
Di sebuah Hotel...
Pukul 13.00 siang...
Reyandra, Eolia, Ryu sera sedang rapat bersama Klien membahas tentang Launching dengan wakil dari perusahaan Park jae Joon juga Madam El...
Selama beberapa jam mereka mendiskusikan program yang akan mereka dirikan bersama.
"Aku setuju sama park Jae Joon untuk desainnya... Aku pikir itu harus lebih detail." ucap Madam El.
"Joon, bisakah untuk model video teasernya kau ganti?"
Park Jae Joon terdiam kaget. "Kenapa? Aku sudah bekerjasama dengan pihak Studio akan mengurus kontraknya... Lagipula dari pihak mereka sangat merekomendasikannya..."
Eolia dan Ryu Sera dan Reyandra hanya terdiam, Madam EL dan Park Jae Joon melihat reaksi Eolia, Ryu Sera dan juga Reyandra.
"Apa ada masalah?"
"Eu.. Hanya saja..."
"Saya sudah bekerjasama dengan studionya nggak mungkin kan kita batalin?"
Madam El terdiam melihat Ryu Sera. "Aku setuju kalau dia modelnya! Memangnya kenapa sih?"
Park Jae Joon melihat Reyandra serius. "Saya juga sudah tentukan kalau dia yang akan menjadi modelnya..."
"Ok, baik, toh dia sudah keluar dari Svetovska kan? (melihat kearah Reyandra) Jadi mungkin tidak akan ada masalah lagi..."
"Tapi Bu..."
"Oke kalau gitu rapatnya kita sudahi saja!"
"Kalau begitu saya akan ke kantor dan mempersiapkan laporannya."
Eolia hanya terdiam.
"So... Apa kalian benar-benar menikah?"
"Kau salah Joon, Eolia tidak mungkin jadi istri Reyandra!"
Tak lama erik berjalan kearah mereka.
"Hyung?!"
"Erik?" terkejut melihat kearahnya.
Begitupun dengan Park Jae Joon, Madam EL dan Eolia.
"Sedang apa kau disini?"
"Aku ada urusan sama Reyandra kenapa memangnya? Lagian rapatnya juga udah beres kan?"
"Hi, Bad Boy..." tersenyum kearah Erik.
"Ohh Madam El... Long time no see... (melihat Park Jae Joon) Hi Hyung..." sedikit membungkuk kearah Park Jae Joon.
"Erik!" tersenyum.
"Ada apa?"
"Mereka dalam perjalanan menuju kampus kau mau jemput?"
"Ya... Kau masih berhubungan dengan wanita itu?"
Erik melihat Eolia serius. "Aku serius sama dia..."
Reyandra tersenyum. "Baiklah ayo kita pergi... (melihat kearah Madam EL, Park Jae Joon dan juga Eolia) Maaf tapi sekarang saya harus pergi!"
Reyandra pun sedikit membungkuk begitu pun Erik, tak lama mereka pun meninggalkan mereka. Eolia terdiam kesal melihat kearah Reyandra.
"Kok kamu kesal... Memangnya mereka mau kemana?" seru Madam El melihat reaksi Eolia.
"Hah... Kemana lagi kalo bukan menjemput istrinya dan pacarnya Erik!"
"Pacarnya Erik dan istri Reyandra berteman?" tanya Park jae Joon tidak percaya.
"Yupz..."
"Hmmm... Jadi penasaran dengan istrinya Reyandra!?" Madam El penasaran.
Eolia melihat Madam EL. "Hm... Kalau kalian tau kalian pasti akan terkejut dan tidak percaya!"
Park Jae Joon terdiam melihat Eolia berfikir.
***
Di Universitas Saimdang...
Pukul 17.00 sore...
Islandzandi, Haura dan Shandika berjalan dari dalam kampus ke parkiran.
"Aslinya nggak usah dianterin nih? Gue bawa mobil kok..." ucap Shandika.
"Nggak usah gue juga udah ada yang jemput kok..." tolak Haura.
"Cowok lo?"
"Ya iyalah emang siapa lagi..."
Shandika melihat Islandzandi. "Lo juga Island?"
"Island..." sapa Reyandra yang sudah berdiri di depan mereka bertiga.
