Islandzandi

Islandzandi
Belum Saatnya



Di ruangan Reyandra…


Reyandra masuk dan berjalan ke dekat meja kerjanya lalu berhenti berbalik melihat Islandzandi yang sedang berjalan masuk dan menutup pintu itu dan berjalan ke dekat Reyandra, Reyandra pun langsung memeluk Islandzandi dengan cemas.


Islandzandi pun memeluk Reyandra erat.


"Kau tidak apa-apa kan? maaf saya tidak bisa langsung ada di dekatmu… (melihat kearah Islandzandi yang hanya mengangguk masih shock) Hari ini kamu pulang saja! Biar saya yang akan menyelesaikan semuanya…


Tak lama Aufar masuk saat mereka masih berpelukan…


Reyandra dan Islandzadi pun melepas pelukan mereka.


"Hah, maaf kalau mengganggu kalian…" ucapnya sinis sambil menutup pintunya kembali.


Reyandra duduk di sofa sambil menuntun Islandzandi duduk di sampingnya. "Ada apa?"


Aufar terdiam melihat Reyandra dan Islandzandi sedih. "Gue belum bisa menemukan pelakunya! Tapi udah kejadian kayak gini gue pasti akan lebih waspada lagi, security dan petugas control room juga gue suruh mengawasi lebih teliti!"


"Thank you Far…" (terdiam melihat Islandzandi)


"Maaf Island saya nggak selamanya ada untuk kamu Island…" ucap Reyandra menyesal.


Islandzandi melihat Reyandra. "Kamu selalu ada kok…"


Reyandra terdiam berfikir.


Aufar melihat tangan Reyandra yang masih memegang tangan Islandzandi.


"Lo… udah nggak apa-apa kan?" melihat kearah Islandzandi khawatir.


Islandzandi tersenyum kearah Aufar. "Iya, gue udah agak tenang sekarang… Berkat kalian… Makasih ya Aufar. Ternyata semua ada hikmahnya aku bisa liat kalian kompak kayak gini…" gerutu Islandzandi tersenyum kecut.


Reyandra terdiam. "Saya akan mengantar Island pulang!"


"Hah! Jangan gila, kalo lo nganter Island pulang yang ada posisi Island makin tersudut dan pegawai lain akan curiga… Gue yang akan antar Island pulang!" sergah Aufar tidak setuju.


Reyandra melihat Aufar serius.


"Gue Cuma mau ngelindungin Island dari gossip yang akan muncul jika lo nekat mau nganterin Island…"


"Bisa nggak kalian nggak berantem? Baru juga dipuji kompak udah berantem lagi! Udah cukup kejadian tadi buat aku kaget sekaligus takut, jangan sampai pertengkaran kalian juga membuat aku jadi lebih panik… Dan aku nggak akan pulang (melihat kearah Reyandra serius), ada kerjaan yang harus aku beresin."


"Kau yakin?" ucap Reyandra melihat Islandzandi serius.


"Island… Biar gue aja yang beresin sisanya…" ucap Aufar.


"Aku nggak enak sama pegawai lain dan Bu Khanza yang udah baik mau belain aku…Aku udah banyak banget ngambil izin. Sekarang aku nggak mungkin bolos lagi!"


Reyandra terdiam melihat kearah Islandzandi serius. Begitu pun dengan Aufar.


"Kalo itu mau lo, ok! lo bisa kerja di meja gue…"


Islandzandi tersenyum kecut kearah Aufar sambil mengangguk.


"Island…" Reyandra melihat kearah Islandzandi serius.


"im okay Rey…"


"Aufar, tolong jaga Island!"


Aufar hanya terdiam tidak menjawab.


Tak lama Aufar dan Islandzandi pun keluar dari ruangan Reyandra.


**


Di atap Svetovska Company…


Eolia dan Alditra berdiri saling berhadapan…


"Ada apa?" ucap Alditra sinis.


"Hah… Jangan bercanda! Aku sudah mendengar percakapanmu di telpon tempo hari! Jadi jangan sok alim dihadapanku! Apa maksud dari kedatanganmu ke sini?"


