Islandzandi

Islandzandi
Bertemu Pak. Diandra



Di rumah keluarga Diandra… pukul 08.00 pagi.


Pak Diandra dan Bu. Audrey sedang bersantai di belakang rumah sambil melihat tanaman mawarnya yang selama ini sudah dirawat oleh Bu. Audrey dengan ditemani coffe dan teh.



Pak Diandra meneguk coffenya.


"hah… anak itu benar-benar…"


"Aku nggak menyangka keputusan dia saat itu mengubah hidupnya" Audrey.



"Selama ini dia tidak pernah memberi kabar pada kita maupun pada Island." Diandra meneguk kopinya kembali.


"papah ini kayak nggak tau sifat Reyandra aja! dia nggak akan pernah mengeluh sama kita, dia sama kayak almarhum ibu bapaknya. Tapi untung aja Island cerita sama kita kalau Reyandra udah pulang, jadi kita juga nggak akan terlalu kaget liatnya."


"hm… ya, aku juga penasaran bagaimana dia sekarang… meskipun kemarin-kemarin ini kita liat lewat TV tapi kan kita belum pernah liat langsung!"


"hmm… dia pasti tinggi dan ganteng…" ucap Audrey melihat sang suami menggodanya.


Pak Diandra hanya terdiam mengingat perkataan Bu Audrey tentang perasaan Reyandra dan Islandzandi.


Bu Audrey pun menghibur Pak Diandra yang masih kesal. Tak lama Bi Inah datang menghampiri mereka berdua terburu-buru.


"Pak… Ada tamu yang mencari ibu sama Bapak…"


Pak Diandra dan Bu Audrey saling pandang.


"Siapa lagi yang bertamu pagi-pagi?"


Bi Inah hanya tersenyum kearah Pak Diandra dan Bu Audrey yang masih bingung penasaran. Tak lama Reyandra berjalan kearah mereka berdua menyusul Bi Inah.


"Selamat pagi Om, Tante…" ucapnya tersenyum berdiri di depan mereka sedikit menunduk.



"Reyandra?!" ucapnya sambil berdiri kaget semantara Pak Diandra terdiam melihat kearah Reyandra tanpa berkata-kata.


"Kamu tau?! Baru aja kita lagi ngomongin kamu… Eh ternyata kamu dateng…" ucap Audrey tersenyum hangat pada Reyandra.


Reyandra tersenyum kearah Bu Audrey lalu melihat kearah Pak Diandra yang masih terdiam.


"Aku pikir kamu sudah lupa sama kami…" ucapnya sinis melihat kearah Reyandra masih marah.


"Oh ayolah Pah, Reyandra baru pulang dan masih mengunjungi kita loh…"


Reyandra tersenyum kecut. "Saya minta maaf Om, selama ini saya tidak memberi kabar pada Om dan tante karena saya takut kalian akan khawatir…"


"Tuh kan Pah… Apa aku bilang! Udah ah jangan ngambek terus… Duduk Rey! Eu... bi, tolong ambilkan minum untuk Reyandra ya!"


"Iya bu…" ucap Bi Inah hendak pergi ke dalam rumah. Reyandra melihat ke arah Bi Inah.


"Bi Inah… makasih ya Bi, sudah ingat sama saya…"


"Sama-sama Den Rey…" ucap bi inah tersenyum lalu berlalu dari hadapan mereka.


"Island bilang kamu pulang kesini lima hari yang lalu… Sepertinya baik-baik saja tanpa kami ya, Rey?! Kukira kamu sudah lupa dengan rumah ini…" ucap Diandra masih dengan nada sindiranya.


Reyandra tersenyum. "Tentu saja saya tidak lupa sama rumah ini… Selama lima hari ini saya harus mengurus kepindahan saya kesini dan menyiapkan data untuk saya bekerja nanti disini…"


"Oh, kamu akan bekerja disini? Jadi kamu akan tinggal disini lagi dong, Rey?" ucap Audrey kesenangan.


Reyandra terdiam melihat Pak Diandra yang sedang melihat ke arahnya. "Iya Tante… saya ditugaskan untuk mengurus cabang perusahaan yang ada disini…"


"Kau hanya ditugaskan oleh perusahaanmu atau ada alasan lain?"


"Pah…" sanggah Bu Audrey.


"sebelumnya saya memang merencanakan pulang tahun ini dan keluar dari perusahaan, tapi… Ternyata Direktur Utama tidak ingin saya keluar dari perusahaannya dan mempercayakan saya menangani perusahaannya yang ada disini…"


"Wah.. kamu bener-bener hebat Rey! terus kehidupan kamu disana bagaimana? Pasti sangat keras kan?! Semenjak kamu lulus SMA, kamu tidak pernah menerima uang dari kami lagi. Malah kamu mengembalikan uang yang selama ini kami kirim untuk biaya sekolahmu disana…"


Reyandra tersenyum menerawang.


