
Di sebuah restoran…
Pukul 19.00 malam…
Keluarga Pak Diandra sedang makan malam Islandzandi Reyandra pun turut ikut dalam acara tersebut.
"Rey, kita ngajakin kamu, nggak ganggu kerjaan kamu kan?"
"Ya nggaklah! Acara ini sangat jarang iya kan? kamu sudah kuanggap sebagai anakku sendiri, dan karena kebetulan kamu sudah ada disini jadi kamu harus ikut makan malam ini…"
Reyandra tersenyum kecut. "Iya Om, saya malah sangat berterima kasih sudah diajak kesini!"
"Oia… Pah, aku kan udah mau masuk semester akhir nih, sebelum nyusun Skripsi aku mesti PKL dulu, dan sesuai jurusan aku akan praktek di bagian Desain di perusahaan lain… Papah nggak keberatan kan?"
Reyandra, Pak Diandra dan Bu Audrey melihat kearah Islandzandi serius.
"Ya nggak apa-apalah kan itu buat nilai kamu juga, semakin bagus perusahaannya akan semakin bagus juga nilaimu kan?!"
"Awalnya kan aku mau magang di kantornya papah." ucap Island merasa bersalah melihat kearah pak Diandra.
Pak Diandra hanya terdiam. Reyandra pun terdiam melihat Pak Diandra.
Reyandra menghela nafas panjang. "Memangnya kamu sudah tau mau di tempatkan di perusahaan mana nya?"
"Hhmm... (berfikir) kalo nggak salah sih Pak Indra bilang di Svetovska Company..."
Reyandra yang sedang minum pun tersedak, sementara Pak Diandra dan Bu Audrey terdiam saling pandang.
"Kamu nggak tau? Perusahaan itu kan---"
"Eu... Tante... Sepertinya perusahaan itu cukup bagus untuk Island..." ucapnya melihat kearah Bu Audrey dan Pak Diandra sambil menggeleng.
"Memangnya kamu nggak tau perusahaan itu?"
Islandzandi terdiam heran. "Emang aku mesti harus tau banget ya? Yang aku tau sih katanya perusahaan itu cukup bagus dan banyak mahasiswa yang mengincar buat kerja di perusahaan itu..."
"Emangnya kamu nggak pengen kesana?"
"Nggak! Aku kan mau bantuin Papah, lagian aku baru denger nama perusahaan itu.... Ya... Maklumlah, mam sama papah tau sendiri kan kalo aku tuh kurang update banget masalah perusahaan..."
"Hah... Iya deh iya... (melihat Reyandra yang hanya terdiam sambil tersenyum) Eh, trus pemotretannya gimana?"
"Aku masih kerjasama sama Aslan, tapi aku akan bilang sama Aslan supaya jangan terlalu rutin ngambil jobnya…"
"Apa nggak cape? Papah aja yang tiap hari Cuma pergi ke kantor cape apalagi kamu?"
"Pokoknya aku bakalan ngelakuin yang terbaik, biar papah bisa bangga sama Island… (beranjak dari tempat duduknya dan berjalan kearah Pak Diandra dan memeluk Pak. Diandra dari belakang) Makasih ya Pah…"
Reyandra hanya mengelengkan kepala melihat kearah Islandzandi sambil tersenyum.
"Kamu liat sendiri kan Rey? Aku nggak bisa menang sama Island…"
"Benar sekali Om… Sifat Island yang satu ini dari dulu memang belum berubah" ucap Reyandra bercanda sambil tersenyum kearah Islandzandi.
Islandzandi pun hanya tersenyum kearah Reyandra.
"Dimakan Rey, kau harus banyak makan, kamu keliatan kurusan soalnya…" Sambil memberikan makanannya pada Reyandra.
"Iya terima kasih Tante…"
"Aku mau itu a..." ucapnya manja pda Reyandra minta disuapinya.
Reyandra pun menyuapi Islandzandi lalu menepuk kepalanya.
Pak Diandra memperhatikan Reyandra. Mereka pun tertawa dan mulai makan malam dan berbincang masalah pekerjaan Reyandra maupun pekerjaan Pak Diandra.
**
Di halaman belakang rumah Pak Diandra...
Pukul 21.00 malam...
Pak Diandra dan Reyandra terdiam duduk sambil merokok...
"Rokok Rey?!" menyodorkan rokonya pada Reyandra.
"Iya Om..." mengambil rokok itu lalu menyalakannya.
"Aku pikir kamu nggak merokok..."
"Kadang-kadang Om, kalau lagi ada masalah dikantor..."
