
Di Svetovska Company...
Pukul 09.00 pagi...
Di ruang Kreatif...
Islandzandi, Aufar maupun pegawai lain mulai sibuk dengan kerjaannya karena ada produk baru dari Svetovska yang akan mereka rilis.
Sementara di ruang rapat...
Reyandra, Eolia, Pak Ronald, juga beberapa staf sedang rapat.
Di lorong, Pukul 14.00 sore...
Reyandra sedang berjalan sambil mengobrol dengan para Staf...
Sementara Islandzandi juga sedang berjalan sambil membawa beberapa box file besar dengan arah yang berlawanan.
Reyandra melihat kearah Islandzandi begitu pun dengan Islandzandi, tak lama mereka pun berpapasan Islandzandi sedikit membungkuk memberi hormat pada Reyandra dan atasan lainnya, sementara Reyandra terus berjalan melewati Islandzandi.
Islandzandi terdiam sedikit kesal.
Tak lama mereka berhenti dan melihat kearah Islandzandi.
"Hei, kau karyawan baru kan? Kalau tidak salah kau bekerja di bagian Kreatif bersama Bu Khanza?'
Islandzandi melihat Reyandra yang masih terdiam. "iya..."
"Tolong beritahu Bu Khanza agar segera datang ke ruangan Direktur karena ada hal yang harus kami bahas..."
Islandzandi terdiam. "Baik pak... Kalau begitu saya permisi..." ucapnya sambil membungkuk lalu berjalan meninggalkan mereka.
Sementara Reyandra masih melihat kepergian Islandzandi.
"Kamu sudah mulai sibuk Island..." ucapnya dalam hati sambil tersenyum kecut.
**
Di Studio Destiny... Pukul 20.00 malam...
Islandzandi sedang diphoto oleh Aslan...
"Ya... Good Island..." ucapnya sambil .melihat Cameranya.
Islandzandi berjalan mendekati Aslan. "Ini yang terakhir kan?"
"Yupz... Ini terakhir, udah gitu lo bisa fokus di Svetovska..."
Tak lama Aufar yang sedang menunggu Islandzandi pun menghampiri Aslan dan Islandzandi.
"Udah beres?"
"Tumben lo bisa jemput Island... Biasanya lo sibuk dengan kerjaan lo..."
"Nggak dong, kerjaan gue udah beres, kemaren gue ,lembur Cuma buat beresin kerjaan doang, karena setelah itu gue mau ngabisin waktu gue sama calon istri gue..."
"Oh, okay... segitu senengnya lo sama status baru lo... Jagain dia baik-baik Island, jangan sampe buat masalah..."
Islandzandi tersenyum kearah Aslan. "Far, gue ganti baju dulu ya..."
"Ok! (melihat sekitar) Erik mana Aslan, kok nggak keliatan?"
"Tau, harusnya sih udah dateng soalnya ada jadwal pemotretan dia..."
**
Di lorong... Saat Islandzandi baru keluar dari ruang ganti... Erik sedang berjalan kearahnya.
"Hey Erik!" sapa Island.
"Hm... Lo udah beres?"
Islandzandi mengangguk sambil masih menunduk.
"Gue greget sama hubungan kalian... Kenapa sih kalian salah satu aja ada yang ngalah..."
Islandzandi melihat Erik tidak mengerti. "Maksudnya?"
"Ya, lo tau Reyandra hidupnya sekarang kayak robot, kerja terus nggak pernah istirahat sekalinya istirahat dia Cuma minum doang..." Islandzandi terdiam.
"Ya, paling nggak lo nasehatin dia supaya nggak terlalu fokus kerja, ingetin dia makan dan istirahat kek... Lo masih ada dihati dia, dan lo pernah punya hubungan spesial sama dia... Jangan sampai gara-gara lo tunangan sama Aufar lo nggak bisa ngasih tau Reyandra, soalnya omongan gue nggak berpengaruh sama dia...
**
Disvetovska Company...
Reyandra bekerja dengan keras mengubah sistem kerja di Svetovska Company meskipun banyak karyawan yang protes, dan Reyandra sering sekali rapat di luar...
