Mas Ustadz I Love You

Mas Ustadz I Love You
Subhanallah



🌾🌾🌾🌾🌾


Begitu bahagia Dina bisa berada di panti. Dia bisa mendapatkan kebahagiaan dengan terus bersama anak-anak yang begitu menggemaskan dengan berbagai karakter.


Mereka juga begitu mudah akrab dan begitu menghormati pada orang yang lebih tua dari mereka terutama dirinya. Hal itu membuat Dina semakin betah berada di sana bukan hanya sekedar mendapatkan teman baru namun dia juga mendapatkan pengalaman yang belum pernah dirasakan sebelumnya.


Bersama anak-anak sangatlah menyenangkan apalagi mereka juga sangat lucu dan begitu menggemaskan, Hal itu membuat Dina berpikir untuk terus berada di sana meski dia harus membantu Bu Yulia itu tidak menjadi masalah.


"Kak, kakak nggak kerja sekarang?" Tanya Salwa begitu antusias Dia mendekati Dina yang sedang melakukan pekerjaan di dapur.


Setelah berada di Panti Dina lebih malas untuk berangkat bekerja, jika bekerja setiap saat dia akan mendengarkan ocehan dari bosnya dan itu yang membuatnya semakin malas namun ketika berada di Panti apa yang dia lakukan selalu mendapatkan penghargaan dan dia tidak pernah ditegur oleh Bu Yulia.


Bu Yulia hanya sesekali mengarahkan dan memberitahu apa yang harus dilakukan dan itu sudah cukup karena dengan itu Dina sudah tahu.


"Sebentar lagi, setelah selesai ini kakak akan berangkat kok," Jawab Dina. Senyumnya terlihat sangat dia paksakan Mungkin dia memang sangat malas untuk berangkat bekerja.


Semua orang pasti akan merasakan apa yang Dina rasakan, mendapatkan atasan yang begitu cerewet itu tidaklah menyenangkan tentu sangat membuat menguras hati dan pikiran.


Seandainya ada tempat yang lebih bagus dari tempat itu maka Dina akan pindah namun sampai sekarang dia belum mendapatkan tempat yang lebih bagus. Sangat susah untuk mendapatkan pekerjaan baru apalagi Dina bukan orang yang terpelajar yang tidak memiliki gelar juga ijazah sekolah tinggi hanya sampai SMP saja ijazah Dina jadi bisa mendapatkan pekerjaan itu sudah sebuah keberuntungan untuknya.


"Kak, kakak masak apa pagi ini? Masakan kakak selalu enak dan aku selalu nambah," ucap Salwa yang semakin hari terlihat semakin menggemaskan di mata Dina.


Gadis kecil itu selalu saja memujinya memuji semua makanan yang dibuat dan selalu mengatakan enak.


"Ini hanya sayur asem saja sama tempe goreng sama sambel. Apa kamu suka?"


"Suka," Salwa mengangguk begitu antusias Dia sangat suka semua makanan yang dimasak oleh Dina karena rasanya selalu enak dan selalu membuat nagih dan masakan yang sekarang pasti juga akan sama.


"Kalau begitu sekarang kamu panggil teman-teman untuk sarapan. Jangan lupa panggil ibu dan bapak juga," Perintah Dina.


Salwa hanya mengangguk lalu berlari untuk menjalankan apa yang diperintahkan oleh Dina barusan dia juga sudah sangat lapar karena sudah dari tadi perutnya sudah terus berbunyi untuk meminta jatah sarapan.


Satu persatu semua Dina siapkan di atas meja semuanya sudah komplit dan hanya tinggal menunggu yang akan menikmatinya.


Tidak menunggu lama semua anak-anak kedatangan Begitu juga dengan Bu Yulia juga suaminya yang tentu mereka datang atas panggilan dari Salwa barusan.


Semua duduk di tempat masing-masing tempat yang sudah disiapkan, Bu Yulia juga suaminya tidak pernah membeda-bedakan mana yang anak sendiri dan juga yang hanya anak asuh mereka semua diperlakukan sama bahkan mereka juga makan di satu lingkar meja.


Semua begitu menikmati makanan yang dimasak oleh Dina meski hanya masakan sederhana tapi mampu membuat mereka semua kenyang dan begitu menikmati. Dengan keberadaan Dina pekerjaan Bu Yulia menjadi lebih ringan dan semua bisa dilakukan dan berjalan dengan sangat baik.


