Islandzandi

Islandzandi
Terserahmulah



Beberapa hari kemudian…


Islandzandi yang sudah sadar masih di rawat sampai tubuhnya stabil lagi dan Islandzandi pun menghabiskan waktu berdua dengan Aufar di rumah sakit, tawa Islandzandi pun yang tadinya menghilang sedikit demi sedikit bisa kembali tersenyum lagi karena Aufar terus berada disampingnya dan menghibur Islandzandi…


**


Di kantor Pak Diandra…


Pukul 10.00 siang…


Pak Diandra sedang terdiam berfikir tak lama telepon kantornya berdering.


"Maaf Pak, ada Pak Reyandra disini apakah anda akan menemuinya atau tidak?!" ucap Sekretaris Pak Diandra lewat interkom.


Pak Diandra menghela napas memejamkan mata. "Ya… Suruh masuk!"


Sementara di luar ruangan Pak Diandra…


Reyandra sudah berdiri di depan sekretarisnya.


"Maaf menunggu, Pak Diandra sedang tidak sibuk jadi anda bisa menemuinya sekarang… Silahkan masuk…"


"Terima kasih…" ucap Reyandra tersenyum kearah Sekretaris itu.


Sekretaris itu dengan ramah mengantar Reyandra ke dalam ruangan Pak Diandra, lalu membuka pintu ruangannya masuk berjalan kearah Pak Diandra.


"Pak… Pak Reyandra sudah datang!"


"Hm… (masih membereskan filenya yang berserakan di meja) Kau boleh pergi!"


"Baik! Permisi Pak…" sedikit membungkuk lalu keluar.


Tak lama Reyandra berjalan masuk dan berdiri di depan Pak Diandra, sementara Pak Diandra masih sibuk membereskan filenya.


"Kalau kamu kesini tujuannya seperti kemarin, maaf aku masih tidak mengijinkannya!"


Reyandra terdiam melihat Pak Diandra serius. "Kenapa anda tidak memberitahu saya bahwa Island berada dirumah sakit?!"


"Kupikir kau sudah tau dan sudah menengok Island… Dan kau sudah memecat Island kan?!"


"Anda tau kalau saya tidak bisa menemuinya kan? Saya menghormati anda karena saya sudah menganggap anda seperti ayah saya sendiri… (melihat kearah Pak Diandra yang masih terdiam kearahnya penuh pertimbangan) Dan tolong, Om mengijinkan Island untuk bekerja lagi di Svetovska… (terdiam memejamkan mata) Sebelumnya saya minta maaf kalau saya sudah menyinggung perasaan Om Diandra, tapi kita kesampingkan dulu masalah hubungan saya dengan Island… Island sudah berusaha bekerja dengan sangat keras dan rajin disana, dan dia pun diakui oleh pimpinan divisinya… Dan itu akan sangat berpengaruh pada pekerjaannya dan pengalaman Island dalam pekerjaannya kelak… Jadi saya mohon Om Diandra mengijinkan Island untuk bekerja lagi… Saya ingin yang terbaik buat Island, begitu juga dengan Om dan Tante kan?"


Pak Diandra hanya terdiam.


**


Di rumah sakit…


Pukul 19.00 malam…


Reyandra sedang berdiri di luar kamar Islandzandi dan melihat dari arah kaca ruangannya, saat itu Islandzandi sedang disuapi makan oleh Aufar sambil bercanda karena sedang ada Haura dan Karin…


Reyandra hanya bisa melihat Islandzandi dari luar…



Pak Diandra yang melihat Reyandra dari kejauhan terdiam memperhatikan Reyandra.


Beberapa jam kemudian…


Pukul 23.00 malam…


Saat di kamar VVIP Islandzandi sedang tertidur…


Bu Audrey pun ikut tertidur di sofa sambil menunggu Islandzandi.


Tak lama Reyandra masuk dengan perlahan dan melihat kearah Bu Audrey yang sedang tertidur Reyandra sedikit membungkuk kearah Bu Audrey membei hormat lalu berjalan ke sisi Islandzandi.


Reyandra terdiam sedih melihat kearah Islandzandi lalu memegang tangan Islandzandi sambil duduk di kursi yang disediakan.


"Island, saya benar-benar tidak menyangka kalau keadanmu akan seperti ini… Jika saya tau kamu akan seperti ini saya tidak akan memintamu menikah dengan cepat. Saya tidak bisa melihatmu seperti ini Island…" ucap Reyandra dalam hati.


