
Di atap Svetovska Company…
Pukul 13.00 siang, waktu mereka beristirahat…
Cuaca diluar saat itu sedikit mendung Reyandra sedang berdiri di atap sambil memikirkan kata-kata Pak Diandra.
Tak lama Islandzandi berjalan kearah Reyandra sambil celingak celinguk.
"Hei… Kenapa kamu panggil aku kesini?" ucapnya sambil tersenyum senang karena melihat Reyandra.
Reyandra terdiam melihat kearah Islandzandi sedih. "Island, menikahlah dengan Aufar…"
"Ya? (terdiam melihat Islandzandi sambil matanya berkaca-kaca) Tapi… Kenapa tiba-tiba sih? Bukanya tadi kita udah--- Dan kemaren malam juga kamu…"
"Maaf, tapi saya tidak bisa menikah denganmu!" melihat kearah Islandzandi serius.
"Apa karena papah? Kan kita bisa bicara lagi sama papah… Lagian kamu kan---"
"Saya (terdiam) Ingin mencoba berhubungan lagi dengan Eolia…"
Islandzandi terdiam kesal. "Hah, kamu serius? Apa hanya karena Eolia?"
"Maaf… (menutup mata sambil mengepalkan tangannya) Tolong lupakan ucapan saya tadi malam, karena saya hanya mau menghiburmu, itu saja…"
"Menghibur? Kamu pikir aku anak kecil, yang tiap saat aku sedih trus kamu hibur dengan kebohongan kayak gitu? Hah… (melihat kearah Reyandra serius) Apa kamu mencintai Eolia?" melihat mata Reyandra serius.
"Maaf… Ternyata saya tidak bisa melupakan Eolia, dan ya… Saya sangat mencintainya…" ucapnya tegas sambil melihat kearah Islandzandi serius.
Islandzandi melihat kearah Reyandra marah lalu menampar wajahnya sambil meneteskan air mata.
"Aku bener-bener kecewa sama kamu Rey… Kamu emang brengsek!!!"
Islandzandi mendorong tubuh Reyandra lalu pergi tanpa berkata apa-apa lagi meninggalkan Reyandra.
Saat mau masuk gedung, Aufar yang sedang berjalan hendak keatap melihat Islandzandi yang berjalan sambil menangis.
Aufar pun langsung menghampirinya.
"Hei, Island, lo kenapa?"
Islandzandi tidak menjawab dan menabrak Aufar pergi meninggalkannya.
Aufar terdiam lalu melihat Reyandra yang sedang berdiri di atap…
Reyandra terdiam melihat kearah Aufar yang sedang berjalan menghampirinya lalu memukul wajahnya dengan keras sampai tubuh Reyandra hampir jatuh.
"Apa itu bisa nyadarin lo?"
"Aufar, dengar saya akan melepaskan Island asal kamu bisa buat Island bahagia… Jagalah Island dengan baik…"
"Hah?! Tumben lo nggak mertahanin dia!"
Reyandra hanya terdiam.
**
Di ruangan Direktur…
Pukul 15.00 sore…
Reyandra sedang terdiam berdiri melihat keluar jendela sambil berfikir…
Tak lama Eolia masuk dan berjalan kearahnya sambil membawa map di tangannya…
"Aaaaaahh akhirnya ketemu! Kenapa seharian ini aku tidak bisa menemukanmu?! Kau juga tidak mengangkat telponku dan membalas smsku? (melihat wajah Reyandra yang memar kaget) Hei… Wajah kamu kenapa, Rey?
Eolia berjalan mendekat kearah Reyandra dan menyentuh wajah memarnya…
"Saya tidak apa-apa…"
Eolia melihat kearah Reyandra kecewa. "Sebenarnya kau kenapa sih? Semenjak kamu pulang, kamu tidak pernah sekalipun cerita masalahmu… Biasanya kau selalu cerita bila ada masalah…"
Reyandra melihat kearah Eolia dengan serius. "Bantu saya untuk menjauhi Island…"
"Apa?" kaget.
"Aku, berniat untuk menjauhinya dan membuat Island jatuh cinta pada Aufar tapi kenapa tiba-tiba? Dulu kamu ngotot sekali ingin pulang kesini demi Island…"
"Ini demi masa depannya…"
"Tunggu! Apa ini karena orang tuanya tidak setuju kau berhubungan dengan putrinya? Apa yang salah denganmu, Rey? Kau tampan, baik, masa depanmu sangat cerah…"
Reyandra hanya terdiam melihat Eolia serius.
"Hah… Ok! baik, jika itu maumu, dan bila aku mencium kamu di depan Island kamu tidak akan marah kan?"
