
Di lorong…
Pukul 14.35 sore…
Islandzandi membawa setumpuk berkas dan membawanya ke ruang arsip diantar oleh Clining Servis yang sedang berjalan di depannya.
Anjrit, ini sih namanya ngerjain! Berat banget… Aufar sih enak langsung ngerjain kerjaan yang ringan sama Nadia… Kenapa bagian gue yang berat-berat…
Reyandra yang sedang berbicara di lorong bersama beberapa pimpinan Staf Divisi melihat kearah Islandzandi.
"Eu, baiklah… Apa ada hal lain lagi? Kalau tidak ada urusan lain… Kalau begitu saya duluan!"
"Ah, tidak Pak! Saya yang minta maaf karena sudah bertanya dan membuang waktu berharga anda…" ucap salah satu kepala Divisi.
Reyandra tersenyum kearah kepala Staf Divisi itu lalu beranjak pergi.
Sementara itu…
Di ruang Arsip…
CS itu membuka pintu ruangan dan berdiri di depan Islandzandi.
"Maaf mba, saya hanya bisa mengantar anda sampai sini karena saya tidak boleh masuk…" ucap clining servis itu.
"Ah, iya makasih ya Pak!" ucapnya langsung berjalan masuk ke ruang arsip.
Saat Islandzandi sedang menyusun Arsip, tak lama Reyandra masuk ke ruangan itu diam-diam.
"Island!"
"Aaakkkh!!"
Islandzandi hampir menjatuhkan semua File yang ada di tangannya karena terkejut, tapi Reyandra langsung menangkap File itu.
"Astaga, Rey?! (melihat Reyandra terkejut) kenapa kamu ngagetin sih.. aku oikir kamu hantu!"
"Kenapa kamu membawa file sebanyak ini? Memangnya nggak ada pegawai laki-laki yang bisa membantumu?" sambil membantu Islandzandi menyimpan filenya.
"Hah… Ini nggak adil! Masa aku disuruh-suruh bikinin coffe sama dikasih kerjaan yang berat sementara Aufar dikasih kerjaan yang ringan?! Aku sama Aufar itu pegawai magang!"
"Apa itu sangat berat buatmu?"
Islandzandi melihat Reyandra cemberut. "Yang berat itu ketika tau aku kerja di perusahaan yang kamu pimpin dan kamu sama sekali nggak ngasih tau aku! Kamu bahkan pura-pura nggak kenal aku… Apa karena kamu nggak mau reputasi kamu turun gara-gara kamu kenal sama karyawan magang? Atau karena kamu nggak mau direpotin?"
"Saya hanya nggak mau gara-gara kamu mengenal saya kamu akan ditindas sama karyawan lain!"
"Apa? Magsudnya aku dibully gara-gara aku kenal sama kamu?"
"Kamu nggak tau karyawan sini seperti apa, saya yang baru bekerja disini selama dua bulan lebih sudah merasakan tekanan dari karyawan lain apalagi karyawan wanita! Lagi pula kalau saya bicara saat tau kamu akan magang disini, saya takut kamu berubah pikiran dan tidak jadi masuk kesini…"
Hah, iya juga sih, sempet tadi aku kepikiran kesitu!
"Tapi kok kamu kayak nyantai aja?! Malahan kamu sangat prefectionis pas lagi di depan semua karyawan atau lagi jalan di depan karyawan lain! (cemberut) Bukan karena mantan kamu kan kamu ngejauhin aku?"
"Tentu saja bukan! Dan juga karena di perusahaan ini dilarang pacaran sesama karyawan…"
"Iya, aku tau!"
"Maaf ya, saya tidak bilang kalau saya Direktur disini… (memegang dagu Islandzandi dan mereka pun saling pandang) Sebaiknya kita segera keluar sebelum ada orang yang masuk kesini! hari ini langsung pulang kan? Saya tunggu di Apartement ya…"
Islandzandi tersenyum kearah Reyandra. "Iya... (Islandzandi pun memegang tangan Reyandra dan mencium bibir Reyandra dengan cepat) udah sana!"
