
🌾🌾🌾🌾🌾
Begitu juga dengan para pelayan mereka terlihat sangat panik tentu mereka sangat takut jika apa yang mereka bicarakan didengar oleh anak buah atau Tuan Alex sendiri. Bisa saja mereka mati saat ini juga.
"Hah! Si_siapa kamu!"
"Stts," jari telunjuk dari orang yang masuk itu langsung berdiri di depan bibirnya memberikan isyarat bahwa semua pelayan harus diam.
Langkahnya semakin mendekat dan membuat para pelayan itu bingung karena tidak mengenal siapa dia, tentu dia adalah Faisal yang akhirnya bisa menemukan keberadaan Tasya.
"Kamu siapa?" tanya salah satu dari mereka yang sangat penasaran.
"Saya adalah suaminya, dan saya datang untuk menyelamatkannya," ucapnya.
Mata mereka saling bersi pandang mendengar ucapan Faisal barusan, lalu tidak berapa lama mereka menoleh ke arah Tasya yang sontak membuka mata setelah mendengar suara suaminya.
"Mas!" pekik Tasya yang begitu bahagia karena akhirnya Faisal datang untuk menolongnya.
"Da_darimana kamu bisa masuk?" Tentu para pelayan sangat bingung karena selama mereka ada di sana tidak pernah melihat ada orang asing bisa masuk begitu saja, apalagi melihat pembatas yang begitu tinggi dan terdapat pecahan kaca di atasnya tidak mungkin bagi siapapun mudah untuk masuk.
"Tidak usah kalian tau saya bisa masuk dari mana. Saya mendengar semua yang kalian bicarakan tadi, kalau kalian benar ingin keluar dari tempat ini tentu kalian harus bersedia menolong kami."
"Kalian harus menunjukkan jalan keluar untuk kami yang lebih aman dan tidak akan mudah dilihat oleh mereka semua. Tentu setelah itu kalian juga bisa keluar dari sini."
"Ta_tapi? Kami sangat takut," tentu mereka semua sangat takut mengingat apa yang mungkin akan mereka dapatkan jika mereka kembali tertangkap.
"Tidak usah takut, saya akan bantu kalian untuk bisa keluar," ucap Faisal lagi.
Tentu saja Faisal tidak akan membiarkan kejahatan menang di muka bumi, apalagi setelah mendengar keburukan dari tuan Alex yang sebenarnya adalah seorang Bos prostitusi.
Permintaan Faisal akhirnya di setujui oleh para pelayan tersebut membuat Faisal juga Tasya sangat senang karenanya.
Dengan bantuan mereka pastilah mereka akan sangat mudah untuk keluar dari sana. Tapi bagaimana caranya? Mereka juga sangat bingung karena semua itu juga tidak akan mudah.
Apalagi kalau sampai mereka ketahuan jalan bersama dengan laki-laki asing pastilah mereka akan curiga dan kembali tertangkap.
Faisal langsung mendekati Tasya yang masih setia di atas ranjang dan setelah kedatangannya Tasya bergegas turun lalu memeluk Faisal.
Meski dalam keadaan yang sangat menegangkan tapi Tasya merasa sangat aman karena ada Faisal bersamanya. Semua pasti akan bisa mereka hadapi bersama-sama.
"Ayo kita secepatnya pergi dari sini," ajak Faisal yang mulai melangkah dengan merangkul Tasya.
"Ta_tapi..." salah satu pelayan kembali menghentikan langkah.
Faisal tampak mengernyit apa yang membuat salah satu pelayan itu ragu untuk melangkah.
"Ada apa?" Faisal sangat bingung dengan kebimbangannya, apakah mungkin dia akan berubah pikiran?
"Kita tidak bisa berjalan bersama-sama dengan anda. Kalau sampai tau kita berjalan dengan laki-laki asing bisa saja?"
"Terus, apa yang harus saya lakukan? Saya tidak mungkin meninggalkan kalian."
"Haa! Saya punya ide!" sebuah ide gila muncul di benak Tasya.
