Islandzandi

Islandzandi
Hari yang Berat



Di Svetovska Company


Pukul 07.35 pagi…


Mobil Pak Diandra parkir di luar area Svetovska Company.


"Makasih ya Pah udah nganterin!"


"Hmm… Island! (terdiam melihat Islandzandi) jangan terlalu mengganggu Reyandra…"


"Ck... Tenang aja pah… Reyandra tuh orang sibuk lagian aku di Divisi Desain dan jauh dari ruangan Direktur! Lagian nggak mungkin juga ka aku masuk ke ruang Direktur... Apa kata karyawan lain?!"


"Ya sudah! Jangan pulang terlalu malam ya! Dan jangan mabuk lagi… Setiap malam kerjaannya mabuk terus!


"Siap Boss! Kemaren malem kan ada acara perayaan penerimaan karyawan baru jadi mau nggak mau harus dateng." ucapnya sambil keluar dari mobil lalu berdiri melihat mobil Pak Diandra berjalan meninggalkannya.


Dari kejauhan beberapa karyawan lain melihat kearah Islandzandi yang sedang berdiri disisi jalan berbincang dengan seseorang didalam mobil.


Tak lama Islandzandi pun berjalan memasuki Svetovska Company dan masuk ke lobby dengan tenang.


Saat Islandzandi berjalan semua mata tertuju padanya dan membicarakannya.


"Eh, itu kan yang ciuman sama Direktur kemaren?!"


"Iya, tapi tau nggak dia tapi dianteri sama mobil lumayan bagus loh mobilnya..."


"Iya, aku juga liat, dia cewek nggak bener kali tuh..."


Sedikit berbisik dan melihat kearah Islandzandi dengan curiga saat Islandzandi lewat di depan mereka.


Islandzandi pun sadar menjadi pusat perhatian semua karyawan.


Ck.... Apaan sih!


Tak lama Islandzandi menerima line message dari Reyandra.


...Reyandra...


...“Island, saya minta maaf kemaren malam saat makan-makan kantor, tanpa pikir panjang saya melakukan hal itu di depan semua orang. Sekarang semua orang sedang membicarakanmu, saya harap kamu abaikan saja omongan mereka dan fokus ke pekerjaanmu!”...


"Aaah jadi gara-gara ini semua orang pada ngeliatin gue…"


Islandzandi pun tidak memperdulikan orang-orang yang sedang membicarakannya dan memperhatikannya.


Di Divisi Desain Development…


Islandzandi baru saja masuk ke ruangan dan semua tatapan karyawan yang ada disana melihat kearah Islandzandi.


"Hah.... Ini dia artis yang dari tadi dibicarain sama yang lain, seneng ya ciuman sama Direktur?" ucap Nadia sinis.


Islandzandi hanya terdiam tidak menggubris sindiran Nadya dan duduk di mejanya sambil melihat Aufar yang sudah sibuk dengan kerjaannya dan duduk di sebelah Nadya.


Hah… Harus ya duduk deketan kayak gitu?


Tak lama Karyawan lain memanggil dan meminta bantuannya.


"Island... coba sini deh...." ucap salah seorang karyawan yang sedang berada di ruang pantry.


"I... Iya mbak... (ucap Islandzandi sambil bergegas menghampirinya di pantry dan melihat ada dua karyawan wanita yang sedang menunggunya) Ada apa ya, mbak?"


"Tolong ya, ini isikan air galon ke dispenser... galonnya udah bis, jadi kamu harus gantiin galonnya.. Cepet ya... Kita mau buat kopi nih!"


"Ya?! (kaget) Itu bukanya ada OB ya? Biasanya kan ini dilakukan sama OB..."


"Kamu tau kalau OB itu sedang sibuk mengerjakan tugasnya. Kalau tidak OB ya harus sama Karyawan juniorlah... Paling nggak ya... Kamu yang lagi senggang..."


Islandzandi pun hanya terdiam.


"Kenapa kamu nggak mau?"


"Eu... iya baik mbak, akan saya isikan sekarang!"


Islandzandi membuka penutup galon itu dan dengan susah payah mengangkat galon itu sampai air galon pun hampir tumpah dan Rok yang dipakai Islandzandi pun sampai sobek bagian depannya lumayan panjang sampai kalau jalan pasti pahanya terlihat.


Sementara kedua karyawan itu hanya terdiam melihat kearah Islandzandi sambil tersenyum.


Setelah selesai mengganti galon air Islandzandi pun menghela napas.


"Apa ada lagi yang harus saya kerjakan mbak?"


"Nggak, udah kamu balik lagi ke meja dan selesaikan pekerjaanmu!"


Islandzandi pun berjalan meninggalkan Pantry dan kembali ke mejanya.


Dan... Ternyata penderitaan Islandzandi tidak berhenti disitu Karyawan lain pun menyuruh-nyuruh Islandzandi dengan seenaknya.


