
Seminggu kemudian...
Di Bandara...
Pak Diandra, Bu Audrey, Haura, Karin, Aufar, Aslan dan Erik mengantar Tama, Reyandra dan Islandzandi untuk pergi ke LA...
Ya.. Meskipun Islandzandi sudah tidak terlalu trauma tapi saat tidur meskipun tidak sering tapi sesekali Islandzandi sering mengigau seakan dia masih diculik ataupun saat di dalam mobil sebelum kecelakaan...
Dan itu tidak baik untuknya dan bayinya, makanya Reyandra dengan yakin akan membawa Islandzandi untuk melupakan masa lalu nya dengan pergi dari negaranya dan menetap selama beberapa bulan sebelum Islandzandi melahirkan. Karena Islandzandi, Bu Audrey dan Pak Diandra menginginkan Islandzandi untuk melahirkan bayi yang ada di dalam kandungannya disini agar mereka bisa menjaga Island dan bayinya.
"Sayang jaga dirimu baik-baik ya... Ingat jangan menyusahkan Reyandra..." Bu Audrey.
"Iya Mom... Paling dikit.. Reyandra nggak akan keberatan, iya kan Rey?!" Reyandra hanya tersenyum sambil mengelus kepala Islandzandi.
"Iya saya nggak keberatan.. Apa sih yang nggak buat kamu..."
"Hm hm... Udah cukup ngeliatin kemesraannya kasian yang jomblo akut nggak bisa mencurahkan hasratnya." sindir Haura.
"Yang disini siapa yang jomblo?"
"Tuh..." ucap Haura menunjuk Tama. Semua orang pun tertawa termasuk Tama.
"Saya sudah menyuruhnya untuk mencari kebahagiaannya sendiri kok... Cuma dia saja yang nggak mau..." Balas Reyandra karena tidak mau disalahkan atas kejombloan Tama.
"Pokonya Rey.. Tolong kamu jaga Island selama disana..." Pak Diandra.
"Pastinya Om..."
"Rey... Papah sudah menunggumu disana, kalau kau sudah sampai hubungilah dia..." Erik
"Baiklah..."
"Islaaaandd...." Haura dan Karin memeluk Islandzandi erat.
"Uukhhh.." keluh Islandzandi merasa perutnya tertekan.
"Eh sorry sorry... Nggak sengaja.." Haura.
"Diihh perut Island udah segede gini masih aja nggak keliatan..." Ucapnya menunduk. "De.. Nanti kalo udah gede jangan kayak tante Haura ya.. Kayak tante Karin aja..."
"Ya... Emak bapaknya kan gue ama Reyandra pasti anak gue mirip kitalah ngapain mirip kalian, orang bikinnya aja cuma kita berdua kok!" seketika Reyandra muka pun memerah mendengar kata-kata Islandzandi yang terlalu frontal.
Dan ya..
Dialah Islandzandi kelakuannya sudah kembali seperti semula...
Semua Orang tertawa melihat sikap Islandzandi yang sudah seperti semula lagi.
"Hey.. Pokoknya jaga diri lo baik-baik.. Kalo Reyandra macem-macem hubungin gue, gue bakalan terbang langsung buat ngehajar dia.."
"Ya... Laki gue itu... Dia tipe suami takut bini... Jadi lo tenang aja.. Sebelum sama lo dia lebih takut sama gue..." Ucap Islandzandi berbisik.
"Iya kan?"
"Ngobrolin apaan sih? pake bisik-bisik segala." protes Haura.
"Ada deh.. Rahasia...Mau tau aja lo?!" Ucapnya melirik kearah Karin yang sedang memperhatikan nya. "Bukan masalah penting kok... Cuma masalah lakinya" bisiknya pada Karin.
Semua orang pun tersenyum melihat sikap Aufar yang sudah seperti semula...
Dan ini semua berkat Karin yang selalu ada disisinya dan juga Islandzandi yang menyadarkannya.
"Haahh.. Akhirnya Aufar sudah sedikit membuka hatinya untuk Karin... Syukur deh... Jadi gue bisa ninggalin mereka dengan tenang disini..." Gumam Islandzandi dalam hati melihat semua orang yang sedang berada disana..
"Hah.. Gue bakalan kangenin kalian semua..." Ucapnya pelan sambil berkaca-kaca.
Reyandra pun melihat Islandzandi yang sudah mulai berlinang air mata lalu merangkul pinggang Islandzandi mendekatkan kearahnya sekaligus memberi kekuatan.
"Kami pergi..." Sedikit membungkuk untuk Pak Diandra dan Bu Audrey lalu mencium tangan keduanya begitu juga Islandzandi.
Bu Audrey, Haura dan Karin pun melambaikan tangan sambil menangis saat Islandzandi, Reyandra dan Tama berjalan menjauh dari mereka.
"Semoga setelah ini lo bakalan bahagia selamanya Island... I hope so..." gumam Aufar dalam hati.
"Thank's Island... Berkat lo, Aufar sedikit membuka hatinya sama gue..." Gumam Karin.
"Jaga putri kecilku Rey.. Dan semoga kalian bahagia..." guman Pak Diandra.
***
Waktu pun berlalu dengan cepat...
Setelah sampai di LA... Reyandra tinggal di Apartement miliknya yang dulu dia tinggali... Reyandra kembali ditugaskan di Svetovska pusat bersama Om Ferdinan dan tentu saja Om Ferdinan merasa sangat senang karena tau Reyandra akan tinggal disana meskipun hanya beberapa bulan.
Islandzandi yang mempunyai kegiatan baru yaitu olah raga untuk ibu hamil, juga mengikuti kursus untuk menjadi Ibu yang baik dijalaninya dengan semangat. Tidurnya pun sudah tidak pernah mengigau lagi tentang kejadian yang membuatnya shock. Beberapa kali Island memang mengikuti konseling untuk terapi agar dia bisa melupakan kejadian itu dan itu memang terbukti.
Daaaaannn... Kehidupan baru Reyandra dan Islandzandi pun dilalui mereka dengan sangat bahagia selama berada di LA.
- End -
hayoooo.... nggak nyangka bakalan tamat kan??? yupz ending memang sengaja dibikin begini karena nanti bakalan Season keduanya dengan judul yang berbeda juga... masih belum tau juga judulnya apa. hihi...
so.... sebelumnya makasih banyak yang udah ngikutin ceritanya...
makasih banget yang udah ngasih kritik dan saran... tanpa kalian saya bukan apa-apa... so... don forget like and comment nya saat sesudah baca okay?!
sekali lagi terima kasih banyak... para readers' ku.. love u all.. dont miss me...
anyeong... 👋👋👋