"Rey?" Islandzandi melihat Reyandra kaget.
Haura menghampiri Erik. "Udah dateng?"
Erik tersenyum. "Iyalah... Kan sengaja mau jemput kamu..." mencubit pipi Haura.
"Eu... Rey, kenalin, dia kak Shandika kakak tingkat kita..." ucap Islandzandi pada Reyandra.
Reyandra tersenyum sambil mengulurkan tangannya pada Shandika. "Reyandra!"
Shandika menyambut tangan Reyandra. "Shandika! (melihat Islandzandi) Kakak lo ya Island..."
Islandzandi melihat Shandika kaget. "Eu... Dia!"
“Dhika... Ini laporannya ada yang harus di tanda tangan...!!” teriak salah satu temannya di pintu masuk gedung.
"Oh ok! Ya udah gue kesana dulu ya, istirahat yang cukup! Kemaren lo minum banyak kan..."
Islandzandi mengangguk lalu terdiam salah tingkah melihat Reyandra.
Shandika pun pamit ke Reyandra juga Erik lalu pergi dari hadapan mereka.
Erik melihat Islandzandi curiga. "So... Dia fans lo?"
"Dia kakak tingkat paling galak disini... Ketua jurusan juga... Tapi... Kalo berhadapan sama Island doi nggak pernah marah! Entahlah... Mungkin ada kejadian dulu..." melihat Islandzandi.
Reyandra hanya terdiam melihat Islandzandi.
"Emang ada apa? Kok nggak cerita?" Erik penasaran.
"Jadi dulu pas masuk kesini, Island denger rumor kalo ketua jurusan kita galak, dan doi nggak tau Shandika itu ketua jurusannya, Island nyangka Shandika itu seangkatan sama kita dan cerita sama shandika kalo Ketua jurusan itu galak..." jelas Haura.
Erik pun tertawa. Sementara Islandzandi hanya mengernyit.
Reyandra masih terdiam dan melihat kearah Shandika yang masih berjalan kearah gedung.
Di jalan...
Reyandra dan Islandzandi tidak ada yang berbicara. hanya sesekali saling lirik saat mereka tidak sadar.
"Island... Saya minta maaf..."
"Aku juga minta maaf... Udah ngambek ga jelas sama kamu, padahal kamu ngelakuin itu buat aku..."
Reyandra hanya tersenyum melirik kearah Islandzandi.
Islandzandi terdiam. "Mmmhh.. Rey..."
"Saya sudah tau kamu ngambil kontrak menjadi model video klip itu kan..."
Islandzandi terdiam melihat kaget kearah Reyandra. "Kok kamu tau..."
"Lagi???? Hah.. Kenapa sih aku harus berurusan lagi sama Svetovska..." ucap Islandzandi cemberut.
"Dengar Island, kamu sekarang sudah bukan bagian dari Svetovska Company lagi, dan saya berencana akan mengumumkan pernikahan saya nanti saat peluncuran, agar nama baik kamu kembali lagi dan orang kantor tidak menilai jelek lagi tentangmu..." Islandzandi memeluk lengan kiri Reyandra.
"Thanks ya Rey... Dan.. Jadi aku boleh pemotretan lagi sama Aslan selagi nunggu mulai masuk kuliah lagi?!"
"Jangan lupa nyicil bikin laporan magang biar nanti nggak keteteran..."
"Siap bos!"
"Hanya dengan Aslan saya memberimu ijin untuk pemotretan, tidak dengan yang lain! Lagipula saya sudah kenal dengan Aslan dan Erik pun ada disana, jadi saya tidak terlalu khawatir... (melihat kearah Islandzandi serius) Dan jangan berbuat yang macam-macam seperti pemberontakanmu dulu!"
Islandzandi tersenyum. "Makasih Rey.... (mencium pipi Reyandra sekilas) I love u Rey...."
***
Pukul 24.00 malam…
Di kamar Islandzandi…
Reyandra sudah duduk sambil bersender di sandaran tempat tidur sambil membaca buku sementara Islandzandi yang baru saja mandi keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai bra dan cd serta baju tidur transparan.
