
Di kantor Svetovska Company…
Pukul 11.00 siang…
Suasana di perusahaan itu ramai dengan karyawan yang sedang bekerja.
Saat Reyandra dan Tama berjalan hendak masuk ke ruangannya sambil berbincang, Ryu Sera menghampiri Reyandra.
"Siang pak!" ucapnya berdiri di depan pintu ruangan Reyandra sambil tersenyum.
Reyandra kaget dan heran melihat kerahnya. "siang! Ada apa?"
"Tumben hari ini datangnya siang pak? (candanya) saya hanya mau mengingatkan bapak kalau hari ini ada rapat dengan…"
"Saya tau! (jawabnya tegas lalu melihat kearah Tama) Tadi kamu sudah memberitahu saya kan TAMA..."
"Eu... Iya Pak..."
Ryu Sera terdiam masih tidak bergerak sambil memperhatikan Reyandra. "Oh, pak apa anda tidak pulang? Kenapa bajunya sama dengan yang anda pakai kemarin?"
Reyandra terdiam canggung. "Ah, iya… Saya ada sedikit urusan jadi tidak pulang kerumah… Ada hal lain lagi?" ucap Reyandra lalu hendak masuk keruangannya.
"Pak!"
Reyandra terhenti mulai kesal. "ada apa lagi?"
"Eu… Debenarnya ada yang ingin bertemu dengan anda, dia sedang menunggu di ruang tunggu… Apa saya persilahkan masuk?"
"Siapa? Kok kamu nggak bilang?" Melihat Tama
Tama heran. "Saya juga baru tau Pak..."
"Eu… dia tidak menyebutkan namanya tapi dia bilang anda pasti akan terkejut melihatnya…"
Reyandra terdiam mengerutkan halisnya.
"Ya sudah suruh dia masuk ke ruangan saya…"
Ryu Sera tersenyum. "Baik pak!"
Reyandra pun masuk ke dalam ruangannya begitu juga dengan Tama.
Ryu Sera masih memperhatikan Reyandra sambil tersenyum.
Reyandra berjalan ke mejanya dan duduk di kursi kerjanya terdiam.
Sementara Tama yang sedang berdiri tersenyum melihat reaksi Reyandra.
Tama tersenyum. "Jadi tadi malam anda menemani nona Island?"
"Ya? (melihat Tama) Eu... Daya tidak bisa meninggalkan Island sendirian di rumah... (melihat kearah Tama yang sedang tersenyum) Asal kamu tau saja saya hanya menemani Island saja... Tidak lebih!" ucapnya menekankan.
Tama melihat Reyandra kaget. "Saya mengerti pak..."
"Kemarin lancar kan? Mana saja yang harus saya tanda tangan?"
"Ini Pak, tapi yang ini anda harus membacanya dahulu..."
Tak lama seseorang masuk keruangannya tanpa mengetuk dan langsung berjalan kearah Reyandra saat Reyandra sedang bekerja bersama Tama.
Reyandra melihat kearahnya terkejut.
"Hyung..."
"Erik? Hah… you came?!" beranjak dari tempat duduknya menyambut Erik dan memeluknya. Dan mereka pun berpelukan.
"Kapan kamu datang?"
"Mmh... (berfikir) sekitar satu minggu kemarin..."
Reyandra kaget. "1 minggu? Dan kamu baru kesini sekarang? Trus kamarin kamu tinggal dimana?"
"Aku tinggal di Hotel, tapi kayaknya Mr Ferdinan memblokir kartuku jadi aku tidak bisa memakainya lagi! Aku kesini karena Cewek rese itu bilang kau sudah pulang ke Indonesia, aku tidak ada teman curhat lagi disana, so… I return catch up…"
"Hei, meskipun begitu tapi kan dia kakakmu, kau harus menghormatinya! (melihat Tama yang masih berdiri terdiam) Ah, kenalkan dia Tama, Tama ini Erik, dia sudah kuanggap sebagai adik saya..."
Tama membungkuk. "Selamat datang di Indonesia..."
Erik canggung. "Ah, jangan terlalu formal santai aja..." Melihat Reyandra yang sedang tersenyum melihat tingkah Erik.
"Kalau begitu saya keluar dulu..."
"Ah iya, terima kasih Tama..."
Tama pun berjalan keluar dari ruangan itu.
Lalu Reyandra pun berjalan duduk di kursinya sambil membereskan dokumen yang tadi dia sedang kerjakan.
Erik pun mengikutinya dan duduk di depan Reyandra.
"Hei... Dia asistenmu yang menjaga kakak ipar disini selama kamu disana kan? Dan sekarang dia bekerja disini... Kau memang cukup baik menilai orang..."
"Then what are you doing here?" Melihat serius kearah Erik.
"I want to see my future sister in law… you came here just for her right?"
Reyandra tersenyum. "Kau ini! lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang?"