Pak Diandra yang hendak masuk ke kamar terhenti ketika melihat Reyandra yang sedang memegang tangan Islandzandi.


"Hah… Sepertinya adegan ini pernah aku lihat sebelumnya, saat Reyandra yang terbaring di ranjang itu… Ini seperti DEJAVU" gerutunya sambil tersenyum sinis lalu berjalan meninggalkan kamar itu.


**


Di makam kedua orang tua Reyandra...


Pukul 14.00 sore...



Pak Diandra sedang berdiri diantara kedua makan orang tua Reyandra dan melihat kearah nisan-nisan itu sambil berfikir…


"Apa yang harus kulakukan? Aku benar-benar tidak menyangka akan seperti ini… Aku menghargai kalian aku juga menyukai Reyandra tapi… Untuk menikahi Island… Aku masih sangat sulit menerimanya… Reyandra sudah kuagap seperti anakku sendiri begitu juga dengan kalian, kalian sudah seperti kakakku sendiri… dan usia Island masih sangat muda untuk menikah…. Maafkan aku… Apa yang harus aku lakukan sekarang Di? Aku benar-benar..."


Pak Diandra pun terisak menahan tangisnya.


**


Di makam kedua orang tua Reyandra...


Pukul 16.30 sore...



Reyandra berlutut diantara makam orang tuanya.


"Mom, Dad ... Now I'm really afraid ... Afraid of the decision that I took ... What will make the Island a happy or vice versa? What is said uncle Diandra made me think ... I really pity the Island, I also want to always be by her side and protecting it ... But ... I started to doubt the decisions that I take this ... First I was sure that I would marry Island but because this also ties Island and uncle Diandra begin no longer harmonious, well - good uncle Diandra on me but when I requested Island to marry me, he was very angry at me, I no longer know what to do ... What should I do ???" melihat nisan kedua orang tuanya.


(Bu, Yah… Sekarang aku benar-benar takut… Takut dengan keputusan yang aku ambil… Apa yang akan membuat Island bahagia atau malah sebaliknya? Apa yang dikatakan Om Diandra membuatku berpikir… Aku benar-benar tidak tega melihat Island, aku juga ingin selalu berada di sisinya dan melindunginya… Tapi… Aku mulai ragu dengan keputusan yang aku ambil ini… Awalnya aku yakin akan menikahi Island tapi karena ini juga mengikat Island dan Om Diandra hubungannya mulai tidak harmonis lagi, meskipun Om Diandra baik pada saya tetapi ketika saya meminta Island untuk menikah dengan saya, dia sangat marah kepada saya, saya tidak tahu lagi harus berbuat apa… Apa yang harus saya lakukan???)


**


Beberapa hari kemudian…


Setelah Islandzandi keluar dari rumah sakit...


Di ruang keluarga Pak Diandra…


Pak Diandra sedang duduk, sementara Bu Audrey dan Islandzandi yang baru turun dari kamarnya langsung duduk di depan Pak Diandra masih terdiam marah kearah Pak Diandra.



"Bagaimana keadaanmu? Sampai kamu dirawat kerumah sakit, kamu benar-benar tidak sayang sama badan kamu! Aufar… Dia dengan sabar menemanimu sampai kamu ceria lagi… Sampai kamu sehat lagi kan… " ucap Pak Diandra.


Bu Audrey hanya terdiam melihat sedih kearah Islandzandi.


"Kalau niat papah untuk nyatuin lagi aku sama Aufar, itu nggak akan pernah terjadi Pah… Aku hanya menganggapnya sebagai sahabat, aku nggak akan pernah bisa melupakan Reyandra seberapa pun niat papah untuk memisahkan aku sama dia, kita berdua nggak akan pernah bisa dipisahin Pah… Papah harus ngerti itu, aku sayang sama Reyandra melebihi sayang aku sama Papah…"



Bu Audrey menampar wajah Islandzandi marah. Islandzandi terdiam Pak Diandra pun kaget melihat reaksi Bu Audrey.


"Jangan pernah kamu bicara itu sama Papahmu, bagaimanapun juga dia itu papahmu! Orang yang sangat menyayangimu… Dan dia ingin yang terbaik buatmu meskipun caranya salah! Mamam sangat kecewa sama sikap kamu Island…"


Pak Diandra terdiam sedih. "Itu sangat menyakitkan…" melihat kearah Islandzandi sedih.