"Tidak tidak! Jangan lakukan itu, Sya." Belum apa-apa Faisal sudah takut padahal Tasya juga belum mengatakan apa yang harus Faisal lakukan.
"Emang apa yang aku minta mas lakukan?" tanya Tasya sok serius padahal kenyataannya otaknya tengah berjalan dengan ide gila yang akan dia terapkan pada Faisal.
"Kalian ada baju pelayan yang lain tidak yang sama seperti kalian pakai saat ini?"
Nah perasaan Faisal mulai tidak enak sekarang jelas yang dia pikirkan tentang ide dari Tasya pasti bener.
"Tidak, Sya. Jangan lakukan itu." Faisal menggeleng kasar tentu itu tidak diterima begitu saja olehnya bagaimana mungkin dia akan berdandan menjadi seorang perempuan terlebih menjadi seorang pelayan.
Bagaimana dia menyembunyikan brewok tipisnya?
"Apa sih, jangan berpikir yang aneh-aneh dulu lah Mas, Tasya saja belum menjelaskan semuanya tapi mas sudah ketakutan dulu."
"Maksud Tasya Tasya yang memakai baju pelayan itu supaya kalau ada orang yang lihat mereka mengenaliku sebagai pelayan."
Faisal langsung bernapas lega dan penuh syukur akhirnya apa yang dia pikirkan tidaklah benar. Gila apa masak seorang Ustadz harus berpura-pura menjadi seorang pelayan dengan pakaian wanita?
"Alhamdulillah, aku pikir..."
"Pikir apa? Mas pasti berpikir kalau Tasya meminta Mas jadi perempuan ya?" Tasya malah cekikikan karena pikiran dari Faisal yang sudah muncul lebih dulu sebelum dia menjelaskan.
Faisal merasa sangat malu karena dia telah salah berpikir yang tidak-tidak akan ide dari istrinya, apalagi para pelayan itu juga tersenyum karena hal itu.
"Kalau kalian ada ambil satu untukku. Dan ya! curi satu baju penjaga yang bisa dipakai oleh suami saya."
Ternyata ide dari Tasya cukup brilian juga ternyata dia sangat pintar dan sangat cocok jika ada misi yang sama seperti ini.
"Baik, biar saya yang lakukan." Satu pelayan keluar dari kamar tersebut sementara yang lain tetap menunggu di sana dengan tenang.
Tidak berapa lama pelayan tersebut kembali masuk dengan membawa satu baju pelayan dan satu baju penjaga yang berwarna hitam.
Tasya langsung berganti dengan pakaian itu begitu juga dengan Faisal mengganti pakaiannya. Bukan itu saja, tetapi keduanya juga di ubah sedemikian rupa oleh salah satu pelayan supaya mereka benar-benar terlihat seperti seorang pelayan dan juga penjaga.
"Sekarang kita keluar. Ingat, tetap hati-hati dan juga terus waspada. Pasang wajah kalian seperti biasanya." kali ini Faisal yang berbicara dan Tasya mengangguk.
Mereka tidak akan di curigai jika berperilaku seperti biasa-biasa saja. Berbeda kalau mereka berperilaku aneh, pasti akan sangat mencurigakan.
Hati mereka semua sangat senang, akhirnya ada orang yang akan menyelamatkan mereka dan mereka bisa keluar dari tempat itu juga kembali kepada keluarga mereka masing-masing.
Tentu mereka semua sangat merindukan keluarga karena sudah bertahun-tahun tidak pernah bertemu.
Perlahan mereka keluar dari tempat itu tetapi dengan sikap yang biasa-biasa saja supaya tidak ada yang curiga kepada mereka dan tetap mengira bahwa mereka adalah pelayan dan juga penjaga.
Perlahan namun pasti mereka keluar dan berjalan seperti biasa. Tasya berjalan di tengah-tengah mereka sementara Faisal berada di belakang mereka seperti tengah menggiring mereka semua. Tentu dengan seperti itu tidak akan ada yang tahu.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Bersambung...