Islandzandi

Islandzandi
Hubby



Di salah satu kamar terbaik di Garden Tea Resort…


Pukul 24.30 malam...




Reyandra sedang menelpon, sementara Islandzandi masih di kamar mandi.


"Pokoknya anak buahmu harus terus memastikan bahwa dia baik-baik saja (terdiam) iya, terima kasih Tama!" menutup handphonenya.


"Siapa yang baik-baik saja? Itu Tama ya?" ucap Islandzandi keluar dari kamar mandi, lalu membawa segelas cokelat yang sudah dipesan oleh Reyandra.


Reyandra terkejut melihat kearah Islandzandi. "Ah… Eeu itu" terdiam cemas.


"Apa Eolia?"


"Aah (terdiam) Ya begitulah…"


Saya tidak bisa bilang bahwa Aufar tidak baik-baik saja! Dia sudah disekap oleh Ayahnya dan dipukul oleh anak buahnya sampai terluka seperti tadi… Saya tidak mau kamu cemas lagi…


Islandzandi hanya melihat kearah Reyandra dengan sinis.


Reyandra hanya tersenyum lalu berjalan ke tempat tidur dan mengambil posisi untuk tidur…


Reyandra membuka kacamatanya dan menaruhnya di meja samping tempat tidur. "Kenapa masih disitu? (menepuk tempat tidur disebelahnya) Sini…"


Islandzandi melihat Reyandra malu sehingga wajahnya memerah. Lalu Islandzandi naik ke atas tempat tidur pelan lalu duduk disebelah Reyandra.


Reyandra menarik tangan Islandzandi dan mengubah posisinya tidur, Islandzandi tertidur di badan Reyandra, Reyandra memeluk Islandzandi terdiam.


"Maaf… Karena saya tidak jadi mengajakmu berlibur setelah menikah…"


"Nggak apa-apa, ngabisin hari minggu berdua sama kamu aja aku udah seneng! Lagian aku juga lagi banyak kerjaan, kalo aku izin lagi ntar aku diomelin sama Bu Khanza… (terdiam) Haah.. Sayang banget cingcin aku nggak bisa dipakai ke kantor, Cuma bisa aku gantungin di kalung…" melihat cingcin kawinnya yang masih di kenakan di jari manisnya.


"Apa saya saja yang melepaskannya?!"


"Jangan! (teriaknya) Nggak boleh, kamu harus memakainya mulai sekarang, kapan dan dimana pun! Supaya cewek-cewek lain nggak ada yang ngedeketin kamu lagi! Apalagi karyawan kantor, kamu harus tau mereka sangat menginginkan kamu jadi pacar mereka, di belakang kamu tuh mereka…" terdiam, cemberut karena kesal.


Reyandra tersenyum. "I know, sekarang kamu nggak usah khawatirkan mereka lagi termasuk Eolia, karena saya sudah menikah denganmu…"


Islandzandi tersenyum manja lalu memeluk Reyandra. Reyandra pun tersenyum lalu terdiam.


But I fear that is now starting to lose it ...


Islandzandi melihat Reyandra memperhatikannya secara detail. "attractive person!" ucapnya pelan.


"Hm… Kenapa?" melihat Islandzandi.


"I really maid a relationship with outstanding husband…"


Reyandra tersenyum kearah Islandzandi. "Don’t tell me you just figuren that out today…" melihat Island tersenyum menggoda Islandzandi.


Islandzandi melihat Reyandra kesal. "Haaaaa… aku akhirnya tau rasanya nikah diam-diam…Bener-bener nyebelin! Apalagi kalo ada pegawai yang ngomongin kamu… Ada yang menjadikan kamu sebagai pacar khayalanlah, ada juga yang ngomongin kamu sama Eolia’lah… Pokoknya fantasi-fantasi mereka terlalu vulgar."


