
"Kita masih punya waktu buat bikin Hana kembali ke awal. Dia anak yang manis, aku yakin dia akan baik-baik aja kalau kita bisa mengerti dia."
"Aku gagal."
Saina menggeleng, sedikit membungkuk kemudian merangkul pundak suaminya. Tapi merasa tidak nyaman Saina pun duduk di paha Arga lalu menyandarkan kepala suaminya ke dadanya sambil memeluk.
"Posisi tadi nggak enak, enak begini. Nyaman kan?" tanya Saina pada Arga.
"Ini kantor, Saina."
"Hmm... tepatnya, ini kantor suamiku, so?do you want to kiss me?" tanya Saina yang membuat Arga berdecak tapi setelahnya Saina malah tersenyum sambil meraup bibir suaminya dengan cepat.
Kecupanya, saling memangut bibir satu sama lain. Lupa soal mereka sedang ada dimana sekarang. Itu semua efek Saina yang terlalu dominan dimana pun dan kapan pun.
***
Di sebuah Perusahaan...
"Ini perempuan yang harus kalian awasi, kalian berdua jaga dia 24 jam terserah bagaimana yang penting kalian harus selalu tau dan berada di jarak pandangan kalian... dan ingat, jangan sampai ketahuan oleh suaminya... dia orang yang sensitif, jadi sedikit saja kalian mengikis jarak dia pasti akan tau... dan ini adalah perintah langsung dari Tuan kalian... kalian mengerti?!"
"Siap Pak, akan kami laksanakan sesuai yang Anda minta!"
Kedua orang itu pun keluar dari ruangan Direktur...
Hah... dulu saya yang mengawasi mendiang Nona Island dan sekarang saya harus mengawasi Nona Muda...
pak... kapan anda akan menerima kenyataan dan pulang lagi kesini bersama dengan putri anda? sudah saatnya Anda bertemu dan meminta maaf pada putri Anda Pak....
Ya... Tama orang kepercayaan Reyandra sudah berada di Indonesia dan dipercaya kembali untuk mengawasi putrinya yang selama ini dia tinggalkan.
"Tama... temenin gue sarapan ya... hari ini Haura lagi uring-uringan jadi nggak bisa masak sarapan..." ucap Erik yang dengan bebasnya ke ruangan Tama tanpa mengetuk pintu. Tama yang tau bagaimana sifat Erik pun hanya tesenyum.
***
"Assalamualaikum Ma..." sapa Arga saat dia baru pulang dan menemukan sang Mama lagi main sama Hana di ruang Tv.
"Waalaikum Sallam... Ga... kamu liat kan mobilnya istri kamu itu? mentang-mentang tau kamu banyak duitnya dia dengan seenaknya nabrak-nabrakin mobil.. dikira sedikit apa benerin mobil?" cerocosnya tanpa mengerem dan melihat kalau anaknya itu sangatlah lelah.
"Hm..."
Jadi... luka di jidatnya itu bekas tabrakan? kenapa dia ga bilang?
"Pah... Hana besok dianterin Mama Saina lagi boleh kan?"
"Besok dianter sama Papah aja ya.. bareng sama Mama juga, kamu denger tadi kata Oma kan kalau mobilnya Mama harus dibenerin?" Hana pun mengangguk.
"Ga... kamu itu harusnya kasih tau istri kamu itu kalau..."
"Ma... bisa kan Mama nggak jelek-jelekin Saina? Dia adalah pilihan aku Ma... lagian itu mobil milik Saina, bukan aku yang beliin, dia beli sendiri dari hasil kerjanya selama ini, dia sangat mandiri dan bisa diandalkan makanya aku milih Saina jadi istri aku dan Ibu sambung buat Hana."
"Tapi Mama nggak suka Ga... liat aja dari cara pakaian yang terlampau amat sexy, belum ngomongnya yang ga tau aturan dan adat... dia ga punya orang tua yang bisa ngedidiknya dengan benar..."
"Ma... aku capek, aku ke kamar dulu ya..."
***
Saina yang baru saja selesai mandi berdiri di depan kaca rias hanya dengan memakai bathrobe.
ck... keliatan ungu lagi! terpaksa deh malam ini ngindarin supaya ga berhubungan intim...
gumam Saina yang membuka sedikit bathrobenya dan memperhatikan daerah dadanya yang terkena benturan tadi.
ceklek
sosok Arga pun masuk ke dalam kamar membuat Saina yang sedang melamun terperanjat dan langsung membenarkan bathrobe nya. Lalu merubah ekspresinya yang tadinya muram jadi ceria.
