
🌾🌾🌾🌾🌾
Alhamdulillah, dengan kedatangan Agus dan para teman-temannya dapat membantu Faisal untuk menghadapi para anak buah dari Tuan Alex. Beban dari Faisal juga sedikit berkurang karena akhirnya dia memiliki teman untuk bisa menjaga Tasya.
Meski tidak ada mereka semua yang datang dengan cara apapun Faisal akan tetap berusaha untuk menjaga Tasya dan akan selalu melindunginya dari orang-orang yang ingin mengambil dia darinya dengan cara paksa bahkan dengan cara lembut sekalipun.
Meski kekuatan mereka tidak seimbang karena kalah jumlah tetapi Alhamdulillah nanti menandingi mereka semua dan malah hentikan mereka yang ingin mendekati Tasya.
Perkelahian dari mereka semua begitu sengit karena tidak ada di antara mereka yang ingin kalah, tentu mereka semua ingin kemenangan dan mendapatkan apa yang menjadi tujuan mereka.
Sementara Tasya dia tetap patuh dan tetap berada di dalam mobil dengan mata terus melihat bagaimana terjadinya perkelahian di antara mereka yang memperebutkan dirinya.
Tasya sangat was-was Dia sangat takut apalagi ketika melihat beberapa orang melawan Faisal secara langsung dan membuat dia terkena pukulan berkali-kali tentu saja Tasya hanya mampu menjerit-jerit di dalam mobil.
Matanya terbelalak dengan tangan terus menutup mulutnya supaya jeritannya tidak sampai keluar dan membuat konsentrasi Faisal atau semuanya menjadi buyar, itu akan sangat berbahaya dan mereka bisa saja terkenal serangan.
"Katanya bang Ikhsan mau datang, kok lama sekali sih," Tasya begitu menunggu kedatangan dari kakak iparnya yang memang sudah mengatakan akan segera datang untuk membantu tetapi kenyataannya, kenapa lama sekali?
Brakk...
Tasya tiba-tiba terkejut wajahnya seketika menoleh dengan begitu panik ketika pintu mobil tepat di sebelahnya dibuka dengan paksa dan pelakunya adalah tuan Alex.
"Hahaha, akhirnya aku bisa melihat mu Sayang," Tuan Alex terlihat begitu bahagia setelah melihat Tasya meski dalam keadaan yang sangat panik dan juga takut.
"Pergi! Jangan ganggu saya!" Tasya berteriak begitu kuat dengan tangan yang berusaha kembali menutup pintu lagi supaya dia tidak bisa dijangkau oleh Tuan Alex, tetapi kenyataannya tenaganya tidak sekuat dari laki-laki tua itu.
"Hahaha, jangan takut Manis. Bukankah sebentar lagi kamu akan menjadi milikku? Kita akan hidup bersama dan akan sangat bahagia, hahaha!"
Tuan Alex begitu bahagia karena bisa menangkap tangan Tasya yang terus berusaha untuk melepaskan diri darinya.
Ternyata semua orang yang sudah melawan anak buahnya dan tidak ada yang memperhatikan Tasya membuat Tuan Alex memiliki kesempatan untuk mendekat dan memaksa Tasya untuk dengannya.
Dengan sekuat tenaga Tasya terus berontak, dia terus melawan dengan kekuatan yang dia punya tetapi kenyataannya laki-laki tua itu ternyata lebih kuat daripada dirinya.
Entah kenapa, tetapi Tasya seakan tidak mampu untuk melawan dan mengeluarkan tenaga meski hanya sedikit. Apakah itu karena dia yang begitu panik dan terus merasa cemas dengan keselamatan Faisal?
"Ayo ikut, Manis," Tuan Alex terus menarik pergelangan tangan Tasya dengan cara paksa, seakan dia menyeret anak kecil dan sama sekali tidak dihiraukan meski Tasya terus berteriak meminta dilepaskan.
"Mas! Tolong Tasya!" Tasya menoleh ke arah Faisal memanggilnya dengan lantang dan berharap Faisal akan mendengar dan akan menolongnya.
Tasya begitu takut karena Tuan Alex terus menariknya hingga hampir sampai ke mobil yang dia bawa.
