Islandzandi

Islandzandi
Liburan 1



Di Svetovska Company…


Pukul 13.00 siang…


Karyawan yang akan pergi berlibur sudah mulai pulang satu persatu untuk menyiapkan perbekalan mereka karena mereka akan berangkat pukul 19.00 malam nanti…


sementara Islandzandi sedang terdiam di depan lobby menunggu Haura dan Karin.


Tak lama Aufar datang menghampirinya.


"Guys.. Sorry ya, gue nggak bisa ikut, soalnya bokap minta gue buat temenin dia ke luar kota… Ya meskipun dia sendiri juga bisa sih, tapi gue pikir apa salahnya buat nganter dia…"


"Iya gue ngerti! Have fun ya lo disana… Gue juga sebenernya nggak mau ikut, tapi nggak enak sama Bu Khanza soalnya lo juga nggak bisa dateng kan jadi ya… Mau nggak mau gue yang wakilin lo…."


"Thank you ya… Mau gue anterin pulang? Apa laki lo jemput?"


Islandzandi mengernyit. "Gue lagi nggak…"


"Lo berantem lagi sama dia? Sekarang apa lagi? Gue pikir kalian udah nggak akan berantem-berantem lagi… Hmm… Kalo gitu gue masih bisa dapet kesempatan buat dapetin lo lagi…" candanya.


"Aufar… Gue lagi nggak mau becanda nih!"


"Tapi seriusan Island, kalo gue bener-bener jadi nikah sama lo, gue pasti bakalan bahagiain lo dan nggak nyia-nyiain lo…"


Islandzandi pun terdiam. Lalu Islandzandi dan Aufar pergi meninggalkan Lobby Svetovska Company… Alditra yang dari tadi memperhatikan Islandzandi dan Aufar terdiam, tak lama handphonenya berbunyi dan saat dia melihatnya ternyata dari PaknJenny.


“Iya Om?” jawab Alditra.


"Aufar sudah saya bereskan, kau bisa memulai aksimu tanpa takut ada Aufar… Jadi jalankan rencanamu pada perempuan itu!”


Alditra terdiam. “Baik Om… Saya akan melakukan apa yang Om suruh…”


Alditra pun menutup telponnya dan terdiam memperhatikan Islandzandi dari jauh sambil berfikir.


***


Di Apartement Reyandra…


Pukul 17.00 sore…


Islandzandi sedang mengepack barang-barang yang akan dia bawa. Sementara Reyandra yang baru keluar dari ruang kerjanya melihat kearah Islandzandi.




"Kau sudah bersiap-siap?" tanya Reyandra.


"Hm… Kamu nggak akan ikut?" melihat Reyandra yang masih santai.


"Ikut, tapi… Saya tidak akan membawa banyak barang! (melihat tas sedikit besar berada di bawah tempat tidurnya) Island, berapa banyak yang akan kau bawa?"


"Aku bawa satu tas kok… (melihat tas yang ada di bawah tempat tidurnya) Itu punya kamu… Tadi aku udah siapin… Kenapa? Kamu nggak suka? Kalo nggak suka ya nggak usah dibawa!" ucapnya ketus.


Reyandra tersenyum kearah Islandzandi.


"Nggak, meskipun jawabanmu masih ketus pada saya tapi ternyata kamu memperhatikan saya… Terima kasih ya Island…" berjalan kearah Islandzandi dan memeluk Islandzandi erat.


Islandzandi hanya tersenyum.


Tentu aja gue masih merhatiin dan ngurus lo, kalo bukan gue siapa lagi? Eolia? Hah jangan harap gue ngijinin ya!


***


Di Svetovska Company…


Pukul 18.00 malam…





Seluruh karyawan sedang di depan lobby menunggu bis yang akan mengantarkan mereka ke tempat tujuan mereka.


Reyandra sedang duduk di lobby sambil mencoba camera lamanya yang tidak pernah dia pakai lagi selama di LA.


Sementara Erik dan Eolia sedang duduk di depan Reyandra sedang memperhatikan Reyandra. Sedangkan Islandzandi, Haura, Karin dan Alditra sedang menunggu berdiri diluar lobby sambil mengobrol.


"Kamu bawa camera? Sudah lama kamu tidak bawa-bawa camera setelah lulus kuliah. (melihat kearah Reyandra yang hanya tersenyum) Hah… Mentang-mentang istrimu seorang model…" ucapnya Eolia sinis.