Reyandra terdiam mengingat kejadian tadi pagi saat mereka berciuman… Eolia pun mendekatkan wajahnya pada Reyandra.
"Mau mencobanya?"
Reyandra pun dengan pasrah mendekatkan wajahnya lagi kearah Eolia. Eolia pun mencium bibir Reyandra lama…
Tak lama Ryu Sera dan Bu Khanza membuka pintu ruangan Reyandra sambil membawa map langsung terdiam dan melihat kaget kearah Reyandra dan Eolia yang masih berciuman, Islandzandi dan Aufar yang juga mengikutinya dari belakang terkejut melihat adengan itu. Reyandra yang melihat Islandzandi datang dan melihat adegan itu langsung memegang kepala Eolia erat, Aufar langsung berjalan kedepan Islandzandi menutupi pandangan Islandzandi dengan badannya… Reyandra dan Eolia pun melepaskan ciuman mereka…
"Eu… Saya minta maaf pak, saya benar–benar minta maaf… Saya pikir Bu. Eolia tidak ada disini, soalnya tadi saya tidak melihat masuknya..." ucap Ryu Sera sambil menunduk.
"Saya juga minta maaf Pak... Saya datang tanpa memberitahu dulu..." timpal Bu Khanza.
Reyandra dan Eolia terdiam melihat mereka bertiga.
Sementara Islandzandi masih terdiam kaget.
"Ada apa?" melihat Ryu Sera dan Bu Khanza sambil duduk di kursinya.
Sementara Eolia mengikuti Reyandra dan berdiri di samping Reyandra sambil melihat kearah Islandzandi tersenyum penuh arti.
"Ini, Bu Khanza katanya mau memberikan laporan yang bapak minta..."
"eu… Iya pak, ini laporan yang bapak minta kemarin… (mengambil map yang dipegang Islandzandi dan menyerahkannya pada Reyandra) Saya sudah memeriksanya dan juga saya sudah mendesainnya dengan teliti!"
"Ok, kalau gitu aku balik keruangan ya…" ucapnya sambil menyentuh pundak Reyandra dan tersenyum kearahnya.
"Hm… (sambil membaca laporannya) Kenapa kamu membawa pegawai magang ke ruangan saya?" ucapnya dingin.
"Maaf pak, sebenarnya saya mau memberi tau bahwa mereka yang mengerjakan laporan itu, karena saya pikir mereka juga harus ikut andil dalam launching game terbaru nanti!"
Reyandra tidak menjawab dan masih melihat kedalam map itu dengan serius tanpa melihat Islandzandi. Ryu Sera terdiam melihat kearah Reyandra kecewa.
"Eu… (canggung) Baiklah, kalau begitu saya permisi keluar dulu! Sekali lagi saya minta maaf! (menunduk kearah Reyandra lalu berbalik kebelakang melihat Aufar dan Islandzandi yang masih terdiam melihat Reyandra) Ayo!" ucapnya mengajak mereka keluar.
"Eu, kalau begitu saya juga..."
"Ryu sera, kamu disini dulu ada yang mau saya tanyakan..."
"Baik Pak..."
Bu Khanza pun keluar dari ruangan itu… Sementara Reyandra masih membaca laporan itu. Aufar menarik Islandzandi keluar dari ruangan itu dan berjalan dibelakang bu Khanza…
Reyandra melihat Islandzandi keluar dari ruangannya.
"Hah… Maluuuu… Ternyata bener yang diomongin pegawai lain kalau mereka memang pacaran! Aaahh harusnya tadi kita aku ketuk dulu pintu ruangannya! Aakkhh… Kenapa juga tadi timingnya ga tepat sekali??!"
**
Di studio Destiny…
Pukul 19.00 malam…
Islandzandi sedang pemotretan bersama Aslan dengan tema Sexy Girl.
Erik yang baru masuk ke studio melihat kaget kearah Islandzandi.
Dan menghampiri Kru Lighting.
"Hei, kenapa ada Island? Bukannya modelnya orang lain ya? Kali ini kan temanya dewasa?!" tanya Erik pada Kru Lighthing.
"Tau! Gue juga heran kenapa Island yang biasanya milih-milih tema bisa setuju sama tema dewasa ini? Bagi dia tema kayak gini tuh anti banget!"
"Gila.... Ini baru photogenik... Mau ada masalah gede pun dia tetep profesional... Keren! Pantesan aja Aslan nggak mau ngelepas Island..." celoteh crew Kostum.
Erik masih terdiam dan berjalan sedikit mendekat kearah Aslan yang sedang sibuk memotret Islandzandi.
