
Di Svetovska Company…
Pukul 09.00 pagi…
Reyandra sedang memandang keluar jendela sambil berfikir…
Tak lama Eolia masuk dan menghampirinya…
"Tumben kamu memanggilku duluan, aku dengar Islandzandi tidak masuk? Kenapa lagi dia?"
Reyandra terdiam berfikir lalu melihat kearah Eolia serius. "Tolong bilang sama pimpinan Divisinya, Island hanya izin untuk beberapa waktu, nanti… Dia pasti masuk lagi!"
Eolia melihat wajah Reyandra yang biru-biru. "Wajahmu kenapa? (cemas) Apa karena Island lagi?"
"Aku tidak apa-apa, aku hanya mau minta tolong itu padamu…"
"Hah… Kau selalu saja membelanya! (kesal) Akhir-akhir ini Island sangat sering tidak masuk kerja, kau tau konsekuensinya? Bisa-bisa dia dikeluarkan dari perusahaan ini, karena kalau tidak pegawai yang lain bisa curiga dan jadi iri padanya!"
"Aku tau…" Reyandra pun terdiam. Eolia terdiam melihat curiga kearah Reyandra curiga.
Eolia melihat kesal kearah Reyandra. "Ok! Hanya itu?"
"Hm… Untuk sementara itu saja… (melihat Eolia) Hei, terima kasih…"
Eolia berjalan keluar meninggalkan ruangan Reyandra. Sementara Reyandra masih cemas memikirkan masalah Islandzandi dan Pak Diandra.
Saya harus bertemu lagi dengan Om Diandra meminta supaya Island dibolehkan untuk masuk kerja lagi apapun caranya…
**
Di rumah Islandzandi…
Setelah kejadian itu…
Hari - hari dilalui Islandzandi dengan tidak keluar rumah ataupun makan dan minum… Handphone dan laptopnya disita oleh Pak Diandra agar tidak berkomunikasi dengan Reyandra.
Bu Audrey sangat cemas dengan keadaan Islandzandi yang terus mengurung diri tidak mau keluar dari kamar ataupun bertemu dengannya, sementara Pak Diandra hanya terdiam tidak melakukan apa-apa…
Satu minggu lebih sudah berlalu Islandzandi mulai kelelahan dia duduk di kursi menghadap jendela kamarnya yang tidak pernah dia tutup saat siang ataupun malam, selama itu juga dia tidak beranjak dari kursi itu dan selama itu juga dia tidak makan dan minum.
"Pah… Aku benar - benar khawatir dengan keadaan Island, selama seminggu kemarin dia tidak makan ataupun minum sama sekali setiap aku memberikannya makan saat aku kembali untuk mengambil piring makanan itu masih ada dan tidak dia sentuh sama sekali! (terdiam) Selama ini dia tidak pernah mogok makan sampai selama seperti ini Pah…" ucap Bu Audrey cemas.
"Biar saja! Itu kan kemauan dia! (tegasnya sambil terlihat khawatir) Panggil saja Aufar kesini untuk menemaninya dan membujuknya agar mau makan dan minum…"
Bu Audrey terdiam kesal melihat kearah Pak Diandra. "Sepertinya kamu menunggu Island mati baru sifat keras kepalamu akan cair!" ucapnya ketus lalu pergi dari hadapan Pak Diandra.
Beberapa hari kemudian…
Aufar pun datang kerumah Islandzandi karena dipanggil oleh Bu Audrey…
**
Didepan pintu kamar Islandzandi…
"Aufar… Maaf, tante bersikap egois sama kamu… Tapi… Bisakah kamu bujuk Island untuk keluar dari kamarnya dan bujuk dia untuk makan ataupun minum… Sudah seminggu lebih Island mengurung terus di kamar dan tidak mau makan ataupun minum… Tante benar-benar khawatir!"
Aufar terkejut. "Benarkah? Tapi dikantor Island hanya cuti dan sedang tidak ada di rumah jadi aku pikir… (melihat Bu Audrey yang sedang berkaca-kaca) Kalau boleh tau, kenapa Island seperti ini?"
"Island… (terdiam) Hanya bertengkar hebat dengan Ayahnya… Tolong kamu bujuk Island ya… Tante sudah tidak bisa membujuknya dengan cara apapun!"
"Kenapa tidak Reyandra saja yang dibawa kesini? Aku yakin kalau Reyandra kesini pasti Island bisa dibujuk!"
Bu Audrey pun hanya terdiam menunduk sedih.
"Saat ini hanya kamu yang tante harapkan…. Tolong Tante ya Aufar!"
Aufar hanya terdiam melihat Bu Audrey yang pasrah dan berharap padanya.
Aufar masuk ke kamar Islandzandi yang tidak dikunci lalu menutupnya kembali, dari kejauhan Aufar melihat Islandzandi sedang duduk di depan jendela kamarnya sambil melamun…
Tak lama Aufar pun berjalan mendekat ke arah Islandzandi dan berdiri di depan Islandzandi yang masih melamun.
Aufar pun kaget melihat kondisi Islandzandi yang sangat kacau, wajah Island terlihat pucat dan kusam, rambutnya pun tidak teratur...
Aufar pun jongkok di depan Islandzandi yang masih tidak merespon.
"Hey Island… Sebenernya lo kenapa bisa bertengkar parah sampe kayak gini? Selama ini lo nggak pernah kayak gini? Mana Reyandra yang harusnya berada disisi lo sekarang?! (masih kaget dengan keadaan Islandzandi) Lo.. Hah, kenapa jadi kacau kayak gini sih?"
Islandzandi bereaksi dan melihat kearah Aufar sedih…
Islandzandi mulai bergerak dari kursi itu berdiri, Aufar pun ikut berdiri dan membantu Islandzandi.
Aufar bingung. "Nyokap lo juga aneh, nggak bilang banyak tentang masalah lo sama bokap lo… Tapi… Ok gue nggak akan ngebahas masalah itu… Paling nggak lo mau ya makan?"
Islandzandi hendak memeluk Aufar tapi tiba-tiba badannya ambruk, Aufar menahan tubuh Islandzandi kaget dan bingung…
"Island?! Tante…!!!" teriaknya sambil menahan tubuh Islandzandi yang sedang pingsan dan membawanya keluar.