"Saya sudah lama punya camera ini dan jarang sekali memakainya… Jadi saya hanya ingin mencobanya saja…" ucapnya sambil menyorotkan Cameranya pada Islandzandi yang sedang tertawa bersama Alditra.


Reyandra pun terdiam memperhatikan mereka berdua.


Sementara Erik melihat kearah Reyandra sambil memperhatikan Islandzandi dan Alditra.


Erik melihat kearah Islandzandi dan teman-temannya. "Hyung, siapa cowok yang bareng Island? kok deket banget! Lagian aku perhatiin kayaknya Islandzandi nggak terlalu seneng dengan liburan ini… Apa kalian ada masalah?"


Reyandra hanya terdiam melihat kearah Islandzandi yang sedang memaksakan senyumnya demi teman-temannya.


"Jangan ikut campur dengan rumah tangga orang lain… (melihat Erik) Terus kenapa kamu ada disini? Kau bukan bagian dari mereka…"


"Aku adalah kekasih dari salah satu karyawan disini…"


Eolia melihat kearah Erik. "Hah kau yakin? Apa kau lupa kalau kau sudah di jodohkan dengan wanita dari keluarga…"


"Aku nggak mau dijodohkan! Aku hanya mau menikah dengan Haura titik!"


"Kita lihat saja nanti, apa ayah setuju kalau kau memilih calon istrimu sendiri…"


"Kau sudah dijodohkan? Apa Haura tau?!"


Erik hanya terdiam. Reyandra hanya tersenyum sambil menggeleng. Tak lama bis yang ditunggupun datang.


Reyandra, Erik dan Eolia pun keluar dari lobby. Para karyawanpun mulai menaiki bis satu persatu sesuai dengan staf bagian masing-masing.


Haura dan Karin meninggalkan Islandzandi dan Alditra untuk masuk ke bis staf bagian marketing.


Sementara Alditra membantu Islandzandi membawakan tasnya dan menyuruh Islandzandi masuk.


Reyandra hanya terdiam memperhatikan Islandzandi dari jauh. Bu Khanza, Pak Ronald dan Staf bagian lain menghampiri Reyandra, Eolia dan Erik.


"Pak Reyandra dan Bu Eolia mau masuk ke bis mana ya?"


"Apa bis yang ditumpangi Bu Khanza masih kosong? Karena kami ingin ikut di bis itu." ucap Eolia sambil menggandeng lengan Reyandra.


Reyandra melihat kearah Eolia kaget.


"Ah, baik di bis kami masih ada kursi kosong kok… Kalau begitu mari saya akan antarkan dan simpan barang bawaannya…"


"Tidak usah, biar saya bawa sendiri saja!


Pak Ronald memperhatikan Reyandra dan Eolia. Lalu melihat ke Bis yang ditumpangi Islandzandi dan melihat Islandzandi sedang melihat kearah Reyandra. Pak Ronald pun tersenyum. Reyandra dan Eolia berjalan dan masuk ke bis yang ditumpangi oleh Islandzandi dan duduk di depan dekat supir.


Alditra melihat kearah pandangan Islandzandi. "Are you alright?"


"Hm… No… I’m not good to see my husband sitting with his first love…"


Alditra tersenyum lalu mengelus kepala Islandzandi. "Sabar ya… Kamu udah bilang sama Bu Khanza kalo kamu akan satu kamar sama Karin? Bagian Marketing?"


Islandzandi mengangguk. "Udah lagian dia nggak permasalahin kok!"


Mereka pun menikmati perjalanan untuk liburan. Setelah beberapa jam perjalanan…


***


pukul 04.00 pagi…


Bis pun terparkir di sebuah taman halaman yang cukup luas.


Para karyawan yang sedang tertidurpun terbangun dan mulai bersiap turun, begitu juga dengan Alditra yang baru terbangun dari tidurnya lalu melihat keluar jendela. Tak lama Islandzandi pun bangun dan melihat keluar jendela juga.


"Kamu udah bangun?"


"Hm… Udah nyampe ya? Jam berapa sekarang?" ucap Islandzandi mengucek matanya sambil menguap ditutupi tangannya.


"Jam empat pagi…" jawab Alditra sambil mengambil tas yang ada diatasnya.


Mereka pun turun dari bis, begitu pun dengan Eolia dan Reyandra yang berjalan ke dekat lobby Hotel.


Sementara itu Alditra dan Islandzandi masih berdiri di dekat bis sambil menunggu bis yang lain datang.


Alditra melihat sekeliling. "Hei, mau liat matahari terbit?"


