Islandzandi

Islandzandi
Stresnya Reyandra



Di Apartement Reyandra...


Pukul 01.00 pagi...


Tama, Aufar, Park Jae Joon, Erik dan Aslan sedang duduk di ruang tengah sambil menunggu kabar dari orang-orang kepercayaan mereka.


Seperti Aufar yang meminta bantuan pada teman gengnya, Tama yang meminta bantuan polisi dan anak buahnya, Erik yang meminta bantuan teman modelnya dan Park Jae Joon yang meminta teman yang jago komputer untuk melacak keberadaan Islandzandi lewat Handphone ataupun CCTV yang terekam ada Islandzandi.


"Aaakkkhhhh..." teriak Reyandra frustasi karena belum menemukan Islandzandi sampai sekarang, sampai mengagetkan semua temannya yang ada disana.


"Hyung... Bersabarlah... Island pasti ketemu..." Erik.


"Erik ini sudah 4 jam, sedangkan Island sedang hamil.. Saya takut terjadi apa-apa dengan Island..." ucapnya pasrah sambil menunduk sambil menahan tangisnya yang hampir keluar.



"Rey... Lo udah ngehubungin mertua lo?" tanya Aufar akhirnya nyamperin Reyandra sementara Reyandra masih menunduk sambil menggeleng kan kepalanya.


"Kamu sudah memghubungi Alditra? Apa katanya?" lanjut Park Jae Joon.


"Dia nggak tau apa-apa, tapi coba kau lacak Gps Handpgonenya, sebenernya saya sedikit curiga sama dia... Meskipun dia punya alibi tapi firasat saya mengatakan kalau dia ada hubungannya dengan kejadian ini..."


***


Di sebuah puskesmas daerah terpencil...


Islandzandi yang masih tidak sadarlan diri tertidur di atas blankar ditemani Alditra yang duduk disampingnya.


"Untung saja bapak membawa istrinya kesini dengan cepat kalau tidak istri dan bayi bapak tidak akan selamat pak..." ucap seorang dokter desa di puskesmas itu sementara Alditra hanya terdiam.


"Dok, kalau bisa saya ingin membawa istri saya ke rumah agar dia bisa istirahat dengan aman..."


"Tapi pak..."


"Berikan saja resepnya.." ucap Alditra tegas.


***


Di sebuah Apartement kecil...


Alditra berdiri disamping Islandzandi yang tengah tertidur di kasur berukuran kecil dan tidak layak digunakan.


Alditra sebenarnya sedang perang batin antara menurut dengan perintah Om Jeni atau dia menyelamatkan Islandzandi??


"Mmmhhmmm... Aaakkhhh..." tiba-tiba Island berteriak dan tersadar dari tidurnya melihat kearah Alditra.


"Al... Gue tau lo itu sebenernya baik, cuma lo nggak enak sama Om Jeni kan? Udah ya... Lepasin gue, lo pergi dan gue nggak akan laporin lo... Gue cuma mau pulang, gue cuma mau ketemu Reyandra..."


Alditra terdiam. "Lo nggak akan pernah ketemu lagi sama Reyandra... Gue akan bawa lo pergi sama gue..."


"No.. Al... Gue mau pulang gue mau Reyandra... Gue nggak bisa hidup tanpa Reyandra Al..."


"Kalo gitu lo milih lo mending gue gue bunuh sama bayi lo atau ikut sama gue?"


Islandzandi terdiam... Sementara Alditra menyeringai.


***


Sementara itu di Apartement Reyandra...


Di sana masih ada Park Jae Joon, Tama ditambah Pak Diandra dan Bu Audrey yang sudah tau kalau Islandzandi diculik...


"Pak... Ada laporan dari seseorang katanya ada pria yang membawa perempuan yang tengah pendarahan ke puskesmas daerah T.... Mereka masih belum yakin dan mereka sedang memeriksa CCTV nya..." jelas Tama yang baru saja menerima telpon dari anak buahnya.


"Itu Island... Bawa saya ke sana Tama!"


