Islandzandi

Islandzandi
Kepulangan Islandzandi dan Aufar



Pukul 09.00 pagi...


Masih di kamar VIP...


Islandzandi sedang duduk sambil melap wajah dan lengan Reyandra dengan lap dan air hangat yang disediakan rumah sakit.


Sementara Bu Audrey masih di Hotel belum datang ke rumah sakit.


Tak lama Reyandra pun membuka matanya.


"Island..." ucapnya pelan sambil melihat Islandzandi.


"Rey?! (senang lalu menggenggam tangan Reyandra) Kamu udah sadar Rey... Aku panggil suster dulu ya..." hendak pergi.


Reyandra menahan tangan Islandzandi. "Kamu disini saja... Saya sudah tidak apa-apa..."


"Nggak apa-apa gimana? Kamu itu sempet kritis tau nggak? Bahkan sempet (terdiam mengingat kematian Reyandra sesaat lalu merinding) Aku nggak mau ngerasain gimana kamu ada di ruang ICU, gimana rasanya detik-detik dimana detak jantung kamu berhenti! Aku nggak mau itu terjadi lagi, jadi please jangan pernah mencelakai dirimu sendiri meskipun itu demi aku..."


Reyandra terdiam melihat Islandzandi. "Saya hanya berfikir kalau kamu tidak ada, apa yang terjadi dengan saya?! (melihat Islandzandi yang cemberut) Kamu disini sendiri?"


"Kemaren aku nyuruh Papah sama Erik pulang. Karena aku tau mereka pasti nggak bisa ninggalin kerjaannya, sementara Mam masih di hotel, belum dateng..."


"Trus kamu nggak magang?"


Islandzandi terdiam sejenak. "Nggak, aku disini aja nemenin kamu, aku nggak perduli sama magang, paling ngulang lagi taun depan..."


Reyandra terdiam menghela nafas. "Hah... Kamu ini, lama lagi dong saya nunggunya!" ucapnya pelan hampir tidak terdengar oleh Islandzandi.


"Hah? Kenapa Rey? Apa ada yang kerasa lagi?"


Reyandra tersenyum terdiam sejenak.


"Island... Apa benar saya sempat tidak bernapas? (ucapnya sambil menerawang sementara Islandzandi terdiam menunduk tanpa menjawab pertanyaannya) Kamu pasti nggak percaya, mungkin kemarin memang harusnya saya mati... Saya berada di sebuah tempat yang gelap, tiba-tiba kedua orang tua saya datang dan meminta saya untuk pergi dari tempat itu... Kata mereka belum saatnya saya berada disana, meskipun saya ingin bersama mereka tapi mereka melarang dan mengingatkanku tentangmu Island..."


Islandzandi sedih. "Aku sangat berterima kasih banget sama kedua orangtuamu, karena menyadarkanmu dan memintamu untuk kembali kesini lagi..." memeluk Reyandra erat.


"Aufar?"


"Dia masih disini, aku belum mau ketemu sama dia..."


"Island..." melihat Islandzandi serius.


"Iya aku tau... Tapi kasih aku waktu ya... "


Reyandra hanya tersenyum kearah Islandzandi. Tak lama Bu Audrey masuk.


"Rey... Kamu sudah bangun?" berjalan menghampiri Reyandra.


"Iya tante..."


"Island, kamu udah kasih tau Suster kalau Reyandra udah bangun?"


"Belum Mam..."


"Ya udah, biar aku yang bilang sama susternya. Kamu temenin Reyandra aja..." sambil menyimpan tas di kursi tunggu dan berjalan keluar kamar.


"Makasih tante... (melihat Islandzandi) Island... Saya mau kamu pulang ke jakarta dan kembali kerja sebagai karyawan magang, ajak Aufar..."


Islandzandi terdiam cemberut. "Iya, besok aku akan pulang, aku kan udah bolos kerja selama hampir seminggu, aku nggak akan ngecewain kamu juga..." terdiam.


Reyandra melihat kearah Islandzandi sedikit kecewa lalu kemudian tersenyum.


"Rey..." panggil Pak Diandra melihat kearah Reyandra menyesal.


"Om..."


Bu Audrey melihat kearah Pak Diandra lalu menarik tangan Islandzandi.


"Island, bisa minta tolong mam yuk!" berjalan keluar bersama Islandzandi.


Reyandra melihat kearah Islandzandi yang berjalan keluar kamar.


"Maafkan Om ya Rey... Kemarin Om memaksa kamu untuk menjauhi Island, dan karena kejadian itu kamu sekarang..."


Reyandra tersenyum. "Tidak apa-apa Om, saya mengerti karena Om ingin melindungi dan ingin yang terbaik untuk Island kan... (melihat Pak. Diandra yang masih terdiam) Tapi Om, sebelumnya saya minta maaf, tapi sesuai perkataan saya tempo hari… Saya tidak akan melepaskan Island lagi, saya akan terus menjaga dan melindungi Island dengan cara saya sendiri..."



contoh ya..


Pak Diandra menghela nafas pasrah.


"Ya, memang senang rasanya melihat senyum Island seperti itu... Dan sepertinya memang saya harus merestui Reyandra untuk jadi menantuku kelak... Lalu bagaimana dengan Jenny? (terdiam berfikir) Hah... Memang nggak seharusnya aku memisahkan kalian..." gerutunya dalam hati.


Reyandra tersenyum kearah Pak Diandra. "Terima kasih Om sudah mau percaya saya lagi untuk tetap menjaga Island..."


"Hah... Nggak ada kamu Island malah semakin sulit dikendalikan... Kuharap kau bisa membuat Island lebih baik lagi..." ucapnya sambil menerawang.