Kadang keluar kota hanya sehari ataupun 2 hari...
Sementara Eolia selalu berada di sisi Reyandra dan membantunya.
**
Suatu hari di Ruang Direktur...
Eolia sedang duduk kecapean begitu juga Reyandra.
"Hah... Ahirnya kita bisa juga merubahnya... Aku pikir kamu tidak akan bisa..."
"Hmm... Meskipun banyak yang tidak setuju tapi pada akhirnya mereka menerimanya juga... Saya yakin pasti mereka semua membenci saya..." ucap Reyandra sambil memijit kedua halisnya.
"Tapi itu kan buat kebaikan Svetovska Company juga, agar lebih maju lagi... (tersenyum) Tidak sia-sia ayah mengirimkanmu kesini..."
"Kau juga sangat membantu Eolia, thank you..."
"It’s okay, itu kan gunanya partner..."
Reyandra hanya tersenyum sambil memegang kepalanya.
Eolia memperhatikan Reyandra khawatir.
"Kau sakit? Apa kau sudah makan?"
"Im fine..."
Eolia buru-buru menelpon seseorang.
Reyandra terdiam melihat kearah Eolia.
"Ya.... Kau kan masih tinggal dengan Reyandra?! Apa kau tidak mengurus Reyandra dengan baik? Apa Reyandra makan dan tidur dengan cukup?! Ya.. Erik?! (bentaknya mengomeli Erik di telpon) Ssshhit... Ditutup lagi! Dasar nggak sopan..."
"Kau menelpon Erik? Saya sudah bilang im fine... So you should not call him..." ucapnya memyenderkan badannya ke sandaran kursi badannya sambil memejamkan mata sejenak.
"Tapi Rey...." Eolia melihat Reyandra kecewa.
**
Apartement Reyandra…
Pukul 24.00 malam…
Reyandra sedang duduk di meja kerjanya sambil merekap laporan para pimpinan bagian.
"Hah… Saya tidak bisa berfikir jernih…" gumamnya terdiam memikirkan Islandzandi.
Tak lama Suara bel pintu Apartemennya bunyi. Reyandra melihat jam yang ada di atas meja kerjanya…
"Siapa yang datang malam-malam?"
Reyandra pun berjalan ke pintu Apartement dan melihat di monitor siapa yang datang, Reyandra terkejut karena yang datang ternyata Islandzandi yang sedang berdiri.
Reyandra pun langsung membuka pintu.
"Island, kenapa kamu…"
"Apa kamu mau nikah sama aku Rey?"
"Ya? (kaget dengan pertanyaan Islandzandi terdiam) Masuk dulu, kita bicara di dalam!" menarik tangan Islandzandi perlahan.
Islandzandi masih terdiam melihat serius kearah Reyandra.
Reyandra terdiam melihat Islandzandi. "Island... kamu tau persis saya tidak bisa melakukan apa-apa kalau kamu sendiri tidak bisa melepaskan Aufar... Dan Aufar juga tidak ada niatan untuk melepaskanmu..." ucapnya dengan menyesal.
"Ya, aku emang nggak bisa ngelepasin dia dan nggak bisa nolak dia, tapi kamu bisa bawa aku pergi dari rumah... (melihat Reyandra meneteskan air matanya) Aku cuma mau nikah sama kamu Rey!"
Reyandra terdiam melihat Islandzandi kebingungan.
"Island, dengar bukannya saya tidak mau menikah sama kamu, tapi menikah itu tidaklah gampang! Dan juga saya... (terdiam melihat Islandzandi sambil menyentuh pipi Islandzandi) Sampai sekarang saya tetap sayang sama kamu Island... Saya... (menunduk) sudahlah, saya antar kamu pulang lalu nanti kita bicara lagi!"
"Aku lagi nggak mau pulang, kalo dirumah rasanya aku udah jadi istrinya Aufar... Aku ngerasa sesak... Nggak ada yang ngerti perasaan aku saat ini..."
"Apa kamu juga mau bolos kerja? Ingat kamu baru masuk kerja... Bu Khanza nggak akan mentolelir pegawai yang asal-asalan, dan saya tidak bisa membantumu!"
