Mas Ustadz I Love You

Mas Ustadz I Love You
Kebingungan Bimo CS



🌾🌾🌾🌾🌾


Bimo dan teman-teman terus saja menunggu Tasya di pasar mereka sangat berharap bahwa Tasya akan kembali dan mereka bisa merasa lebih aman seperti biasanya.


Bukan hanya karena itu saja tetapi Bimo merasa sangat merindukan Tasya, entah kenapa baru saja beberapa hari tidak bertemu dia sangat rindu dengan gadis itu.


Mereka terus mondar-mandir di pintu gerbang pasar, matanya terus menatap jalan berharap Tasya akan datang dan berjalan mendekati mereka untuk kembali menjadi petugas keamanan pasar.


Padahal di pasar sudah ada petugas keamanan yang benar-benar digaji, tetapi semua pedagang juga Bimo dan kawan-kawan masih tetap berharap Tasya akan datang.


Tentu semua itu karena dengan keberadaan Tasya, pasar itu benar-benar aman bahkan jika ada preman Tasya berani menghadapi dan juga tentunya selalu berhasil melumpuhkan dan membuat para preman itu mengikuti jalannya yang benar.


"Bim, apakah Tasya benar-benar tidak akan pernah kembali lagi ke sini?" tanya Dadang.


Semua menoleh ke arah Dadang pertanyaan Dadang barusan juga menjadi pertanyaan di antara Kipli juga Agus. Bahkan di hati Bimo juga terbesit pertanyaan tersebut tetapi dia tidak tahu jawabannya. Mau mencari tahu juga dia tidak tahu sekarang di mana keberadaan Tasya.


"Semoga saja Tasya masih kembali ke sini. dan pasar ini benar-benar bisa aman. Ya termasuk kita-kita," sahut Agus dengan sedikit terkekeh.


"Tetapi kenapa aku merasa sangat ragu ya, kalau Tasya akan datang pasti dia sudah datang sejak kemarin tetapi kenapa sampai sekarang dia belum juga datang. Atau mungkin, terjadi sesuatu kepadanya?" giliran Kipli yang berbicara.


Sementara Bimo masih diam, mencerna semua perkataan para sahabatnya yang cukup membingungkan juga untuknya. Hanya satu yang pasti di dalam hati Bimo, dia sangat ingin Tasya kembali kepada mereka dan itu akan sangat membuat kamu bahagia.


Tetapi ada perkataan dari Kipli yang membuat dia khawatir, bagaimana kalau Tasya benar tengah dalam masalah? Bagaimana kalau dia sedang kenapa-napa dan tengah membutuhkan bantuan.


Di tengah-tengah kebingungan Bimo ada dua orang datang, mereka adalah orang yang bertubuh besar juga berpenampilan hampir sama seperti mereka tetapi auranya lebih membunuh dan menakutkan.


Langkahnya begitu cepat mendekati mereka berempat dengan mata tajam yang seakan ingin menelan mereka hidup-hidup padahal sangat jelas kalau mereka tidak saling kenal jadi kesalahan apa yang mereka perbuat?


"Lihat baik-baik, apakah kalian melihat gadis ini?" salah satu diantara mereka menyodorkan sebuah foto yang jelas foto itu mampu membuat mereka berempat saling pandang dengan terkejut.


Gadis yang ada di dalam foto itu adalah foto Tasya, jadi ada masalah apa Tasya dengan mereka kenapa mereka mencarinya.


Apakah Tasya berbuat kesalahan?


"Tidak, kami tidak melihatnya bahkan kami tidak mengenal siapa gadis yang ada di dalam foto itu. Mungkin gadis itu tidak pernah datang ke sini." tentu jawaban Bimo penuh dengan kebohongan karena sejatinya dia mengenalnya meski beberapa hari ini dia tidak melihatnya.


"Lihat baik-baik, tidak mungkin kalian tidak melihatnya. Beberapa hari ini dia sering berkeliaran di sini jadi saya yakin dia ada di sekitar sini. Cepat katakan dan jangan pernah berbohong kalau tidak ingin menanggung akibat dari kebohongan kalian."


Kata-katanya penuh dengan ancaman namun tetap tidak membuat-bimo dan teman-teman merasa takut mereka tetap bertingkah sewajarnya supaya tidak dicurigai oleh mereka berdua.


