
Di Studio Destiny…
Pukul 17.00 sore…
Reyandra memarkirkan mobilnya, tak lama mereka keluar dan berjalan ke lobby Studio.
Satpam yang berada di lobby melihat kearah Islandzandi dan Reyandra yang berjalan disampingnya.
Sementara Islandzandi berjalan di lorong, Tania yang baru keluar dari Studio melihat Islandzandi yang sedang berjalan bersama Reyandra segera menghampiri mereka marah.
"Ya! Gila ya lo?!" teriak Tania menarik tangan Island lalu menamparnya.
Reyandra yang terkejut langsung melepaskan tangan Tania dan berdiri di depan Islandzandi bingung.
"Hey, bisakah kamu bicara baik-baik tanpa memakai kekerasan?!" bela Reyandra sambil memegang tangan Islandzandi menyuruhnya ke belakangnya.
"Wuaaaaw... Apa? Sekarang lo berlindung di depan cowok laen lagi? Kemaren lo bilang Dosen lo sekarang lo mau bilang apa lagi? Nggak cukup apa lo nyakitin Aufar? Sekarang Aufar lagi di rumah sakit lo malah jalan bareng sama cowok baru lagi!" ucap Tania masih kesal.
"Rey... it's okay..." ucap Islandzandi sambil menarik badan Reyandra untuk ke belakangnya dan dia pun berjalan ke depan Tania.
"Gua tau gara-gara gue Aufar jadi masuk ke rumah sakit, tapi ini pilihan gue, Tan!"
"Kalo gitu lo tinggalin Aufar!" sarkas Tania tegas sambil melihat serius kearah Islandzandi.
"Sorry, tapi untuk itu gue nggak bisa!"
"Hah… egois banget lo!"
"Aufar tau kalo gue cinta sama Reyandra dan dia tau resikonya kalo Reyandra balik lagi kesisi gue…"
Tania terdiam menahan amarahnya.
"Aaarrgghhh... Hari ini gue lepasin lo! Tapi pokoknya, lo harus selesein masalah lo sama Aufar dengan cepat sebelum dia ngelakuin hal gila lagi lebih dari ini!
"Tanpa lo ingetin juga gue udah tau!"
"ck..."
Tania lalu berlalu dari hadapan mereka berdua kesal.
Sementara Islandzandi masih terdiam dan Reyandra melihat kearah Islandzandi.
"Apa dia selalu memakai kekerasan seperti ini?" ucap Reyandra sambil memegang pipi Island yang terkena pukulan Tania tadi.
"Hm… aku sama dia emang nggak bisa akur Rey, dan hal ini udah biasa banget! Malah aku salut dia bisa nahan amarahnya barusan… biasanya kita selalu berantem fisik loh…" ucapnya sambil bercanda.
Reyandra tersenyum sambil menggelenglan kepalanya.
Islandzandi pun berjalan menggandeng tangan Reyandra masuk ke dalam Studio. Di dalam Studio sudah ada beberapa Crew yang sedang menunggu sambil mempersiapkan pemotretan.
Islandzandi terdiam melihat Reyandra.
"mereka crew yang dibelakang layar yang selalu bantuin aku… (berjalan kearah para crew itu masih diikuti Reyandra) Eh, Aslan mana?"
"Island! Aufar gimana keadaannya? Aslan bilang dia kecelakaan ya?" ucap Crew lighting.
"Hm.. Iya dia masih belum bangun, tapi keadaannya udah stabil!"
"Ya, syukur deh kalo udah stabil… kita belum bisa jengukin dia soalnya kerjaan kita disini nonstop…"
"It's okay, nggak apa-apa... doa kalian aja udah cukup kok… (terdiam melihat beberapa pasang mata kru yang melihat kearah Reyandra) Oh iya ini, kenalin dia Reyandra…"
"Pacar lo Island? Wuih cakep bener… pantesan aja Aufar naik pitam! (tertawa) dia pasti kalah sama cowok keren ini!"
Islandzandi hanya tersenyum kecut lalu melihat kearah Reyandra yang masih terdiam...
"Wooiiii, kenalin cowoknya Island nih..." teriaknya kearah crew lain yang sedang bersiap-siap.
Crew lain pun terdiam kearah Reyandra tersenyum dan menyapanya, Reyandra yang mulai tidak nyaman hanya tersenyum kecut kearah crew lainnnya.
Tak lama Aslan yang baru datang berjalan kearah Islandzandi dan Reyandra.
"Guys! audah dateng semua kan? Yuk ah! Kita siap-siap!" teriak Aslan pada Crue lainnya.
"Hey Aslan, kenalin dia Reyandra…"
"Hay... Reyandra…" ucap Reyandra ramah sambil mengangkat tangannya.
Aslan pun menyambut tangan Aslan. "Ah iya gue tau! Kan gue yang misahin lo sama Aufar waktu di ultahnya Island…. (tersenyum) Gue Aslan!"
"Ganti baju sekarang Island?!" ucap Crew kostum yang sudah berada di ruang ganti.
"Ah okay! (melihat Reyandra tersenyum) kamu duduk dulu aja disofa sana, nggak apa-apa kan? Aslan… Gue titip Reyandra ya!"
"Oke!"
Islandzandi pun pergi dari hadapan mereka berdua masuk ke ruang costume.
Sementara Reyandra masih berdiri melihat orang-orang yang sedang bersiap-siap dengan canggung.
Sementara Aslan memperhatikan Reyandra yang sedikit canggung di tengah-tengah orang yang belum dia kenal sama sekali.
"Nyantai aja! Duduk dulu… (ucapnya mempersilahkan Reyandra duduk di sofa yang ada disana) Nar, bawain minum ya… ada pacarnya Island nih!"