"Iya aku tau… (melihat kearah Reyandra serius) kamu kurusan... Aku tau selama ini kamu sangat sibuk di kantor sampai aku nggak bisa ngeliat kamu... Makanya aku kesini, kan aku udah bilang makan dan istirahat yang cukup... Mamu nggak boleh gila kerja kayak di LA..."
"Apa Erik yang memberitahumu?"
"Erik itu sayang sama kamu Rey... Makanya dia bilang sama aku supaya aku ngingetin kamu... Meskipun sekarang aku tunangannya Aufar, tapi aku nggak mau liat kamu kenapa-kenapa..."
Islandzandi terdiam sedih.
Reyandra masih terdiam berfikir sambil melihat Islandzandi serius lalu Reyandra pun memeluk Islandzandi.
Satu jam kemudian…
Islandzandi sudah tertidur pulas di tempat tidur Reyandra dengan memakai baju Reyandra yang sedikit kebesaran…
Reyandra berdiri ujung tempat tidur melihat Islandzandi yang sedang tertidur sambil berfikir keras.
"Apa saya harus menemui Om Diandra dan bicara dengannya? Ini memang sudah saatnya... Tapi..." gerutu Reyandra dalam hati bingung.
Tak lama Reyandra keluar dari kamar tidurnya dan menelpon pada orang tua Islandzandi.
...Reyandra...
...“hallo, iya om, ini saya … dan Island sudah tertidur, dia tidak mau pulang jadi saya mengizinkannya untuk tidur disini, tapi Om, apa...”...
...Pak Diandra...
..."Reyandra… maaf kalau Island selalu menyusahkanmu… tapi… bisakah kau menjaganya malam ini seperti kau menjaganya dulu… aku percaya padamu Rey… kau sudah kuanggap sebagai anakku sendiri dan kau juga pria yang baik…”...
Reyandra terdiam sambil mengerutkan halisnya sedih karena tau maksud dari perkataan Pak. Diandra barusan.
...Reyandra...
...“Baik om, saya mengerti!”...
Hm... Secara tidak langsung om Diandra sudah menolak saya.
Reyandra menutup telponnya dan menggenggam erat handphonenya.
Reyandra duduk diruang kerjanya sambil terdiam berfikir.
Pukul 07.00 pagi…
Reyandra yang berada diruang kerjanya dengan pakaian sudah rapih masih mengerjakan laporan’nya…
Sementara Islandzandi yang juga sudah rapih dengan pakaian kerjanya menghampiri Reyandra di ruang kerjanya…
Reyandra melihat Islandzandi. "kau mau kerja?"
"Hm... (mengangguk) Aku nggak mau ngecewain kamu! (melihat mata Reyandra yang lelah) Kamu dari semalam nggak tidur?"
"Hm… (mengangguk) Kamu pergi duluan saja ke kantor, Tama sudah menunggu di bawah, saya masih ada urusan yang harus diselesaikan…" ucapnya lembut.
Islandzandi terdiam melihat Reyandra, saat Reyandra berdiri, Islandzandi berjalan mendekati Reyandra dan berdiri dihadapannya. Saat Reyandra melihat kearah Islandzandi serius.
"Makasih Rey..." menarik jas Reyandra pelan lalu Islandzandipun mencium bibir Reyandra lembut dan lama.
Reyandra pun hanya menerima ciuman dari Islandzandi lalu memegang wajah Islandzandi mesra.
Tak lama Islandzandi melepaskan ciumannya dan memegang tangan Reyandra sambil melihat mata Reyandra tersenyum.
"Akhirnya lo bisa nerima ciuman gue Rey… I love you so much Rey… And thank you…" gerutu Islandzandi dalam hati.
Islandzandi sedikit berat berjalan meninggalkan Reyandra di ruang kerjanya dan pergi dari Apartement Reyandra. Sementara Reyandra masih terdiam di meja kerjanya. Tak lama Reyandra menelpon Eolia.
...Reyandra...
...“Eolia… hari ini saya terlambat, ada yang harus saya kerjakan, untuk meeting pagi ini kau saja yang pimpin, saya kirim laporannya lewat email…”...
