Islandzandi

Islandzandi
Project Pertama



Di Svetovska Company…


Pukul 08.30…


Di pantry bagian kreatif…


Islandzandi yang sudah selesai membuat kopi untuk karyawan lain terdiam sejenak sambil berfikir sambil menghela napas, tak lama Aufar menghampirinya.


"Hei…" ucap Aufar mendekati Islandzandi. "Maaf ya, akhir-akhir ini kita nggak ada waktu..."


"It's okay, nggak apa-apa lagian gue juga tau lo lagi sibuk banget sama Nadia..." sedikit menyindir Aufar.


Aufar hanya tersenyum. "Please... Jangan marah dong... Tar malem gue mampir ke rumah deh ya... Oia, katanya lo jadi videoklip game online ya?"


"Iya tapi udah beres kok... Tadinya mau hari minggu doang tapi klienya Aslan pengen cepet selesai katanya dikejar dateline... Jadi tiap malem gue syuting di Studio..."


Aufar melihat kearah Islandzandi lalu membantu Islandzandi. "Mereka masih nyuruh lo buat kopi? Sini, mana lagi biar gue bantu…"


"Nggak usah, udah selesai juga kok!" menahan tangan Aufar yang ingin membantunya.


"Ya udah, gue bantu nganterin! Kenapa Cuma lo sih yang disuruh bikin kopi buat mereka?"


Islandzandi mengangkat bahu kearah Aufar. Lalu mereka pun memberikan kopi itu pada pegawai lain. Reyandra dan Pak Ronald sedang berjalan melewati divisi desain development. Tak lama salah satu pegawai laki-laki berdiri sambil mengangkat cangkir kopinya.


"Island! Gimana sih, kopi punyaku kok kurang manis! Bikinin lagi!" bentak salah satu pegawai.


Aufar terdiam kesal melihat kearah pegawai itu. Reyandra yang mendengar teriakan pun langsung terdiam dan melihat kearah mereka. Saat Pak Ronald hendak memperingatkan mereka, Reyandra langsung menghalangi jalan dengan tangannya lalu melihat kearah Pak Ronald sambil menggelengkan kepalanya!


"Oh, iya maaf… Akan aku ganti..." ucap Islandzandi hendak mengambil cangkir yang dipegang pegawai itu Aufar menarik tangan Islandzandi untuk diam.


Aufar pun berjalan kearah pegawai itu dan mengambil cangkirnya dan menumpahkan kopi itu ke baju pegawai itu kesal.


"Apa-apaan kamu? Mau buat masalah?" teriak pegawai yang buat masalah tadi.


Islandzandi menghampiri Aufar dan melerai Aufar dan Pegawai itu.


"Far, udah... Cukup!"


"Yang buat masalah itu lo! Dan kalian semua, (melihat kearah semua karyawan yang ada disitu termasuk Nadia) Kita disini buat kerja, bukan buat melayani kalian menyiapkan kopi!"


"Kalian mau menentang?!" tantang pegawai itu.


Aufar dengan kesal Aufar menarik kerah pegawai itu. "Apa salahnya kalo kita baru disini? Mau maen senior - senioran? Kalian pikir ini di sekolah? Kita disini buat kerja sama kayak kalian! (melihat ke semua pegawai yang sedang melihat kearahnya) Kalo kayak gini caranya mending kita Resign! Apaan kerja kayak gini! Peduli amat sama nilai kampus... Perasaan di divisi lain nggak kayak gini..."


Aufar menarik tangan Islandzandi dan hendak pergi dari ruangan itu tapi Bu Khanza datang menghampiri mereka.


"Ada apa ini? Ribut sekali sampai terdengar kedalam ruangan! (melihat pegawai dan melihat kearah Islandzandi dan Aufar) Apa kalian bertengkar?!"


"aapa ini cara kerja di perusahaan besar seperti ini? Menyuruh pegawai baru untuk membuat kopi dan menyuruh - nyuruh yang tidak ada hubungannya dengan kerjaan?!"


Bu Khanza melihat pegawai itu kesal.


"Kamu bersihkan pakaianmu di toilet! Dan kalian berdua, ikut ke ruangan saya! sekarang! (melihat kearah pegawai lain) Dan kalian semua, kembali ke pekerjaan kalian masing–masing!"


Pegawai lain langsung ribut membicarakan Aufar dan Islandzandi. Nadia melihat kearah Islandzandi kesal. Reyandra yang menyaksikan kejadian itu hanya tersenyum lalu pergi dari sana. Pak Ronald yang heran dengan sikap Reyandra mulai curiga.


**


Sementara di ruangan Bu Khanza…


"Disini terbiasa dengan etos senior dan junior, jadi saya harap kalian beradaptasi dengan etos kerja seperti ini!"


"Kalau masalah kerjaan sih oke, kita nggak masalah mau dikerjain kayak kemaren sampe malem buat ngerjain laporan… Sampai harus lembur, kita nggak akan protes… Tapi kalau disuruh beliin makanan buat mereka terus bikinin kopi… Itu keterlaluan! Kita disini buat bekerja bukan untuk jadi ob mereka! Ob disini kan ada, kenapa harus menyuruh Island untuk membuatnya!"


Bu Khanza terdiam.


Jadi Aufar yang membuat laporan ini…


"Oke! Jadi mau kalian apa?"


"Kita Cuma mau disamakan dengan pegawai magang yang lain."


"Ok! Kalo begitu… Sekarang kalian bawa alat tulis kalian dan ikut saya ke ruang rapat! Kalian akan bekerja sesuai yang kalian mau…"


Aufar dan Islandzandi terdiam melihat kearah Bu khanza.


