Islandzandi

Islandzandi
Dipecat



Di Halaman Belakang Rumah Pak Diandra…


Pukul 16.30 sore…


Islandzandi duduk di bangku dan Aufar berjongkok di depannya.


"Brengsek! Coba kemaren gue ikut, nggak akan ada kejadian kayak gini..."


"Udahlah Far, udah kejadian ini, gue juga udah nggak apa-apa ya… Meskipun sulit banget buat ngelupainnya..."


Aufar melihat Islandzandi. "Hah, kenapa juga Reyandra nggak ngelindungin lo..." melihat Islandzandi serius.


Islandzandi terdiam. "Ada kalanya Reyandra nggak ada disisi gue Far, dan gue harus bisa survive without dia... Satu hal yang perlu lo tau dan harus gue tegaskan sama lo Far, lo harus nyari cinta lo… Lo nggak boleh terus ngarepin gue, sekarang gue udah milik Reyandra seutuhnya… Gue sama Reyandra nggak akan pernah pisah… Gue sebagai sahabat lo pengen lo membuka hati lo sama cewek lain…"


Aufar terdiam sedih.


"Gue tau, dan gue juga perlu waktu buat lupain lo… Ngelupain seseorang yang udah lo sayang lebih dari 10 tahun nggak semudah apa yang lo omongin sekarang Island… Lo juga tau itu!"


Islandzandi melihat Aufar sedih. "Sorry ya…"


"It’s okay..." terdiam berfikir.


**


Di rumah Pak Diandra…


Pukul 21.00 malam…


Reyandra terdiam setelah keluar dari mobilnya dan berfikir.


Tak lama Reyandra berjalan ke dalam rumah dan melihat di ruang keluarga Bu Audrey sedang menyiapkan makanan di dapur sementara Islandzandi sedang bercanda dengan Pak Diandra.


"Rey… Kamu udah pulang?" ucapnya sambil berlari kearah Reyandra.


Bu Audrey melihat Reyandra tersenyum. "Kau sudah makan Rey? Aku sudah menghangatkan makan malam untukmu…"


"Iya, terima kasih tante… (melihat Islandzandi tersenyum) Kau sudah baikan?" mengelus kepala Islandzandi lembut.


Pak Diandra memperhatikan sikap Reyandra pada Islandzandi lalu tersenyum.


"Tadi sore Aufar mampir kesini…"


Reyandra melihat Pak Diandra. "Oh ya? Trus?"


"Yaaa… Dia Cuma nyemangatin aku aja trus marah-marah nggak jelas gara-gara Ronald…"


"Sepertinya dia tidak memberitahu Island kalau aku sudah memberhentikannya dan sudah memberinya nilai penuh!" gerutu Reyandra dalam hati sambil tersenyum kearah Islandzandi.


***


Di ruang Direktur…


Pukul 15.00 sore…


Reyandra sedang terdiam berfikir.


Tak lama Eolia datang keruangannya.


"Are you crazy Rey?"


Reyandra menghela napas. "You came… I think you still angry to me…"


"Hah… Aku memang masih marah padamu!"


"Saya sudah memberhentikan Island dan memberikannya nilai…"


"Apa? (kaget) Kau gila Rey... Teman-temannya masih magang tinggal sebulan lagi. Gimana kalau ada yang iri dan tidak terima lalu---"


"Ini demi kebaikan Island, Island sendiri belum tau kalau saya sudah memberhentikannya, saya hanya nggak mau Island menderita, setelah kejadian kemarin banyak sekali gossip miring tentang dirinya, dan saya juga tidak ingin karena terus bekerja disini dia jadi teringat lagi pada Ronald! Sudah beberapa hari ini Island masih mengigau kejadian itu… Dia masih belum bisa melupakannya…"


"Hah... Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang? (melihat kearah Reyandra serius) Kau tau akibatnya jika kasus ini diteruskan ke persidangan?"


"Ya, semua akan tau kalau Islandzandi adalah istri saya, saya akan menerima konsekuensinya, meskipun keluar dari perusahaan ini! Tapi kau tenang saja Tama akan mengurusnya."


