
🌾🌾🌾🌾🌾
Kepulangan Faisal dan juga kedua orang tuanya benar-benar sangat di tunggu oleh semua orang. Semua memang belum tau kalau kini Faisal juga Tasya sudah menikah tapi mereka sudah tak sabar ingin mendengar apakah ayahnya menyetujui hubungan mereka atau tidak.
Mereka juga sangat berharap kalau semua akan pulang dengan keadaan baik-baik saja tentu juga pulang dengan mengajak Tasya bersama mereka. Jangan sampai kan Tasya tertinggal karena tidak di perbolehkan oleh ayahnya yang katanya memiliki sifat yang berbalik arah.
Semua sudah terus menunggu di depan pendopo, apalagi Oma, dia sudah sangat tidak sabar. Kadang dia duduk di bangku kadang dia berdiri dengan mata yang terus melihat ke arah gerbang.
"Oma istirahat lah dulu, kalau mereka sudah pulang nanti saya kasih tau," ucap Ilham yang sedari tadi menemani oma di sana.
"Iya, Oma. Lebih baik oma istirahat biar kami yang menunggu mereka," Hasan pun juga sama.
Keduanya sangat kasihan melihat oma yang terus saja bergerak. Tubuhnya yang tua pastilah tak akan mudah untuk bergerak bahkan dari duduk untuk berdiri saja sudah mulai kesusahan.
"Tidak, oma ingin menunggu mereka pulang," oma tak mau menurut kepada mereka berdua, sepertinya oma benar-benar sangat ingin melihat kepulangan mereka dan mendengar jawaban secara langsung jalan apa yang akan di ambil selanjutnya.
Hasan juga Ilham saling lempar pandang, mereka sangat kasihan tapi mau bagaimana lagi? mereka tak bisa memaksa oma untuk istirahat tanpa kemauannya sendiri.
Senyum oma merekah saat melihat mobil Faisal masuk dari pintu gerbang. Oma juga langsung menghampiri dengan sangat gak sabar.
Bersamaan dengan mobil itu berhenti Oma juga berhenti di depan mobil tersebut, matanya terus melihat ke arah pintu yang sebentar lagi pasti akan terbuka.
Bukan hanya oma saja yang ada di sana, Ilham, Hasan dan juga penghuni lain juga menghentikan aktivitas mereka dan pandangan mereka berpusat pada mobil.
Faisal juga Rayyan keluar dari pintu depan sementara Keisha keluar dari pintu belakang. Rasanya masih belum lengkap masih ada yang kurang hingga Oma tak mempedulikan mereka bertiga tapi masih melihat pintu tepat di belakang Faisal.
Jelas, Oma menunggu pintu itu terbuka dan Tasya yang keluar dari sana. Oma sangat takut kalau Tasya tidak akan kembali kepada mereka semua dan tertinggal di desa. Kalaulah benar oma sendiri yang akan datang untuk menjemputnya, tekatnya yang sudah menetap di hatinya sedari tadi.
"Bunda, bunda mencari siapa?" Rayyan juga Keisha sudah menghampiri Oma dan berdiri di sebelahnya. Sementara Faisal masih berdiri dengan diam di depan pintu mobil.
Rayyan sangat tau siapa yang Oma tunggu. Matanya juga terus berusaha untuk melihat dalam mobil namun kacanya yang tak tembus dari luar jelas tidak akan terlihat.
Rayyan mengangguk ke arah Faisal, memberikan kode kepadanya dan langsung di angguki oleh Faisal.
Faisal berjalan mundur, perlahan membuka pintu dan membuat mata sang oma mengikuti pergerakan Faisal.
Pintu terbuka namun belum ada yang keluar. Hati Oma merasa kecewa saat ternyata tangan Faisal hanya mengeluarkan beberapa paper bag dari sana. Namun paper bag itu dia berikan kepada salah satu santri yang paling dekat. Tentu bukan untuk di berikan tapi meminta untuk di bawakan.
Santri itupun juga tidak tau apakah ada orang atau tidak di dalam karena Faisal begitu rapat menutupnya.
Hingga saatnya, ketika Oma sudah kecewa dan ingin masuk ke rumah Tasya keluar dari mobil masih lengkap dengan kebaya dan dandanan saat pernikahannya tadi.
"Oma," Panggil Tasya.
Seketika Oma kembali menoleh dan melihat Tasya dengan balutan baju yang sangat berbeda dari biasanya.
Bukan hanya Oma saja yang terkejut tapi semua orang. Apalagi saat dengan percaya dirinya Faisal dan Tasya saling bergandengan saat melangkah mendekat.
