Islandzandi

Islandzandi
Keterima Magang



Di lobby Apartement Reyandra…


Reyandra menarik tangan Islandzandi.


"Island tunggu…"


*Ck... Apa lagi sih? Bukanya udah jelas, kamu mutusin aku karena mau balikan lagi sama mantan kamu kan? Ya udah sekarang kita udah putus kan sesuai apa yang kamu pengen… (terdiam mulai marah) Hah… Aku baru nyadar kalo kamu ngerelain aku sama Aufar bukan buat aku bahagia? Tapi emang biar kamu nggak ngerasa bersalah ngejalanin hubungan sama dia… aiya kan? Yang kamu bilang sayang, bahagia, semua yang terbaik buat aku itu Cuma bulshit…"


"Kenapa kamu bisa bicara seperti itu?"


"Cingcin… Aku baru tau kalo cingcin itu buat dia?" melihat Reyandra yang masih terdiam tidak mengatakan apa-apa.


Reyandra mengambil box kecil itu di dalam saku celananya.


Reyandra membuka dan memperlihatkannya pada Islandzandi. "Maksudmu ini?"


Islandzandi terdiam kaget, saat melihat cingcin itu masih ada di tangan Reyandra.


"Saya membeli cingcin ini sewaktu di LA, tadinya waktu ulang tahunmu saya mau memberikannya, tapi… Saat melihat kedekatan kamu dan Aufar, saya jadi ragu untuk memberikannya, dan sampai sekarang cingcin ini masih saya simpan, Eolia punya cingcin yang sama karena itu hadiah dari ayahnya… Sebelum dia pindah ke Indonesia Ayahnya memberikan cingcin itu untuknya… Dia sendiri nggak tau kalau saya membeli cingcin yang sama, dia kesini untuk membantu saya di perusahaan…" Islandzandi hanya terdiam melihat Reyandra sambil berkaca-kaca.


Reyandra memegang lengan Islandzandi. "Dengar Island, saya melepasmu bukan berarti saya nggak sayang sama kamu, saya tau kamu nggak bisa melepaskan Aufar karena kamu janji sama almarhum ibunya Aufar untuk selalu berada disisinya kan?"


"Kamu tau hal itu?"


"Saya membaca raut wajahmu saat kita ketemu di rumah Aufar dan… (terdiam) Saya juga mendengar percakapanmu dengan Aufar saat sebelum memakamkan ibunya Aufar… (melihat Islandzandi yang menunduk) Saya tau kamu bingung dan tidak bisa mengambil keputusan karena janji kamu sama ibunya Aufar?! Jadi saya yang menggantikanmu untuk memutuskannya…"


Islandzandi meneteskan air matanya perlahan, buru-buru Islandzandi menghapusnya dengan tangannya.


Reyandra memeluk Islandzandi erat. "Hei, it's okay… Memang harusnya saya bilang alasannya sama kamu dari awal… Saya minta maaf Island…"


Islandzandi pun membalas pelukan Reyandra mulai menangis tersedu-sedu di pelukan Reyandra.



**


Disebuah taman dekat Apartement Reyandra…


Islandzandi dan Reyandra duduk disalah satu bangku yang disediakan di taman itu dan masih terdiam.


"Trus sekarang gimana?"


"Mau gimana lagi, kamu juga nggak bisa ngelepasin Aufar kalau Aufar sendiri nggak ngelepasin kamu kan?! Jadi, jalani saja seperti ini!"


Islandzandi melihat Reyandra. "Kamu tau, terakhir kita ketemu sebelum kejadian ibunya Aufar? Aku tadinya mau bilang sama Aufar kalo aku milih kamu dan ngelepasin dia meskipun dia bakalan ngejauhin aku… Tapi---" Islandzandi melihat Reyandra terdiam berfikir.


"Baiklah… Saya mengerti!"


Islandzandi terdiam. "Apa aku masih boleh ngehubungin kamu sama main kesini lagi?"


Reyandra terdiam melihat serius kearah Islandzandi lalu tersenyum membelai kepala Islandzandi sambil mengangguk.


"Seperti kata Om Diandra, saya juga nggak bisa bilang tidak padamu! Kamu boleh sesuka hatimu datang kesini…"


Islandzandi pun tersenyum lalu memeluk Reyandra erat.