Reyandra melihat serius kearah Islandzandi. "Saya tau mereka selalu membicarakan saya, saya juga tau kalau mereka menginginkan saya untuk jadi pasangannya… Tapi saya tidak perduli, karena di perusahaan, saya hanya akan bekerja… Kamu mengerti?! Kamu juga harus membiasakannya, dan harus menganggap kalau saya adalah atasanmu… Karena sekarang kamu bekerja di Perusahaan tempat dimana saya bekerja…"


"Tapi… Eolia… Aku nggak bisa bersikap seperti bawahan pada atasan sama dia… Dia selalu cari-cari kesempatan supaya bisa berduaan sama kamu…"


"Kamu harus berusaha… Kamu harus yakin bahwa saya selalu melihatmu, yakin bahwa hati saya terus tertuju sama kamu… Kalau kamu tidak yakin, bagaimana saya bisa untuk terus berada disisimu dan---" terdiam.


Islandzandi terdiam melihat Reyandra serius…


"Dan…?"


"Dan selalu mencintaimu?" Islandzandi tersenyum kearah Reyandra.


Lalu mendekati Reyandra dan mencium bibir Reyandra.



Beberapa menit kemudian…


Islandzandi sudah tertidur di pelukan Reyandra, Reyandra melihat Islandzandi yang sedang tertidur lekat-lekat.


I still do not believe Islandzandi will continue to stand beside me forever, hopefully after this one will not be bothering us again …


Lalu Reyandra pun tidur masih memeluk Islandzandi.


**


Pukul 07.00… pagi…


Reyandra sedang duduk di samping Islandzandi melihat wajah Islandzandi yang masih tertidur.


Tak lama Islandzandi terbangun dari tidurnya dan melihat kearah Reyandra tersipu malu, Reyandra hanya tersenyum melihat Islandzandi yang tersipu malu karena dilihat oleh Reyandra.


"Morning Wife…" sambil mengusap pipi Islandzandi.


"Hm… Morning Huby…" menutup mukanya.


Reyandra tersenyum. "Kenapa ditutup? Bukanya saya juga sudah melihatmu saat bangun tidur?!"


"Tapi kan ini beda Rey… Muka aku keliatan bengkak ya?"


Reyandra membuka tangannya dan melihat Islandzandi serius. "Kau masih tetap cantik Island…" mencium bibir Islandzandi lembut.



Islandzandi terdiam melihat Reyandra. "Ok, aku udah bangun sepenuhnya…" sambil duduk di tempat tidur.


"Hari ini kita mau kemana?" ucap Reyandra sambil beranjak dari tempat tidur.


Islandzandi menarik tangan Reyandra. "Bisa kita nggak kemana-mana? Ini kan hari minggu… lagian ini hari pertama kita jadi suami istri… jadi…" tak lama perut Islandzandi bunyi.


Islandzandi terdiam mengernyit malu.


Reyandra tersenyum melihat kearah Islandzandi. "Saya akan pesan sarapan untuk sarapan…" ucapnya lembut sambil mengusap kepala Islandzandi.


**


Di ruang tengah Kamar Garden Tea Resort…


Saat Reyandra sedang membereskan sarapan dan mencicipi makanannya, Islandzandi berjalan dari kamar mandi dan duduk di depan Reyandra yang tengah mencicipi sarapannya.




"Enak?!"


"Hm… (jawabnya sambil mengangguk) Ini makanlah…" menyiapkan sarapan kedalam mangkuk lalu memberikannya pada Islandzandi.


"Thank you Hubby… (sambil memakan sarapannya) Mmhh…"


"Enak? (tanyanya sambil melihat kearah Islandzandi hanya mengangguk lalu memakan sarapannya) Syukurlah kalau kamu suka…"


Reyandra tersenyum melihat tingkah Islandzandi.


"Kita pulang ke Jakarta hari ini kan? Soalnya besok aku ada meeting sama Bu Khanza…"


"Iya, kita pulang hari ini!"