"Mas, udah pulang?" ucapnya sambil menghampiri suaminya mengambilkan tas juga tak lupa mengecup pipinya.
"Hm... mobil kamu kenapa?" ucapnya langsung ke inti.
mampus lo Na.. bego banget sih lo, orang bego juga pasti liatlah kalo bamper mobil lo penyok!
"Eu... ya itu gara-gara tadi siang aku ditabrak orang, tapi aman kok semua udah diatasi... kamu ga ysah khawatir."
Sreeekk!!
"Ini yang kamu sebut ga papa?" ucapnya sambil menyikap belahan bathrobe atasnya.
"Ini cuma memar kok Mas, duabhari juga pasti ilang.."
"ga ke rumah sakit? di ronsen? takutnya ada apa-apa?"
"Oh.. Mas khawatir ya?"
"Ga juga, aku cuma takut orang nilai aku kdrt..."
Ppffhhtt...
ni cowok bisa-bisanya nyari alesan kesitu.. ya ya.. up to you lah Mas.
"Tenang aja Mas, ga usah khawatir!"
"Trus yang nabrak kamu siapa?"
"Nggak tau, dia vilang mau tanggung jawab sampe ngasih kartu nama, tapi ya karena aku ga apa-apa ya udah clear masalah."
"besok biar orang bengkel yang bawa mobil kamu, kamu sama Hana aku antar."
Saina terdiam sesaat lalu tesenyum memeluk suaminya lalu mengecup bibirnya berkali-kali karena gemas.
***
"Senyum lebar amat bu... gimana rasanya duda?"
Saina menaikan alisnya ketika Tika menanyakan hal serupa dengan teman-teman yang lainnya.
”Luar biasa!" jawabnya sambil mengambil permen jahe di atas meja milikTika. Menyadari permennya diambil Tika pun mencebik kearah Saina.
"Jangan ngambek, sekarang gue bisa beliin lo permen jahe satu toples, ga deng satu pabrik."
"Iya, tau deh sekarang yang udah jadi Nyonya Arga Samudera Hadiningrat!"
"Hussh!"
"Kenapa?"
"Nggak perlu nyebut nama lengkapnya juga kali?! Kan lo tau ga banyak orang yang tau kalo gue kawin ama boss mereka."
Tika buru-buru membekap mulutnya melirik kanan kiri melihat situasi.
"Aman, Na!"
"Tapi serius deh Na, lo baik-baik aja kan?"
"Baik, emang kenapa?"
"Jadi ibu sambung.."
"Oh, sure... suka kok ama Hana, dia ga neko-neko, nurut!"
"Gue heran deh sama lo, ga ada angin ga ada hujan, tiba-tiba lo nikah sama Pak Arga, yang dari awal kalian ga deket sama sekali, ketemu juga mungkin sebulan bisa empat kali karena rapim (rapat pimpinan)."
"Hah.. kalo sekantor tau kamu nikah sama boss mereka bisa-bisa lo dicecer sama big fans nya tu duda."
Saina hanya tersenyum maklum. semua yang melihat dia pada akhirnya menikah dengan Arga pun pasti memikirkanhal yang sama.
Ya... Sejak sebelum sama Arga pun sudah banyak berita nggak benar mengenai dirinya. Soal Saina wanita malam, Saina simpanan Om-om, Saina jadi sugar baby, bahkan ada berita kalau Saina adalah istri simpanan.
Dan semua berita itu dibiarkan saja oleh Saina. Karena bagi wanita yang sekarang genap berumur dua puluh empat tahun itu, menjawab praduga mereka soal dirinya yang buruk hanya akan membuat berita itu makin besar. Itu juga kenapa Saina hanya cukup diam, menonton dan mendengar hujatan mereka dengan senyum.
Dan mungkin itu juga alasan Nora Ibu mertua Saina tidak menyukai dia sebagai menantunya.
"Jelas kamu tau jawabannya kan, Tik? Sejak gue punya gosip sebagai simpanan para lelaki hidung belang karena gue bisa beli semua barang-barang brended sampai gaya pakaian gue pun tak luput dari perhatian mereka. Lo tau dengan jelas apa yang gue lakuin buat dapetin semua ini..."
"Ya, Kerja keras!"
"Hm... dan gue harap lo bahagia dengan keputusan lo ini."