Tak lama Aufar pun datang ke kamar Reyandra.


"Om..." sapa Aufar.


"Hmm kau datang? (melihat kearah Reyandra) Ah, kalian pasti ingin berbicara kan? Om akan tunggu diluar..."


"Terima kasih Om..." ucap Reyandra.


"Lo... Keliatannya udah jauh lebih baik!"


"Hm... Terima kasih kau sudah berbasa basi menanyakan keadaan saya... Jadi, (terdiam) Saya menunggu penjelasanmu Aufar Pratama..." ucap Reyandra mulai serius.



Aufar terdiam kesal. "Ya, itu emang bener! Gue nggak nyentuh dia sama sekali, dia Cuma buka baju sendiri dan itu pun gue lagi di kamar mandi, gue Cuma tidur disamping dia... Puas!"


Reyandra terdiam sambil memgerutkan halisnya. "Terima kasih kau sudah menjaga Island..."



"Gue juga minta maaf, kalo gue bilang dari awal sama Island, dia nggak mungkin kabur dan lo nggak bakalan kayak gini!"


"Justru saya yang berterima kasih, karena dengan adanya kejadian ini, saya akan lebih berhati-hati dan lebih lagi menjaga Island... Apa kamu juga akan pulang bareng Island?"


"Gue nggak tau, dia belum ngomong lagi sama gue... Gue tau gue emang keterlaluan, gue juga tau dia pasti benci sama gue dan nggak mau kenal sama gue lagi liat lo kayak gini..."


Reyandra melihat keraah Aufar serius.


"Pokonya, untuk sementara saya akan mempercayaimu lagi, tolong jaga Island selama saya berada disini... Karena hanya kamu yang bisa menjaga Island selain saya."


Aufar terdiam melihat kearah Reyandra.


**


Di taman Rumah sakit Advent…


Pukul 15.30 sore…


Islandzandi duduk di samping Aufar.


"Hey, maafin gue… Kalo aja gue bilang dari awal, nggak akan ada kejadian kayak gini! Dan Gue bener-bener nyesel udah buat lo jadi sedih…"


"Nggak apa-apa, lagian Reyandra juga udah nggak marah lagi sama lo! Gue pikir dengan adanya kejadian ini gue jadi bisa ngerasain kebaikan hati orang-orang… Disini, gue nemuin sesuatu yang sangat berharga… Aufar, lo yang buat gue sadar! Semua yang lo bilang di resort itu Cuma buat mancing Reyandra kan?! lo ngelakuin semua ini demi gue… Gue beruntung bisa punya seorang Aufar disisi gue sekarang… (tersenyum kearah Aufar lalu memeluk Aufar erat) Thank you…"



Aufar pun terdiam tidak berkutik, Aufar hanya terdiam sedih.


"Gue pikir lo bakalan jauhin gue... Island… Lo tiba-tiba jadi dewasa ya… Gue pikir lo nggak bakalan maafin gue dan kenal sama gue lagi..."


"Eeu… anu… Malam itu beneran nggak terjadi apa-apa kan?" ucap Island dengan muka yang memerah.


Aufar melihat kearah Islandzandi tersenyum. "Udah gue bilang kan? Malam itu gue sama sekali nggak nyentuh lo… Dan kasih tau dia kalo sampe dia nyia-nyiain lo lagi, gue akan rebut lo darinya! Ingat itu baik-baik ya…!" mengusap kepala Islandzandi tersenyum.


**


Di Svetovska Company…


Pukul 08.00 pagi…


Di bagian kreatif…


Islandzandi baru keluar dari ruangan Bu Khanza sambil cemberut berjalan kearah mejanya.


Sementara Aufar dan Nadia mendekati Island…



"Dimarahin ya? Hukumannya apa? Hah, pegawai baru berani banget buat nggak masuk tanpa izin…" tersenyum sinis senang karena Islandzandi kena hukuman lalu balik lagi ke mejanya.


Islandzandi hanya cemberut kearah Nadia. Aufar tersenyum melihat kearah Nadia.


"Udah, jangan diambil hati dia Cuma bercanda kok!"


"I mean it!" teriaknya.


Islandzandi terdiam begitu pun Aufar yang sedang menghibur Islandzandi.


"Seminggu ini gue harus membuat planning untuk event Dragon Nest selama 1 bulan!"


"Ya, gue juga disuruh bantuin lo..."


Selama hampir seminggu Islandzandi dan Aufar sibuk mempersiapkan Event untuk Game Dragon Nest.


Sementara itu di ruang Wakil Direktur Eolia juga sibuk dengan pekerjaannya tanpa tau kabar dari Reyandra. Saat Eolia sedang menandatangani laporan tiba-tiba Erik datang.



"Unnie..."


Eolia melihat kearah Erik. "oh kau sudah datang?! Duduklah..."


Erik melihat kearah Eolia curiga. "Tumben kau memanggil saya kesini... Ada apa?"


Eolia membereskan map lalu fokus melihat kearah Erik. "Langsung saja keintinya, kau tau Reyandra ada dimana kan? (melihat serius kearah Erik yang langsung terdiam) Nggak usah bohong! Ini juga menyangkut Svetovska jadi aku harus tau dia ada dimana dan sedang melakukan apa? Island sudah masuk ke kantor sementara Reyandra masih bolos, ke Apartemennya pun tidak ada orang, Ayah juga tidak tau Reyandra ada dimana... Kalau dia ada urusan kantor aku pasti tau! So... Dimana dia?"



Erik mengernyit lalu menceritakan kejadian yang menimpa Reyandra.