"Thank you Rey…"


I love you so much… Kenapa sih masalahnya jadi serumit ini? Baru juga mau ngejalanin hubungan sama Reyandra... Kenapa ada aja halangan sama Reyandra... ~Islandzandi~


Saya sayang kamu Island! Tapi saya belum berani bicara ini sama kamu, ada banyak hal yang akan terjadi kalau kata ini terucap. Dan saya takut itu berakibat buruk terhadap semuanya… Om Diandra, kamu terutama dan juga Aufar… Saya akan bersabar lagi dan saya harap kamu juga akan bersabar menunggu saatnya tiba! ~Reyandra~


Sementara itu dari kejauhan, mobil Aufar terparkir dan Aufar pun melihat Islandzandi dengan Reyandra yang berada di taman.


"Ciihhh... Gimana pun juga lo nggak akan bisa sama Reyandra karena lo terikat sama gue, sebelum gue yang ngelepasin lo… dan gue nggak akan pernah ngelepasin lo…" gumamnya sambil tersenyum sinis.


**


Di ruangan Wakil Direktur Svetovska Company… Pukul 10.30 siang…


Eolia sedang membaca nama-nama pelamar untuk magang di perusahaannya dan yang akan diwawancara olehnya…


"Islandzandi? Aufar? Hah… Apa mereka tau kalau Reyandra Direktur disini jadi mereka daftar kesini biar diterima? (berfikir) Kemarin aku nggak sempet baca nama-namanya. Jangan-jangan Reyandra sudah tau?"


Eolia lalu beranjak pergi dari ruangannya. Dan berjalan melewati meja Ryu Sera sambil melihat sinis kearah Ryu Sera yang sedang bekerja di mejanya lalu masuk ke ruangan Reyandra tanpa mengetuk pintu dahulu…


Eolia masuk dan berjalan kearah Reyandra dan duduk di depannya.


"Kau membantu mereka untuk magang disini?" memperlihatkan surat magang Islandzandi dan teman-temannya kepada Reyandra.


Reyandra terkejut melihat Eolia ada dihadapannya. "Eolia?"


"Hhmm… Apa kamu yang membantu mereka untuk masuk kesini?" melihat Reyandra kecewa.


Reyandra melihat kearah Eolia. "Ttidak, mereka tidak tau kalau saya bekerja disini! (terdiam) Dan itu dibagi dari Universitasnya mereka tidak bisa memilih tempat untuk magang."


"Benarkah? (melihat Reyandra curiga) Tapi, kok pembagiannya pas sekali ya…"


Reyandra menghela nafas. "Saya tau kalau ini bukan bagian saya, tapi bisa kau bantu Island dan teman-temannya? Karena itu untuk melengkapi nilai semester mereka."


"Hah… Kenapa aku harus membantu mereka? Aku nggak kenal mereka! Dan kamu tau kan aku nggak suka seperti ini!"


"Saya tau, makananya saya minta tolong kamu untuk melihat profil, CV serta nilai akademik sementara mereka dan menilai mereka secara adil… Kalau mereka tidak memenuhi standar perusahaan, kamu bisa menolak mereka, tapi kalau mereka memenuhi persyaratan dan masuk di standar penerimaan mahasiswa magang tolong kamu terima dan bimbing mereka"


"Hah, baiklah! Lagipula ini kan bagian dari Tim Diklat… Aku akan bicara pada mereka."


Reyandra tersenyum kearah Eolia. "Terima kasih…" Eolia hanya terdiam dan memperhatikan Reyandra.


"Aku pergi! Ah jangan lupa siang ini kamu ada janji sama perusahaan T, mereka sangat tertarik dengan game yang akan kau luncurkan! Siapa tau setelah mereka bertemu denganmu mereka akan bekerjasama dengan kita…"


"Baiklah!" Reyandra terdiam melihat kepergian Eolia lalu mengusap keningnya sambil bersandar di kursinya berfikir.


Hah… Bagaimana reaksi Islandzandi ketika tau saya bekerja disini?!


**


Beberapa hari kemudian…


Di rumah Pak Diandra…


Pukul 16.00 sore…


Islandzandi sedang memainkan Laptopnya di belakang rumah sambil browsing.


Islandzandi teringat terakhir bertemu Reyandra.


