Mas Ustadz I Love You

Mas Ustadz I Love You
Balasan yang pantas



🌾🌾🌾🌾🌾


Lega rasanya, akhirnya sekarang bisa kembali ke rumah dengan selamat. Lega rasanya akhirnya masalahnya yang sangat besar sudah selesai. Tapi, hal itu membuat Tasya malah menjadi cemberut.


''Kenapa, kamu terlihat sangat tidak senang. Apakah ada masalah lagi?'' jelas hal itu membuat Faisal sangat penasaran.


''Nggak ada masalah sih, tapi karena semuanya sudah selesai jadi nggak menyenangkan sama sekali. Padahal aku belum sempat memberikan pelajaran pada tua bangka itu. Kurang puas.''


Plok... plok... plok...


Dengan kaki melangkah masuk ke kamar satu tangan mengepal dan yang satu dia pukul sendiri, sepertinya dia sama sekali belum puas.


''Seharusnya aku buat babak belur dulu sebelum masuk ke dalam penjara. Orang seperti itu seharusnya di kasih sesuatu yang lebih dulu, kalau begini ya keenakan dia lah.''


Benar-benar Tasya rasanya nggak rela karena belum bisa memberikan pelajaran pada tuan Alex.


''Sudah lah yang penting dia sudah tertangkap dan sekarang kita sudah bisa tenang untuk menjalani hidup kita.''


Sangat berbeda dari Tasya yang tidak suka kalau tuan Alex tertangkap tapi kalau Faisal sangat senang karena semua sudah baik-baik saja dan bisa menjalani hidup normal seperti biasa.


Mereka benar-benar bisa lebih fokus pada rumah tangga mereka. Dan siapa tau mereka bisa serius untuk berusaha keras mengenai keturunan.


''Ya, seharusnya nggak begitu dong mas.'' Tasya masih saja tak ikhlas melepaskan tuan Alex begitu saja.


Kring.....


Tiba-tiba ponsel Faisal berbunyi ada seseorang yang telah menghubunginya.


''Siapa?'' Tasya menoleh dan menatap bingung pada wajah suaminya yang terlihat sangat berbeda dari sebelumnya.


''Belum tau,'' jawab Faisal dan langsung mengangkat ponselnya.


''Assalamu'alaikum... ini... hah!''


Faisal begitu terkejut setelah mendengar suara dari orang bicara dari seberang, tentu hal itu memantik rasa penasaran pada Tasya yang buktinya dia langsung terbelalak matanya bukankah hal itu sangat menandakan kalau dia sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya telah terjadi saat ini?


''Ada apa?'' tanya Tasya begitu lirih dengan memainkan matanya ke arah Faisal yang juga sama tengah merasa sangat terkejut.


''Gawat, tuan Alek bisa melepaskan diri dari kejaran polisi,'' jawab Faisal dengan sedikit menjauhkan ponsel pada wajahnya dan juga menutupnya dengan menggunakan tangan.


''Sepertinya dia memang belum akan bisa masuk ke penjara selama belum aku hajar dulu,'' tangan Tasya yang satu kembali mengepal dan seketika juga di putar-putar pada telapak tangannya yang satu.


''Datang saja tua bangka, maka akan aku bikin kamu bonyok dulu baru aku akan masukan kedalam hotel prodeo,'' sepertinya Tasya memang sudah sangat siap untuk memberikan pelajaran pada orang yang sempat membuat dia pingsan tadi.


Sepertinya hal yang dia lakukan tidak membuat Tasya takut tertangkap atau apapun tapi dia malah seolah senang.


''Orang kayak dia ya mas, kalau perlu di masukan ke dalam kandang harimau dulu biar di cabik-cabik olehnya. Kesel aku padanya,'' tak ada habis-habisnya Tasya mengeluarkan unek-uneknya akan tuan Alex itu.


''Tua-tua keladi,'' imbuhnya lagi.


Faisal hanya diam dan juga menggeleng mendengar semua yang Tasya katakan tadi. Ternyata kata-kata dari Tasya belum bisa di saring, tapi mungkin itulah wanita jika sudah sangat kesal semua bisa menjadi mungkin.