"Emang bisa?"


"Bisalah! Apa sih yang nggak bisa buat Alditra?!" candanya.


"Ok, tapi gue ke kamar dulu deh, nyimpen barang-barang. Tapi kok bis yang lain belum dateng sih?"


Alditra melihat Islandzandi. "Mmmhh… mungkin bentar lagi, gue bantu deh…"


"Nggak usah…"


"Udah sini tasnya…" mengambil tasnya Islandzandi sedikit memaksa.


Sementara Reyandra hanya melihat kearah Islandzandi dari kejauhan!


"Hah, kau cemburu karena Island dekat dengan Alditra?"


Reyandra hanya terdiam tidak menjawab. Tak lama Bis yang lain pun datang.


Karin Haura dan Erik pun turun dan berjalan kearah Islandzandi dan Alditra yang sedang berdiri melihat pemandangan.


"Wuuaaaahhhh keren ya!!"


"Eh, Alditra ngajakin liat matahari terbit diatas, kalian mau ikut?"


"Seriusan? Dimana? Gue mau deh…" Karin melihat Alditra yang tersenyum terpaksa.


"Gue kayaknya absen dulu… Dan gue juga nggak akan sekamar sama kalian, gue bakalan sekamar sama Erik (melihat Erik tersenyum) Nggak papa kan?" ucap Haura tersenyum.


"Hm… Liburan gini moment penting buat honeymoon" sindir Erik melihat Islandzandi.


"Stop it Erik!"


"Mmmhhh… Kacian yang nggak bisa beduaan sama suaminya…"


"Shuuut! Kita pergi aja sebelum ada bom meledak!" candanya sambil merangkul Haura pergi dari hadapan Islandzandi.


"Percuma gue sekamar sama dia juga, dia nggak bakal nyentuh gue!"


Alditra dan Karin hanya terdiam.


"Ya udah ini mau ditaro dimana?" tanya Alditra mengalihkan pembicaraan sambil memperlihatkan tas Islandzandi.


"Ya udah yuk kita nyari kamar!" ajak Karin pada Islandzandi.


Saat Islandzandi hendak pergi tiba-tiba handphonenya berdering. Islandzandi melihat kearah Handphone itu ternyata dari Reyandra, Islandzandi langsung melihat kearah Reyandra yang berada di seberangnya.


Karin melihat kearah Islandzandi. "Reyandra tuh, terima dulu sana! Kasian dia nggak bisa barengan sama lo selama disini!"


"Ya udah lo duluan aja, tar gue nyusul!"


"Ya udah yuk Al…"


"Kita duluan ya…" ucap Alditra oada Islandzandi.


Karin dan Alditra pun meninggalkan Islandzandi. Sementara Islandzandi mengangkat telpon dari Reyandra.


“Ya?”


“Kau baik-baik saja?”


“Menurut kamu?”


"Maaf saya tidak bisa satu kamar sama kamu…"


“Iya, nggak apa-apa (melihat kearah Reyandra) Asal kamu satu kamar sendiri…”


“Tentu aja saya sendiri! (melihat ke arah Eolia) Island tolong jangan berfikir yang tidak-tidak!” melihat kearah Islandzandi dari kejauhan.


Islandzandi tersenyum. “Ya udah aku masuk dulu…”


"Oh iya, nanti siang mereka pasti bikin acara, jadi kamu harus banyak istirahat”


“Iya… Ya udah aku masuk dulu nih!”


Islandzandi pun menutup telponnya dan pergi kedalam.


Sementara Reyandra hanya terdiam sambil tersenyum melihat kepergian Islandzandi.


"Akhirnya dia tersenyum juga, ya, meskipun dia masih menghidari saya… Sikapnya masih dingin, hubungan kami sudah mulai ada jarak… (terdiam berfikir) Saya tidak mau seperti ini… Island… Andai saja kamu mengerti perasaan saya sekarang…" gumam Reyandra dalam hati.


"Erik, dia akan satu kamar dengan temannya Island kan? Hah… Apa kau juga akan sekamar dengan Island?"


"Sepertinya saya akan sendiri… Island memilih satu kamar dengan Karin…"


"Mau kutemani?" candanya.


Reyandra tersenyum kecut. "Stop it! This is not funny… Masuklah… Saya akan membawa barang-barangnya"


Mereka pun masuk ke dalam Villa, sementara Pak Ronald memperhatikan Reyandra, Islandzandi dan Eolia dari kejauhan.