Iiiihhh… Kenapa juga gue harus nangis dipelukan Reyandra? Mana kenceng banget lagi… (terdiam membayangkan ketika dia dan Reyandra berpelukan di taman) Hah, gue kangen Reyandra… Kalo aja gue nggak dihukum sama papah gara-gara kemaren…


Tak lama Island pun terkejut ketika tiba-tiba handphonenya berdering.


"Anjrit kaget gue… (melihat ke layar Handphonenya yang menelponnya ternyata Haura) Ya kenapa Ra?"


...“Island, lo udah liat Email lo?”...


..."Email? Emang ada apaan?"...


...“coba deh lo cek dulu, masuk ke inbox…”...


..."Iya bawel! Gue lagi ngecek ini…"...


sambil membuka Emailnya di Laptopnya lalu masuk ke inbox.


Islandzandi terdiam kaget melihat surat pemberitahuan bahwa mereka diterima di Svetovska Company sebagai pegawai magang.


...“Congratulation bebz… akhirnya bentar lagi kita lulus kuliah!!!”...


..."Ah… woy nyusun Skripsi juga belum, lagian sebelum nyusun Skripsi kita bikin laporan tentang magang kita dulu kali…"...


..."Iya nih! Bokap gue tau kalo gue mabok trus tidur ditempat cowok! Katanya untung masih di rumah Reyandra coba kalo dirumah cowok laen?"...


...“Ya, lagian sih lo maen kabur gitu aja! Untung si Erik ngomong sama gue kalo lo ada di Apartement Reyandra… Lo tau nggak, pas tau lo lagi di apartement Reyandra si Aufar langsung bt gitu!”...


Islandzandi hanya tersenyum kecut.


...“Trus gimana hubungan lo sama Reyandra? Udah baikan kan?!”...


..."Iya sih, tapi gue bingung ngadepin Aufar gimana?"...


...“Oh, kalo itu sih tergantung dari hati lo sendiri lagian yang ngejalanin kan lo, lo pasti tau baik dan buruknya kayak gimana… (terdiam) Ya udah sih kasih tau bokap lo tuh kalo lo udah diterima di Svetovska Company sapa tau bokap lo nggak ngehukum lo lagi! Gue juga mau ngasih tau Erik nih… Gue janjian ketemuan sama dia hari ini!”...


"Iya… by the way… thank you ya…"


ucap Island sambil menutup telponnya lalu menghela nafasnya dan melihat surat yang diterimanya.


"Maaaaaammm…" teriaknya sambil berlari ke dalam rumah membawa Laptopnya.


**


Di rumah Pak Diandra…


Pukul 19.00 malam…


Di ruang makan…


Pak Diandra, Bu Audrey dan Islandzandi sedang makan malam sambil memberitahu Pak Diandra tentang keterimanya Islandzandi di Svetovska Company.


"Kenapa? Ada hal apa lagi? (melihat kearah Bu Audrey dan Islandzandi yang sedang tersenyum kearahnya dengan curiga) Kenapa makan malamnya special?"


"Jangan marah dulu Pah, ini kabar gembira kok! Kamu pasti bakalan senang dengernya!"


Islandzandi memberikan Laptopnya pada Pak Diandra dan Pak Diandra pun membacanya.


"Ini---" ucapnya tertahan sambil membaca dengan serius.


"Aku keterima magang Pah… Dan bentar lagi aku bakalan ngurus Skripsi terus lulus sesuai keinginan papah…" ucapnya tersenyum bangga.


Pak Diandra mengerutkan keningnya. "Jadi kamu keterima di Svetovska Company ya?" tanyanya sambil melihat ke arahBu Audrey yang mengangguk kearahnya dan memberi isyarat supaya diam.


"Kalo gitu, malam minggu besok ajak Reyandra buat makan malam disini ya… Udah lama kita nggak makan malam sama-sama karena Reyandra sangat sibuk sekali dengan pekerjaannya…"


"Aah dan satu lagi, kurangin minum-minum sama teman-temanmu! Kenapa akhir-akhir ini kamu jadi sering minum sih?"


"Iya, maaf!" ucapnya cemberut.


**


Di ruang rapat svetovska company…


Pukul 15.00 sore…


Reyandra sedang berbicara di depan mempresentasikan program game yang akan dirilis oleh Svetovska Company.


