Islandzandi

Islandzandi
Pencarian



Sementara itu…


Di Daerah Lembang kota bandung…


Pukul 17.00 sore…


Mobil taxi yang ditumpangi Islandzandi masuk ke Garden Tea Resort lalu Islandzandi keluar dari taxi dan membayar taxinya…


Islandzandi pun terdiam melihat kearah Garden Tea Resort.


"Hah… Setelah diingetin bapak supir kemaren, gue jadi kesini deh... Gue bener-bener nggak bisa pulang kerumah… Dan ini adalah tempat yang pengen gue kunjungin sama Reyandra.." terdiam sedih mengingat saat Eolia membuka pintu apartement Reyandra.


Islandzandi masuk ke dalam dan menghampiri Resepsionis.


"Selamat sore, ada yang bisa kami bantu?"


Islandzandi terdiam melihat Receptionis. "Ah, saya mau pesan satu kamar…"


"Baik, kami akan menyiapkan satu kamar yang anda inginkan, pemesanannya atas nama siapa?" sambil mengetik di computer.


"Islandzandi…" ucapnya sambil menerawang.


"Baik, bisa saya pinjam KTP atau tanda pengenal anda? Dan untuk berapa hari anda ingin menginap disini?"


Islandzandi pun mengeluarkan dompetnya dan menyerahkan tanda pengenalnya.


Islandzandi terdiam sejenak berfikir. "Untuk satu minggu..."


Islandzandi menunggu selama beberapa menit. Selama registrasi Islandzandi hanya terdiam dengan tatapan kosong kearah Resepsionis.


Gue nggak tau harus pergi kemana lagi?


"Baik, data sudah lengkap pemesanan sudah selesai, anda mendapatkan kamar yang terbaik disini, anda mendapat kamar bernomor 026… Ada yang bisa saya bantu lagi?" ucap Receptionis itu sambil tersenyum ramah.


"Kamar 026? Ah… Tidak terima kasih…"


"Baik, ini kunci kamar anda, dan anda akan diantar oleh bell boy kami, selamat menikmati liburan anda…"


Islandzandi tidak bergeming. Diapun membawa kunci dan mengikuti bell boy yang akan mengantarkannya ke kamarnya…


Saat tiba di depan pintu kamarnya…


Islandzandi melihat nomor pintu kamarnya dan teringat dengan Reyandra lalu meneteskan air matanya…


Bell boy membuka kunci kamarnya. "Mari silahkan masuk, Nona…"


Bell boy itu pun melihat kearah Islandzandi yang sedang terdiam…


Sementara Islandzandi masih terdiam di depan pintu masih melihat nomor pintunya.


"Apa ada yang bisa saya bantu lagi nona?"


Islandzandi membuyarkan lamunannya. "Ah… Tidak! Terima kasih…" ucapnya sambil memberi tips kepada bellboy dan berjalan masuk kedalam kamarnya.


"Baik terima kasih, kalau begitu saya permisi pamit, selamat menikmati pemandangannya…"


Bell boy itu pun keluar dari kamar Islandzandi dan menutup pintunya.


Islandzandi berjalan menyelusuri tempat tidurnya dan membuka tirai jendelanya yang berukuran besar, pemandangan yang dia impikan terlukis dimatanya, Islandzandi pun menangis keras sambil menjatuhkan badannya kelantai sambil melihat keluar jendela…


"Apa yang gue lakuin sih? Apa yang dipirkan Reyandra kalau dia tau kalo gue dan Aufar… Dia pasti marah, dia pasti kecewa… (menangis lagi) Hah… Bukan urusan dia lagi toh hubungan kita juga udah berakhir kan?!" menangis lagi sambil duduk jongkok memeluk lututnya.


**


Sementara Di rumah keluarga Diandra…


Pak Diandra, Bu Audrey dan Reyandra sedang terdiam cemas.


"Apa kau yakin terakhir kali Island bersama Aufar?"


"Ya, terakhir teman-temannya bilang kalau Aufar mengantar Island pulang… (terdiam) Maaf… Ini salah saya yang tidak bisa menjaga Island dengan baik!" ucapnya menunduk.


