus bergelayut untuk melepas rindu.
"Alhamdulillah, Mas. Saya sudah lebih baik," Dina menunduk malu ketika menjawab tentu dia sangat malu karena Faisal pasti tau dengan apa yang Ilham lakukan dan bisa jadi Faisal juga tau hubungan mereka berdua.
"Alhamdulillah, jagalah kesehatan, Din. Kalau kamu sakit di tempat jauh sana ada yang tidak bisa tidur loh," Faisal tersenyum ketika mengatakan itu dan itu membuat Dina semakin memerah saja pipinya.
"Kamu pasti tau siapa orangnya," jawab Faisal. Tentu dia sangat tau siapa orangnya.
"Mari masuk, Mas, Mbak," ajak Dina dan langsung mengajak mereka masuk juga untuk mengalihkan pembicaraan Faisal yang mungkin akan semakin membuat dia semakin malu nantinya.
"Ayo kak kita masuk!" seketika anak-anak menggandeng tangan Tasya juga Faisal, menarik mereka dan mengajak mereka masuk ke dalam panti.
"Oke oke, ayo kita masuk," tentu mereka berdua langsung setuju dan mau ikutan dengan mereka.
'Orang itu siapa? Kenapa sangat mencurigakan seperti itu?' batin Salwa yang melihat seseorang yang berdiri dan bersembunyi di balik gerbang. Dia juga terus melihat Tasya dan juga Faisal dengan tatapan tidak suka.
Salwa masih terus menoleh ke arah orang itu yang terlihat sangat lain karena terlihat memakai penutup kepala dan juga memakai masker.
'Tapi kalau di lihat-lihat dari tubuhnya sepertinya tidak asing deh, Kira-kira siapa ya?' Salwa masih saja terus berpikir siapa yang tengah bersembunyi di sana.
"Salwa, kamu kenapa?" tanya Tasya yang melihat gelagat aneh pada Salwa.
"Ti_tidak ada apa-apa kok, Kak," Salwa tidak mau jujur pada Tasya dengan apa yang dia lihat tapi dia sangat curiga.
Tasya sempat menoleh sebentar memastikan apa atau siapa yang Salwa lihat tapi dia sendiri tidak melihat siapapun di sana.
"Tasya, Salwa ayo masuk," sekarang giliran Faisal yang bersuara.
"Iya, Kak," jawab Salwa.
"Iya, Mas. Ini baru mau jalan," begitu juga dengan Tasya yang juga menjawab.
Mereka berdua langsung mulai melangkah tanpa ada rasa keraguan meski sebenarnya Salwa sangat menginginkan untuk kembali dan melihat sebenarnya siapa yang tengah memata-matai Tasya dan juga Faisal.
'Semoga saja bukan orang jahat,' batin Salwa lagi.
Kedatangan mereka berdua sangat di sambut baik oleh semua anak-anak dan juga pengasuh panti dan akan selalu seperti itu setiap kedatangan mereka berdua.
"Selamat datang kembali mas Faisal," sapa bapak pengasuh yang sudah berada di ruang tengah dan langsung menyalaminya.
"Terima kasih, Pak,' Faisal pun menyambut uluran tangan dari Pak pengasuh.
Faisal langsung duduk di sana sementara Tasya yang memang sangat merindukan anak-anak dia memilih pergi bersama anak-anak ke halaman belakang setelah beberapa saat menyapa pak pengasuh.
Di belakang barulah Salwa bercerita kalau dia melihat ada orang yang sangat mencurigakan di depan tadi dan tentu hal itu membuat Tasya sangat penasaran.
"Kamu tau siapa orangnya?" tanya Tasya untuk memperjelas penjelasan Salwa.
"Salwa tidak tau, Kak. Dia laki-laki tapi dia memakai penutup kepala dan juga memakai masker jadi Salwa tidak jelas dia siapa," jawab Salwa.
Tentu keterangan dari Salwa barusan tidak bisa menjelaskan siapa orangnya.
Tasya terus diam, dia berpikir dan mengada-ada siapa kira-kira orang yang telah membuntuti dia. Dengan penampilannya yang begitu tertutup seperti itu pastilah dia tidak ingin siapapun tau.
"Kakak mau kemana!?" Salwa sedikit berteriak ketika Tasya tiba-tiba beranjak dan berjalan.
"Kak!" Salwa berlari mengejar Tasya yang diam tak menjawab sama sekali.
🌾🌾🌾🌾🌾
Bersambung....