"Untuk sementara aku akan tinggal ditempatmu, kau tidak keberatan kan? Aku masih mencari tempat tinggal dan pekerjaan yang tepat buatku… haaaahhh... (berfikir) Susahnya kalo nggak punya kartu ya..."
Reyandra tersenyum sambil menggelengkan kepalanya tidak percaya lalu mengambil dompet di saku jasnya memberikan kartu pada Erik. "nih, untuk sementara pakai ini dulu!"
Erik tersenyum. "Serius nih? Asiiiikkk..."
"Bukan untuk dipakai hura-hura ya... Pakai keperluan kamu selama kamu belum ada kerjaan!"
"Siap boz! Tar kalo aku dapet kerjaan aku balikin deh... (mengambil kartu itu lalu menyimpannya kedalam dompetnya) Eh... by the way, kalo tadi Tama adalah Asistemu trus cewek tadi yang aku temui diluar siapa? sekretarismu?"
"Tanya untuk sementara..."
Erik terdiam berfikir sambil tersenyum penuh arti. Reyandra melihat kearah Erik.
"Jangan membuat masalah disini! Dia tidak boleh jadi targetmu!"
"I know… it’s just for havefun! Lagian, kemaren aku ketemu cewek tipeku banget! Aku nggak tau namanya siapa, yang jelas dia lagi sama cowoknya tapi keliatannya dia nggak bahagia, kita terus saling pandang… Hah… aAku akan mencarinya!"
Reyandra hanya menggelengkan kepala tersenyum lalu bekerja lagi.
Reyandra : sementara kau disini, kau bisa membantuku kan?
Erik berfikir. "Eu… kalo sedikit sih bolehlah ya…"awas
**
Di depan lobby Svetovsca Company…
Sebuah mobil Mercedes Benz S350 berwarna putih terparkir di depan pintu masuk lobby, seorang Vallet parkir menghampiri mobil itu dan berdiri di depan pintu depan mobil itu.
Tak lama…
Eolia keluar dari mobil itu, semua orang yang sedang berada disitu maupun yang sedang lewat terdiam melihat kearahnya.
Eolia menyerahkan kunci mobilnya pada Vallet yang sedang menunggunya.
Tak lama Eolia pun berjalan ke dalam lobby memakai kacamata hitam dan membawa tas berwarna hitam bermerek terkenal, Eolia berjalan seperti seorang model yang sedang memperagakan busananya sampai orang-orang yang ada di dekatnya memperhatikannya dan membicarakannya di belakangnya, Eolia menyelusuri lorong dan masuk ke dalam lift.
Di dalam lift, semua orang memperhatikannya.
Eolia hanya tersenyum kecut.
Tak lama setelah lift berhenti dan terbuka di lantai Reyandra berada, Eolia berjalan keluar…
Semua pegawai dan Staf bagian yang ada disana langsung melihat kearah Eolia dan mulai berbisik-bisik! Eolia tersenyum sinis melihat kearah para karyawan, Eolia pun berjalan hendak masuk ke ruang Direktur. Tapi tak lama Ryu Sera yang tau ada Eolia langsung berjalan menghalangi Eolia yang akan masuk ke ruang Direktur.
"Maaf, anda tidak bisa masuk!" ucap Ryu Sera menghadang.
"What?! Hah..." ucapnya kesal lalu terdiam sejenak sambil membuka kacamatanya melihat kearah Ryu Sera dari bawah sampai atas.
"Anda harus membuat janji dulu baru bisa bertemu dengan Direktur! Dan sekarang beliau sedang ada tamu!"
Eolia melihat serius kearah Ryu Sera. "Memangnya kamu siapa? Setauku Reyandra tidak pernah mau punya sekretaris! Kau tidak tau siapa aku?"
Sebagian staf yang ada disana melihat kearah Ryu Sera dan Eolia, Ryu Sera hanya melihat dari bawah sampai atas bingung, tak lama pak Ronald datang menghampiri mereka berdua.
"Ada apa ini? Kenapa rebut-ribut?" ucapnya sambil melihat Eolia mengernyitkan halisnya.
"Oh… Anda masih bekerja disini? Hah… Reyandra memang sangat baik! Orang- orang yang harusnya dipecat sejak awal malah diberi kesempatan untuk bekerja disini!" Melihat sinis kearah Pak Ronald.
"Ah, ternyata memang benar-benar anda… maaf, sekretaris saya bersikap kurang ajar pada anda… (melihat Ryu Sera yang masih bingung) Beliau adalah anak dari CEO…" bisiknya pada Ryu Sera.
Ryu Sera melihat kaget dan kesal kearah Eolia, lalu dengan agak kesal memberi hormat pada Eolia.
Cih, pantesan aja ngomongnya seenaknya!
"Maafkan saya, saya tidak tau kalau anda anak dari CEO!" ucapnya datar.
"Hmm… Saya tidak butuh hormatmu yang kamu sendiri tidak rela memberikannya! Mulai besok saya akan jadi partner Reyandra, jadi tolong siapkan ruangan untuk saya!"
