Islandzandi

Islandzandi
Bachelor Party



Di Svetovska Company…


Pukul 22.30 malam…


Di ruangan Direktur…


Reyandra masih duduk terdiam melihat ulang video yang dikirimkan Erik saat prosesi tadi siang.


Reyandra pun mengerutkan keningnya saat kata-kata Pak Diandra yang terakhir, Reyandra lalu menyentuh keningnya menahan tangisnya karena sedih.


"Ahk… Jadi sesedih ini ya melepaskan anak perempuan kepada calon suaminya… Baru tahu kalau emosinya akan seperti ini" ucapnya sambil melamun.


Tak lama terdengar kunci pintu Apartement Reyandra dibuka.


Reyandra pun mengusap mataya dan menghentikan video di Handphonenya lalu beranjak dari kursi dan keluar dari Ruang kerjanya. Erik yang sedang berjalan masuk melihat Reyandra yang berjalan kearah dapur.


"Hyung… Kau belum tidur?"


"Saya nggak bisa tidur, setelah melihat proses siraman tadi. (melihat Erik) Kau mau minum?"


Erik terdiam melihat kearah Reyandra penuh arti. "Baiklah!"


Erik pun duduk di ruang TV menunggu Reyandra membawakan minumannya.


Tak lama Reyandra berjalan membawa 1 botol minuman dan 2 buah gelas Kristal.


Erik pun mengambil gelas itu lalu menunggu Reyandra menuangkan airnya.


Reyandra duduk di sebelah Erik terdiam.




"Kau baik-baik saja Hyung?"


"Bagaimana Eolia? Apa dia masih tidak bisa dihubungi?"


"Aku menelpon Ayah, dan dia bilang Eolia pergi ke tempat dimana kamu dan dia selalu menghabiskan waktu berdua…


Reyandra terdiam. "Im sorry Erik!"


"Hyung, kau tau aku selalu mendukungmu apapun pilihanmu meskipun itu menyakiti hati Eolia… Yang jadi masalah adalah… Tama juga belum menemukan keberadaan Aufar!"


Reyandra pun terdiam berfikir. Erik hanya melihat kearah Reyandra cemas.


***


Di sebuah Cafe…


Pukul 20.00 malam…


Teman-teman dari Agensi dan beberapa teman kuliahnya sedang bersiap-siap menyiapkan Bachelor Party untuk Islandzandi.


Cafe pun dihias dengan sangat detail.




Dengan balon pink, photo-photo candid Islandzandi saat bersama Reyandra…Sementara itu di parkiran café…


Mobil Islandzandi terparkir di parkiran café itu.


"Ngapain sih kesini?"


"Iya, tau deh yang mau istirahat karena besok lo mau kawin…"


"Iya, tapi sebelum lo kawin kita boleh kan hangout dulu… Mumpung di ijinin sama bokap nyokap lo nih… Tadi kita kena semprot saat ngajakin lo keluar karena pamali"


Islandzandi hanya tersenyum lalu keluar dari mobilnya, begitu juga Karin dan Haura.


Mereka pun berjalan ke dalam Café itu. Teman-teman yang sudah ada di dalam pun siap-siap memberikan surprise untuk Islandzandi.


Karin dan Haura membuka pintu cafe dan Islandzandi pun masuk ke dalam cafe itu.


“Surpriiiissssseeeeee!!!” Seru semua teman-teman Islandzandi.


Islandzandi pun terdiam kaget sekaligus terharu karena tidak menyangka kalau teman-teman di Agensinya juga ada disini untuk merayakan bacelon partynya Islandzandi.



Lagu “sania Twain – from this moment dan dream come true - pachabel” juga slide gambar-gambar yang ditampilkan di layar menampilkan Photo-photo Islandzandi dan video-video mereka masing-masing maupun berdua saat mereka bersama.


Islandzandi terdiam melihat kearah layar kemudian teman-temannya lalu Islandzandi hanya tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.


"Islaaaandd…. Selamat ya... (berlari kearah Islandzandi dan memeluk Islandzandi) Udah mau jadi Nyonya Reyandra aja nih… Kemaren lo masih ngarep Reyandra pulang apa nggak… bawa cewek bule apa nggak… Eeeehhh sekarang lo malah yang kawin duluan dibanding kita…" ucap salah seorang teman di agency nya.


"Iya nih… Yang sering pacaran siapa yang kawin duluan siapa… Selamat ya…" ucap temen kampusnya.


"Tunggu kenapa ada photo-photo itu? Kalian dapet darimana? Gue aja nggak punya…"


"Yah… Pokonya lo nggak perlu tau dapetnya dari mana yang penting lo surpriseee kan sama kejutan kita… Selamat ya…"


Semua tertawa, termasuk Islandzandi.


"Udah yuk ah… Kita Party…"


ucap Haura membawa Islandzandi kedalam sementara Reyandra duduk di meja Bar…


Saat mereka sedang asik memainkan game tak lama Tania datang menghampiri Islandzandi, yang lain pun terdiam karena tau diantara Tania dan Islandzandi tidak pernah akur.


