Mas Ustadz I Love You

Mas Ustadz I Love You
Tanggung jawab di depan mata



🌾🌾🌾🌾🌾


Tak ada yang bisa di sembunyikan di dalam sebuah hubungan pernikahan. Semua harus di katakan, di ceritakan supaya tidak akan menjadi masalah di kemudian hari.


Meski apa yang menjadi kebenaran dari keluarga Faisal itu bukanlah sebuah masalah besar tetapi harus tetap dikatakan kepada Tasya dengan sejelas-jelasnya, dan juga harus semuanya.


Tidak ada yang boleh disembunyikan darinya, karena Tasya sendiri juga tidak memiliki rahasia apapun yang dia sembunyikan dari faisal Jadi tidak mungkin kalau Faisal akan menyembunyikan sebuah kebenaran kepada Tasya.


Faisal benar-benar menepati janjinya kepada Tasya bahwa dia akan mengatakan semuanya kepada Tasya perihal kebenaran kepada Tasya. dan saat itu Tasya begitu serius mendengarkan mulai dari awal sampai cerita itu selesai.


"Hah, rasanya masih tak percaya kalau oma ternyata dulu seperti itu. Tapi kalau dilihat-lihat sepertinya tidak ada yang tidak mungkin," ucap Tasya setelah semua selesai di katakan.


"Semua orang tidak akan mungkin mudah percaya kepada apa yang menjadi kebenaran dari Oma kalau mereka tidak melihat sendiri bagaimana Oma dulu. Bahkan dulu aku juga sempat tidak percaya, tapi setelah melihat semua yang menjadi kenangan dari masa lalu Oma akhirnya aku percaya."


"Ku jadi penasaran, sebenarnya kenangan apa saja yang bisa membuat mas bisa percaya akan hal itu?"


"Hem, banyak. Oma memiliki hal-hal yang tidak mudah di miliki oleh siapapun dan itu hanya akan bisa di miliki oleh keturunannya saja."


"Termasuk Mas?"


"Ya, salah satunya adalah mas."


Tasya terpaku diam setelah mendengar semua penjelasan yang Faisal katakan. Akhirnya dia tahu semua yang terjadi kepada keluarga Faisal, pantas saja mereka pernah mendapat masalah yang begitu besar hingga membuat nyawa mereka dalam bahaya dan hampir saja tidak bisa diselamatkan.


"Makanya kamu sering-seringlah datang ke oma dan tukar pengalaman dengan beliau, Mas yakin kalian akan cocok."


Tasya memiliki keberanian yang sangat besar yang sama dengan sang oma. Hanya saja keberanian Oma itu didasari dengan pengetahuan yang sangat besar sementara Tasya dia hanya berperilaku sesuai apa ya dikatakan hatinya benar.


Kalau saja apa yang mereka lakukan itu sama-sama dengan berdasarkan ilmu pengetahuan akan sama, dan keberanian mereka berdua akan sama besar.


"InsyaAllah, Mas. Tasya akan selalu berusaha dan akan sering-sering untuk ke tempat oma," jawab Tasya.


Semakin Tasya mau mendekat kepada Oma pasti Tasya akan benar-benar menjelma menjadi wanita tangguh yang akan siap untuk mendampingi Faisal dalam mengelola pesantren supaya menjadi lebih baik dari sekarang. Tapi bukan berarti Faisal menganggap apapun yang terjadi sekarang itu tidak baik ya, tapi maksudnya supaya ingin bisa maju atau paling tidak bisa mempertahankan apa yang ada sekarang.


Untuk bisa mendampingi Faisal dengan sangat baik tentu saja Tasya harus mempersiapkan diri dengan baik dan juga lebih kuat lagi dari sekarang. Bukan hanya sekarang tenaga saja yang kuat tetapi hati dan mental Tasya harus lebih kuat seperti dirinya.


"Mas yakin, kamu pasti akan bisa menjadi pendamping mas yang sangat baik dan juga kita bisa memajukan masa depan pesantren ini baik."


Harapan besar tentu Faisal katak karena tidak ingin Tasya terkejut di kemudian hari kalau sebenarnya tugasnya sangat besar.


Kelak tanggung jawabnya bukan hanya mengenai satu dua orang saja tapi hampir ribuan santri dan Faisal tetap yakin bahwa Tasya akan berhasil saat mendampinginya menjadi ibu dari semua para santri.


"Bismillah, tuntun Tasya ya, Mas."


"pasti," jawab Faisal dengan penuh keyakinan.


🌾🌾🌾🌾