
Di Apartement Reyandra...
Pukul 05.30 pagi…
Di kamar…
Reyandra yang baru bangun melihat kesisinya Islandzandi sudah tidak ada, sementara di dapur Islandzandi dengan pakaian yang sudah siap pergi ke kantor sedang memasak untuk bekal Reyandra ke kantor dan juga sarapannya sekarang…
Reyandra berjalan keluar kamar masih mengenakan baju tidurnya dan melihat Islandzandi sedang sibuk menyiapkan sarapanya.
Islandzandi yang melihat Reyandra baru bangun langsung tersenyum.
"Good morning Rey!!"
melihat kearah Reyandra berjalan duduk di kursi meja makan melihat Islandzandi.
"Morning…" jawabnya tersenyum.
"Ini sarapannya!" memberikan Roti dan susu kedepan Reyandra.
"Thank you… (langsung memakan sarapannya) Kamu nggak sarapan?"
"Aku nggak biasa sarapan, dan ini… (memberikan kotak makanan kearah Reyandra) Makan siangmu! Sebelum menikah aku minta mam buat ngajarin aku masak… Dan ini hasilnya! (tersenyum) Semoga aja enak…"
Reyandra tersenyum kearah Islandzandi dan melihat tangan Islandzandi sudah tidak memakai cingcin kawin, lalu melihat keleher Islandzandi yang sudah memakai kalung.
"Kamu…"
"Hmm... Kenapa Rey?"
"Maaf, sudah membuat mimpimu jadi melenceng…"
Islandzandi terdiam melihat Reyandra yang sedang melihat kalung yang dipakainya. "Ini kan sudah jadi kesepakatan kita… Jadi aku minta kamu jangan minta maaf lagi gara-gara hal ini ya… (tersenyum) Mending kamu selesaikan sarapannya trus mandi, siap-siap ke kantor, aku berangkat duluan, soalnya aku mau meeting…"
Reyandra tersenyum kemudian mengangguk.
***
Di Svetovska Company…
Pukul 08.00 pagi…
Islandzandi berlari dari luar gedung ke ruangan Kreatif. Disana sudah ada Bu Khanza, Aufar, Nadia dan Alditra.
Islandzandi langsung menghampiri mereka yang sedang duduk di meja rapat ruang kreatif lalu menunduk.
"Maaf terlambat!"
"Tidak apa-apa, duduklah!" ucap Bu Khanza.
"Kemaren kemana? Kok udah nggak masuk lagi? Dari pertama kali masuk kesini perasaan kamu kebanyakan nggak masuk deh…"
"Kenapa memangnya? Toh gaji aku juga di potong kan?!"
Nadia cemberut kearah Islandzandi.
Sementara Islandzandi duduk di pingggir Aufar yang masih terdiam.
"Seneng deh lo bisa liat lo di kantor…" bisik Islandzandi mendekati Aufar.
Aufar tersenyum kearahnya.
Sementara Alditra memperhatikan Aufar dan Islandzandi.
**
Sementara di depan lobby…
Reyandra baru keluar dari mobilnya dan berjalan kedalam sambil seperti biasa… Karyawan lain yang berpapasan dengannya langsung melihat kearah jari manis Reyandra yang sudah memakai cingcin kawin.
Karyawan lain pun langsung ribut memberitahu teman-temannya…
Sementara Reyandra yang sudah tau akan seperti ini berjalan dengan santai ke ruangannya sambil berbicara pada salah satu karyawannya yang sudah menunggunya di lobby.
**
Di ruangan Reyandra…
Reyandra yang baru sampai langsung duduk di meja kerjanya sambil membuka beberapa dokumen… Dan menyalakan laptopnya.
Tak lama Pak Ronald dan Ryu Sera masuk keruangannya.
"Selamat pagi pak!" ucap Pak Ronald.
"Pagi pak!" Ryu sera ikut menyapa sambil tersenyum.
Reyandra melihat kearah mereka. "Hm… Pagi! Duduk!" Pak Ronald dan Ryu Sera duduk di depan Reyandra.
"Apa ada berita selama saya tidak ada?"
"Hanya perkembangan acara launching game terbaru yang sudah 50% sudah disiapkan oleh Tim Kreatif… Lalu ada Mr Park jae Joon beliau dari Korea…" jelas pak Ronald yang membuat Reyandra seketika menghentikan aktivitasnya lalu tersenyum.
Park Jae Joon? Dia sampai datang ke sini?!
"Beliau tau kalau Svetovska Company akan Launching game terbaru dan beliau ingin tahu semenarik apa game yang akan di Svetovska Company, beliau bilang kalau itu menarik perhatiannya dia akan langsung membeli dan sekaligus menyimpan saham disini!" ucap Pak Ronald sambil memberikan kartu nama dari Mr Park Jae Jun.
"Dan ini DVD sedikir Review dari Game yang akan mereka berikan untuk Svetovska…" lanjut Ryu Sera memberikan DVD pada Reyandra.
Reyandra mengambil kartu nama dan DVD itu dari Pak Ronald dan Ryu Sera dengan tangan kanannya. Ryu Sera terkejut melihat Cingcin yang dipakai Reyandra di jari manisnya. Pak Ronald pun melihat cingcin itu terdiam lalu melihat kearah Ryu Sera.