Pak Diandra terdiam melihat Reyandra.


"Pah, apa nggak sebaiknya kita menelpon polisi saja? ini udah 24 jam lebih Island hilang nggak ada kabar… (mulai cemas) Kalo ada apa-apa sama Island gimana?"


"Aufar juga ditelpon nggak aktip, saya tanya Jeni juga dia bilang tidak tau… (masih tenang) Karena Aufar juga masih belum pulang ke rumah."


Tak lama Tama pun datang kearah mereka.


"Pak..."


"Tama bagaimana?"


"Ya... Terakhir nona Island pergi ke Terminal. Tapi mereka nggak tau Island mau kemana... Saya sudah tanya pada pegawai tiketnya pada hari itu dan ternyata tidak ada pemesanan atas nama Nona Island."


"Terminal? Kemana kira-kira Island pergi? Pasti ke luar kota..."


Reyandra terdiam berfikir dan mengingat-ngingat tempat yang ingin Island datangi, lalu tiba-tiba dia ingat tempat yang paling ingin Islandzandi kunjungi bersama Reyandra.


Apa mungkin Island pergi ke bandung? Tapi… itu nggak mungkin... Apa saya coba cek kesana? Yang jelas menurut keterangan satpam Island pasti berantem sama Aufar mereka nggak mungkin pergi bareng!


"Om, Tante… Saya pikir Island pergi ke bandung…"


"Bandung?"


"Dulu saya pernah memberikan gambar, dan saya ingat kalau Island ingin sekali pergi kesana…"


"Jangan bodoh! Apa dasarnya kau bicara begitu?"


"Saya juga tidak yakin, ini hanya perasaan saya saja…"


"Island nggak mungkin pergi ke tempat yang tidak dia kenal, sekarang ini dia hanya sedang marah… Setelah dia sadar tidak punya tempat tujuan, dia pasti akan pulang…" ucap Pak Diandra masih ngotot.


"Tapi saya akan tetap kesana dan pergi mencarinya… Saya mohon kalau ada kabar dari Island kalian hubungi saya.."


"Kami pasti akan menghubungimu Rey... Tolong, temukan Island ya... Tante mohon..." ucap Bu Audrey.


"Tama... Tolong..."


"Baik Pak! Saya akan pergi terlebih dahulu... Permisi!" memberi hormat pada Pak Diandra dan Bu Audrey.


Reyandra melihat Bu Audrey sedih lalu pamit pada orang tua Islandzandi dengan sedikit membungkuk kearah Pak Diandra dan Bu Audrey, lalu pergi dari hadapan mereka.


"Kita serahkan saja pada Reyandra pah… Dia kan yang paling mengenal Island…"


"Apa saya salah karena saya telah menjauhkan Reyandra dari Island… Kalau saya tidak menyuruhnya menjauhi Island... Mungkin Island tidak akan kabur seperti ini… Dan dia tidak akan melakukan hal macam-macam seperti kemarin…" ucap Pak Diandra pun memeluk Bu Audrey yang sedang sedih.


Bu Audrey pun membalas pelukan Pak Diandra kemudian menangis.



**


Di Bandung…


Pukul 22.00 malam...


Reyandra meyelusuri daerah lembang… Reyandra menyetir dengan pelan dan memperhatikan jalanan mencari sesosok Islandzandi…


Lalu Reyandra pun berhenti di sisi jalan dan mengingat kembali kenangannya dulu bersama Islandzandi yang ingin pergi ke bandung...


Tak lama Handphone Reyandra berdering telpon masuk dari Tama.


"Ya, Tama? Apa ada kabar?"


"Saya sudah mengelilingi jalan pasteur dan masuk ke hotel-hotel menanyakan Island tapi masih nggak ada... Sekarang saya akan maju kearah Dago... Maaf bapak dimana?"


"Saya sekarang sedang di lembang... Tama (menghela napas) Tolong kamu cari terus Island..."


"Baik Pak... Bapak jangan khawatir, Nona Island pasti ketemu... Kalau begitu saya akan jalan lagi Pak..." menutup Telponnya.


