
🌾🌾🌾🌾🌾
"Assalamu'alaikum," Sapa Faisal yang sudah langsung mengubah ekspresi wajahnya.
Kekesalannya kepada ketiga saudaranya sudah hilang dan berganti dengan wajah yang begitu bahagia melihat Tasya yang masih menghadap ke arah cermin dan belum menoleh ke arahnya.
"Wa_wa'alaikumsalam," jawaban Tasya Terdengar sangat gugup dia juga masih terus menunduk seolah tak mau melihat Faisal yang kini perlahan menutup pintu.
Perlahan Faisal melangkah mendekati Tasya yang masih bergeming di tempat. Membuatnya begitu penasaran kenapa istrinya terus saja di sana, apa dekat dia sakit atau mungkin dia malu seperti biasanya?
Langkahnya terhenti ketika sampai di hadapan Tasya melihat wajah yang menunduk dengan rasa penasaran yang begitu besar seperti apa wajah istrinya sekarang setelah mendapatkan make up dari orang keseruan dari mamanya.
Gaun berwarna putih dengan mutik yang bergemerlap begitu mewah juga hijab yang dipakaikan secara sederhana dengan ditambah mahkota berwarna silver dengan tangan Tasya yang terlihat memegang bunga.
"Apakah kamu tidak mau menyambut suami mu? Apakah kamu akan terus menyembunyikan wajahmu?" Tanya Faisal.
Tasya menggeleng tentu dia tidak mau melakukan itu dia ingin memperlihatkan wajahnya dan menyambut kedatangan Faisal, tetapi dia sangat malu untuk melakukannya.
Kedua tangan Faisal terangkat menyentuh kedua bahu Tasya dan menuntunnya untuk berdiri hingga akhirnya berhasil membuat Tasya berdiri dan menghadap ke arahnya.
Satu tangan terlepas dari bahu menuju ke dagu dan mengangkatnya perlahan hingga akhirnya terlihatlah bagaimana wajah Tasya. Sekarang benar sangat luar biasa cantiknya hingga Faisal begitu terpana dan seolah tak mampu berkata-kata dan hanya satu kata yang terucap.
"Subhanallah," hanya kata itulah yang keluar dari bibir Faisal sebagai kekaguman akan istrinya.
"Kenapa, jelek ya?" Tanya Tasya yang tak percaya diri.
Faisal menggeleng.
"Tidak, kamu sangat cantik." Katanya.
"Semoga tak ada mata jahat yang memandang mu. Semoga kamu di jauhkan dari niat-niat jahat dari orang yang melihatmu." Ucap Faisal.
Di kecup kening Tasya dengan begitu lembut hingga membuat darah Tasya begitu berdesir panas.
"Kita turun sekarang?" Tanya Faisal.
"Hem," Tasya mengangguk.
Setelah ini semua orang akan tahu kalau Tasya lah yang menjadi wanita yang dipilih oleh Faisal untuk menemani seumur hidupnya dan akan terus mendampinginya hingga kapanpun.
Faisal berbalik menarik satu tangan Tasya dan menyelipkan di lengannya hingga mereka berdua bergandengan dan mulai berjalan menuju ke tempat yang sudah disiapkan.
Begitu serasi mereka berdua dengan balutan baju yang berwarna senada. Tetapi Tasya berjalan begitu hati-hati dia tidak pernah memakai sepatu tinggi ia sangat takut jika dia sampai terjatuh.
Bukan itu saja tetapi baju yang dia pakai membuatnya sangat tidak nyaman dia tidak pernah memakai gamis seperti itu rasanya sangat ribet untuk berjalan.
"Mas, aku takut jatuh," Katanya.
"Tenang, ada aku yang akan selalu menjagamu," Faisal menoleh sejenak.
Ekhem...
Keduanya menoleh dan terlihatlah ketiga saudara Faisal yang ternyata masih menunggu mereka di tempat yang tadi.
Ketiganya melangkah menghampiri mereka berdua. Faisal terlihat malas sekali kepada mereka bertiga sementara Tasya yang menunduk sangat malu dan juga merasa tidak percaya diri.
"Subhanallah, pantes saja bang Faisal tidak mau lama-lama di luar, ternyata bidadari nya benar-benar luar biasa cantiknya," Puji Aisyah.
"Jelas lah, bidadari nya siapa dulu," Jawab Faisal bangga.
"Iya iya, saya tau."
🌾🌾🌾🌾🌾
Kemewahan tempat acara terlihat saat mengagumkan bagi setiap mata yang melihat. Semua di persiapkan dengan begitu baik dan tidak ada satupun kekurangan yang terlihat, semua terlihat begitu sempurna.
Dekorasi bernuansa putih hijau terlihat begitu menyejukkan mata. Semua tamu sudah berdatangan dengan balutan baju mereka yang begitu indah.
Senyum terpancar dari semua orang yang ada di sana bukan hanya dari keluarga saja bukan dari semua tamu yang berdatangan.
Semua yang datang mendapatkan tempat yang sudah dipersiapkan dan juga mulai menikmati sajian yang sudah disiapkan, acara benar-benar sangat mewah karena ini adalah pernikahan terakhir dari anak dari Rayyan Saputra.
Semua menatap takjub ke arah pasangan yang menjadi raja dan ratu malam ini. Langkahnya begitu ragu dengan wajah yang merona malu juga senyum tipis untuk menyapa semua tamu yang sudah datang ke acara tersebut.
Keserasian dari keduanya membuat semuanya tersenyum ikut merasakan kebahagiaan seperti yang keduanya rasakan saat ini. Hingga akhirnya keduanya berarti di atas panggung yang sudah disiapkan.
Tasya masih terdiam dia merasa takut apakah tidak akan ada seseorang yang menjadi perwakilan dari kedua orang tuanya?
Apakah Tasya benar-benar akan sendiri saja dan tidak akan ada yang menemani di sisi sebelahnya?
Hingga akhirnya acara dimulai dan ternyata ada satu pasangan lagi yang naik selain Rayyan dan Keisha. Tasya sama sekali belum mengenal mereka tetapi mereka berdua berpakaian sama seperti kedua mertuanya.
"Mas, mereka siapa?" Tanya Faisal.
"Mereka yang akan mewakili kedua orang tuamu. Mereka adalah Om David dan Aunty Airin, adiknya papa," Jawab Faisal.
Terlihat mereka berdua tersenyum kepada Tasya lalu menghampiri.
"Cantik sekali istri mu, Sal. Jaga dia baik-baik ya," Ucap Airin.
"Iya, Aunty." Jawab Faisal. Jelas Faisal akan menjaga Tasya dengan baik.
"Selamat ya, Sal." Kini giliran David yang berbicara.
"Terima kasih, Om." Pelukan hangat David berikan untuk Faisal.
Kedua dokter itu benar-benar sangat menyayangi keponakannya tersebut. Tapi bukan hanya Faisal saja, tapi semuanya.
Dan akhirnya Tasya merasa sangat lega setelah dia tahu ada yang duduk di sebelahnya mewakili kedua orang tua Tasya yang tidak bisa datang.
Bukan Tasya saja yang merasa sangat lega tetapi Faisal juga bisa bernafas lega karena bisa melihat Tasya tersenyum dan tidak terlihat sedih lagi seperti tadi.
🌾🌾🌾🌾🌾
Bersambung...