Reyandra pun melihat kearahnya. "Kenapa Sera?"
"Eu… Tidak Pak… Hanya saja, saya baru melihat bapak memakai cingcin di jari manis bapak…" Reyandra tersenyum kearah Ryu Sera sambil menggeleng lalu membuka DVD di laptopnya.
"Baiklah, apa ada lagi?!"
"Tidak pak…" jawab Pak Ronald.
"Kalian bisa kembali ke ruangan kalian, terima kasih…"
Pak Ronald dan Ryu Sera pun meninggalkan ruangan Reyandra. Tak lama Eolia masuk ke ruangan Reyandra dan duduk di depan Reyandra.
"Hah, aku pikir kamu nggak akan masuk dulu…" keluh Eolia.
"Harusnya saya ngambil cuti sekarang ya, mumpung ada kau yang bisa mengurusnya!"
Eolia terdiam. "Maaf ya Rey, gara-gara aku pulang kau jadi tidak bisa ambil cuti sampai hari pernikahanmu pun kau masih masuk kantor…"
"Ya, memang, saya hanya bisa mempercayakan perusahaan padamu… Jadi jika kamu tidak ada saya tidak bisa meminta tolong pada siapa lagi…"
Eolia tersenyum kecut. "Memangnya Island nggak minta honeymoon?"
Reyandra terdiam. "Tidak, dia juga harus kerja karena cuti dia sudah banyak dan dia harus menyelesaikan pekerjaannya. Dan juga, saya… Belum bisa menyentuh Island…"
Eolia terkejut. "Hah? Serius? Kenapa?"
"Entahlah, hati kecil saya mengatakan kalau saya masih belum bisa menyentuh Islandzandi seutuhnya…"
"Hah… Unbelievable! (melihat serius kearah Reyandra) Rey… Dia itu udah sah jadi istrimu kau juga udah bisa… (terdiam berfikir) Ah ngapain juga aku ngebela Island… Terserah kamu deh, aku hanya nggak habis pikir aja sama kamu emang bisa ya nahan 'rasa itu'?"
Reyandra terdiam membayangkan saat Islandzandi tidur disampingnya.
"Hah… Sangat sulit… Sudahlah berhenti membahas saya, sekarang kau tau kalau Park Jae Joon mengikuti kita sampai kesini?!"
"Ya, kemaren saya liat dia di bandara…" Reyandra tersenyum.
"Dia meninggalkan kartu namanya pada Ronald, apa dia mengira kita tidak akan mengenalnya?"
"Hah, kau seperti tidak tau dia saja… Dia suka tebar pesona dengan memberikan semua kartu nama pada klien-kliennya apalagi pada wanita-wanita yang baru dia kenal… Hah, dasar playboy!" ucap Eolia kesal. Sementara Reyandra tersenyum masih melihat laptopnya.
"Itu pasti dari Klien kita?" ucap Eolia melihat kearah Reuandra.
"Mhmmh… Kau sudah melihatnya? Bagaimana menurutmu?"
"Menurutku para User pasti akan langsung tertarik…"
Reyandra melihat Eolia tersenyum lalu terdiam berfikir.
Sementara Eolia hanya terdiam melihat Reyandra.
Apa aku harus bilang masalah Alditra sama Reyandra… Atau menunggu sampai dia beraksi?!
**
Sementara di Ruang Kreatif…
Pukul 14.00 sore…
Islandzandi, Nadia, Aufar, Alditra dan Bu Khanza baru keluar dari ruang meeting dan melihat karyawan lain sedang berbicara bisik-bisik.
"Sementara itu saja! Kalian kerjakan secepat mungkin! Karena awal bulan besok sudah mulai membuat decorenya…" perintah Bu Khanza
"Baik bu!"
Bu Khanza melihat aneh ke karyawan lain lalu berjalan keluar dari ruangan Kreatif.
Sementara Nadia, Islandzandi, Aufar dan Alditra terdiam heran melihat kearah karyawan lain.
"Eh, kok bisik-bisik? Ada apaan sih?" ucap Nadia kepo.
"Ada gossip baru dari bagian GM, katanya direktur kita sudah menikah… Mereka melihat cingcin yang dipakai direktur di jari manis kanannya. Mereka bilang sebelumnya dia tidak memakainya…" ucap karyawan yang lagi bergosip itu.
"Tapi memang iya sih aku beberapa kali berpapasan dengannya tidak pernah melihat cingcin di jari Direktur…" timbal salah satu teman gosipnya. Alditra, Aufar dan Islandzandi terdiam.
"Menikah? Dengan siapa? Wakil Direktur kita?" ucap Nadia kepo.
Islandzandi hendak berbicara tapi tangannya langsung dipegang oleh Aufar.
Islandzandi melihat kearah Aufar yang menggeleng kearahnya.
Islandzandi pun terdiam cemberut.
Sementara Alditra tersenyum melihat kearah Islandzandi...
"Kalo iya bener Direktur udah nikah, siapapun dia, beruntung banget yang jadi istrinya Direktur!" Nadia membayangkan.
"Tapi kalau iya Wakil Direktur menikah dengan Direktur, pasti dia memakai cingcin yang sama…" ucap Islandzandi sinis.