
πΎπΎπΎπΎπΎ
Gema hadrah mengiringi di mulainya acara aqiqah untuk putra pertama dari Tasya dan juga Faisal. Satu persatu tamu berdatangan begitu juga dengan keluarga besar dan para sahabat.
Meski masih terlihat ugal-ugalan tapi keempat teman Tasya datang, mereka memakai koko dengan kopyah yang sesekali miring karena tidak terbiasa.
Semua keluarga Faisal juga datang, dari kedua abang juga satu adiknya semua berkumpul menjadi satu.
Semua mengucapkan selamat untuk Tasya juga Faisal atas anak pertama mereka.
Lengkap sudah kebahagiaan keluarga Saputra, semua anak Rayyan sudah berkeluarga dan juga memiliki anak-anak yang lucu dan sangat menggemaskan.
"Rafka Arrasya Nizam." ucap Faisal. Ya! Itulah nama yang dia berikan pada sang putra.
Nama yang penuh dengan makna yang indah yang di harapkan akan menjadi anak yang bisa di banggakan.
Acara begitu meriah dengan tamu-tamu yang berdatangan. Semua nampak gembira begitu juga dengan para santri dalam menyambut Rafka.
Acara potong rambut juga di lakukan di acara aqiqah di hari ke tujuh kelahiran Rafka. Semua begitu antusias.
Tangisan haru Tasya terus mengiringi kelangsungan acaranya. Melihat anak pertamanya yang ada di gendongan Faisal dan sedang di potong rambutnya dengan di iringi oleh shalawat yang terus menggema.
Begitu manis bayi mungil itu, meski dalam keramaian dia tetap tertidur pulas, tak terganggu meski sedang di potong sekaligus.
Sesekali Tasya tersenyum, tapi juga menangis saking bahagianya. Terus duduk di sebelah sang oma menunggu sang buah hati kembali ke pangkuannya.
"Tenangkan hatimu, Nak." ucap sang oma.
Tasya menoleh, dia mengangguk pelan hampir tak terlihat pergerakannya. Dia juga tersenyum meski begitu kecil.
Sang oma langsung merangkul Tasya juga menghapus air matanya yang masih terus mengalir. Tak dapat menghentikannya.
"Terima kasih, Oma." ucap Tasya.
Matanya memandangi dengan fokus Faisal yang tengah menggendong anaknya. Tersenyum dengan begitu bahagia kearahnya.
'Dari gadis yang tak mengenal apapun. Tak mengenal agama, tak mengenal kasih sayang, tak mengenal cinta bahkan juga tidak mengenal yang namanya tanggung jawab.'
'Menjalani hidup tanpa arah, tak ada tempat untuk pulang. Tak memiliki tujuan. Tapi kedatangan mu..,"
'Kedatanganmu mengubah segalanya. Memberikan takdir yang indah untukku. Mengajarkan ku kasih sayang, cinta, tanggung jawab dan juga agama...
'Kamu beri aku tempat tinggal, kau berikan aku tempat untuk pulang, dan kamu beri apapun yang tidak aku punya. Terima kasih, Mas. Terima kasih...'
'Kamulah hidupku, duniaku dan juga surgaku. Terima kasih. Aku mencintaimu mas. I Love You Mas Ustadz ku... I love you...'
Tasya terkesiap ketika sebuah tangan menghapus air matanya. Lamunannya buyar dengan mata yang langsung berfungsi melihat siapa yang ada di hadapannya.
Wajahnya, yang selalu menghiasi setiap hari-harinya dan menjadikan hidupnya penuh dengan warna dan juga menjadi sangat berguna.
Kembali tangan itu bergerak, menghapus air matanya yang masih saja nakal dan tak mau berhenti.
Wajahnya menggeleng, memberikan isyarat untuk Tasya menghentikan tangisnya. Ini adalah hari bahagia mereka.
"Jangan menangis lagi. Tersenyumlah," ucap Faisal.
Beralih Faisal duduk di sebelah Tasya masih dengan menggendong Rafka yang tetap tertidur pulas.
Bukan hanya acara aqiqah saja yang berlangsung saat ini, tapi juga acara yang sangat penting. Yaitu acara di sahkan nya Faisal sebagai ahli waris untuk meneruskan pesantren.
Kebahagiaan yang semakin berlipat, tentunya juga tanggung jawab yang bertambah.
Faisal terus menggenggam tangan Tasya sesekali mereka memandang dengan senyum yang terpancar.
"Terima kasih, Mas." ucap Tasya.
"Untuk?"
"Untuk semua kebahagiaan ini." ucap Tasya.
"Aku yang seharusnya berterima kasih. Terima kasih karena sudah mau menjadi sebagai dari hidupku dan menyempurnakan imanku. Terima kasih." jawab Faisal.
Keduanya kembali tersenyum.
Perlahan Tasya menyandarkan kepalanya di pundak Faisal, melihat berjalannya acara yang begitu meriah dengan sesekali menyentuh pipi Rafka.
"Aku mencintaimu, Mas. I Love You Mas Ustadz ku. Faisal Faris Saputra."
Keduanya saling bertatapan, tersenyum dengan manis dengan sejuta kebahagiaan yang terus mengalir.
"I Love You to. Anastasya."
END.....
πΎπΎπΎπΎπΎ
Terima kasih untuk semuanya yang sudah mengikuti dan terus memberikan dukungannya.
Jangan lupa, terus tunggu cerita-cerita author selanjutnya.. Sekian untuk cerita Tasya dan Faisal.. Maaf jika akhirnya tidak sesuai ekspektasi...
Maaf ya....
πππππ