"Begitu juga dengan wartawan? Svetovska akan jadi pencarian nomor satu tapi karena Skandal bukan karena penghargaan! Dan satu lagi, ayah tidak akan setuju kalau kau keluar dari sini!"


"Ok saya salah saya tidak langsung memecatnya pada waktu itu… Tapi kalau kasus ini dibiarkan dan dia terbebas dari hukuman bisa jadi dia nanti akan melakukan hal serupa meskipun bukan pada Island…"


"Terserah kau saja!" ucapnya lalu berjalan keluar dari ruangan Reyandra kesal.


Tak lama pak Ferdinan masuk ke ruangan Reyandra dengan santai.


"Rey..." tersenyum kearah Reyandra setelah melihat Eolia yang keluar melewatinya.


"Om…"


Reyandra langsung berdiri dan mempersilahkan duduk di sofa begitu pun dengan Reyandra yang juga duduk di depan Pak Ferdinan.


"Apa Eolia membuat masalah?"


"Tidak Om... Eolia marah karena memang saya salah!"


"Apa krena kejadian kemarin?"


Reyandra hanya mengangguk lalu terdiam.


"Om, saya akan berusaha sebisa mungkin agar Svetovska tidak dinilai negative..."


"Saya tau kamu akan melakukan yang terbaik!Saya juga dengar dari Eolia, perusahaan dari Australia sengaja datang kemari karena ingin bekerja sama dengan Svetovka Company... Kau melakukan yang terbaik Rey, meskipun kau sedang dalam masalah tapi kau tetap fokus pada Svetovska! (melihat kearah Reyandra yang masih terdiam) Lalu bagaimana keadaan istrimu?"


"Sudah membaik tapi dia masih sedikit shock..."


Pak Ferdinan terdiam. "Jika pengadilan itu yang terbaik menurutmu, kau teruskan saja… Kau tidak usah mendengar komentar Eolia. Tapi tolong cari solusi yang lebih baik lagi tanpa kau harus keluar dari perusahaan ini Rey…"


"Maafkan saya Om… Tapi Untuk saat ini masalah itu tidak akan sampai terdengar ke reporter dan luar Svetovska, kecuali kabar tentang Ronald yang dipenjara. Dan saya akan mengusahakan yang terbaik bagi Svetovska."


"Saya percaya padamu Rey… Saya sudah menyerahkan semua keputusannya padamu… lakukan yang terbaik yang biasa kamu lakukan!"


"Baik Om… Dan terima kasih Om masih percaya pada saya…"


***


Di Svetovska Company…


Pukul 07.30 pagi…


Di bagian Kreatif…


Beberapa orang sudah berada di meja masing-masing sambil memulai pekerjaan mereka sebagian lagi belum datang…


Di ruangan Bu Khanza…


Bu Khanza sedang terdiam berfikir sambil melihat surat pemberhentian magang beserta nilai yang sudah dikeluarkan oleh Reyandra untuk Islandzandi.


"Hah… Sebenernya apa yang terjadi antara mereka bertiga? Apa benar yang dikatakan Nadia? Kalau Islandzandi itu wanita penggoda? Sampai Pak Reyandra juga terpikat dengannya? Gossip yang beredar diantara para karyawan sangat kuat dengan video antara Pak Reyandra dengan Bu Eolia yang sedang perang dingin…"


Tak lama seseorang mengetuk pintu ruangannya.


Bu Khanza terkejut. "Aahhh, masuk!" ucapnya sambil melihat kearah pintu. Tak lama Islandzandi yang memang sengaja dipanggil olehnya sudah ada di depannya.


"Oh, kau sudah datang?! Duduklah… Bagaimana keadaanmu?"


"Maaf bu, kemarin saya tidak masuk!"


"Island… (terdiam) Saya tidak tau ada masalah apa antara kau dengan Pak Reyandra… Tapi ini…" menyerahkan surat amplop coklat pada Islandzandi.


Islandzandi pun mengambil surat itu dan membacanya.