"Ya? (terdiam kaget) Ah, baik!"
Eolia melihat Pak Ronald dan Ryu Sera kesal. "Tunggu apa lagi?! kalian boleh pergi!"
Pak Ronald pun menarik tangan Ryu Sera dan pergi meninggalkan Eolia.
Hah, aku tidak percaya Reyandra bekerja dengan orang - orang seperti itu!
**
Eolia pun berjalan dan masuk ke ruangan Direktur tanpa mengetuk pintu terlebih dulu! Reyandra yang sedang mengobrol dengan Erik terkejut melihatnya!
"Siang Rey!" berjalan kearah Reyandra.
"Eolia?!" ucap Reyandra berdiri terdiam kaget.
"Eonni!!"
Eolia memeluk Reyandra dengan erat sementara Reyandra masih terdiam tidak percaya.
Erik hanya terdiam tidak bisa berkata-kata, Eolia melihat kearah Erik sinis.
"Why are you here?" masih bingung.
Eolia pun duduk di sebelah Erik, lalu Reyandra pun duduk di kursinya lagi masih tidak percaya.
"I told Dad to help you here, and why are you here?" melihat Erik.
"Me? I just wanted to accompany Reyandra, I know he is very lonely here!"
"Go home! father was alone there!"
"No way! we age, do not assume that I am your brother! we just stepsister you have to remember!"
"Hah! (melihat kesal kearah Erik) then you want to be unemployed here?"
"I would find jobs that correspond with me! I do not want to be regulated like you, I do not want to take care of companies!"
"Apa?" melihat Erik marah.
"Eolia sudahlah, bisakah kalian tidak bertengkar disini?" melihat kearah Eolia juga Erik.
"Ck... Kau ini… (terdiam melihat Reyandra serius) And why Mr Ronald still here?"
Reyandra terdiam. "Yes,,, I still give a chance for him, but for the assets ... I took everything he had except his house."
"Hah, kalau aku jadi kamu aku pasti sudah memecatnya pas tau dia orangnya!"
Reyandra tersenyum. "So… You will work here? (tidak percaya) I guess you're not going to go back to Indonesia again ... then do you live?"
Eolia terdiam. Aku tinggal bersama ibu… (jawabnya ragu) You to Erik!" melihat Erik sinis.
"No way! aku akan tinggal ditempatnya Reyandra…"
"Hah, jangan bercanda! Kau itu hanya akan mengganggunya!"
Reyandra hanya tersenyum melihat Eolia dan Erik bertengkar.
"Sudahlah, aku senang kalian sudah mau memaafkannya dan bisa tinggal dengannya lagi!"
"Hm… Ya berkat kamu juga aku bisa menerimanya lagi! Thank’s." tersenyum manis kearah Reyandra.
Reyandra hanya mengangguk tersenyum, lalu melihat cingcin yang dipakai Eolia di jari manisnya sama persis sama cingcin yang dibelinya untuk Islandzandi.
"Cingcin itu…" terdiam bingung.
"Oh, ini Ayah yang membelikannya untukku, katanya barang suap supaya aku mau pulang ke Indonesia… Memangnya kenapa?
"Ah… tidak apa-apa… (terdiam) Eu… bagaimana kabar di LA?"
"Seperti biasanya… Nothing special without you…"
Reyandra tersenyum."And Mr Ferdinan?"
"Ayah ingin dia menikah dengan pria pilihannya!"
Eolia terdiam melihat Erik kesal. "Ya… you know… Dia terus memaksaku untuk menikah… Kau tau sendiri dia seperti apa?!"
Reyandra tersenyum. "Lalu kenapa kau tidak menikah saja seperti yang diinginkan Ayahmu… Bukankah banyak yang ingin menjadi suamimu…"
"She can’t move on from you, Rey!"
"Ya! tutup mulutmu!"
Erik hanya tersenyum meledek Eolia!
Reyandra terdiam melihat kearah Eolia serius. "You have to open your heart to the man who wants to love and to give love a chance to be…"
"You know I can’t! You also know that I can not forget you!"
"Kalau kau bersikap seperti ini mana mau Reyandra terus bersamamu!"
Reyandra hanya terdiam.
Sementara Eolia melihat Erik kesal lalu tersenyum penuh arti melihat kearah Reyandra yang sedang terdiam.
"So… bagaimana hubunganmu dengan Islandzandi?"
Reyandra terdiam dan tersenyum kecut. "sejauh ini lancar… kami memulai dari awal lagi, karena dia---"
"Dia… kenapa?"
"Tidak apa-apa…" ucao Reyandra tersenyum kecut.
"Tenang saja Hyung, asal kau kenalkan aku padanya, aku akan membantumu untuk mendapatkan hatinya lagi!"
"Jangan! Dia pasti akan membuat masalah!"
Eolia terdiam melihat Reyandra yang sedang tersenyum pahit, lalu mereka pun melanjutkan perbincangannya…