Dan mau tidak mau Islandzandi pun mengikuti perintah para karyawan itu dan mengabaikan roknya yang tadi sobek.


Waktu pun berjalan dengan cepat.


Pukul 13.45 siang…


Islandzandi membawa roti dan minuman kaleng berjalan di lorong hendak ke atap untuk menikmati makan siangnya.


Aaaaaaaahhh akhirnya gue bisa isirahat juga! (melihat sambil membenarkan roknya yang sobek bagian depannya) Gimana nih, mana sobek lagi... Nggak bisa dibenerin mau beli juga nggak ada waktu... Ah bodo amat yang penting sekarang gue isi perut dulu..." gerutunya sambil jalan lagi.


Dalam perjalanan ke atap Islandzandi berpapasan dengan Pak Ronald.


"Island? Kamu nggak kerja? Ini kan masih jam kerja…"


"Ah… Pak Ronald… Iya, Pak... Tadi saya nggak sempat buat istirahat karena kerjaan saya banyak, jadi sekarang saya sempetin makan… Ya... Walaupun Cuma roti…" ucapnya sambil tersenyum kecut.


Pak Ronald terdiam melihat Islandzandi dari atas ke bawah lalu terdiam melihat paha Islandzandi yang sedikit terbuka karena sobek.


Aaaahh... Iya-iya… Karena itu kamu saya akan ijinkan… Tapi kamu tau nggak? Perasaan saya, saya pernah liat kamu… Tapi dimana ya?" masih melihat pahanya Islandzandi lalu mengarah ke dadanya Islandzandi.


"Ah, masa sih pak? Mungkin dijalan waktu saya belum masuk kesini…"


"Ya… Mungkin juga ya, soalnya wajah kamu itu tipe saya..." tersenyum licik.


Islandzandi terdiam melihat kearah Pak Ronald ngeri.


Anj***… Ni orang tua cabul banget sih… Kudu dihindarin nih!


"Eu… kalau gitu saya duluan Pak… Permisi!" ucapnya sambil buru-buru pergi dari hadapan Pak. Ronald yang masih memperhatikannya sambil tersenyum penuh arti.


Waktu pun berjalan dengan cepat.


Pukul 17.30 sore...


Islandzandi pun berjalan keluar lorong dengan lemas, sambil membawa tas selendangnya dia memukul-mukul pundaknya karena pegal.


Hah… jadi ini rasanya kerja?! Cape juga… Aufar disuruh lembur sama Nadia… Nggak bisa nebeng deh… Hah… Haura sama Karin juga nggak bisa pulang bareng... Kenapa hari ini gue sial banget sih... Mana rok gue sobek lagi!


Islandzandi yang mendengar langsung berjalan di belakang mereka dan mendengarkan pembicaraan mereka.


"Eh, kamu tau nggak bu. Eolia itu… Kayaknya benaran pacaran deh sama Direktur…"


"Kok lo bisa yakin? Emang lo liat, atau denger mereka ngobrol?"


"Nggak juga sih, tapi gue perhatiin ya, waktu bu. Eolia sama Direktur kalo bareng itu selalu ngasih perhatian lebih gitu trus Bu Eolia juga matanya kayak yang cinta gitu sama Direktur ngerti nggak lo magsud gue?!"


"Hah… Iya juga sih, kabarnya juga waktu di LA mereka sempet pacaran gitu dan katanya mereka tuh pasangan serasi... Gue liat beritanya di Internet...


"Bener, kalau saingannya bu Eolia yang seperti itu dan anak dari pemilik perusahaan ini sih, kita kalah total!"


"Eh kamu tau nggak?! Katanya waktu mereka masih di LA mereka benar - benar seperti di film mr & Miss Smith loh…"


"Hah, ya udahlah, kalo sama bu. Eolia sih aku setuju! Memang mereka sangat serasi…"


Islandzandi yang mendengar omongan dari para pegawai langsung terdiam dan mengghela nafas kesal!


Sial! Baru kerja beberapa hari udah banyak gosip tentang Reyandra… Ya ya ya.. Mereka emang serasi!


Islandzandi terdiam mengeluh.


Sambil berjalan ke luar dari Svetovska Company.


Di luar lobby…


Islandzandi sedang melihat kearah Handphonenya hendak memesan GrabCar. Sementara Jalan di luar Gedung Svetovska Company…


Mobil Pajero Sport milik Reyandra yang tidak pernah dia pakai kekantor berhenti di depan Islandzandi.


Tama keluar dari mobilnya dan berjalan menghampiri Islandzandi.


"Nona Island?!"


"Loh, kamu?!"


"Pak Reyandra sedang menungggu di dalam mobil!"


Islandzandi melihat kearah mobil yang terparkir tidak jauh dari tempat Islandzandi "Aaaahh...."