"Haaaaahhh... Kenapa lagi dia? Apa dia lagi ada masalah lagi sama Reyandra? Kenapa dia sampe berani nerima tema ini? Apa buat nunjukin sama Reyandra? Hah… Dia lagi protes sama Reyandra ya…" gumam Erik dalam hati.
"Yup.. Biarpun nggak ada senyum seperti biasa, tapi ekpresi sedihnya dapet! Nggak apa-apalah kali-kali nggak senyum. (Tak lama Aslan melihat kearah Erik) Oh, kau sudah datang?! Ganti costume, ada kru yang menunggumu di ruang ganti… Dia udah nyiapin pakaian sesuai dengan tema kita hari ini!"
"Apa? Ah, iya ok!"
Mampus gue... Bisa-bisa gue diceramahin Reyandra kalo kayak gini... karena ga bisa jagain Island.
Erik pun berjalan keruang ganti.
Sementara Islandzandi terdiam melihat kearah Erik.
Tak lama mereka pun melakukan pemotretan.
"Apa artinya ini island?" sambil focus kearah camera.
"Apaan?" jawabnya sambil tetap melihat camera Aslan.
"Orang lain bilang selama ini kamu nggak pernah ngambil tema semacam ini kan?!"
"Oh, ini adalah semacam pemberontakan gue terhadap bokap gue dan Reyandra!"
"Gah? (melihat Island tidak mengerti) Masih nggak bisa mecahin masalah kalian ya… Hah… Reyandra itu emang susah banget ditebak, pikirannya suka cepat berubah."
Islandzandi masih melihat camera dengan tenang. "Kenapa? Mereka bisa ngatur hidup gue, bisa ngambil keputusan mereka buat gue tanpa tau perasaan gue kayak gimana, padahal mereka tau kebenarannya, hanya saja mereka memilih untuk tutup mata dan telinga. Karena menurut mereka itu adalah keputusan yang terbaik buat gue, mereka pikir gue bakalan bahagia dengan keputusan egois mereka! (melihat Erik serius) nlNah, sekarang gue juga mau tunjukin ke mereka kalo gue bisa melakukan hal ini! Hal yang nggak mungkin mereka pikirin…"
"Tapi kenapa Reyandra juga dibawa-bawa?"
"Kamu nggak tau? (melihat kearah Erik) Reyandra kan pacaran lagi sama kakak lo?"
"Apa? (kaget) Dapet darimana kabar itu? (berfikir) Ah pasti gossip di kantor ya? Jangan didenger, Reyandra emang sering banget digosipin kayak gitu… Padahal kenyataannya kan nggak!"
"Dia bilang sama gue kalo gue harus nikah sama Aufar, karena dia bakalan memperbaiki hubungannya sama Eolia, dia bilang dia cintanya sama Eolia bukan sama gue, dan lo tau? Yang lebih kagetnya lagi… Gue mergokin mereka lagi ciuman di ruangannya Reyandra.
Erik hanya terdiam berfikir."
"Nggak mungkin?!"
"Terserah, yang jelas ini keputusannya!" Erik terdiam berfikir sambil tetep fokus pada camera.
Apa ini ulah Eolia apa emang beneran rencananya hyung? Tapi apa yang mau dilakukannya? Hah…
"Mereka nggak bakal berpikir gue bakalan melakukan hal negatif, selama ini gue Cuma nerima dan nurut apa yang mereka omongin dan jadi anak baik, sekarang mereka bakalan tau gue kayak gimana…" ucap Island dalam hati.
Tak lama Aslan berjalan kearah mereka.
"Ok! Good, semoga hasilnya bagus ya…! Kalian boleh istirahat! Gue ada diruangan kalo kalian berdua butuh apa-apa ok!"
**
Beberapa hari kemudian...
Di atap gedung…
Pukul 12.00 siang…
Islandzandi terdiam di kursi yang telah tersedia disana.
Sementara Aufar jongkok didepannya.
"Island, lo nggak apa-apa kan? (cemas) Dari tadi kerjaan lo salah terus…"
Islandzandi masih terdiam.
"Ini bukan salah lo Far, tapi emang dari awal gue yang bikin keputusan sama nyokap lo… Dan saat ini gue yang nyakitin lo Far, karena gue nerima lo dengan perasaan gue nggak cinta sama lo…"
Aufar langsung memeluk Islandzandi erat, Islandzandi pun menangis di pelukan Aufar… Sementara Aufar terdiam kesal pada dirinya sendiri.
Reyandra yang melihat dari jauh kearah mereka berdua tersenyum kecut sambil mengepalkan tangannya marah…