
Di Kostan Haura…
Pukul 07.00 pagi…
Suasana kamar Haura masih berantakan karena bajunya dan David bercecer di lantai, sinar matahari sudah mulai memasuki kamarnya.
Haura pun terbangun dan melihat disampingnya masih ada david yang masih tertidur dengan posisi badan david memeluk Haura.
Haura terdiam memperhatikan wajah David. "Hah… gue nggak nyangka bisa tidur bareng lo lagi…"
"Hhmm… Karena lo masih cinta sama gue dan gue juga masih cinta sama lo makanya kita bisa kayak gini lagi… Iya kan?" ucapnya masih memejamkan mata.
"Astaga, David! kirain lo belum bangun…"
"Kalo bisa kayak gini selamanya gue rela kok nggak bangun…"
Haura tersenyum. "Ya… bangun! Cepet mandi trus pergi sana…" ucapnya sambil beranjak duduk menutupi badannya dengan selimut.
David ikut duduk dan melihat Haura serius.
"Ra… nggak bisakah kita balik lagi kayak dulu?"
Haura hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya lalu berjalan ke kamar mandinya.
**
Di Apartement Reyandra,
Pukul 09.00 pagi…
Di kamar Reyandra… Islandzandi yang baru terbangun terdiam melihat keatap langit dan sekitar kamar Reyandra.
"Mmhh... ini bukan di kosan Haura… bukanya kemaren malem dia jemput gue ya… (memegang kepalanya pusing) aakkhh… (terdiam mendengar suara Reyandra di luar kamarnya sedang mengobrol dengan seseorang) Reyandra? (melihat sekitar kamar) I... Ini kamarnya Reyandra? Tapi… Ngomong sama siapa dia?"
Islandzandi pun beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan ke luar kamarnya. Saat dia ke ruang tengah Reyandra dan Tama terdiam sedang berbincang sambil tertawa.
Haah… sumpah adem banget ya, bangun tidur langsung liat muka Reyandra yang lagi ketawa… Eh tapi siapa cowok itu? Kayaknya deket banget sama Reyandra…
Islandzandi memperhatikan Tama dengan seksama.
Loh, cowok itu kan yang nyelamein gue dari penculikan waktu itu… Iya gue inget banget!! Tapi apa hubungannya sama Reyandra?
Tak lama Tama melihat kearah Islandzandi yang berdiri di dekat kamar Reyandra. Reyandra pun terdiam melihat kearah Islandzandi.
"Ah, Nona Island, senang bisa bertemu langsung dengan anda…" ucap Tama sambil berdiri dan sedikit membungkuk kearah Islandzandi
Islandzandi melihat Tama bingung dan dengan polosnya ikut membungkuk juga. "Ah, iya… (tersenyum kecut) Eu… Apa aku ganggu obrolan kalian?" Melihat kearah Tama. Tama hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Kamu udah bangun?! Sini, duduklah…" ucap Reyandra dengan santai sambil menepuk kursi disebelahnya.
Islandzandi pun berjalan kearah Reyandra dan duduk disampingnya cemberut.
"Kamu yang nyelametin aku waktu itu kan? Makasih ya, waktu itu aku nggak sempet ngucapin."
"Sama-sama karena itu sudah jadi tugas saya untuk menjaga nona Island. Dan itu atas suruhan Pak Reyandra..." Islandzandi pun melihat kearah Reyandra.
"Dia adalah Tama, dia yang mengurus disini juga yang mengawasi kamu selama saya berada di LA, dan sekarang dia juga akan membantu saya." Islandzandi pun mengangguk masih merasakan pusing yang menyerang pada kepalnya.
"Eu Rey… Tapi kenapa aku ada disini ya? Bukanya Haura yang jemput aku ya kemarin?"
"Temanmu ada keperluan dengan bartender di club itu jadi dia menelpon saya untuk menjemputmu!"
Islandzandi berfikir keras melihat Reyandra tidak percaya.
"Maksud kamu, Haura dan David? Nggak mungkin..."
"Masa saya bohong! Saya liat sendiri kok mereka ciuman… (mengingat adegan ciuman Haura dan David yang panas) Akh… Sudahlah!"