Tama pun berjalan sambil melihat sekitar, sementara Islandzandi hanya terdiam cemberut lalu mengikuti Tama dari belakang.


Tama pun membukakan pintu mobil belakang. Islandzandi melihat kearah Reyandra yang sedang duduk menunggunya didalam sambil membaca berkas kerjaannya.


Islandzandi pun terdiam kesal lalu mau tidak mau ikut masuk ke dalam mobil Reyandra.


**


Di dalam mobil Reyandra…


"Sekarang mau kemana Pak?"


"Pulang!" ucapnya ketus.


Tama melihat kearah Reyandra lewat kaca depan, Reyandra melihat Tama dari kaca itu dan mengangguk kearahnya.


"Baik Nona!'


Reyandra melihat Islandzandi. "Kamu kenapa lagi, Hm?"


"Hah... Susah juga ya satu kantor sama kamu! Kemana pun pergi pasti bahasannya tentang kamu! Trus ada gosip kamu pacaran sama Eolia lah... Para Fans kamu topiknya nggak lepas dari kamulah.. Dan bla bla bla.... ck..."


"Island..." kaget melihat Rok Island yang robek.


"Jadi itu alasan kamu bilang sama aku supaya jangan dengerin kata orang?"


"Iya! kamu nggak harus mendengarkan kata orang dan fokus ke pekerjaanmu saja!" ucapnya sambil membuka jasnya lalu menutupi paha Island yang terbuka lebar.


'Ya tapi tetep aja kedengeran Rey… (gerutunya pelan sambil cemberut dan tidak sadar apa yang dilakukan Reyandra karena masih kesal) Aku tarik lagi deh pengen pacaran sama orang yang hebat dan terkenal… Ternyata nggak enak banget… Setiap kali jalan pasti selalu diliatin sama orang-orang mau itu anak kecil ibu-ibu apalagi cewek-cewek…" gerutunya masih cemberut.


Reyandra hanya tersenyum kearah Islandzandi lalu membaca berkas yang sedang dia baca tadi.


"Eu... Pak, tadi sore saya liat gerak gerik Ronald mencurigakan lagi… Sepertinya dia merencanakan sesuatu lagi!"


Reyandra terdiam berfikir. "Hm… Sekarang karena anak buahnya sudah dikeluarkan giliran dia yang harus diperhatikan! Baiklah kerjakan sesuai prosedur saja!"


"Baik Pak!"


Islandzandi terdiam ragu melihat Reyandra.


Kasih tau nggak ya, kejadian tadi sore saat Pak Ronald ganggu gue ke Reyandra? Tapi kalo gue kasih tau, takut jadi nambah masalah buat Reyandra... Islandzandi pun hanya trdiam sambil berfikir.


Sementara Pak Tama sekilas melihat kearah Islandzandi dari kaca depan berfikir.


**


Di Apartement Reyandra…


Pukul 24.00 malam…


Erik masuk dan berjalan keruang tv, dan Reyandra sedang mengerjakan kerjaan kantornya yang menumpuk…


"Hyung…" ucapnya sambil berjalan kedapur.


"Hm… Kau sudah pulang?"


Erik berjalan ke dapur mengambil dua buah gelas dan satu botol wine lalu menghampiri Reyandra dan duduk di depan Reyandra.


"Wine?"


"Tidak, saya sedang tidak minum pekerjaan saya belum selesai…"


"Gimana Island dan teman-temannya di kantor? kenapa tidak bilang kalau Island kerja di Svetovska Company?" sambil meneguk winenya.


Reyandra melihat Erik. "Kau masih ke studio?"


"Aku kan kerja disana… So kenapa kau terima Island? Bukanya Eolia juga ada disana?"


"Yang merekrut karyawan baru adalah kakakmu sendiri, saya tidak ada kaitannya dengan pekerja baru…"


"Ya, paling nggak kan kamu bisa melarang Island bekerja disana. masalahnya kau tau Eolia kan? dia bisa melakukan apa saja… Termasuk merusak hubunganmu dengan Island… I know Eolia Hyung…"


Reyandra terdiam kesal. "Hubungan apa? Antara saya dan Island sudah berakhir Erik… kau harus ingat itu!"


"But she not love him… (terdiam) Kau tau aku diinterogasi olehnya selama beberapa jam kemaren… Dia menanyakan hubunganmu dengan Eolia, dan dia juga ingin tau apa yang kau kerjakan selama di LA…"


Reyandra terdiam. "alu kau jawab apa?"


"Ya, aku ceritakan semua… Termasuk hubunganku dengan Eolia, dan kau tau, dia sangat terkejut… Eu… Mungkin malam ini dia tidak akan bisa tidur… Maaf hyung…"


"It’s okay, seharusnya saya yang menjelaskan semua padanya..."