Reyandra yang terdiam melihat kearah Islandzandi tersenyum lalu berjalan keluar ruangan.
Tak hanya itu, Islandzandi juga disuruh karyawan lain untuk mengambilkan minuman dan membelikan makanan untuk mereka. Hari pertama kerja Islandzandi sangat sibuk sampai - sampai dia tidak mengambil jam makan siangnya atau pun istirahatnya.
Pukul 17.00 Sore…
Waktunya para pegawai untuk pulang…
Saat Islandzandi dan Aufar sedang siap-siap mau pulang, tiba-tiba Bu Khanza keluar dari ruangannya dan menghampiri Islandzandi juga Aufar.
"Island, Aufar… Kalian jangan dulu pulang ya… Ada acara penyambutan karyawan magang malam ini, jadi kalian harus ikut tidak boleh absen!"
Gue kan ada janji sama Reyandra! Tapi kalo gue nggak ikut bakalan jadi masalah!
"Baik Bu!" jawab Island ragu.
Aufar melihat Islandzandi. "Kenapa? Lo punya acara lain?"
"Nggak sih, gue cuma cape aja! Lo tau kan? Kerjaan gue tadi banyak banget mana ngangkat file-file yang berat lagi…"
Ah lupa, ada Aufar, jangan sampe dia kalo aku janjian sama Reyandra, kalo tau bakalan marah lagi dia!
Aufar tersenyum. "Sabar ya!"
**
Di ruang Direktur...
Pukul 18.35 malam…
Reyandra sedang membaca laporan yang dia terima dari Ryu Sera tadi sore, sedangkan Eolia yang sedang duduk di depan Reyandra sedang melihat Laptopnya dengan serius.
"Hm… Kau benar! Beberapa pimpinan Divisi pernah menerima uang juga dari Klien agar Produk mereka masuk ke Aplikasi kita…" ucap Reyandra melihat file.
Eolia melihat Reyandra. "Lalu sekarang bagaimana? Aku kan sudah menyarankan kalau mereka dipecat saja!"
"Apakah itu adil? Bagaimana dengan keluarganya?"
"Mereka harus mengambil resikonya karena telah mengkhianati kita! Kau sudah tau kan perusahaan mana saja yang bekerjasama dengan mereka? Tarik kembali dan hapus dari program kita! Kalau masalah perusahaan akan rugi kita akan ganti dengan klien yang akan bekerja sama dengan kita sekarang! Aku sudah punya daftar klien yang ingin bekerjasama dengan kita."
Reyandra terdiam berfikir. "Baiklah… Saya akan membuat surat SP3 dan memberikannya pada orang yang ada di daftar ini!"
"Kenapa kamu susah-susah membuat? Kan ada Ryu Sera, untuk sementara ini dia kan bekerja untukmu! Suruh saja dia, kau tinggal tanda tangan! Lagian, kalau diliat-liat dia suka sama kamu! Kamu nggak nyadar kalau dia suka ngasih perhatian lebih?! Dan yang lebih kagetnya lagi disini Fans kamu lebih banyak! Daripada di LA…"
Reyandra hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. "Oh iya, kau masih ingat Park Jae Joon?"
Eolia terdiam. "Shut Up! Don’t tell me about him!"
"Dia akan datang kesini dan ikut memberikan investasinya untuk cabang disini…"
"Hah… dia juga termasuk Fans kamu ya?! Setiap kamu tugas dia selalu mengikutimu!"
"Dia sahabat saya yang setia! Dan tentunya pria yang setia!" sindirnya pada Eolia sambil tersenyum.
Tak lama ada yang mengetuk pintu ruangannya.
"Ya, masuk!"
Ryu Sera pun masuk sambil membawa berkas yang diminta Reyandra.
"Ini data yang bapak minta…" melirik kearah Eolia.
"Hm… Terima kasih!" menerima Map yang diberikan Ryu Sera.
Eolia masih focus dengan Laptopnya. "Kenapa kamu melihat saya? Ada yang aneh?"