Tentu, mereka pastilah sudah sah menjadi pasangan kalau tidak tidak mungkin Faisal akan menyentuh perempuan yang bukan mahramnya.
"Kami bukan hanya membawa pulang Tasya, Bunda. Tapi membawa pulang istri Faisal." ucap Rayyan.
Oma menoleh masih dengan rasa tak percaya, benarkah Faisal dan Tasya sudah menikah? apakah ini hanya sebuah mimpi di siang bolong saja?
Rayyan mengangguk untuk semakin membenarkan kalau Tasya dan Faisal memang sudah sah menjadi suami istri. Mereka sudah halal sekarang mereka bebas bersentuhan bahkan mereka juga bebas melakukan apapun yang lebih dari bergandengan.
"Dasar anak nakal, kamu menikah tapi tidak mengundang Oma. Kamu melupakan Oma mu ini?" ucap Oma dengan nada kesal tapi juga dengan nada yang bahagia namun tertahan.
"Maaf, Oma. Bukan keinginan Faisal untuk tidak mengundang oma. Tapi ini sangat mendadak jadi Faisal benar-benar minta maaf."
"Sebenarnya Faisal ingin mengundang semua orang, tapi tak ada waktu Oma. Tapi Faisal tetap memohon doa dari Oma untuk pernikahan kami," jawab Faisal.
Ada rasa bersalah di hati Tasya. Jika saja ayahnya bisa mengerti dirinya pastilah keluarga Faisal kini tengah berbahagia karena merayakan pernikahan mereka berdua dengan sangat meriah juga dengan di hadiri keluarga besar juga melangsungkan pernikahan yang mewah.
"Maafkan, Tasya, Oma. Ini semua salah Tasya," begitu sensitif hati Tasya jika berhubungan dengan hal-hal yang seperti ini. Jelas dia sangat menyadari kalau dialah sumber dari semuanya.
"Kenapa kamu harus minta maaf, kamu tidak bersalah. Sekarang kita masuk yuk," ajak Oma yang langsung menggandeng Tasya.
Tasya tidak menjawab tapi dia hanya mengangguk.
Sesekali Oma menoleh ke arah Tasya, melihat bagaimana dandanannya.
"Kamu sangat cantik, Nak," puji Oma yang melihat wajah Tasya yang memang benar-benar sangat cantik.
"Ray, semuanya lancar kan? pernikahan mereka juga lancar kan?" tanya Oma yang kembali khawatir.
Tentu Oma kembali mengingat-ingat masa-masa yang sudah ketika terjadinya pernikahan di keluarga Saputra. Selalu saja terjadi tragedi berdarah jelas saja Oma khawatir.
"Alhamdulillah, Bunda. Semuanya lancar dan tidak ada masalah," Rayyan sangat paham dengan apa yang menjadi kekhawatiran Tasya. Bahkan Rayyan sendiri sempat takut tadi saat ingin berlangsungnya pernikahan. Tapi Alhamdulillah, semuanya baik-baik saja.
"Alhamdulillah," Oma bernafas lega. Akhirnya semuanya benar, pernikahan Aisyah adalah akhir dari semua tragedi yang menimpa di setiap terjadinya pernikahan.
Dan sekarang?????? alhamdulillah, pas pernikahan Faisal semuanya baik-baik saja. Entah karena pernikahannya seperti pernikahan rahasia atau memang karena semuanya sudah berakhir.
Sementara Faisal yang ingin masuk di hadang oleh Hasan juga Ilham. Keduanya malah bersedekap dada di tengah-tengah pintu.
"Kenapa?" tentu Faisal sangat bingung.
Tapi bukannya menjawab keduanya malah langsung memeluk Faisal. Bengek deh nih kedua orang.
"Selamat ya ustadz. Akhirnya sekarang sudah tidak jomblo lagi," ucap Hasan yang terdengar begitu mendramatisir.
"Iya, sekarang -sudah laku," imbuh Ilham.
"Apa-apaan sih kalian ini," Faisal yang merasa sesak ingin melepaskan tapi keduanya malah semakin erat.
"Hilih, mentang-mentang sekarang udah dapat guling empuk jadi nggak mau di sentuh," ucap Hasan lagi.
"Udah ya, jangan bicara yang aneh-aneh," akhirnya Faisal bisa terlepas dari keduanya.
"Sekali lagi selamat ya, Ustadz. Semoga cepat nular," Ilham berbicara.
"Amin..." seru Faisal dan Hasan bersamaan.
🌾🌾🌾🌾🌾
Bersambung...