Islandzandi terkejut. "Ini maksudnya apa bu?"


"Intinya kerja magangmu sudah selesai dan itu nilai yang kamu dapat dari perusahaan.."


"Itu hanya kamu seorang Island, yang lain masih akan mengerjakan kerjaan mereka sampai satu bulan kedepan!"


"Ini artinya saya dipecat?"


"Ya... Kau dipecat secara sepihak oleh Direktur! Maka dari itu saya bertanya ada apa antara kau dan Pak Reyandra?"


Kok Reyandra nggak bilang masalah ini? Reyandra mecat gue? Kenapa?


"Maaf bu, saya akan menghadap Pak Direktur, kenapa saya dipecat secara sepihak sementara saya bekerja dengan sangat keras dan sebisa mungkin beres tepat pada waktunya!"


"Mungkin karena kamu memiliki hubungan dengan Pak Reyandra dan Bu Eolia tau hubungan kalian jadi hubungan mereka renggang gara-gara itu…"


"Apa?"


"Kau tidak tau kalau gossip yang beredar disini semua menyalahkanmu atas apa yang terjadi kemarin?"


"Hah??! (terdiam tidak percaya) Tapi disini saya yang menjadi korban bu.."


"Saya tau Island… Saya juga tidak percaya pada gossip yang ada disini, tapi…"


Islandzandi langsung keluar dari ruangan Bu Khanza, sementara Bu Khanza hanya terdiam.


saat Islandzandi keluar dia melihat Nadia, Aldditra dan Aufar yang sudah datang ke ruangan.


"Island? Kenapa kamu disini?"


Islandzandi melihat kearah Aufar tajam. "Kamu tau aku dipecat tapi kamu nggak bilang sama aku Far?!" ucapnya langsung pergi dari hadapan mereka.


"Hah.. Apa-apaan dia? Liat sendiri kan, kelakuannya kayak gimana?" ucap Nadia ketus.


"Nadia… Bisa tidak kau tidak bicara kasar terhadap Island?"


"Kenapa Bu Khanza masih ngebelain dia sih?"


"Dia seperti itu karena dia menerima surat pemberhentiannya dari Direktur! Jadi berhentilah menjelek-jelekannya!"


"Apa? (kaget) Hah! Yah… Baguslah, ada dia disini juga jadi menjelekan nama Svetovska!"


"Cukup! (melihat kearah Nadia marah) Gue udah sabar ya denger lo jelek-jelekin Island! Tapi kalo sekali lagi gue denger lo jelekin Island.. Gue nggak segan-segan buat nampar lo!"


"Hei.. jaga omongan lo! Ini di kantor!" ucap Alditra melihat Aufar tajam.


**


Di depan ruangan Direktur…


Saat Islandzandi sedang berjalan kearah pintu ruang Direktur Ryu Sera yang sedang duduk menghentikannya.


"Stop! Ada keperluan apa kau kesini?" ucapnya sambil berjalan kedekat Islandzandi.


"Aku mau ketemu sama Direktur!"


"Kau sudah punya janji? Lancang sekali kamu datang ke ruangan Direktur tanpa janji dan urusan kerjaan!"


Islandzandi melihat kesal kearah lalu memperlihatkan surat pemberhentiannya pada Ryu Sera. "See? Aku harus minta alasan kenapa aku dipecat secara sepihak!"


Ryu Sera terdiam. "Aah… (tersenyum sinis) Silahkan kalau begitu…"


Islandzandi pun berjalan meninggalkan Ryu Sera dan masuk ke ruangan Reyandra.


Saat Islandzandi masuk ke ruangannya tanpa mengetuk, Islandzandi terdiam melihat Eolia sedang berada disamping Reyandra sangat dekat karena sedang melihat ke Laptopnya Reyandra.


Eolia dan Reyandra pun terkejut melihat kearah Islandzandi.


"Island?"


"Apa kau tidak diajarkan sopan santun? Ini kantor dan kau..."


"Maaf pak... Dia bersikeras ingin masuk..."