Alditra tersenyum sinis kearah Eolia. "Kalau aku tidak mau jawab? Apa kau akan memecatku?"


"Aku tau dari semua kejadian ini semua ulahmu kan?! hanya tinggal memilih jawaban yang akan aku berikan padamu… Kau kesini untuk menghancurkan Islandzandi? atau Svetovska Company?"


Alditra terdiam kearah Eolia.


"Hah… Aku tidak perduli masalah Svetovska Company, untuk apa aku menghancurkannya?!"


Eolia tersenyum. "Berarti kamu kesini untuk menghancurkan Island! Hah… Sebenarnya aku tidak akan mencegahmu untuk menghancurkan Islandzandi, tapi kalau kau sampai menyentuh perusahaanku… Aku nggak akan tinggal diam!'


Eolia hendak pergi dari hadapan Alditra.


"Aku tau! Kamu juga merasa diuntungkan kan jika aku menghancurkan Islandzandi? Karena kamu bisa berada disisi Reyandra! Aku tau kamu menyukai Reyandra…"


Eolia terdiam melihat Alditra. "Hah… Jangan bilang kau minta perlindunganku?!"


"Kita kerjasama! Ini juga mungkin akan menguntungkanmu!"


Eolia tersenyum sinis. "Aku tidak tau ada masalah apa antara kau dan Islandzandi, ataupun siapa yang menyuruhmu untuk melakukan ini! Tapi… Aku akan melindungimu jika kau memisahkan Islandzandi dan Reyandra!"


"Deal!"


Diatap Svetovska Company…


Pukul 15.00 sore…


Saat Islandzandi berjalan keluar, Pak Ronald juga berjalan hendak masuk sehingga merekapun bertabrakan, tapi Pak Ronald dengan sigap menangkap tubuh Islandzandi yang hampir jatuh kebelakang.


"Aaakhh!!" teriak Islandzandi kaget.


"Woow… hati-hati! Island!"


"Eu, iya pak, tapi bisakah bapak melepaskan saya?" merasa risih karena kedua tangan pak. Ronald melingkar di punggung Islandzandi memeluknya.


"Ah, iya maaf! (melepaskan pelukannya) Kau masih disini? Saya pikir kamu akan disuruh pulang sama Direktur…"


Islandzandi terdiam. "Maksud bapak?"


"Akhir-akhir ini banyak gossip bahwa Direktur sudah menikah, dan tadi pagi saya melihatmu keluar dari mobilnya Direktur, di luar perusahaan tentunya, apa kau istri dari Direktur?"


Islandzandi terdiam kaget. "Apa? Hah… Itu sangat tidak mungkin pak, saya hanya pegawai magang disini… Jadi nggak mungkin Direktur menikahi saya…"


"Dari pertama kali kamu masuk kesini saya sudah curiga sama kamu…"


"Mampus gue… Dia mergokin gue sama Reyandra… Gimana lagi nih alesan yang buat dia percaya kalo gue bukan istrinya… Bisa fatal akibatnya kalo semua orang tau Reyandra nikah sama gue…" grutu Islandzandi dalam hati


"Apa kamu hanya wanita simpanan Direktur? Hanya ada 2 pilihan yang harus kau jawab… Istrinya atau hanya simpanannya?"


"Eu… Saya, (bingung) Wanita simpanannya" jawabnya sambil menutup mata.


"Waw… Benarkah? Ternyata Direktur seperti itu juga… Berarti kamu tau istrinya Direktur? Apakah Eolia? (melihat Islandzandi dari atas ke bawah) Tapi kamu tidak sebanding sama Eolia… Apa yang dicari Reyandra di dalam dirimu jika dia sudah mendapatkan istri yang sempurna seperti Eolia?!"


Islandzandi hanya terdiam tidak menjawab.


"Tidak mau memberitahu? Baiklah, saya akan simpan rahasia ini, saya bukan orang yang suka bergosip seperti pegawai-pegawai lain, tapi sebagai gantinya, apa kamu bisa makan malam denganku?"