"Ya, setelah saya disana saya mencari pekerjaan untuk melanjutkan sekolah dan kehidupan saya agar saya tidak terlalu bergantung pada kalian… Saya juga bertemu dengan sosok seperti Om Diandra disana, beliau juga sangat membantu saya sampai saya seperti sekarang, dan sekarang… Giliran saya yang membantunya untuk mengurus cabang perusahaannya yang ada disini…"


"Kau tahu kalau kami sangat khawatir sekali… Dan kamu sudah menjadi salah satu pengusaha termuda dan sangat diincar oleh perusahaan-perusahaan besar disana…"


Reyandra hanya terdiam sambil tersenyum pahit. "Sangat tidak mudah untuk mencapai tahap itu Tante…"


"Kami tau… Lalu bagaimana kamu bisa melalui semua itu?"


"Kuncinya hanya satu Tante…"


Bu Audrey melihat kearah Reyandra berkaca-kaca sambil tersenyum bangga.


Sementara Pak Diandra tahu magsud kata kunci itu langsung mengernyitkan dahinya.


"Di perusahaan mana kau bekerja?" ucapnya mengalihkan pembicaraan.


"Svetovska Company Om, di bidang IT dan programmer. Kebanyakan sih membuat aplikasi dan program… Tapi selebihnya kita membuat game untuk android..."


Bu Audrey terdiam melihat kearah Pak Diandra.


hah… papah sensitive banget sih… pake ngehindarin obrolan Reyandra tentang Island… padahal aku sih setuju aja.. Reyandra itu tipe suami ideal banget…


"Aku hanya menyesal tidak melihat kelulusanmu sebagai magister termuda disana… Padahal dulu aku dan Ayahmu Raizel ingin sekali melihatmu lulus…" ucap Diandra akhirnya mengenang kebersamaannya bersama Raizel Ayahnya Reyandra waktu masa muda mereka dulu.


Reyandra hanya tersenyum kearah Pak Diandra. Dan mereka pun berbincang-bincang setelah lama tidak bertemu.


"Apa kau sudah menemui kedua orang tuamu?"


"Sudah Om, hari kedua saya di Indonesia saya mengunjungi mereka dan saya akan sering mengunjungi mereka sekarang!" jawab Reyandra sambil tersenyum menerawang kearah tanaman Mawar Bu Audrey.


"Tante masih mengurus mawarnya?"


"Tentu saja, di usia tante sekarang tante lebih fokus pada tanaman… Yaaaa, itung-itung mengisi kekosongan selama Om Diandra pergi kerja…"


"Masih cantik seperti dulu…" melihat bunga mawar kagum.


Bu Audrey terdiam berfikir.


"Ya?" terkejut melihat Bu Audrey.


"Kamu kesini bukan hanya ingin bertemu dengan kami kan?!"


"Saya kesini karena memang ingin bertemu dengan Om dan Tante…"


"Kalo begitu kenapa kamu nggak bangunin dia aja? Kayak dulu…"


Bu Audrey menarik tangan Reyandra berjalan ke Ruang tengah lalu mendorong tubuh Reyandra kearah tangga.


"Sana kamu bangunin Island, dia pasti seneng! Kamu masih ingat kan kamarnya?! Oia, kalo kalian ada rencana mau pergi, sarapan disini dulu ya…"


Reyandra tersenyum dengan keusilan Bu Audrey yang memang selalu sama seperti dia waktu kecil…


Sementara Pak Diandra masih terdiam di halaman belakang.


Haaaahh... Suasana di rumah ini tidak pernah berubah… Sikap Tante Audrey yang selalu usil juga masih tetap sama. Hanya saja… Entah kenapa sikap Om Diandra sedikit berubah… Apa karena masih marah karena saya tidak mau menerima bantuannya?


Reyandra pun masih terdiam canggung lalu perlahan naik ke tangga dan berdiri depan kamar Islandzandi ragu-ragu.


Reyandra menarik nafas lalu membuka pintu kamar Islandzandi perlahan.


Suasana kamar Islandzandi pagi itu masih tertutup tirai. Pintu Kamar Islandzandi terbuka perlahan, Reyandra masuk dan berjalan perlahan sambil memperhatikan sekeliling kamar Islandzandi. Banyak photo Islandzandi yang dipajang karena dia seorang model, juga ada beberapa photonya dengan Aufar. Reyandra terdiam saat melihat photo yang ada di samping tempat tidur Islandzandi lalu mengambil photo itu, di photo itu Islandzandi sedang berpelukan dengan Aufar sambil tertawa lepas.



Reyandra melihat Islandzandi masih tertidur pulas sambil mendekatkan wajahnya kearah Islandzandi. Reyandra hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, saat Reyandra akan berjalan ke dekat jendela, tiba-tiba tangan Islandzandi memegang tangan Reyandra tidak sengaja lalu menarik tubuh Reyandra kearahnya sampai tubuh Reyandra terjatuh keatas Islandzandi tapi Reyandra langsung menahan badannya agar tidak ke tubuh Islandzandi sementara tangan yang satunya lagi masih dipegang oleh Islandzandi..