Dengan malu-malu Islandzandi berdiri dengan pose seperti model, sementara Reyandra yang melihat kearahnya hanya tersenyum melihat kelakuan Islandzandi.
Islandzandi langsung tersipu malu melihat reaksi Reyandra lalu berjalan kearah Reyandra dan duduk di sisi Reyandra sedikit cemberut. "Kok kamu ketawa sih?"
"Kamu tidak usah bergaya seperti itu juga sudah sexy dengan pakaian seperti ini…" melihat Islandzandi yang bersandar di lengannya dengan manja, Reyandra hanya terdiam melihat reaksi Islandzandi lalu pura-pura membaca buku lagi.
"Rey…"
"Hm…"
"Apa kamu nggak akan nyentuh aku lagi?"
Reyandra menutup bukunya dan melihat kearah Islandzandi. "Island… Saya…"
Islandzandi pun langsung mencium Reyandra dengan lembut dan lama, beberapa saat ciuman Islandzandi pun membuat Reyandra hilang kendali dan mengangkat tubuh Islandzandi keatas tubuhnya sampai Islandzandi pun duduk diatas paha Reyandra.
Mereka pun masih berciuman dan nafas mereka mulai memburu. Islandzandi mengarahkan tangan Reyandra pada kedua da**nya.
Islandzandi pun membuka pakaian Reyandra satu persatu masih berciuman, Reyandra yang sudah hilang kendali pun pasrah dilucuti oleh Islandzandi.
Ciuman Reyandra pun turun ke leher Islandzandi lalu pundaknya sambil melepas pakaian yang melekat di badan Islandzandi dengan perlahan.
Islandzandi hanya terdiam memejamkan mata merasakan ciuman Reyandra.
Saat Islandzandi sudah tidak memakai apa-apa posisi Reyandra sudah tidur di bawah Islandzandi yang masih mencium Reyandra.
Reyandra membalikan posisi Islandzandi yang jadi dibawah Reyandra. "You’ve managed to lure me to do this Island, lest you regreat having done this to me…"
(kamu sudah berhasil memikat saya untuk melakukan ini Island, jangan sampai kamu menyesal telah melakukan ini kepada saya ...)
Islandzandi tersenyum kearah Reyandra.
"I will never regreat Rey…"
Islandzandi pun menarik kepala Reyandra lalu menciumnya lagi Reyandra yang sudah kalap dengan beringas menciumi seluruh tubuh Islandzandi.
"Hhhmmmm… Rey… (saat Reyandra menciumi da**nya) Aaaahh…" Reyandra menyusuri perut Islandzandi dan terus kebawah.
Reyandra pun terus mencumbui Islandzandi sampai mereka berdua puas dan menikmati puncak kenikmatan mereka.
Reyandra hanya berbaring melihat keatas sambil berfikir sementara Islandzandi sedang tertidur di sampingnya sambil memeluk tubuh Reyandra.
***
Pukul 19.00 malam...
Di dalam mobil Islandzandi terdiam ragu.
"Rey... Apa nggak apa-apa aku dateng bareng sama kamu lagi..."
"Ada yang mau ngasih surprise sama saya, jadi ya saya juga mau ngasih dia surprise balik dengan bawa kamu dan membenarkan semuanya..."
"Hah???" ucap Islandzandi bingung. mobil Reyandra pun berhenti ketika sampai di depan lobby.
beberapa Staf yang tau bahwa itu mobil Diremtur Svetovska pun buru-buru berdiri di depan untuk menyambutnya, dan tak lupa Valet parking pun sudah berada di samping mobilnya.
"Sudahlah nanti juga kamu akan tau...."
"Tapi Rey---" belum sempat Islandzandi berbicara Reyandra sudah membungkamnya dengan bibirnya.
"Hhhmmm Rey... Kita di dalam mobil." ucap Islandzandi melepaskan ciuman Reyandra sambil melihat orang yang berada diluar mobil yang sedang menunggunya. sementara Reyandra tersenyum kearahnya.
"Berhentilah mencemaskah sesuatu yang belum terjadi.. Dan percaya dirilah, saat ini kamu menemani saya disini dan kamu disini istri saya..." ucap Reyandra tegas untuk menenangkan Islandzandi.
