
🌾🌾🌾🌾🌾
Bukan hanya Ikhsan saja yang datang tetapi juga Akhsan mereka sangat mengkhawatirkan adik dan juga ada kabarnya yang tengah berada dalam masalah yang besar.
Keduanya sudah menunggu di rumah begitu lama dan begitu penasaran karena adiknya itu tak kunjung datang sehingga akhirnya dia menghubungi dan mendapatkan kabar kalau mereka dalam masalah maka dari itu mereka bergegas untuk memastikan sebenarnya.
Namun ketika sudah sampai di tempat yang menjadi tujuannya dan yang ditunjukkan oleh Tasya sang adik ipar ternyata keduanya tidak ada di sana. Mereka hanya melihat ada orang-orang yang berkelahi tentu mereka berdua sangat senang karena tidak mengetahui mana kawan dan mana lawan.
"Faisal di mana?" Mobil berhenti melihat sekeliling namun tetap mereka tidak melihat yang terlihat hanya beberapa orang yang masih terus berkelahi beradu otot memperebutkan kemenangan.
"Coba kamu hubungi Faisal, Dek," pinta Akhsan yang menyetir.
"Hem," dengan cepat Ikhsan segera menghubungi adiknya yang sekarang entah di mana keberadaannya.
Tetapi berkali-kali Ikhsan menghubungi nomor Faisal sekalipun tidak mendapat jawaban sepertinya Faisal benar-benar tidak bisa dihubungi.
"Tidak bisa, Bang." Ikhsan menoleh dan menjelaskan kepada Akhsan kalau dia tidak bisa menghubungi Faisal.
"Periksa lewat GPS," titahnya lagi.
Tanpa berkata Ikhsan langsung mengerjakan apa yang dikatakan oleh sang Abang dia langsung bergerak dengan ponselnya untuk mencari di mana letak keberadaan Faisal sekarang.
"Bang, ini kenapa Faisal menuju ke perkampungan ya," Ikhsan begitu heran kenapa adiknya itu menuju ke salah satu perkampungan yang sangat jauh dari kota. Apa tujuan dia sebenarnya pergi ke sana?
"Kita tidak tau apa yang terjadi kita harus segera mengejarnya," ucap Akhsan. Mobil kembali berjalan setelah mengatakan niat yang harus dia lakukan sekarang tentu tujuan pertama untuk mengajar Faisal supaya dia bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Sementara di tempat itu Agus dan teman-teman mereka sama-sama babak telur seperti anak buah Tuan Alex yang sama sekali tidak mau mengalah.
Namun setelah beberapa lama Tuan Alex pergi mereka semua juga bergegas pergi mungkin karena tidak ada lagi yang harus mereka lakukan karena Tasya juga sudah mereka dapatkan.
Agus dan teman-teman kini sangat bingung bagaimana mereka akan mengejar lawan mereka yang pergi menggunakan mobil, mereka juga sangat ingin membantu menyelamatkan Tasya dari orang yang berniat jahat kepada Tasya.
"Semua ini gara-gara Bimo kalau seandainya saja dia tidak lapor kepada Tuan Alex maka Tasya tidak akan tertangkap."
Agus terlihat sangat marah menyalahkan Bimo dari semua yang telah terjadi kepada Tasya dan Faisal saat ini karena memang dialah yang bersalah.
"Lebih baik kita menemui Bimo saja saya yakin dia memilih alamat tempat tinggal Tuan Alex sekarang. Bukan itu saja tetapi kita juga harus meminta dia bertanggung jawab karena dia Tasya mengalami kesusahan seperti ini."
Dadang pun juga ikut sangat marah kepada Bimo dan juga menyalakan semua yang terjadi kepadanya.
Mereka semua bergegas pergi untuk mencari di mana keberadaan Bimo saat ini mereka harus menemukannya dan mengatakan kepadanya bahwa Tuan Alex hanya menipunya saja. Dia tidak benar-benar membantu Bimo untuk mendapatkan Tasya melainkan dia sendiri yang menginginkan rahasia untuk menjadi miliknya.
