
🌾🌾🌾🌾🌾
Akibat Tasya yang tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Faisal tadi kini membuat mereka berdua harus berjuang untuk bisa lari dari kejaran Tuan Alex.
Bukan hanya bisa lari saja dari Tuan Alex tetapi mereka harus bertarung dengan bahaya karena melintasi jalanan dengan kecepatan yang sangat tinggi bahkan dalam keadaan jalanan yang masih sangat ramai.
Baru saja mereka berdua terlepas dari marabahaya karena harus menyelip truk yang sangat besar di depannya dan hampir saja mobil akan mengenai pinggiran truk tersebut. Seandainya saja Faisal tidak begitu pandai maka kecelakaan pasti sudah terjadi pada mereka berdua, dan tak seperti apa mereka sekarang.
Tetapi usaha demi usaha akhirnya membuahkan hasil yang sangat baik. Akhirnya mereka bisa terlepas dari kejaran Tuan Alex di saat tempat berada di lampu merah.
"Alhamdulillah, akhirnya kita selamat," ucap Faisal begitu sangat lega karena telah selamat dari kejaran Tuan Alex begitu juga dari marabahaya.
Sementara Tasya sendiri dia masih terpaku dengan mata melotot namun menatap kosong ke arah jalan raya yang ada di hadapannya. Tasya begitu takut karena Faisal mengendarai mobil begitu cepat seperti orang kesetanan.
"Alhamdulillah, Sya. Kita selamat. Besok-besok jangan pernah kamu melakukan hal seperti tadi lagi itu akan sangat berbahaya untuk kita. Alhamdulillah kali ini kita selamat tetapi belum tentu suatu saat nanti, jadi Mas minta kamu lebih berhati-hati dan jangan pernah melakukan kebodohan seperti tadi lagi."
Faisal baru menoleh setelah selesai mengatakan hal tersebut kepada Tasya. Jelas dia akan sangat mawanti-wanti untuk Tasya tidak mengulangi kesalahan yang sama. Keberuntungan pastilah tidak akan selalu berpihak kepada orang baik saja kan?
Tetapi, setelah Faisal menulis dia begitu terkejut melihat wajah Tasya yang masih sangat takut. Faisal melihat ke arah belakang melalui kaca spion setelah memastikan tidak ada lagi yang mengejar mereka baru Faisal menepikan mobilnya dan berhenti.
"Sya, kamu kenapa?" Faisal begitu penasaran. Sebenarnya apa yang terjadi kepada Tasya saat ini biasanya dia selalu berani dan selalu cerewet jika Faisal melakukan sesuatu yang dianggap salah, tetapi kenapa sekarang menjadi seperti ini?
Tasya masih bergeming, matanya masih menatap ke arah yang sama seperti tadi membuat Faisal semakin penasaran tetapi juga merasa sangat khawatir.
"Tasya, kamu kenapa?" Faisal bertanya begitu sangat pelan berusaha menyadarkan Tasya yang masih terpaku diam. Tangannya menyentuh tangan.'' Tasya dan terasa begitu aas. dingin. Benarkah Tasya sangat takut saat ini?
"Sya," Faisal kembali memanggil Tasya berharap kali ini dia bisa menyadarkan Tasya dan bisa memastikan bahwa Tasya dalam keadaan baik-baik saja dan dan Faisal sangat berharap bahwa Tasya tidak memiliki ketakutan dalam hal apapun, contohnya sebuah trauma.
"Hem?" perlahan Tasya mulai sadar dia juga perlahan menoleh ke arah Faisal yang sangat khawatir kepadanya. Mata mereka berdua saling bertemu dengan tangan yang juga saling menyatu.
Baru saja selesai berbicara mata Tasya seketika membulat sempurna di hadapan Faisal, sepertinya saat ini Tasya yang cerewet akan kembali lagi dan juga akan memberikan petuah untuk Faisal.
"Mas benar-benar sangat keterlaluan. Mas mau Tasya jantungan!" dan kembali lagi Tasya seperti sedia kala yang selalu banyak bicara dan selalu mengomentari apa yang Faisal dan yang selalu tidak sesuai dengan apa yang dia ingin.
"Mas mengendarai mobil sudah seperti orang yang kesetanan seperti tadi bagaimana kalau sampai kita kenapa-napa? Tasya belum mau mati dulu, Mas."
Tasya benar-benar memarahi Faisal karena mengendarai mobil dengan begitu cepat. Mungkin Tasya berbicara seperti itu karena dia begitu takut karena itu adalah hal yang belum biasa dia lakukan.
"Tasya," panggil Faisal dengan sangat pelan.
"Coba kamu ingat-ingat lagi kenapa sampai mas melakukan hal yang seperti tadi."
Begitu sabar Faisal berbicara dengan Tasya yang terlihat sangat marah kepada diri nya.
Tasya terdiam dan membiarkan Tasya untuk berpikir apa yang sebenarnya telah terjadi kepada mereka berdua.
"Astaghfirullah hal adzim!" pekik Tasya setelah menyadari apa yang telah terjadi kepada mereka berdua. Kenapa Faisal melakukan hal yang seperti itu dan ternyata itu semua karena perbuatannya.
"Sudah, terpenting Kamu tidak akan pernah melakukan hal yang sama seperti tadi lagi itu sangat berbahaya. Kamu ngerti kan?"
Tasya mengangguk paham dengan apa yang terjadi. Dia sangat menyesal.
"Maaf," ucap Tasya begitu sangat menyesal dan minta maaf kepada Faisal.
🌾🌾🌾🌾🌾
Bersambung. ...