"Aaaaaakkkhh.... (teriaknya lalu memukul setirnya marah lalu memejamkan matanya sejenak menahan amarahnya) Garden Tea Resort… (ucapnya teringat) Apa mungkin dia kesana? (terdiam) Hah, Island… Kamu dimana??"


Tak lama Reyandra tiba-tiba melihat keluar jendela melihat sekitar…


"Sepertinya ada yang memanggil… Apa hanya perasaanku saja… Island, dimana kamu tinggal kemarin?"


Reyandra pun langsung menjalankan Pajero Sport miliknya…


**


Di belakang mobil Reyandra mobil Mercedes milik Aufar yang dari tadi terus mengikutinya pun jalan lagi tanpa disadari Reyandra.


Tak lama Reyandra pun masuk ke Garden Tea Resort dan memarkirkan mobilnya…


Reyandra masuk ke dalam lobby dan berjalan ke tempat Resepsionis…


Sementara Mobil Aufar pun masuk mengikutinya dan berhenti di parkiran…


Ditempat Resepsionis…


"Selamat malam… Ada yang bisa saya bantu?"



Reyandra mengambil photo di dalam sakunya, saat hendak menanyakan, handphone Reyandra berdering, Reyandra melihat itu dari Bu Audrey…


Reyandra melihat Resepsionis. "Sebentar…"


Reyandra berjalan menjauhi Resepsionis dan mengangkat telpon jauh dari jarak Resepsionis sambil meninggalkan photo Islandzandi di meja.


Sementara Aufar yang berjalan kedalam secara sembunyi-sembunyi dari Reyandra menghampiri Resepsionis itu.


Aufar melihat foto Islandzandi yang ditinggalkan Reyandra di mejanya.



"Selamat malam, ada yang bisa saya bantu?"


"Apa anda mengenal gadis ini? (memperlihatkan photo itu) Namanya Islandzandi… Apakah dia berada disini?"


Resepsionis terdiam bingung. "Maaf, tapi kami tidak bisa memberitahu informasi yang anda inginkan, ini kebijakan dari Resort kami…"


"Ini darurat, saya mohon… Gadis ini dalam kondisi buruk. Saya harus menemukannya kalau tidak gadis ini dalam bahaya…"


Resepsionis pun terkejut dan memberitahukan managernya. Tak lama managernya pun keluar…


"Maaf informasi yang anda cari tidak bisa kami beritahukan…" jelas sang Manager Resort tersebut.


"Jadi dia ada disini? Tolong dimana kamarnya? Saya takut dia akan melakukan hal yang menyakiti dirinya" melihat kearah Reyandra yang masih diluar.


"Maksud anda dia depresi dan bisa bunuh diri?"


"Benar!"


Manager dan Resepsionis itu berbicara sambil berbisik.


Tak lama…


"Baik, saya akan memberitahu anda tapi izinkan saya ikut, karena ini peraturan di resort kami…"


"Ok… Sekarang tolong antarkan saya kesana sekarang…"


"Baik!"


Manager dan Aufar pun pergi dengan membawa photo Islandzandi.


Sementara itu diluar, Reyandra masih menerima telpon…


...Reyandra...


...“maaf tante, tapi saat ini saya belum menemukan Island, saya sedang di Garden Tea Resort… saya akan mencari tahu, mudah-mudahan felling saya benar kalau Island ada disini”...


...Bu Audrey...


...“baiklah… Reyandra, tolong temukan Island… tante mohon… dan terima kasih untuk semuanya…"...


Reyandra terdiam sambil memejamkan mata.


...Reyandra...


..."saya akan melakukan yang saya bisa untuk Island tante, jadi saya mohon tante tenang dan percayakan saja pada saya, apapun caranya saya akan membawa Island kembali kerumah…”...


Tak lama Reyandra pun menutup telponnya. Lalu menghampiri Resepsionis…


Reyandra kaget photo Island yang dia tinggalkan di meja sudah hilang. "Maaf anda lihat photo yang saya bawa tadi?"


Resepsionis itu pun terdiam bingung.


"Photo seorang wanita, namanya Islandzandi… apa ada nama Islandzandi yang menginap disini?"


Resepsionis itu melihat kearah Reyandra kaget dan heran.