
Di Lobby Gedung Destiny…
Pukul 13.00 siang…
Saat Aslan, Islandzandi, Pak Taufiq, Park Jae Joon dan Sekretarisnya berjalan kearah Lobby… Reyandra yang sedang duduk menunggu Islandzandi selesai Meeting berdiri dan tersenyum melihat Islandzandi juga Park Jae Joon.
"Rey?!" sedikit berteriak lalu berlari menghampiri dan memeluk Reyandra erat.
Tak lama Reyandra melepaskan peluknnya melihat kearah Islandzandi. "Island, bisa tidak mengabari saya jika kau pergi?!" Islandzandi hanya cemberut.
"Ya maaf, aku juga nggak tau kalo bakalan ada Meeting…."
Aslan, dan yang lainnya berjalan menghampiri Reyandra.
"Hey Rey?! Apa kabar lo?"
"Alhamdulillah baik seperti yang kau lihat?!" ucapnya sambil menyalami Aslan lalu menghampiri Park Jae Joon masih menggandeng Islandzandi.
"Rey.."
"Joon..."
"Kau tau Rey? Tadinya dia mau mengusir Wartawan yang selalu ada di depan sana… Tapi kebetulan Mr Park Jae Joon menginginkan Meeting dadakan jadi it’s my Fault… Sorry Rey…"
"Maaf ya… Lagian kok tau kalo aku ada disini?"
"Gue yang telpon dia!" ucap Aufar berjalan kearah mereka.
"Bagaimana kalau kita makan siang… Dan mungkin kalian ingin berbincang?!" ucap Sekretaris Park Jae Joon melihat kearah Park Jae Joon dan Reyandra.
"Ah ok, aku lapar!" ucap Islandzandi pada Reyandra memelas.
"Kalian saja! Aku ada kerjaan yang harus di beresin hari ini…" ucap Aslan.
"Saya juga masih ada kerjaan yang harus diselesaikan…" Pak Taufiq ikut menyaut.
"Ok gue bawa mobilnya Island biar Island naik mobil Reyandra… Lagian lo juga mau traktir gue kan Rey?" ucap Aufar melihat kearah Reyandra.
Reyandra hanya terdiam pasrah tidak bisa menolak lagi. Sementara Park Jae Joon tersenyum melihat reaksi Reyandra yang sangat berbeda dari yang biasa dia lihat sebelumnya.
***
Di sebuah Restoran...
Mereka memesan ayam Sametage menu khas di restoran ini... Sementara Reyandra masih terdiam melihat kearah Park Jae Joon...
Park Jae Joon tersenyum ketika dirinya tau diperhatikan oleh Reyandra. "You're always serious, just calm down..."
"is it true that you have no intention of harassing me or my wife"
"absolute... the only thing you should worry about is Madam EL, because he's still chasing you..."
"I know (melihat kearah Aufar dan Islandzandi) Dan apa maksudmu ingin mengklarifikasi berita?" ucap Reyandra kesal kearah Islandzandi.
"Abis kalo nggak mengklarifikasi dan terus diem orang-orang yang ada di sekitar kita jadi keganggu... Contohnya temen aku di permodelan, atau mungkin di kuliah? Dan aku juga nggak mau nama kamu jadi jelek gara-gara berita itu... Selama ini nama kamu itu hampir luput dari berita miring apalagi masalah pribadi... Jarang banget kamu mengeksposenya... Dan tiba-tiba sekarang jadi sorotan... Kamu juga nggak mau kan?"
"Kau tau resikonya? Bukan hanya saya tapi kehidupan pribadi kamu yang akan jadi sorotan..."
"Aku tau..."
"Lain kali kalau kamu mau ngelakuin sesuatu tolong bilang sama saya dulu ya... Jangan buat saya khawatir! Okay?! Kalau Aufar tidak menelpon saya mungkin tidak tau apa yang akan kamu lakukan.... Dan bisa saja itu bisa membahayakanmu Island!"
"Iya!" ucap Island cemberut.
Aufar, Park Jae Joon juga Sekretaris hanya terdiam melihat kearah Reyandra dan Islandzandi.
"Forgive me, I'm just too worried about Island especially yesterday there was someone deliberately hurt his and I'm sure he still keeps his frustration on me as well Island because we imprison him ... You understand ?!"
"Hm... You always have enemies everywhere, now you have to be more careful because now you have Island ... She is a good target for the enemy that will attack you ..." ucap Park Jae Joon.
Dan waktu pun berjalan dengan cepat
***
Di kampus... Saat Islandzandi sedang merevisi skripsinya di perpustakaan sendirian tiba-tiba saja perutnya terasa diaduk-aduk seketika Islandzandi pun berlari keluar perpustakaan menuju toilet kampus.