🌾🌾🌾🌾🌾
Pintu gerbang terbuka setelah mendengar suara mobil yang di kendarai oleh Tuan Alex pulang beberapa penjaga membukakan pintu gerbang tersebut dan setelah mobil masuk gerbang kembali ditutup dengan rapat bahkan dikunci.
Gerbangnya begitu menjulang tinggi terbuat dari be si yang begitu rapat bahkan sekedar untuk melihat dari luar saja tidak akan bisa. Bukan itu saja tetapi gerbang yang menjulang begitu tinggi tidak akan mudah bagi siapapun untuk memanjatnya jika ingin masuk.
Setelah mobil Tuan Alex masuk tidak beberapa lama mobil Faisal juga sampai namun dia terlambat karena pintu sudah tertutup dengan rapat dia tidak akan mungkin bisa masuk di sana begitu saja. Lalu bagaimana?.
Faisal begitu bingung dia ingin menyelamatkan Tasya dari genggaman tangan Tuan Alex tetapi dia masih bingung dari mana dia akan memulainya dan jalan mana yang akan bisa membuat dia masuk ke dalam dengan mudah.
Faisal hanya bisa menyesali semua yang sudah terjadi karena dia tidak bisa menyelamatkan Tasya hingga membuat dia tertangkap Tuan Alex dengan mudah.
"Maafkan aku, Sya. Aku tidak bisa menjagamu. Tapi aku janji, aku tidak akan pernah pulang jika tanpamu," gumam Faisal yang belum bisa berbuat lebih di depan pintu gerbang yang sudah tertutup dengan rapat.
Faisal masih terus terdiam, namun dia tengah terus memikirkan bagaimana caranya dia bisa masuk dan bisa menyelamatkan Tasya.
"Ya Allah, berikan aku petunjuk_Mu supaya aku bisa kembali mendapatkan istriku dan bisa mengajaknya pulang. Dan aku mohon kepada_Mu, lindungi dia dari kejahatan apapun yang mungkin akan di lakukan oleh tuan Alex padanya."
Faisal terus menoleh, melihat-lihat sekeliling dimana dia akan bisa menyembunyikan mobilnya supaya tak akan ada yang tau. Hingga akhirnya, di menemukan tempat.
"Dengan cara apapun aku harus bisa masuk dan bisa menyelamatkan Tasya," gumamnya lagi.
Benar Faisal menyembunyikan mobilnya dan setelah berhasil dia baru keluar. Melangkah perlahan, berkeliling bangunan itu mencari celah dia bisa masuk.
Tak ada rasa takut, yang ada hanya sebuah tekad untuk bisa menyelamatkan Tasya dari tuan Alex yang tidak tahu seperti apa sebenarnya orangnya. Tetapi jika melihat sejauh ini sepertinya dia bukanlah orang yang sembarangan dan tentunya juga sangat kejam.
Faisal harus berhati-hati saat bergerak dan melakukan apa pun ia tidak boleh tergesa-gesa namun harus dengan maka yang pasti dan juga tidak mengulur waktu.
Jika dia kelamaan menyelamatkan Tasya entah apa yang akan terjadi pada istrinya tersebut mungkin saja Tuan Alex melakukan sesuatu yang tidak baik kepadanya.
Tidak ada senjata apapun yang dapat dijadikan pelindung untuk Faisal, tetapi dia hanya memiliki kepercayaan bahwa Allah_lah segala pemilik kekuatan dan Dia akan mempermudah jalannya untuk menyelamatkan Tasya.
Dari pandangan mata sebuah pohon besar yang menjulang begitu tinggi di belakang bangunan tersebut bahkan tingginya melebihi dari tinggi dinding pelindung tempat itu. Faisal bertekad untuk memanjat pohon tersebut untuk dia bisa masuk ke dalam meski sebenarnya dia sama sekali belum pernah memanjat tetapi dia sangat yakin bahwa dia akan berhasil.
"Sya, tunggu mas menyelamatkan mu," gumamnya dan Faisal bersiap untuk memanjat pohon yang begitu tinggi dan sangat dia yakini akan bisa mengantarkan dia ke tempat Tasya berada karena sepertinya hanya itu jalan satu-satunya yang bisa menjadi jembatan untuk bisa masuk ke dalam.
🌾🌾🌾🌾🌾
Bersambung...