"Ya?" Islandzandi kaget sekaligus takut. "Gawat, ni orang nyari kesempatan banget?"gerutunya dalam hati.


"Nggak usah takut sama saya, saya nggak akan ngapa-ngapain kamu kok, hanya makan malam, lagipula ini rahasia kan? Berarti Reyandra juga nggak tau masalah ini ya… Ok, saya tunggu keputusanmu dengan segera, dan semoga itu baik!"


Sebelum pergi Pak Ronald mencubit dagu Islandzandi dengan gemas!


Islandzandi menghela nafas lega sambil mengusap bekas cubitan Pak Ronald tadi. "Hah… gimana nih? Hubungan gue sama Reyandra udah ketauan… Apa yang harus gue lakuin? Bilang sama Reyandra takut Pak Ronald sebarin… Dia pake ngancem segala sih? Apa gue salah ngasih jawaban ya? Tapi kalo gue ngaku dia pasti bakalan nyerang Reyandra dengan senjata hubungan gue sama Reyandra… Gue nggak mau Reyandra jadi susah…" terdiam bingung sekaligus cemas.


**


Di Apartement Reyandra, pukul 20.00 malam…


Di kamar tidurnya…


Islandzandi sedang tiduran sambil melamun.


"Apa gue ngomong masalah Pak Ronald ke Reyandra? Tapi gue nggak mau dia cemas lagi, kerjaan dia udah banyak, lagian kalo gue ngomong dia pasti bakalan bongkar status kita... Gue nggak mau orang-orang tau kalo Reyandra nikah sama gue yang Cuma seorang Staf magang... Ya... Meskipun itu Cuma sementara sih, secara kan gue bentar lagi juga berenti dari Svetovska... Tapi liat Pak Ronald buat gue merinding!"


Sementara Reyandra yang baru keluar dari kamar mandi memakai kimono berjalan menghampiri Islandzandi lalu memeluk Islandzandi dengan penuh rasa sayang…


"Besok kau tidak perlu masuk ke kantor kalau kasih takut!"


Islandzandi melihat Reyandra sambil menggeleng. "Kalau aku nggak masuk terus aku nggak akan bisa bantutin untuk menyelesaikan kerjaan aku… (membelai wajah Reyandra) Makasih ya…"


"Untuk apa?"


"Untuk semuanya…"


Reyandra tersenyum kearah Islandzandi lalu mencium bibir Islandzandi…


Islandzandi pun membalas ciuman Reyandra dan mulai terbawa suasana, posisi Reyandra pun jadi tiduran diatas badan Islandzandi.


"Island…"


"I need you Rey…" mencium Reyandra dengan penuh hasrat.


Islandzandi berusaha melepaskan kimono bagian atas Reyandra…


Reyandra pun mulai mengerutkan halisnya lalu melepaskan ciumannya.


"Stop berusaha membuka pakaianku Island!" mengenakan kimononya lagi.


Islandzandi terdiam sambil duduk. "Kenapa? kamu… Nggak mau ngelakuin “Itu” Sama aku?"


Reyandra menggeleng. "Bukan itu… Ini bukan saatnya!"


"Kita kan udah nikah… Mau nunggu apa lagi?"


"Island, ada beberapa hal yang tidak bisa saya berikan padamu untuk sekarang, tolong kamu mengerti…"


"Hah… Apa lagi sih yang kamu tunggu…"


"Saya hanya tidak mau menghancurkan hidupmu Island… Tolong mengertilah…"


Islandzandi mulai kesal melihat Reyandra. "Kamu egois Rey… Justru dengan sikap kayak gini kamu ngancurin impian aku sebagai seorang cewek yang statusnya udah nikah…" tandas Idlandzandi kecewa lalu tertidur dengan membelakangi Reyandra.


Reyandra perlahan menyelimuti tubuh Islandzandi lalu terdiam sambil berfikir memperhatikan Islandzandi yang sedang tidur membelakanginya…