"Makanya… Papah nggak usah jodoh-jodohin aku sama Aufar… Karena gimana pun juga aku sama Aufar nggak akan pernah jadi pasangan!" ucap Islandzandi mulai menangis.


Pak Diandra terdiam menghela nafas, menyerah dengan kegigihan Islandzandi untuk menikah dengan Reyandra.


"Sesukamulah, kamu mau menikah dengan siapa pun aku tidak perduli lagi…!"


Islandzandi melihat kearah Pak Diandra. "Papah dengar perkataan Reyandra kan? Dia bakalan nikahin aku kalau Papah ikhlas menyerahkan aku sama Reyandra…"


Pak Diandra hanya terdiam tidak mendengarkan Islandzandi.


Sementara Bu Audrey tersenyum memegang tangan pak Diandra yang sedang mengepal menenangkannya dan bahagia karena sifat keras dari suaminya luluh juga.


Sementara Islandzandi melihat kearah ayahnya masih tidak mengerti.


"Jadi apa papah sudah menerima Reyandra untuk jadi calon menantu?" ucapnya masih menggenggam tangan Pak Diandra.


"Apa? Apa ini serius? Pah?"


Islandzandi melihat kearah pak Diandra tidak percaya lalu melihat kearah bu Audrey yang mengangguk kearahnya.


Islandzandi pun menangis dan memeluk Pak Diandra.



"Makasih Pah… Aku tau papah nggak akan maksa aku buat ngelakuin apa yang aku nggak mau… I love you pah… Dan maafin kata-kata aku barusan, aku Cuma asal ucap aja kok… Aku tetep sayang sama papah..."


Pak Diandra hanya terdiam sedih sekaligus senang dengan reaksi Islandzandi. Bu Audrey hanya tersenyum melihat Ayah dan anaknya akur lagi sambil mengusap pundak Pak Diandra…


"Jadi, Island, kamu nggak boleh berkata seperti itu lagi sama papahmu… Bagaimana pun Papah inginkan yang terbaik buat kamu, dan Papahmu sangat menyayangi kamu dibandingkan dengan siapapun termasuk Reyandra... Ngerti?!"


"Iya, Papah yang terbaik buat aku, papah sayang sama aku lebih dari sayangnya Reyandra sama aku… Makasih banget Pah…" ucap Islandzandi mencium pipi Pak Diandra lalu memeluknnya lagi senang.


**


Esoknya… Di rumah keluarga Pak Diandra… Pukul 22.00…


Di ruang tamu… Islandzandi dan Reyandra duduk di sofa yang sama dan duduk menundukan kepala mereka, di depannya ada Pak Diandra dan Bu Audrey sedang terdiam melihat serius kearah Reyandra…



Pak Diandra menghela nafas.


"Sebelumnya aku minta maaf karena sudah bersikap keras padamu Rey… Aku hanya tidak mau Island gegabah dalam mengambil keputusan karena emosi sesaat (terdiam melihat Islandzandi) Ya, kau tau kan di usia Island yang tergolong masih muda dia suka plin plan, tapi… Beberapa minggu kemarin, dia sudah membuktikan bahwa keputusannya untuk menikah denganmu itu serius dan tidak bisa diubah lagi… Aku hanya bisa berharap kamu menjaganya dengan baik… Aku…" Pak Diandra terdiam sedih.


Bu Audrey memegang lengan Pak Diandra memberi dukungan pada Pak Diandra untuk kuat berbicara dengan Reyandra.


Reyandra melihat kearah Pak Diandra serius.


"Saya juga minta maaf Om, saya akan selalu menjaga dan menyayangi Island, saya tidak akan membuat kehidupan Island hancur, saya akan berusaha menjaganya sama seperti Om menjaga Island selama ini dan sampai Island siap." ucap Reyandra tegas.


"Saya yakin kamu tau yang saya inginkan, saya akan mempercayakan Island padamu, saya juga akan menyimpan janjimu itu bahwa kau akan menjaga Island sampai dia siap…"


Islandzandi terdiam bingung, sementara kedua orang tua Islandzandi hanya terdiam.


Pak Diandra hanya menghela nafas… Bu Audrey tersenyum melihat Islandzandi bahagia bersama orang yang dicintainya sejak dulu…


"Makasih banyak Pah…" tersenyum kearah Pak Diandra lalu melihat kearah Reyandra menggenggam tangan Reyandra.


Reyandra pun melihat kearah Islandzandi tersenyum.