Tama hanya tersenyum melihat reaksi Reyandra.
"Trus itu apa?" ucap Islandzandi melihat bungkusan diatas meja itu.
"Kenapa? (bingung baru sadar kalau bajunya sudah diganti memakai kaos Reyandra) Loh kok baju aku ganti? Siapa yang gantiin?" Melotot ke arah Reyandra.
"Nggak mungkin saya yang ganti! Saya meminta tolong bibi yang suka membersihkan Apartement ini untuk mengganti baju kamu!"
"Oh…" ucapnya dengan cuek sambil melihat bajunya.
Reyandra terdiam tidak percaya dengan reaksi Islandzandi yang santai.
"kamu nggak ingat kejadian tadi malam?"
"Emang aku kenapa? (teringat kejadian semalam dia muntah di mobil Reyandra dan bajunya kena muntahan Islandzandi dan kelakuan Islandzandi yang teriak-teriak di dalam mobil dan hampir jatuh dari mobil karena setengah badannya keluar dari jendela mobil Reyandra) Aaaakkhh… Maaf ya…" ucapnya menunduk menyesal.
"Lain kali kamu nggak boleh minum sendirian atau dengan sembarang pria!"
Tama tersenyum melihat kearah Islandzandi dan Reyandra.
"Eu…. Kalau tidak ada hal lain saya pamit untuk mengurus sisanya…"
"Ah, iya, terima kasih…"
"Sama-sama Pak…"
"Makasih ya, Tama…" ucap Islandzandi sekali lagi sambil membungkuk.
"Ah, iya mari Pak, Nona..."
Tama pun berlalu dari hadapan Reyandra dan Islandzandi.
Sementara Islandzandi hanya terdiam cemberut kearah Reyandra.
Reyandra terdiam mengingat perkataan Haura tadi malam.
"Mendingan kamu mandi, trus sarapan... saya ydah buat sarapan buat kamu, sama ada obat pengar biar efek mabuk kamu hilang..."
***
"Jadi, ada yang mau kamu bicarakan sama saya?" ucap Reyandra saat mereka berdua sudah duduk sambil sarapan di meja makan.
Islandzandi terdiam kaget juga bingung.
Haura ngomong apa sih sama Reyandra? Dia nggak bilang semua unek-unek gue kemaren kan? gue harus bilang apa sama Reyandra??
Reyandra masih terdiam menunggu Islandzandi bicara melihat kearah Islandzandi serius.
"aku---" ucap Island ragu. Sementara Reyandra menghela nafas.
"Kamu tidak bisa melepaskan Aufar?" ucapnya melihat serius kearah Islandzandi hanya terdiam melihatnya.
Islandzandi terdiam mengerutkan keningnya.
"Aku nggak tau apa yang bakalan terjadi sama Aufar kalo aku bilang aku milih kamu… Dia kecelakaan gara-gara aku… Aku takut dia bakalan ngelakuin hal yang lebih gila lagi Rey… Aku nggak tau gimana caranya agar Aufar bisa ngerti perasaan aku sekarang…"
"Saya mengerti…" Melihat kearah Islandzandi sedih.
Islandzandi pun beranjak dari tempat duduknya menarik Reyandra untuk berdiri lalu memeluk Reyandra erat.
"Island---"
"Cuma sebentar Rey… aku kangen banget sama kamu… (Melihat kearah Reyandra tak lama Reyandra pun membalas pelukan Islandzandi) Kenapa sih harus kayak gini? (Terdiam masih memeluk Reyandra erat) Rey---"
Reyandra terdiam berfikir. "hmmm..."
"Apa aku masih bisa main kesini dan ketemu kamu lagi?"
Reyandra terdiam ragu.
"Tentu saja boleh… kamu bisa main lagi kesini."
Apa saya bisa melihat kamu bersama Aufar?! Nggak mungkin saya melarang Island untuk tidak kesini… Karena saya sudah berjanji kalau dia memilih Aufar saya akan tetap berada disampingnya…
"I love you Rey…" ucapnya sambil masih memeluk Reyandra.
Reyandra hanya bisa terdiam sambil befikir.