"Bu, saya berangkat dulu. Seperti biasa Dina akan pulang sore," pamit Dina setelah makanan yang dia santap sudah habis tak tersisa di dalam piringnya.


"Iya, kamu hati-hati di jalan," Jawab bu Yulia.


Seperti kepada orang tua sendiri Dina menyalami Bu Yulia dan suaminya setelah itu dia membawa piring keluar dan menuju dapur untuk Dia cuci sebelum dia berangkat bekerja.


🌾🌾🌾🌾🌾


Karena waktu masih besok untuk acara resepsi Tasya juga Faisal kini keduanya berada di salah satu salon yang khusus dipesan oleh Mama Keisha.


Keisha menginginkan kalau menantunya itu akan terlihat berbeda dan semakin cantik dari sebelumnya, bukan hanya cantik ketika dilihat oleh para tamu undangan tetapi cantik yang utama adalah untuk suaminya sendiri.


Sebenarnya Keisha yang akan menemani Tasya ke salon saat ini namun karena dia mendadak ada acara jadi semuanya diserahkan kepada Faisal dan kini mereka berdua lain berada di salon.


Mungkin karena tidak terbiasa didandani membuat Tasya merasa malu juga merasa sangat aneh kepada wajahnya sendiri. Biasanya dia pergi ke mana pun dengan apa adanya dan bagaimana penampilannya yang polos tanpa apapun tetapi sekarang mendapatkan make up. Padahal juga tidak tebal dan warnanya sangat natural tetapi karena tidak terbiasa menjadikan Tasya begitu malu.


Tasya keluar dari ruang make up dan membuat Faisal yang menunggunya terperangah melihat kecantikannya yang seperti biasa, ini benar-benar luar biasa sehingga mata Faisal membulat dengan dia berdiri begitu pelan.


"Subhanallah," ucap Faisal begitu lirih.


Sementara Tasya dia menunduk merasa malu pipinya semakin merah melihat Faisal yang melangkah semakin mendekat ke arahnya, benarkah dia sangat berbeda hingga Faisal tidak berkedip.


"Subhanallah," sekali lagi Faisal begitu terpesona dan memuji kecantikan Tasya. Kini seperti apapun rupa Tasya Faisal bebas melihatnya tidak terbentur penghalang akan sebuah dosa.


"Mas, Tasya jelek ya?" Tanya Tasya dengan terus menundukkan wajahnya.


Faisal mendekat dan berbisik di telinganya.


"Kamu sangat cantik, Sya. Lebih baik sekarang kita pulang, aku tidak rela kecantikan istriku di nikmati oleh orang lain," Bisik Faisal.


Dengan segera Faisal menggenggam tangan Tasya dan menuntun Tasya keluar dari salon dan segera menuju ke arah mobil yang terparkir di depan salon tersebut.


Sepertinya Faisal benar-benar tidak rela kalau kecantikan Tasya dinikmati oleh orang lain selain dirinya sendiri. Tasya tidak protes dia terus menurut apa yang dikatakan oleh Faisal dan itulah yang akan selalu dilakukan, karena dia ingin belajar menjadi istri yang baik mulai dari sekarang.


Di dalam mobil Faisal kembali menoleh melihat wajah Tasya begitu luar biasa.


"Subhanallah," dan hanya kata itu yang kembali Faisal ucapkan itu sudah mewakili seberapa besar akan kekaguman Faisal pada Tasya.


"Kenapa?" Kembali Tasya bertanya. Faisal belum pernah seperti ini sebelumnya.


"Apakah mas akan seperti ini jika melihat wanita yang lebih cantik dari Tasya?"


Tasya tidak salah kan jika memiliki pemikiran seperti itu karena Faisal tidak seperti ini sebelumnya, Setelah dia didandani Faisal terlihat begitu mengaguminya begitu terpana hingga dia tak mau berpaling dari wajahnya bisa jadi dia akan melakukan hal yang sama jika melihat perempuan lain yang lebih cantik benar begitu kan?


"Tidak akan pernah. Hanya kamu, dan hanya kamu saja." Jawab Faisal penuh keyakinan.


🌾🌾🌾🌾🌾


Bersambung....