Islandzandi hanya mengangguk sambil tersenyum. Lalu Reyandra keluar dan memutar untuk membukakan pintu Islandzandi. Para staf masih diam menunggu Reyandra dan pasangannya, saat Islandzandi keluar dengan digandeng oleh Reyandra... Para Staf terdiam kaget melihat kearah Reyandra dan Islandzandi.
Suasana di depan pintu HallRoom Svetovska Company ada karpet merah dan juga banyak wartawan yang sedang meliput orang penting siapa saja yang mengikuti acara tersebut.
Islandzandi mengeratkan pegangan di lengan Reyandra melihat para wartawan dan staf yang sudah pasti mengenalnya karena dari tatapan mereka seperti tidak percaya bahwa Islandzandi yang dulu adalah Staf Magang sekarang berdampingan dengan Direktur Svetovska Company.
"Bagaimana sejauh ini persiapan Launchingnya Pak? Apakah akan sesukses game-game sebelumnya?" ucap salah satu wartawan yang langsung bertanya pada Reyandra.
"Ya.. Saya yakin Launching kali ini akan lebih sukses daripada game yang saya luncurkan dulu... Karena kali ini karakter gamenya 3D... Nanti kalian juga pasti akan tau."
salah satu wartawan memperhatikan wajah Islandzandi dan melihat ke dalam ruangan dan melihat icon Game tersebut. "Kamu nggak liat itu poster-poster yang berjejer didalam? Sepertinya wanita ini menjadi brand Ambasador dari Game ini." gerutunya pada temannya.
Saat Reyandra mengajak Island untuk bejalan tiba-tiba...
"Nona… Tunggu jangan dulu masuk kami ingin memotret anda dan juga Direktur Svetovska company... Maaf kalau boleh tau hubungan anda dengan Direktur apa ya?"
"Ya?" Islandzandi sudah merasa canggung dan risih jadi bahan sorotan camera.
"Nanti kalian akan tau, permisi!" ucap Reyandra sambil menggenggam tangan Islandzandi berlalu dari hadapan para wartawan yang sangat antusias karena kedekatan Islandzandi dan juga Reyandra.
Sementara Nadia, Ryu Sera, Bu Khanza, Alditra dan juga Aufar yang sudah berada di Aula terdiam melihat kearah Reyandra dan Islandzandi.
"Kenapa Islandzandi kesini dan barengan sama Direktur?" ucap Nadia kesal.
"Sebenarnya apa hubungan mereka? Apa Bu Eolia tidak akan marah jika melihat mereka sangat dekat?" gerutu Ryu Sera.
"Pak..." sapa Tama yang bari saja sampai dan langsung menghampiri Reyandra di kursi VVIP juga bersama Islandzandi.
"Tama?! Kau sudah pulang? bagaimana keadaan perusahaan di Singapore?"
"Sudah normal kembali pak, dan untungnya saya bisa melihat Launching kali ini..."
"Duduklah disini..."
"Hai Tama.. Lama nggak ketemu makin tampan aja nih..." Tama hanya tersenyum kecut. Sementara Reyandra melihat Islandzandi tidak percaya...
"Kau memujinya?"
"Iya kenapa nggak boleh? Dia emang ganteng kok... Tapi nggak ada yang bisa ngalahin kamu..." ucapnya manja sambil membelai pipi Reyandra. beberapa Staf melihat tidak percaya apa yang dilakukan Islandzandi oada Reyandra.
Tak lama Eolia, Erik, Park Jae Joon dan Madam El datang menghmpiri Reyandra dan duduk di meja Reyandra dan Islandzandi.
"Jadi... Ini adalah..."
"Istri saya..." ucap Reyandra pada Madam El...
Park Jae Joon dan Madam El terdiam memperhatikan Islandzandi.
"Tapi dia bukannya..."
"Benar Joon, dia adalah model yang kami pakai dan model yang kamu pakai juga, dia sempat magang di Svetovska, dan sebenarnya dia adalah model di salah satu Studio Destiny"
"Hah.. Pantas saja... Senang bisa mengenalmu ..."
Islandzandi hanya tersenyum canggung kearah Park Jae Joon dan juga Madam El.