"Hahaha!" Hanya tawa yang terus menggelegar dari Tuan Alex ketika dia berhasil memaksa Tasya untuk ikut dengannya.
Sementara Tasya dia semakin ketakutan karena teriakannya belum didengar oleh Faisal.
"Mas! Tolong Tasya!" teriak Tasya lagi.
"Tasya!" Faisal juga berteriak memanggil Tasya begitu pula dengan Tasya sendiri yang juga berteriak memanggil suaminya yang belum juga bisa keluar dari kepungan anak buah Tuan Alex.
"Mas!" jawab Tasya dengan berteriak juga.
"Ikut! Jangan hiraukan dia, dia hanya pengganggu kebahagiaan kita!" seru tuan Alex dengan keji.
"Lepas, lepaskan saya!" Tasya masih berusaha berontak dan menolak ajakan dari Tuan Alex yang ingin memaksa dia terus mengikutinya.
Hingga akhirnya Tuan Alex sampai di mobilnya, secepatnya dia membuka pintu dan memaksa Tasya untuk masuk. "Masuk!!"
Tentu Tasya berusaha menolak dan terus berontak supaya dia tidak berhasil masuk ke dalam mobil Tuan Alex dia tidak akan bersedia untuk ikut pada laki-laki tua yang begitu terobsesi kepadanya.
Tapi Tuan Alex juga tidak menyerah begitu saja dia mendorong Tasya dengan keras dan juga ternyata ada salah satu anak buah yang ada di dalam mobil dia menarik tangan Tasya dengan keras hingga akhirnya Tasya berhasil masuk ke dalamnya.
"Hahaha, ucapkan selamat tinggal untuk suamimu Manis!" Semakin bahagia Tuan Alex karena telah berhasil memaksa Tasya ikut. Mobil pun cepat melaju.
"Tasya!" Setelah berhasil keluar dari kepungan anak buah dari tuan Alex Faisal buru-buru masuk ke dalam mobilnya untuk segera mengejar Tuan Alex yang telah membawa Tasya pergi.
Faisal kembali melajukan mobilnya dengan cepat. Dia benar-benar menjadi seperti pembalap dadakan karena sebelumnya dia belum pernah mengalami hal yang seperti ini bahkan kali ini adalah dia yang mengendarai mobil paling cepat.
Entah mendapat keberanian dari mana tetapi tidak ada rasa takut sedikitpun dari Faisal yang mengendarai mobilnya begitu cepat.
Jiwa yang terpendam dalam diri Faisal perlahan mulai tumbuh dengan sendirinya, darah mafia yang ada di dalam tubuhnya seakan membakar semua ketakutan dan kini berubah menjadi keberanian yang begitu besar.
Mata yang semula begitu meneduhkan ketika dilihat sekarang begitu menakutkan seperti belati yang begitu tajam. Apakah ini darah dari sang Oma yang mengalir di dalam tubuhnya?
"Tidak akan aku biarkan kamu berhasil mendapatkan Tasya, Alex!" suaranya gemetar menakutkan seperti bukan Faisal yang sebelumnya Yang begitu menenangkan meski hanya suaranya saja.
Kembali mobil mereka terus kejar-kejaran di jalan raya yang memang bukan jalan utama jadi tidak begitu ramai akan pengendara yang lain.
Tasya terus saja berteriak di dalam mobil Tuan Alex dia juga terus menoleh ke arah belakang melihat mobil Faisal yang terus mengajarnya.
"Diam!" bentak Tuan Alex begitu keras tetapi nyatanya tidak mampu membuat Tasya takut lantas diam begitu saja dia tetap berteriak sesuka hatinya dengan memanggil Faisal suaminya.
"Mas! Mas!" teriakannya begitu menggema dan dapat didengar oleh Faisal meski berada di mobil yang lain.
Hingga akhirnya tuan Alex begitu marah karena Tasya tidak mendengar peringatan darinya membuat Tuan Alex berbuat kasar kepada Tasya dia memukul tengkuk Tasya membuatnya langsung tidak sadarkan diri.
"Maaf manis, kamu terlalu keras kepala." ucapnya yang di sambung dengan senyuman yang begitu puas.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Bersambung...