"Benar kami tidak melihatnya berada di sini, mungkin kalian salah lihat. Kalau tidak percaya silakan saja cari di sekitar sini saya yakin kalian tidak akan menemukannya karena dia memang tidak ada di sini." jawab Bimo lagi dan ketiga temannya hanya mengangguk supaya kedua orang itu percaya kepada mereka dan segera pergi dari sana. Jadi, jika sewaktu-waktu Tasya datang dia akan lebih aman.


"Kami percaya sekarang, tetapi jika kalian ketahuan berbohong maka saya pastikan kalian akan habis pada kami," macam salah satu dari mereka bahkan diperjelas dengan tangan yang berangkat dan seolah ingin memenggal kepalanya sendiri.


"Sebenarnya ada masalah apa Tasya dengan mereka ya?" Kipli sangat penasaran.


"Apakah Tasya benar ada apa-apa ya sekarang? Apakah dia dalam bahaya dan sekarang dia tengah bersembunyi di suatu tempat supaya terhindar dari orang-orang tadi? tapi kenapa dia harus menghindar, bukankah dia jelas bisa membela diri?" Agus lebih penasaran.


"Kita harus mencari Tasya kemanapun juga. dia adalah teman kita apapun masalahnya kita harus membantunya jangan sampai terjadi apa-apa padanya," akhirnya Bimo mengambil keputusan untuk mencari keberadaan Tasya yang dia sendiri pun tidak tahu di mana.


🌾🌾🌾🌾🌾


Perlahan Tasya terbangun ketika merasakan ada seseorang yang membangunkannya. Hembusan angin sudah terasa menyapa wajahnya itu artinya seseorang yang membangunkannya sudah membuka selimutnya.


Bukan hanya karena itu saja tetapi wajah Tasya juga terkena beberapa tetes air yang terasa begitu dingin.


"Apa sih, aku masih ngantuk," ucap Tasya yang belum sepenuhnya tersadar bahkan matanya yang terbuka belum melihat dengan jelas siapa yang berdiri di sampingnya dengan wajah yang sudah basah akan air wudhu.


Tasya malah kembali menutup wajahnya lagi dengan selimut sepertinya dia benar-benar masih sangat mengantuk, dia ternyata sangat susah dibangunkan atau mungkin karena memang belum terbiasa, bahkan suara Adzan yang berkumandang begitu keras seolah tidak sampai ke telinganya.


"Tasya, bangun dulu yuk, sudah ashar kita salat dulu." ucap Faisal begitu sabar.


Baru mata Tasya benar-benar terbelalak ketika mendengar suara Faisal. Selimutnya juga langsung dia buka dan ternyata jilbab yang dia pakai tadi sudah terlepas dan rambutnya sudah kembali tergerai begitu saja.


"Sudah ashar, kok cepat sekali? padahal rasanya baru beberapa menit saja aku tidur," ucap Tasya yang sebenarnya sangat malas untuk bangun.


Tangannya tiba-tiba terangkat dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dia juga langsung duduk.


Ternyata rasa gugupnya yang tadi telah hilang separuhnya setelah dia tidur.


"Sudah, sekarang ambil ambil wudhu kita salat berjamaah. Bukankah kita juga harus pergi belanja untuk membeli semua perlengkapan untukmu?" begitu sabar Faisal menunggu dia terus berdiri di sana.


Perlahan Tasya turun dari ranjang dan langsung menuju ke kamar mandi untuk melakukan apa yang diminta oleh Faisal. Langkahnya masih sempoyongan membuat Faisal tersenyum juga menggeleng secara bersamaan.


Tidak lama Tasya kembali keluar dengan wajah yang sudah basah dan ternyata Faisal juga sudah rapi komplit dengan sajadah yang ada di bahunya dan juga memegang sajadah yang lain juga terdapat mukena putih yang terdapat bordir berwarna emas di bagian bawahnya.


"Ini mukenanya. Dipakai dulu dan kita berangkat ke masjid bersama."


Tasya pikir mereka akan berjamaah berdua saja di dalam kamar dan ternyata Faisal mengajaknya ke masjid.


"Masjid?" tanya Tasya dan faisal cepat mengangguk.


Dengan perlahan dan tak semangat Tasya memakai mukenanya dan faisal masih setia menunggu. Setelah Tasya selesai memakai mukena di bagian atas mereka berdua langsung berangkat ke masjid bersama-sama.


🌾🌾🌾🌾🌾


Bersambung....