"Eu, tidak Bu… (melihat Reyandra) Apa ada yang bisa saya bantu lagi Pak? Kalau tidak saya akan pulang karena ada acara makan-makan bersama pegawai lain!"
Reyandra dan Eolia terdiam lalu melihat Ryu Sera.
"Maksudnya semua pegawai Svetovska makan bersama?"
"Bukan, hanya beberapa Staf bagian, Pimpinan Divisi dan Karyawan magang yang ikut acara ini… Karena setiap ada karyawan baru ataupun magang mereka selalu merayakan dengan makan-makan…"
Reyandra dan Eolia terdiam saling pandang.
"Siapa yang pertama mengusulkan seperti itu?"
"Pak Ronald, beliau yang selalu bersemangat ketika ada karyawan baru masuk ke Svetovska, alih-alih demi kenyamanan karyawan baru pada pegawai lama dan untuk keakraban dia membuat satu permainan yang mengesahkan SkinShip pada para karyawan baru…"
"Apa?" melihat Ryu Sera kesal.
"Iya! Pak Ronald sudah terkenal suka mengganggu karyawan wanita dan selalu menggoda mereka... Setiap ada karyawan yang cantik pasti dia langsung mengincar karyawan itu, apalagi kalo karyawannya nggak bisa nolak, udah langsung di hajar sama Pak Ronald... makanya beberapa orang karyawan disini ada yang nggak betah kerja disini!"
Reyandra terdiam cemas.
**
Di sebuah tempat makan lesehan yang penuh dengan pegawai baru maupun magang di Svetovska Company…
Pukul 19.00 malam…
Para kepala Staf Divisi pun ikut hadir diacara perayaan karyawan baru.
Islandzandi duduk disamping Nadia dan hanya minum sambil terdiam melihat pegawai lain yang sedang minum juga, terlihat Haura dan Karin sedang duduk juga di divisi mereka tempati sambil tersenyum kepada teman-teman di divisi mereka.
Pak Ronald menggebrak meja. "Gimana kalo kita main Game Raja?" ucapnya sambil beranjak kesamping tempat duduk Islandzandi.
Mampus deh… Akhirnya datang juga kan Game yang gue benci! Soalnya dengan mengatas namakan permainan, mereka mengesahkan SkinShip diantara cowok maupun cewek!
Dengan cepat mereka mempersiapkan peralatan permainan tersebut hanya dengan memakai sendok yang ditulis nomor pada sendok itu dengan spidol. Dan dengan cepat Kepala Divisi itu mengocoknya dan mengambil sendok tersebut.
Kepala Divisi 1 mengambil nomor urutan yang tertera di sendok yang mereka gunakan. "Yap nomor 1 dan 3, ciuman!"
Semua orang melihat nomer yang mereka yang ada ditangan mereka… Termasuk Islandzandi.
Please!! Semoga bukan gue… (melihat nomornya adalah nomer 6) Hah… Yes! Bukan!
"Itu Nadya…" Nadya pun menutup mukanya mengernyit.
Tak lama Aufar pun menghela nafas panjang kecewa. Nadya melihat Aufar lalu melihat nomer yang tertera di sendoknya tersebut.
Itu lo Far? Hah… Sukur deh! Gue pikir orang lain! Abisnya gue nggak terlalu suka sama game kayak gini, dan liat cowoknya juga nggak banget! untungnya lo… So bantuin gue ya!? .ucapnya berbisik kearah Aufar.
Islandzandi terkejut mendengar ucapan Nadya yang terdengar olehnya. "apa?" melihat kearah Nadya dan Aufar.
"Sorry Island… Gue nggak bisa nolak permainan ini… Dan lo juga pasti nggak akan bisa! Kalo mereka tau kalo kita pacaran mereka pasti ngeluarin kita dari sini karena peraturan perusahaan yang nggak boleh pacaran sesama teman kerja… Meskipun kita hanya magang disini!." melihat ke arah Islandzandi yang sedang menggeleng kearahnya.