Setelah sampai Islandzandi langsung muntah mengeluarkan semua isi perutnya.
Setelah beres membersihkan diri Islandzandi pun keluar dari toilet.
"Loh Pak Indra? Ngapain berdiri disini pak?" tiba-tiba Islandzandi melihat Pak Indra yang sedang berdiri di depan Toilet wanita.
"Saya liat kmu lari-lari dan.... Muntah.. Kamu nggak apa-apa kan?"
Pak Indra hanya tersenyum. "Kirain kenapa.. Makan yuk, saya traktir deh.. Mana Karin sama Haura? sekalian ajak mereka..."
"Siap pak! mereka kalo masalah traktiran pasti semangat 45..."
***
Di sebuah Cafe tempat mereka biasa makan.
Saat semua sedang asik makan terlihat Islandzandi yang hanya melihat sahabat-sahabatnya makan dengan nikmat sementara dia hanya mengadul-ngaduk makannnya.
"Apa makanannnya tidak enak Island?" ucap Pak Indra yang dari tadi memperhatikan Islandzandi.
"Hmmm... Cuma nggak nafsu aja pak..." ucap Islandzandi menahan rasa mual. "Saya ke toilet dulu ya Pak..." lanjutnya sambil beranjak dari kursinya. sementara Haura terdiam memperhatikan Islandzandi.
"Si Island kenapa sih? sait ya? Pivcet amat.. dari kemaren sering ke toilet terus." Karin menimpali.
Pak Indra pun mengingat kejadian tadi saat dia mengikuti Island saat hendak ke perpustakaan dan mendengar Island muntah-muntah.
***
"Kapan terakhir lo haid?" tiba-tiba Haura bertanya oasa Island saat sudah mengantar Karin pulang. sementara Island yang sedang menyetir kaget mendengar pertanyaan Haura.
"Apan sih?"
"Sejak kapan lo mulai muntah-muntah?" Islandzandi hanya menarik napas pasrah.
"Hampir semingguan, tapi sekarang parahnya..." melihat Haura keget. "Nggak mungkin kan gue hamil?"
"Who knows.... Mending kita mampir dulu ke apotek deh beli tespek, cobain dulu pake itu kalo hasilnya negativ ya brarti lo cuma masuk angin tapi kalo hasilnya positip ya lu mending bilang sama Reyandra biar periksa ke dokter kandungan bareng-bareng..." sementara Islandzandi hanya terdiam sambil berfikir.
***
pukul 07.00 pagi di Apartement Reyandra...
Islandzandi yang baru membuka matanya melihat disebelahnya sudah tidak ada Reyandra.
Islandzandi yang hanya memakai selimut pun memakai pakaiannya yang memang tergeletak di lantai bekas serangan Reyandra tadi malam.
Tak lama Reyandra yang baru keluar dari kamar mandi melihat Islandzandi yang masih terduduk di tepi kasur pun menghampirinya dan mencium pucuk kepalanya dengan lembut.
"Kau sudah bangun?"
"Mmmhh"
"Saya siapin sarapan dulu ya.. Kamu mandi dulu..."
"Mmh.." Reyandra heran dengan sikap Islandzandi yang cuma menjawab seperlunya. Reyandra pun mengingat semalam hanya dia yang aktip, sementara Islandzandi hanya menerima.
"Apa kamu sakit? Atau... Semalam..." Islandzandi melihat kearah Reyandra.
"Aku nggak apa-apa Rey.. Cuma lagi nggak mood aja..."
"Maaf ya..."
"Maaf kenapa?" melihat Reyandra heran.
"Takutnya kemaren malam saya terlalu memaksamu..."
"Rey... Aku laper... Daripada kamu ngoceh nggak jelas mending bikinin aku sarapan .." Sememtara Reyandra hanya tersenyum sambil mengusap kepala Islandzandi lalu menciumnya lagi.
"Saya sayang kamu Island..."
"Aku juga sayang kamu Rey..." lalu Reyandra beranjak dari duduknya dan keluar dari kamarnya.
Sementara Islandzandi mengambil tespek yang dia beli kemaren bersama Haura, dan pagi ini dia akan mencobanya.
***
Di Svetovska Company...
Pukul 13.00 siang...
"Tama... Bisakah kamu cari makanan ini?" ucap Reyandra yang baru saja melihat kuliner di handphonenya.
"Bukanya itu makanan kesukaan nona Island?"
"Hm... Dan sepertinya saya ingin mencobanya.. Bisakah kamu carikan? Makan siang saya itu saja..."
"Baik pak... Tapi jangan lupa nanti sore Park Jae Joon dan Madam El akan datang untuk meeting."