Tania tersenyum. "Hm... Akhirnya merried juga... Selamat ya... Lo akhirnya nyakitin Aufar juga!"


"Lo tau dimana Aufar?"


Tania hanya tersenyum penuh arti kearah Islandzandi lalu pergi dari hadapan Islandzandi.


"Dia nggak tau Aufar ada dimana Island... Dia Cuma ngegertak lo doang!"


"Gue tau!"


"Aduh... Gara-gara Tania suasananya jadi nggak enak nih! Sorry ya Island! Kita emang ngundang dia, gue pikir dengan lo kawin dia bisa perbaiki prilakunya tapi kayaknya nggak!"


"It’s okay.. Thanks ya...." melihat kearah teman-temannya.


***


Sementara itu…


Di sebuah bar… Pukul 21.00 malam…


Reyandra sedang duduk di meja bartender sambil meminum pesanannya.


Tak lama Erik, Aslan dan Tama datang ke arahnya dan duduk diantara Reyandra sambil menyalakan rokok mereka…






Reyandra yang sedang minum tersedak melihat kearah Aslan, Tama dan Erik yang sudah berada disampingnya.


"Kenapa kalian ada disini? Dan dari mana kalian tau saya ada disini?"


Erik tersenyum. "Hyung kau seperti tidak tau aku saja, tidak ada yang tidak kuketahui… Iya kan Frank?" ucapnya pada bartender yang berada disana yang sudah mengenal Erik.


"Sorry Rey, Erik yang maksa buat bilang kalo kamu ada disini aku harus ngasih tau dia… By the way… selamat ya, besok mau nikah…" ucap Frank memberi minuman lagi kepada Reyandra.


Aslan tersenyum. "Cewek-cewek lagi bachelor party kenapa kita nggak ngerayain juga?"


Reyandra terdiam sambil mengerutkan wajahnya. "Bachelor party? Seingat saya Island nggak pernah ada acara Bachelor Party?!"


"Tenang Rey… Party mereka nggak akan macem-macem kok… Anak-anak model sama teman-teman kuliahnya yang dekat dengan mereka memberikan surprise, Island aja nggak tau…"


"Bener, Hyung kau jangan selalu mencemaskan Island, dia pasti bisa menjaga dirinya sendiri… kau ini bukan Om Diandra kan? (sindirnya) Mendingan malam ini kita party sampe pagi…"


"Stop Erik, besok pagi saya masih harus ke kantor…"


"Loh, kok masih kerja? Bukannya besok malem kau menikah?"


"Karena yang biasa menggantikan saya ijin tidak ada, jadi saya tidak bisa meninggalkan kantor begitu saja…"


"Oh… Ayolah Hyung…. Sekali seumur hidup kok! Ya ya ya…" pinta Erik manja.


"Terserah Kalianlah…" ucapnya tersenyum sambil meminum minumannya.


"Hyung, besok kau kan sudah menjadi suaminya, kau bisa bebas melihat wajahnya saat dia tertidur… Atauu… Kau bisa melakukan apa saja sama dia…" candanya.


Reyandra kaget melihat kearah Erik. "Ga tau… Dan jangan pernah membayangkannya!"


Erik mengambil gelas yang sudah berisi air. "Bagaimanapun juga selamat Hyung, kau besok sudah bukan lajang lagi!" candanya sambil bersulang.


"Terima kasih… (terdiam berfikir) Erik, bagaimana dengan Aufar? apa kau sudah menemukan?"


"Ah ya, benar aku malah melupakannya, padahal dia…. (terdiam) Aah sudahlah…"


Erik terdiam. "Aku terus mencari jejaknya Hyung dan kau tau terakhir kali dia ditemukan dimana? (melihat kearah Reyandra yang sedang melihat kearahnya antusias) Terakhir kali dia pulang kerumah dan sampai sekarang dia belum keluar rumah lagi… Kau bilang kata Island dia tidak ada dirumahnya apa dia memang tidak mau bertemu dengan Island… atau ada hal lain?"


"Maksudnya?"


"Ya… Mungkin dia disekap oleh ayahnya agar tidak keluar, kau bilang dia emosinya tidak bisa ditahan kan, dan mungkin ayahnya Aufar tidak mau Aufar berbuat macam-macam…"


"Entahlah…"


Aslan terdiam berfikir. "Bisa jadi seperti itu, tapi… ada hal lain yang mengusik pikiranku…"


"Apa?"


"Sehari sebelum kalian menyatakan Aufar hilang dia sempat menelpon dan hanya bilang “Help” lalu telponnya diputus."


"Kau serius?" melihat kearah Erik cemas.


"Kenapa nggak bilang dari kemaren?"


"Sorry karena kerjaan aku jadi aku lupa kalau Aufar memberi kode itu…"


"Apa mungkin Ayahnya tega mengurungnya?"


"Aku akan mengurusnya, kalau bisa jangan sampai Island tau…"


Reyandra melihat Erik. "Hey… Becarefull…"


Erik pun tersenyum kearah Reyandra dan Aslan lalu pergi dari Bar itu. Waktu pun berjalan dengan cepat.