Aufar dan Nadia pun berdiri dan berhadapan, tak lama mereka pun berciuman dan ciuman mereka pun sangat lama dan bergairah sampai pegawai lain bersorak.
Islandzandi hanya menunduk. Sementara Haura dan Karin terdiam melihat kearah Aufar.
Beberapa menit kemudian mereka pun melepaskan ciuman mereka dan duduk lagi di tempat mereka tadi.
Nadya lalu tersenyum penuh arti, sementara Aufar melap bibirnya sedikit kesal.
Anjing! Tai! Tradisi apaan nih? Nggak ada permainan lain lagi yang lebih berbobot apa?
"Yup sekarang nomer 2 dan nomer 7… siapa yang dapat nomor itu?" ucap ketua divisi.
Tak lama Karin berdiri dan seorang cowok juga berdiri, mereka pun berhadapan lalu mereka pun berciuman sama persis seperti Aufar dan Nadya tadi. Islandzandi makin berdebar tak karuan.
Anjrit gue nggak mau… sampe Karin juga… gue nggak mau sumpah!! ~Island~
"Sekarang nomor (melihat kearah Pak Ronald) ah, nomor 6 dan 10 ciuman…"
Shiiit! Sial banget gue…
Islandzandi terdiam mendengar nomornya disebut.
Tak lama Pak Ronald berdiri dengan senyum liciknya.
Tak lama Islandzandi pun berdiri dengan ragu sambil menunduk kebawah.
Aufar melihat kearah Islandzandi dan Pak Ronald kaget dan tidak terima.
Begitu juga Haura dan Karin yang tidak percaya.
Sebagian karyawan menyoraki mereka. Nadya pun kaget dan hanya tersenyum sinis kearah Islandzandi.
Hah…. Bandot tua itu udah ngincer mangsanya ya… kasian amat Island! Bagaimana pun dia bakalah terus ngincer Island sampe dia dapet!~Nadia~
Pak Ronald pun menyentuh dagu Islandzandi dan mendekatkan wajahnya kearah Islandzandi yang sedang menutup matanya dan terdiam. Saat mereka hampir berciuman tiba-tiba Reyandra, Eolia dan Ryu Sera datang tepat waktu.
"Ada apa ini?" melihat kearah Islandzandi juga Pak. Ronald serius.
Haura, Karin dan Aufar merasa lega melihat kearah Reyandra saat mereka datang. Eolia melihat kearah mereka terkejut.
"Apa-apaan nih? Anda tidak sadar umur anda berapa dan siapa yang akan anda cium?" (tandasnya melihat Pak Ronald)
Rey?! (melihat kearah Reyandra hendak menangis) thank you kamu dateng tepat waktu!!
"Eu.. Ini hanya sebuah permainan kok tapi permainannya mencium pasangannya tidak perduli pasangannya perempuan laki-laki, atau laki-laki sama laki-laki begitu pun sebaliknya…" ucap ketua Divisi.
"Tapi kenapa Direktur dan Wakil Direktur datang kesini?"
Reyandra tersenyum penuh arti. "Tentu saja untuk berpartisipasi dengan kalian dan ikut game ini… Apa boleh saya ikut?"
Eolia terkejut melihat kearah Reyandra. "Rey!"
Ryu Sera pun melihat kearah Reyandra kaget lalu tersenyum senang.
"Tentu saja boleh! Suatu kehormatan anda bisa bergabung disini!" ucap ketua divisi.
"Tentu saja untuk mempererat hubungan antara pegawai dan Direktur… Saya tidak boleh melewatkan hal ini kan?" melihat Eolia sambil mengangkat bahu.
"Eu, kalau begitu bagaimana kalau diulang lagi?!"
Pak Ronald pun tersenyum kecut kecewa melihat kearah Islandzandi.
Selamet gue… ga harus ciuman sama pak. Ronald!
"Kalau begitu, dimana anda akan duduk Pak. Reyandra?"
Reyandra terdiam melihat sekitar, sementara semua orang terdiam gugup.
"Bagaimana kalau…"
"Saya akan duduk di samping Pak Ronald…"
Apa? Ah, iya, baik silahkan.... ucapnya sedikit kesal.