"****!! Island… Apa yang kamu---" melihat wajah Islandzandi yang sedang tertidur dengan kagum.


"Rey…" ucapnya masih dengan mata tertutup.


Reyandra tersenyum melihat Islandzandi.


Hmm... kau bermimpi apa tentang saya Island?


Islandzandi pun memeluk leher Reyandra dan mendekatkan wajah Reyandra kearahnya lalu menciumnya. Reyandra pun terdiam melihat wajah Islandzandi yang sedang ada dihadapannya itu dengan jantung yang makin berdegup.



Islandzandi membuka matanya sedikit. "hhmm… Rey!"


"hm?" gumam Reyandra tegas sebagai jawaban.


Islandzandi terdiam kaget lalu membuka matanya lebar kearah Reyandra.


"Ini… Ini bukan mimpi ya?"


Reyandra berdiri dan membenarkan posisinya melihat Islandzandi gugup.


"Cepat mandi! Hari ini kita pergi! Saya tunggu dibawah!" ucapnya sedikit salah tingkat karena sudah diberi ciuman selamat pagi oleh Islandzandi lalu Reyandra pun berjalan keluar dari kamar Islandzandi.


Sementara Islandzandi masih terdiam lalu tersenyum melihat Reyandra keluar dari kamarnya.


"Heol... Gue tadi nyium Reyandra kan? Bukan mimpi kan?! Kyyyaaaaaaaaa..... Tapi ngapain dia kesini? Kok kemaren malem nggak cerita kalo dia mau kerumah." gerutunya kegirangan.


**


Di ruang makan… pukul 09.30 pagi…


Pak Diandra, Bu Audrey dan Reyandra sedang makan sarapan mereka sambil berbincang-bincang.


Pak Diandra tersenyum kecut.


"Apa kalian akan pergi? Kok Island masih tidur? Biasanya kalo ada janji dia bangun pagi!"


"Iya Om, Saya memang nggak bilang sama Island kalau sekarang akan pergi… Sekalian saya menengok Om sama tante… Ada beberapa barang yang mesti saya beli dan saya ingin Island yang mengantar, boleh kan Om?"


"Ck... Kenapa kamu minta ijin saya? Kan yang kamu ngajak Island…"


"Tapi kan Om papahnya Island, jadi bagaimana pun juga saya harus meminta ijin dari Om terlebih dulu… Meskipun Island sekarang sudah dewasa dan mungkin sudah tidak perlu ijin dari Om… "


"Tentu aja di ijinin… Island juga pasti senang kok…"


Reyandra hanya tersenyum kecut sambil menunduk. Tak lama Islandzandi berjalan kearah mereka.



"Pagi pah, mam!" sapa Islandzandi yang baru turun dari kamarnya sambil mencium pipi kedua orang tuanya.


"Hm… Sekarang kan udah ada Reyandra… Rey, tolong bilangin sama Island agar jangan terlalu sexy dalam berpakaian kalo keluar rumah…"


"Ya.. Ya… Oia Rey, kok kemaren malem nggak bilang kalo mau jalan?"


"memangnya kenapa? Kamu udah ada janji?"


"Nggak sih!" jawabnya sambil cemberut.


Cuma rencananya hari ini gue mau ketemu Aufar…


Reyandra terdiam melihat kearah Islandzandi lalu mereka pun menyelesaikan sarapannya sambil berbincang tentang kehidupan Reyandra selama di LA.


Sementara Pak Diandra memperhatikan Reyandra dengan serius.


Beberapa menit kemudian saat Reyandra dan Islandzandi selesai sarapan… Mereka pun berpamitan pada Pak Diandra dan Bu Audrey.


Reyandra dan Islandzandi berlalu dari hadapan Pak Diandra dan Bu Audrey dengan mobil hitamnya.


Sementara Pak Diandra terdiam, Bu Audrey melihat pandangan suaminya langsung menggenggam tangannya.


"Udahlah pah, biar anak-anaknya aja nanti yang menentukan, emangnya kamu nggak mau menantu kayak Reyandra? Bukanya kamu juga udah tau sifat Reyandra dari kecil? Kamu juga tau orang tua Reyandra kayak apa semasa hidupnya… Aku setuju kok kalo Reyandra jadi menantuku, dia ganteng, pintar, dan sekarang dia juga udah jadi laki-laki yang hebat!"


"Tapi perbedaan umur mereka terlalu jauh Sayang… Dan aku juga---"


"Nggak bisa nerima kalau Island akan menikah dengan laki-laki yang lebih tua? Kalau Islandnya sendiri tidak keberatan kenapa kita harus menentang? Toh di jaman sekarang menikah dengan pria yang lebih tua sudah biasa kan?! Udah bukan hal yang tabu lagi!"


"Iya, tapi tetap aja…" sanggah Pak Diandra berfikir.


Bu Audrey terdiam melihat Pak Diandra yang sedang berfikir cemas. Lalu Bu Audrey menepuk pundak Pak Diandra menenangkannya...