Reyandra hanya terdiam melihat Aslan yang ramah menyambutnya.
Reyandra pun duduk di sofa itu sambil melihat Aslan yang sedang membersihkan lensa kameranya.
Reyandra melihat kearah Aslan.
"jangan dipaksa!"
Reyandra mengambil kamera dari tangan Aslan dan berusaha membetulkan kameranya.
Setelah kameranya sudah benar Reyandra memberikan kamera itu pada Aslan.
"Lo, suka photo juga? Tau banget kamera…"
"Dulu waktu kuliah ikut jurusan photografi aja…"
"Aah.. (tersenyum kecut sambil berfikir) Lo tau kalo Aufar deket sama Island kan?! (melihat Reyandra yang terdiam) Aufar itu sahabat gue dan Island udah gue anggep sebagai adek gue sendiri… Jadi apapun pilihan Island gue bakalan dukung dia… Mau itu sama Aufar ataupun lo… Asal Island bisa bahagia…"
Ternyata Island dikelilingi oleh orang-orang yang baik dan sayang sama dia…
"Oh iya, lo udah tau kan tema pemotretan Island kali ini? Gue harap lo nggak apa-apa. Karena ini pekerjaan Island sebagai model…" tambah Aslan menjelaskan. Lalu Reyandra terdiam melihat Aslan curiga.
"Wohohoho... relax bro! Tenang aja! Pemotretannya masih dalam batas wajar kok! Island juga udah wanti-wanti sama gue kalo dia nggak ngambil pemotretan yang terlalu ekstrim!"
Reyandra hanya terdiam.
Sementara itu di ruang ganti… Saat Islandzandi sedang di Make Up.
"Island, itu beneran cowok lo? Sumpah ya ganteng banget!"
Islandzandi tersenyum bangga.
"Belum jadi pacar sih tapi hampir mendekati! kenapa emangnya?"
"Lah trus si Aufar gimana? Mana sekarang katanya dia lagi dirawat lagi… dia nggak parah kan?"
"Sedikit parah sih tapi sekarang udah stabil meskipun belum bangun…" jelas Islandzandi.
"Trus gimana tuh sekarang sama Aufar, dia kan cinta banget sama lo…"
"Tau nih, lo kayak artis beneran aja, gosipnya udah menyebar diantara para model lain dan pekerja lain loh…"
Islandzandi hanya terdiam sambil tersenyum kecut.
"Eh Island, itu beneran nggak apa-apa dibawa kesini? Hari ini kan pemotretan sama Kevin. Lo tau kan Kevin orangnya suka jail dan selalu mencari kesempatan dalam kesempitan!"
"Iya, gosipnya dia baru aja mutusin model dari agency A loh…"
"Gossip lagi… (terdiam cemberut) itu dia, gue belum sempet bilang tema kita hari ini… Kalian tau nggak sih dia tuh pikirannya kolot banget…"
"Ya, kalo diliat dari umurnya sih udah pasti dia pikirannya kolot."
"Yaaa, lo siap-siap aja tar pulangnya didiemin…" canda salah satu crew costum cengengesan.
"Tapi dari yang gue liat, kayaknya dia sayang banget sama lo…"
"Emang dia kerja apaan? Kayaknya dia mapan deh… kayak boss boss gitu..."
"Mhh... Dia… Dipercaya sama pemilik perusahaan luar negeri buat mengelola perusahaan cabang yang ada disini…"
Crew kostum pun langsung melihat handphonenya. "tunggu magsud lo dia CEO? Heol daebbak"
"Hah...Serius?" ucap Crew makeup sambil ikut melihat handphonenya dan melihat ada sosok Reyandra disana.
"Ini di berita, dia terkenal banget di media bisnis…"
"Jadi selama ini lo liatin handphone gara-gara dia?? Wah… hebat banget dong kalo gitu…"
Islandzandi hanya terdiam tersenyum kecut.
"Hmm… kalo gitu bentar lagi ada yang married nih.."
"Idih, apaan sih… Masih lama kali, gue aja masih kuliah!"
"Iidih, lo mau dia sama cewek lain? Diumur dia itu pasti pikirannya kawin, kalo lo nggak siap kawin tar dia kawin sama orang lain…"
"Emang lo nggak mau kawin sama dia? Kalo lo ga mau, biar gue aja yang gantiin lo deh..." ucaonya sambil tertawa.
"Enak aja! Ya maulah… Cuma, kalo sekarang gue masih mikir juga kali… apa kabar sama kerjaan gue sekarang?!"
"Kalo dia sayang sama lo dia pasti bakal terus ngijinin kok…"
"Tar kalo lo kelamaan mikir digaet cewek lain loh… Cowok kayak dia tuh banyak banget cewek yang mau, apalagi cewek dewasa…"
Islandzandi hanya cemberut pada Kru makeupnya itu dan ingat gossip Reyandra waktu di LA sama Eolia…
Iya juga sih, gue sampe lupa kalo gue mau nanya Reyandra sama cewek yang digosipin kemaren… gue juga mau nikah sama Reyandra mau banget malah…
Beberapa menit kemudian setelah Island selesai di Makeup dan berganti costum mereka pun memulai pemotretannya.
Dan sesuai perkiraan kru Costum dan kru makeup, Kevin memang mengambil kesempatan dalam pemotretan itu.
contoh pemotretan ya...
Selama sesi pemotretan Reyandra hanya diam tidak bergeming dan hanya melihat kearah Islandzandi.
Waktu pun berlalu setelah pemotretan Reyandra tidak bicara apa-apa pada Islandzandi.