"Hah... sama kalau begitu... (tersenyum lalu terdiam serius) Rey, nanti kalau Island memang benar magang di perusahaanmu... Aku titip dia ya... Dan, kalau Island sedikit melenceng tolong tegur dia layaknya seperti pegawai lain... Aku tau pasti kerjaanmu banyak tapi...
"Saya mengerti Om... Saya juga kaget ketika tadi Island bilang perusahaan yang dipilih oleh kampusnya adalah Svetovska Company.... Karena saya juga baru tau kalau perusahaan itu bekerjasama dengan Universitas...
Pak Diandra melihat Reyandra. "PR kamu pasti banyak ya Rey..."
"Ya, begitulah Om... Banyak sekali masalah yang harus saya selesaikan dan harus saya tangani, belum lagi kerjasama dengan perusahaan lain..."
"Aku yakin kamu bisa mengatasinya, aku tau kamu seperti apa, apalagi ketika tau kamu mendapat penghargaan yang sangat luar biasa sekali... Kedua orang tuamu pasti bangga sekali padamu Rey..."
Reyandra hanya terdiam sambil tersenyum kecut.
**
Di ruang TV… Pukul 01.30 pagi…
Reyandra sedang terdiam melamun menatap laptopnya yang masih menyala diatas mejanya.
Tak lama ada yang membuka pintu masuk dan Erik berjalan kearahnya duduk di sisi Reyandra.
"Hyung…" ucapnya sambil tersenyum melihat Reyandra.
"Hm… (melihat kearah Erik) kau sudah pulang?" lalu kembali berkutat dengan laptopnya.
"Hm… (berjalan kearah dapur dan membawa botol air dari dalam kulkas kemudian berjalan lagi menghampiri Reyandra duduk disisinya) Sedang apa? Serius amat sampe nggak tau kalo aku udah pulang…"
Reyandra tersenyum kecut. "Kau tidak liat aku sedang kerja… Lalu bagaimana kerjaanmu? Bukannya kamu sudah dapat pekerjaan?"
"Hm... Sejauh ini sih lancar! Minggu besok majalahnya keluar… akau pasti akan terkejut!" ucapnya tersenyum kearah Reyandra.
Reyandra terdiam. "Kamu kerja di sebuah majalah? Jangan bilang kamu jadi model lagi?"
Reyandra terdiam sambil menggelengka kepalanya tersenyum. "tidak!"
Erik melihat Reyandra curiga. "Jangan bilang cewek rese itu yang menyuruhmu untuk bertanya?!"
"Dia adalah saudaramu satu-satunya… kau harus menghormatinya…"
"Aku itu nggak kayak kamu yang selalu baik sama semua orang! dan kamu juga tau kalo aku nggak bisa akur sama Eolia?!"
"Eolia bilang Ibumu ingin bertemu denganmu! Setelah pulang kesini kau belum menemuinya kan?!"
"Kau tau dia bukan ibu kandungku!"
"Meskipun bukan tapi kan dia sayang padamu, buktinya dia menanyakan kabarmu…"
Erik terdiam. Reyandra melihat kearah Erik sambil menggelengkan kepalanya tersenyum. Lalu kembali melihat kearah laptopnya. Tak lama Erik mengambil dompetnya dan mengambil kartu lalu mengembalikannya pada Reyandra.
"Nih..." Tersenyum kearah Reyandra.
"Ini kan... (bingung) memangnya kamu udah dapet gaji?!"
"Yupz... karena aku sudah menyelesaikan pemotretan jadi tadi bagian Administrasi memberikan kartu dan gaji pertamaku kerja disini... Thank you Rey... kamu bener-bener sangat membantu! Lain kali aku traktir deh." ucap Erik sambil tersenyum.
"Kau ini..."
**
Beberapa hari kemudian.
Di Svetovska Company…
Pukul 11.00 siang…
Di ruangan Reyandra…
Reyandra sedang membuat power point di dalam laptopnya.
Tak lama Ryu Sera mengetuk pintu dan masuk ke ruangan Reyandra sambil membawa berkas-berkas di dalam map.
"Ya?"
"Ini pak, surat dari Universitas Saimdang, mereka mengirimkan nama-nama siswa yang akan masuk ke perusahaan sebagai pegawai magang selama tiga bulan..."
Reyandra terdiam. "iya (sambil menerima map pemberian Ryu Sera dan membacanya) Oia, sejak kapan perusahaan ini bekerjasama dengan Universitas? Dan, Universitas mana saja yang bekerjasama dengan perusahaan kita?"
Ryu Sera pun menjelaskan ada berapa Universitas dan sudah berapa lama mereka bekerjasama dengan Universitas selain Saimdang...