...Eolia...
...“ ok, tapi urusan apa sampai kamu datang terlambat?”...
...Reyandra...
...“about Island!”...
...Eolia...
...“oh, okay…”...
Reyandra pun menutup telponnya lalu siap-siap untuk pergi…
**
Di sebuah Perusahaan Garment milik Pak Diandra…
Pukul 09.00 pagi…
Reyandra berjalan masuk gedung itu dengan santai, para pegawai yang ada disana melihat kearah Reyandra terpesona…
Tak lama setelah sampai di depan meja sekretarisnya…
"Ada yang bisa saya bantu?"
"Saya mau bertemu dengan Pak Diandra…"
Sekretaris itu terkesima melihat Reyandra. "oh maaf, apa anda sudah punya janji?"
"Kau bisa memberitahunya kalau Reyandra ada disini…"
Lalu Sekretaris itu memberitahu Pak Diandra lewat telpon...
"Maaf pak, ada tamu yang ingin bertemu dengan Bapak… Reyandra! Ah, iya baik pak! (menutup telponnya) Mari saya antar kedalam…"
Sekretaris itu pun mengantar Reyandra untuk bertemu dengan Pak Diandra…
Saat sekretaris itu keluar dari Ruangan pak. Diandra, Reyandra masih berdiri di dekat pintu masuk…
"Duduk Rey…" ucapnya sambil membereskan map yang ada di mejanya.
Reyandra pun berjalan dan duduk di depan Pak Diandra masih terdiam…
Pak Diandra melihat Reyandra. "Kau tidak ke kantor? Sudah lama kau tidak main kesini… (melihat Reyandra yang masih terdiam) Kau kesini pasti untuk membahas masalah Island kan?"
"Apa anda benar-benar berniat untuk menikahkan Aufar dengan Island?"
Pak Diandra terdiam sejenak. "Benar, kau tau kan mereka sudah sangat dekat, dan saya juga tau mereka berdua pacaran, makanya Island tidak bisa lepas dengan Aufar meskipun kau sudah pulang…"
"tapi… Island tidak bisa melepaskan Aufar karena…"
"Reyandra… Saya tau, Island mencintai kamu… Dan mungkin dengan kau menjauh dari Island, dia bisa merubah rasa cintanya pada Aufar…"
Reyandra tersenyum sinis. "Itu terdengar seperti memaksanya! Anda pikir dengan menikahkan Island dan Aufar akan membahagiakan Island? Tidakkah itu bisa menyakitinya?"
"Lalu kau sendiri… Apa kau pernah berfikir antara kau dan Island tidak mungkin untuk bersama… Kau mengerti maksudku kan? Bukankan dari dulu kau ingin melindunginya juga? Ingin membahagiakan Island? Lepaskan Island jika kau ingin membahagiakan Island… Saya memang tau kamu seperti apa dan orang tuamu seperti apa, yang saya tidak bisa menerimanya adalah perbedaan umur kalian sangatlah jauh… Aku tidak akan memberikan Islandzandi padamu, kau cukup untuk menjadi kakak laki-lakinya saja… Hanya itu saja yang saya ingin tekankan padamu…"
Reyandra hanya terdiam kesal…
"Saya sangat menyayangi Island seperti anda menyayangi Tante, bukan seperti kakak menyayangi adiknya… dan saya benar-benar tidak bisa meninggalkan Island seperti itu…"
Pak Diandra melihat Reyandra serius. "Saya mengkhawatirkan masa depan Island! Maka dari itu saya harap kamu juga mempertimbangkan masa depannya! Dan kamu sudah tau bagaimana caranya."
Reyandra terdiam melihat kearah Pak Diandra serius. "Baik, saya akan mencoba menjauhi Island seperti keinginan anda, tetapi jika cara itu tetap menyakiti hati Island… Maaf Om, saya akan tetap berada di dekat Island dan tetap melindunginya dengan cara saya sendiri…"
Reyandra berdiri dan membungkuk memberi hormat pada Pak Diandra lalu pergi meninggalkan ruangannya dengan kesal.