Sedangkan para calon investor dan klien yang akan bekerja sama dengannya terdiam memperhatikan reyandra dengan seksama begitu pun dengan Eolia yang sedang memperhatikan Reyandra.


Beberapa jam kemudian setelah Reyandra selesai menjelaskan presentasinya Reyandra pun sedikit membungkuk kearah para calon Investor dan Klien. Semua orang yang ada di ruangan itu pun bertepuk tangan karena sangat puas dengan hasil presentasi Reyandra.


"Saya puas dengan presentasinya." ucap investor.


"Saya juga akan berusaha membuat yang anda inginkan seperti kenyataan" ucap klien.


Reyandra tersenyum. "Terima kasih."


Tak lama saat Eolia berjalan menghampiri Reyandra.


"Good Job Rey! Dari dulu presentasi kamu nggak pernah gagal!"


"Thank you..." jqwab Reyandra tersenyum ke arah Eolia.


Tak lama telpon Reyandra berdering. Reyandra pun melihat siapa yang menelponnya.


"Island? (melihat Eolia) Sebentar saya terima telpon dulu! Tama, tolong kamu bawa file ke ruangan saya..." ucapnya sambil berjalan keluar ruang rapat.


"Baik Pak!"


Eolia kesal. "Ck... Island lagi? Bukanya mereka udah putus? (melihat Investor lain dan Klien sedang sibuk berbincang) Hei Tama, apa Reyandra balikan lagi sama Island?"


"Eu... Kalau masalah itu sebaiknya anda tanyakan pada Pak Reyandra..."


Di sebuah atap perusahaan… Reyandra pun menerima telpon dari Islandzandi.


..."Ya, Island?!"...


...“Rey… Aku keterima magang di Svetovska Company… Surat pemberitahuannya udah ada.”...


Reyandra terdiam.


..."Benarkah? Baguslah… Selamat ya Island!"...


...“Mmm.... kamu lagi apa? Nggak sibuk kan?”...


..."Saya baru selesai rapat."...


...“Aah… Trus malam minggu nanti Mamam sama Papah ngajak kamu buat makan malam di rumah, kamu bisa nggak?"...


..."Saya tidak tau, kalau nggak salah malam minggu besok ada ketemuan sama para Investor…"...


...“Nggak bisa diundur ya? Atau nggak, setelah selesai ketemuan itu deh… Bisa ya?”...


..."Akan saya usahakan Island, tapi saya nggak janji ya…"...


...“iya… Ya udah, Aku Cuma mau ngasih tau itu aja! (terdiam sejenak) Bye…"...


Reyandra pun menyimpan handphonenya dan terdiam melamun.


**


Di sebuah Café…


Pukul 14.35 sore…


Haura sedang duduk di salah satu meja sambil browsing tentang Svetovska Company di laptopnya.


"Hmm… Lumayan juga nih perusahaannya… Mudah-mudahan gue bisa terus disana..."


Tak lama Erik datang dan langsung memeluk Haura dari belakang dan mencium pipinya.


"Nunggu lama ya? Maaf ya, pemotretannya sedikit lama (terdiam melihat ke layar Laptop Haura) Svetovska Company?"


Haura melihat Erik. "Ooo… Aku sama yang laen baru keterima di perusahaan ini sebagai karyawan magang, kenapa? Kamu tau perusahaan ini?" ucapnya melihat kearah Erik.


"Ini kan perusahaan Reyandra…" ucap Erik dengan santai.


"Hah… Magsud kamu, Reyandra Direktur perusahaan ini? Nggak mungkin! Disini nama Direkturnya Ronald Widjaya loh…" ucap Haura ngotot sambil memperlihatkan profil Direktur Svetovska Company.


"Ck... Ini sih Profil lama, mereka belum menggantinya soalnya Reyandra baru masuk kesana baru 2-3 bulan kemaren…"


Haura terdiam berfikir. "Gawat! Island juga nggak tau kalo Reyandra kerja disana…" Erik terdiam berfikir.


Kenapa Reyandra nggak bilang kalo Island masuk sebagai karyawan magang? Dan kenapa juga nggak bilang sama Island kalo dia Direktur Svetovska?


"Yang... Gimana nih? Apa aku pura-pura nggak tau aja?!"


"Hah sumpah ya.… Hubungan mereka tuh ribet banget sih!"