''Apapun yang ingin kamu lakukan tapi kamu harus tetap izin padaku. Kamu tidak boleh beraksi sendiri,'' jelas Faisal. Dia tidak akan biarkan Tasya akan bertindak semaunya sendiri tanpa ijin dan juga pengawasan darinya.


''Iya, Mas,'' dengan patuh Tasya dengan jawabannya semoga apa yang akan dia lakukan juga akan sesuai dengan yang akan dia katakan.


Faisal mengernyit karena Tasya malah berdiam diri di tepat dengan meringis.


''Kenapa?'' biasanya para wanita yang akan merasakan gugup tapi tidak untuk pasangan satu ini karena Faisal yang lebih sering gugup dengan tingkah dari istrinya.


Tatapan Tasya semakin aneh dan semakin mencurigakan. Bukan itu saja tapi wajahnya malah semakin mendekat.


Wajah Faisal mengerut mundur dari menjauh dari wajah Tasya, wajahnya semakin maju dengan tubuh yang sedikit membungkuk dan juga kedua tangan yang ada di punggungnya.


Kelakuannya sangat mencurigakan. Faisal terus mengerutkan wajah dengan badannya yang seolah ingin ke belakang tapi hanya tubuhnya saja.


''Ke_kenapa?'' tanya Faisal dengan sangat gugup.


Tapi Tasya lebih menggoda Faisal dengan mengedipkan matanya genit penuh menggoda.


''Mau bersih-bersih... nggak mau barengan?'' tanya Tasya dengan wajah dan mata yang semakin menggoda Faisal.


Kesambet apa nih istri pak ustadz Faisal. Tadi masih baik-baik saja tapi sekarang kenapa jadi penggoda seperti ini? tidak mungkin berada di tempat Tuan Alex sebentar bisa menggeserkan otaknya kan?


''Eng_enggak,'' tolak Faisal yang menggeleng pelan. Istrinya kenapa jadi agresif seperti ini ya? dengan seperti ini malah membuat Faisal takut bahkan dia sudah merinding.


''Beneran nggak mau bareng, mumpung aku aku baik hati loh. Nanti sudah tak ada tawaran lagi loh,'' semakin genit Tasya menggoda.


Entah benar adanya atau tidak yang Tasya katakan sekarang ini. Ini hanya gurauan saja atau beneran adanya yang tumbuh dari hatinya.


Seandainya Tasya tidak dengan seperti sekarang ini pasti akan menerima dengan senang hati, tapi karena caranya seperti itu Faisal malah di buat merinding.


''Ti_tidak,'' Faisal berusaha untuk tenang dan untuk membalas Tasya tapi kenapa rasanya masih sangat susah. Faisal belum bisa menandingi akan hal itu.


Tangan Tasya bergerak gemulai di wajah Faisal dengan pelan tentu hal itu semakin membuat Faisal semakin panas dingin rasanya.


''S_Sya,'' Tasya semakin gencar melakukan itu pada Faisal. Tasya semakin senang senang melihat Faisal yang sudah seperti itu.


''Hahaha!'' begitu girang Tasya telah berhasil membuat Faisal tegang seperti saat ini.


Tasya berjalan cepat ingin meninggalkan Faisal yang masih kaku diam. Namun Faisal tiba-tiba saja bisa mengendalikan diri dengan baik dan langsung menarik lengan Tasya hingga berhasil menubruk tubuh Faisal dan mereka berdua sudah berhadapan.


''Ma_mas,'' sekarang giliran Tasya yang gugup setelah dia rangkul Faisal dengan sangat kuat.


''Kenapa, bukankah kamu mengajakku untuk bersih-bersih bersama?'' perkataan Faisal terdengar sangat berat membuat Tasya merinding.


''Ti_tidak, Tasya hanya bergurau saja,'' Tasya sangat gugup di hadapan Faisal yang sudah berhasil membalas.


''Hem, baiklah. Hanya bercanda kan? tapi mas tidak berpikir seperti itu jadi kita sekalian olahraga dulu baru kita bersih-bersih bersama.''


Faisal langsung mengangkat tubuh Tasya dan menjatuhkannya di atas ranjang.


''Mas, ampun,'' Tasya terlihat sangat memohon tapi Faisal sudah kadung tak bisa di bujuk lagi dia sudah bertekad membalas Tasya dengan caranya sendiri.


🌾🌾🌾🌾🌾


Bersambung....