"Ya Allah.. Island... Apa yang terjadi padamu Naaakkk... Semoga kamu ada dalam lindungannya... Semoga kamu nggak apa-apa naakkk... " ucap Bu Audrey histeris lalu pingsan. Sementara Reyandra terdiam melihat kearah Bu Audrey yang pingsan.


"Nggak apa-apa Audrey hanya pingsan, kamu pergilah temukan dan bawa Island pulang.. Saya mohon Rey..."


"Baik... Joon.. Kau disini jangan kemana-mana nanti saya kirim datanya kau bisa melacaknya."


"Ok.. Sip..!"


***


Reyandra dan Tama langsung berjalan kedalam pusmesmas itu untuk menemui anak buah mereka.


"Bagaimana?"


Anak buahnya langsung memperlihatkan CCTV yang menangkap gambar Islandzandi sedang di bopong oleh Alditra dengan kondisi Islandzandi yang terkulai lemas tidak bergerak.


"Island...." ucapnya mengepalkan tangan kesal sambil memejamkan matanya karena memang benar bahwa Alditra lah pria yang membawa Islandzandi yang tertangkap di CCTV itu.


"Kirimkan gambar itu..." ucap Reyandra setelah menyadarkan dirinya untuk harus tetap fokus.


Setelah anak buahnya mengirim file pada Reyandra, Reyandra pun mengirim mengirim balik pada Park Jae Joon lalu menelponnya.


"Joon... Saya mengirim rekaman CCTVnya bagaimanapun caranya kau harus menemukannya dan terus lacar ponsel ataupun jejak keberadaan mereka setelah terekam di CCTV..." ucapnya langsung menutup ponselnya. "Tama lapor polisi setempat selusuri tempat-tempat terpencil... mereka pasti tidak jauh dari tempat ini..."


"Baik pak!"


***


2 hari kemudian...


Alditra berpindah tempat dari Apartement kecil menjadi sebuah gudang yang tidak terpakai dan tidak layak untuk ditinggali.


"Jadi kau memilih untuk mati Island?" ucap Alditra setelah melihat makanan yang dia kasih untuk Islandzandi masih utuh.


"Pikirkanlah bayimu... Dia juga berhak hidup Island..."


"Kalau begitu bebasin gue..." Alditra tersenyum sambil menggeleng.


"Terserah lo aja...!" ucal Alditra lalu pergi dari hadapan Islandzandi.


Islandzandi langsung mengusap perutnya sambil menangis.


"Maafin Bunda ya de... Bunda nggak bisa jagain kamu... Kamu kangen ayahmu kan sayang... Sabar ya.. Ayahmu pasti nemuin kita.. Dia pasti lagi berusaha... Bunda tau..." gumamnya sambil meringis merasakan nyeri di perutnya.


***


"Kau yakin mereka berada disini?" ucap polisi itu pada Park Jae Joon.


"Sangat yakin pak... Saya melihat terakhir mobil itu masuk ke daerah sini"


Reyandra pun langsung berjalan mencari dan menyusuri tempat yang dicurigai kalau Islandzandi dan Alditra terakhir masuk ke daerah ini disusul oleh Tama yang setia mengikuti di belakang Reyandra.


"Pak..." ucapnya sambil menunjuk sebuah gedung tua yang tertutup sebuah gedung restoran pinggiran.


***


"Shiiittt!!!" gumam Alditra yang tadi melihat Reyandra dan Tama berjalan kearah gedung yang ditinggalinya bersama Island.


Alditra pun buru-buru ke dalam dan masuk ke ruangan Islandzandi, Islandzandi yang sedang diam kaget melihat kearah Alditra.


"Kita harus pergi dari sini sekarang!"


"Kenapa? Apa Reyandra kesini?" tanpa Menjawab Alditra membereskan barang-barangnya.


Islandzandi langsung merebut pistol yang ada di pinggang Alditra lalu menodongkan pistol itu.


"Island.. Sini pistolnya... Itu bukan mainan..."


"Berenti Al.. Kalo gue nggak gini lo nggak akan lepasin gue..."


"Island..." hendak mendekati Islandzandi.


Dooooorr...


Islandzandi melepaskan pelatuk pistol ke sembarang arah dan seketika Alditra pun berhenti.


"Gue bilang berenti!!"