Sementara Reyandra membaca surat dari Universitas saimdang yang menerangkan beberapa Mahasiswanya akan bekerja sebagai pegawai magang disana, Reyandra pun membuka lembar kedua yang menerangkan nama-nama siswa yang akan magang disana.
Tertulis Islandzandi, Karin dan Haura yang masuk disana dan nama yang terakhir adalah Aufar.
Ah, dia juga masuk kesini...
"Apa divisi lain sudah diberitahu tentang surat lamaran ini?"
Ryu Sera tersenyum. "Iya, sudah pak, berkasnya saya simpan di mejanya masing-masing kepala Divisi…"
"Tolong beritahu Pak Ronald, dan pimpinan dari Divisi lain untuk datang ke ruangan saya nanti jam lima sore, saya ingin membahas masalah ini dengan mereka…"
"Baik Pak... Apa ada lagi yang bisa saya bantu?"
Reyandra melihat Ryu Sera tersenyum. "Tidak, terima kasih! Kamu bisa pergi sekarang…"
"Baik! saya permisi pak…"
Akhirnya Pak Reyandra liat gue juga… nggak sia-sia gue dandan buat dia... (tersenyum) dia belum punya pacar kan?
Ryu Sera keluar dari ruangannya Reyandra meneruskan pekerjaannya kembali.
Gumam Ryu Sera terdiam di balik pintu ruangan Reyandra sambil tersenyum sendiri.
**
Di kursi Sofa ruang Direktur…
Pukul 15.30 sore...
Pak Ronald dan beberapa Staf Divisi lainnya sedang terdiam dan sebagian lagi membaca surat dari Universitas Saimdang.
Sementara Reyandra yang baru saja selesai dengan kerjaannya ikut duduk di antara mereka dan ikut membaca data para pelamar.
"Maaf kalian jadi menunggu lama... mari kita mulai saja... Saya akan langsung ke intinya, selama ini yang mengurus masalah kerjasama dengan universitas siapa?"
"Saya Pak..."
Reyandra terdiam melihat pak Ronald sambil berfikir. "Bisa saya minta laporannya? Ini kan sudah berlangsung dengan sangat lama... Pasti setiap taun ada laporannya kan?"
Pak Ronald hanya terdiam. Rapat pun berlangsung dengan sangat lama. Pukul tujuh malam mereka baru selesai dan baru keluar dari ruangan Reyandra. Reyandra yang sedang membaca laporan dari Pak Ronald hanya bisa terdiam kecewa lalu melemparkan laporan itu keatas meja di depannya kesal.
Tak lama dia beranjak dari tempat duduknya sambil mengambil laporan itu lalu memanggil Eolia lewat Iphone Kantornya.
Beberapa menit kemudian... Saat Reyandra masih membaca peraturan dan laporan dari Pak Ronald, tiba-tiba Eolia datang tanpa mengetuk pintu terlebih dulu lalu menghampiri Reyandra.
"Kenapa Rey? (menghampiri Reyandra dan duduk di depan Reyandra) Apa ada masalah?"
"Banyak! Dan semuanya salah! Hah... (menghela nafas) Baru kali ini saya menemukan hal seperti ini..." Eolia mengerutkan halisnya melihat Reyandra yang sedang pusing.
"mangnya ada apa sih?! Masalah apa lgi sekarang?!"
"Mulai sekarang kau juga mengurus kerjasama antar Universitas dengan perusahaan kita... (Eolia melihat kearah Reyandra tidak mengerti) Bacalah laporan ini, dan tolong selesaikan... Saya benar-benar tidak bisa berkata-kata membaca laporan ini..."
Eolia membaca laporan yang bekerjasama antara Universitas lain dengan perusahaannya.
"Hah... Seriosly Rey? Ini yang disebut laporan? Memangnya mereka tidak tau bagaimana seharusnya alur dari kerjasama tersebut? (berfikir) Yaaa.... Yang mengurus kan Ronald, ya dia kan hanya ingin uang mereka saja. Uang itu dia simpan sendiri tanpa memberi pada pegawai lain yang sudah ikut mengurus juga."
"Maka dari itu, ini akan menjadi tanggung jawabmu... Bukabkah ini keahlianmu kan?" ucapnya meligatvke arah Eolia.
Eolia tersenyum. "Ok, ini nggak seberapa, aku akan menyelesaikannya dengan benar! Kamu tenang saja!"
"Hah... (menarik napas lega) thanks god you’re here when i needed..."
"It’s okay, mau makan? Aku belum makan sama sekali dari tadi..."
Reyandra terdiam berfikir. "Baiklah..."