"Kenapa kalian cuma diam?! Mau bekerja apa tidak?"


"Eu… Iya baik Bu… Terima kasih!" ucap Aufar tersenyum kearah Islandzandi dan pergi keluar dari ruangan Bu Khanza. Saat keluar Aufar berpapasan dengan pegawai yang tadi lalu mereka pun saling pandang! Mereka berdua ke meja mereka mengambil alat tulis…


"Mau kemana Far?"


"Disuruh rapat sama Bu Khanza…"


"Ok, kita pergi dulu ya…"


Mereka bertiga pun berlalu dari Ruangan kreatif menuju ke ruang rapat.


**


Sementara di ruang rapat…


Semua pimpinan bagian beserta wakil dari Divisi bagian sudah duduk menunggu di meja. Bu Khanza, Aufar dan Islandzandi masuk ke ruangan itu.


Pak Ronald pun langsung menghampiri Bu Khanza dan melihat kearah Islandzandi sesekali.


"Bu Khanza… Gimana kabarnya sehat?" ucap Pa Ronald sambil mengangkat tangannya memberi salam pada Bu Khanza.


"Makin cantik saja…"


"Baik, ah terima kasih, Pak Ronald bisa saja…" ucap Bu Khanza tersenyum membalas memberi salam.


Pak Ronald melihat kearah Aufar. "Anda tidak membawa staf lama, kemana?"


"Ada di ruangan, saya hanya ingin mencoba keahlian mereka berdua makanya saya mengikut sertakan mereka di rapat ini… (melihat sekeliling) Belum semua datang ya?"


"Oh, sudah hanya tinggal menunggu Direktur dan wakilnya… Tadi beliau sudah datang tapi keluar lagi katanya ada perlu." ucap Pa Ronald sambil melihat kearah Islandzandi jelalatan.


Islandzandi tidak menyadari tatapan Pak Ronald kearahnya.


Tak lama Reyandra dan Eolia datang kearah mereka tanpa melihat kearah Islandzandi masuk ke ruangan itu…


Semua pegawai yang ada di dalam sana langsung duduk begitu pun dengan Islandzandi dan Aufar.


Reyandra melihat kearah Aufar dan Islandzandi terkejut, begitupun dengan Eolia.


Islandzandi memperhatikan gerak - gerik Reyandra.




Haaaahhh… god!! Sumpah Reyandra berkarisma banget… Nggak heran pegawai disini tergila - gila sama dia… Dia memang the best… (terdiam cemberut) Apa gue kasih tau Reyandra tentang apa yang papah omongin semalam?! hati Islandzandi menjerit saat melihat kharismatuk Reyandra saat menjadi seorang Direktur Utama.


Sementara Reyandra masih terdiam memperhatikan salah satu pegawai sedang mempresentasikan hasil kerjanya di depan semua orang... Sesekali mendekatkan wajahnya ke dekat Eolia sambil sesekali mengangguk karena Eolia mengajak ngobrol. Islandzandi terdiam cemberut kearah Eolia yang sengaja terus mendekat kearah Reyandra…


Setelah beberapa pegawai sudah mempresentasikan hasil kerjanya, sekarang untuk Bagian Desain Development yang akan mempresentasikan hasil kerjanya.


"Baiklah, untuk rapat kali ini saya membawa dua staf magang saya dan mereka yang akan mempresentasikan hasil kerja yang selama ini mereka kerjakan… Silahkan Aufar…" ucap Bu Khanza.


Aufar pun berjalan kedepan dan menyiapkan data yang akan dia perlihatkan pada Reyandra dan pimpinan lain…


Tak lama… Aufar pun mulai mempresentasikan hasil kerjanya…


Eolia melihat Islandzandi yang sedang memperhatikannya, lalu Eolia sengaja mendekatkan kursinya ke sisi Reyandra, dan terus mendekatkan wajahnya ke wajah Reyandra lalu mereka pun saling tertawa pelan…


Islandzandi pun berdiri dengan cepat sehingga menggeser kursinya, semua orang melihat kearah Islandzandi begitupun dengan Reyandra dan Eolia.


"Maaf, saya ke belakang sebentar!" ucap Islandzandi masih melihat kearah Reyandra dan Eolia.


Saat Islandzandi keluar, Eolia tersenyum sinis. Beberapa menit kemudian, Islandzandi pun masuk ke ruangan lagi dan melihat kearah Aufar yang sedang mempresentasikan kerjaannya.


Tak lama setelah semua sudah mempresentasikan hasil kerjanya…


Bagian Reyandra yang berdiri dan berbicara kepada karyawan lain dengan santai dan berjalan kesisi kanan dan kiri…


Beberapa jam kemudian…


Rapat pun selesai dan semua orang yang mengikuti rapat keluar dan kembali ke bagiannya masing-masing…


Saat Bu Khanza, Islandzandi dan Aufar hendak keluar...


Eolia memanggil mereka dan menghampiri mereka diikuti oleh Reyandra…


"Kalau boleh tau hasil presentasi ini siapa yang buat?" tanya Eolia pada Bu Khanza.


"Aufar yang membuat, memangnya ada yang salah bu?"


"Tidak hasilnya sangat bagus sekali, iya kan Rey…"


Reyandra terdiam melihat Aufar. "Hmm… Tingkatkan terus kinerja kalian..." ucapnya dingin.


"Baik pak..." jawab Aufar sambil tersenyum penuh kemenangan.