"Apa maksudnya ini?" memperlihatkan kertas itu pada Reyandra.


Eolia berjalan mendekati Islandzandi. "Kau mau membuat onar disini? Dengan atasanmu?"


Islandzandi mendorong tubuh Eolia kepinggir lalu berjalan ke depan Reyandra. Ryu Sera yang sedang terdiam pun kaget melihat sikap Islandzandi yang berani melawan Eolia. Reyandra yang sadar akan kehadiran Ryu Sera pun langsung berteriak kearah Islandzandi!


"Cukup! Kau tau kesalahanmu apa? Dan sekarang kau melawan atasanmu?"


"Apa?" melihat Eolia kesal.


"Keluar dari sini dan kemasi barang-barangmu! Mulai sekarang kau bukan karyawan Svetovska lagi!"


Islandzandi melihat kearah Reyandra tidak percaya.


"This is bulshit!" ucapnya kearah Reyandra marah sambil melempar kertas itu ke wajah Reyandra.


Reyandra hanya terdiam menunduk. Sementara Ryu Sera ikut keluar saat Islandzandi sudah pergi dari ruangannya. Sementara Eolia tidak percaya apa yang Islandzandi lakukan barusan.


"Kau puas sekarang Rey? Sekarang orang-orang pasti tau kalau kau tidak dihargai oleh bawahanmu!"


"Saya tau! Kalau saja Island lebih bersabar … Mungkin saya bisa menjelaskan kenapa saya memberhentikannya lebih cepat dibanding teman-temannya!"


"Kau tau Ryu Sera orang seperti apa kan? Sebentar lagi gossip kejadian ini pasti akan segera menyebar! Kau harus siap-siap mendengarnya!"


Reyandra hanya terdiam berfikir. Lalu saat Eolia sudah keluar dari ruangannya Reyandra pun mencoba menghubungi Islandzandi tapi tidak diangkat oleh Islandzandi.


***


Di Bar yang biasa Island dan teman-temannya datangi, pukul 19.00 malam…


Islandzandi sedang duduk di kursi bartender sambil mengutak ngatik Handphonenya, tak lama David yang sedang meracik minuman Islandzandi berjalan kedepan Islandzandi sambil memberikan pesanannya.


"Kerjaan lo nggak lancar?"


Islandzandi melihat kearah David. "Hmm… Hah… ya, kayaknya lo tau banget gue…"


"Bukan sekali 2 kali lo kesini karena ada masalah! So… Gimana sama laki lo?"


"Ya… Gara-gara ini gue bête.. Gue dipecat dari Svetovska sama laki gue tanpa dia ngomong terlebih dahulu sama alasannya!"


David berfikir. "Ya… Mungkin itu demi kebaikan lo…"


"Tapi nggak gini juga caranya dong!" berfikir.


Tak lama Haura dan Erik datang dan berjalan kearah Islandzandi. David pun melihat kearah Haura.


David melihat kearah Erik. "Cowok baru lo lagi, Ra?"


"Hai David… (melihat Erik) Hah? Ah… Ya gitulah!"


"Biasa?!"


"Yupz seperti biasa!"


"Lo?" tanya David melihat Erik tajam.


"Liquurs saja!" jawab Erik santai. lalu mereka duduk diantara Sisi Islandzandi sementara David meracik minuman mereka.


"Heh… Ngapain lo disini?!"


Islandzandi melihat Erik serius.


"Gue dipecat dari Svetovska Ra… Dia dengan seenaknya mecat gue padahal magang gue tinggal sebulan lagi..." ucapnya kesal.


"Hah?! Seriusan?! Kok bisa gara-gara apa?"


"Entahlah dia juga nggak ngasih tau alesannya!" melihat kearah Erik.


Erik hanya bisa terdiam dan menjelaskan kenapa Reyandra memutuskn untuk memberhentikan Islandzandi lebih awal dari jadwalnya, dan dia juga menjelaskan kalau Islandzandi tetap menerima nilai dengan nilai terbaik sama halnya dengan mahasiswa yang lainnya.