Reyandra, Eolia dan Ryu Sera pun mengikuti Reyandra, Pak Ronald yang asalnya duduk disamping Islandzandi jadi duduk di ujung jauh dari Islandzandi karena ada Eolia dan Ryu Sera.
Sementara Reyandra yang sekarang duduk di samping Islandzandi.
Aufar pun terdiam melihat kearah Reyandra. Sementara Haura tersenyum kearah Reyandra.
Kali ini gue bakalan biarin lo karena lo udah nyelametin Island dari tua Bangka itu! Tapi lain kali gue nggak akan biarin lo! ~Aufar~
"Oke, kalo gitu kita kocok lagi." ucapnya sambil mengocok undiannya dan yang lainpun mengambil sendok lagi secara acak.
Eolia terdiam melihat kearah ketua Divisi yang sedang mengocok undian.
Ryu Sera terdiam menutup matanya berharap dia bisa berpasangan dengan Reyandra.
Begitupun dengan karyawan lainnya yang berharap akan berciuman dengan Direktur Svetovska Company.
"Nomor 2 dan 6 ciuman" sambil melihat reaksi karyawan lainnya yang sedang melihat nomor undian yang mereka pegang.
Reyandra mengintip nomor yang dipegang Islandzandi sambil tersenyum. Saya nomor enam" ucapnya sambil berdiri.
Eolia dan Ryu Sera melihat kearah Reyandra kesal karena mereka bukan nomor 2.
Aufar, Karin dan Haura melihat sekeliling begitu juga Nadia. Islandzandi hanya terdiam menunduk terenyum.
Ada yang punya nomor 2?" melihat sekeliling
"Saya nomor 2 pak!" ucap Islandzandi sambil berdiri dan menyerahkan sendok yang bertuliskan nomor 2 pada Ketua Divisi tersebut)
"Beruntung banget dia!"
"Uuuuuhh… asiknya bisa ciuman sama Direktur…" ucap salah seorang karyawan yang lama.
Aufar terdiam melihat Islandzandi yang sedang berjalan menghampiri Reyandra.
Sementara Haura hanya tersenyum kearah Islandzandi dan Reyandra.
Karin juga terdiam melihat mereka, Eolia pun melihat sinis kearah mereka begitupun dengan Nadya dan Ryu Sera juga para pegawai wanita yang iri pada Islandzandi.
Sedangkan Islandzandi dan Reyandra hanya terdiam saling pandang tanpa melihat sekitar.
"Thank you…" ucapnya tanpa suara kearah Reyandra.
Reyandra tersenyum lalu merangkul pinggang belakang Islandzandi sambil menarik merapatkan badan Islandzandi kepadanya lalu Reyandra pun mendekatkan kepalanya kearah Islandzandi dengan perlahan. Mereka pun berciu*** dengan mesra tanpa perduli dengan sekitar.
“uuuuhhhh...” seru karyawan wanita.
Tak lama semua karyawan pun bersorak dan tersipu melihat Reyandra dan Islandzandi berciuman di hadapan banyak orang dan lumayan lama juga mesra.
"So sweet… Coba kalo aku yang jadi Island…" ucap karyawan lain.
"Besok bakalan jadi gossip ramai nih!"
"Island pasti bakalan dimusuhi fans nya Direktur! Secara Fans nya kan nggak karyawan baru aja tapi karyawan lama juga pada suka sama dia…"
Waktu pun berlalu dengan cepat. Malam itu pun berlalu dengan tidak terasa...
Islandzandi pun sampai sedikit mabuk karena terus dicekokin minum oleh karyawan lainnya.
Reyandra tidak bisa mencegah Islandzandi untuk tidak minum karena tidak enak dengan karyawan lain...
Dan sebagian karyawan juga memang kebanyakan mabuk karena minuman alkohol. Aufar pun mengantar Islandzandi untuk pulang ke rumahnya dengan memakai Mobil online karena dia juga sedikit mabuk jadi tidak bisa menyetir.