Islandzandi

Islandzandi
Kemarahan Eolia



Beberapa hari kemudian...


Di Advent pukul 10.00 siang…


Diruang Rawat inap yang dihuni oleh Reyandra…


Reyandra sedang membaca buku sambil duduk di tempat tidur dan menyenderkan badannya. Bu Audrey yang baru dari luar membawa makanannya Reyandra dan menyiapkannya. Reyandra menutup bukunya dan hendak turun.



"Hei… (mencegah Reyandra untuk turun dari tempat tidur) Kamu belum sembuh betul! (sambil membawa mangkuk dan memberi suapan pada Reyandra) Aaaa…"


Reyandra tersenyum. "Tante tidak usah seperti ini… saya sudah bisa makan sendiri…" melihat Bu Audrey.


"Nggak apa-apa, aku malah merasa bersalah melihatmu jadi seperti ini! (sedih) Gara-gara suamiku berusaha untuk memisahkan kamu sama Island, kamu jadi celaka seperti ini… maafkan om ya Rey…"



Reyandra terdiam lalu tersenyum kearah Bu Audrey. "Tidak ada yang perlu dimaafkan tante, saya seperti ini karena saya ingin melindungi Island atas kemauan saya sendiri! Terima kasih karena selama ini tante selalu meraih dan merangkul saya dengan kasih sayang seorang Ibu yang selama ini hilang…"


Bu Audrey melihat Reyandra dan langsung memeluknya. "Tidak apa-apa… Aku hanya bisa membalas kebaikan kedua orang tuamu dengan cara seperti ini… Jadi tolong jangan menganggap tante sebagai orang lain… Anggaplah tante sebagai pengganti ibumu…"


Reyandra hanya terdiam sambil tersenyum di pelukan Bu Audrey…


Beberapa menit Eolia masuk ke dalam dan melihat Reyandra yang sedang duduk dan disuapi oleh Bu Audrey dan berjalan ke samping Reyandra dan duduk di samping Reyandra.



"Eolia? (melihat kearah Eolia kaget) Darimana kamu tau saya disini?"


"Tentu saja dari Erik... Kenapa kau menyuruh Erik dan Ayah untuk tidak memberitahuku? Kau tau aku sangat khawatir sekali! Aku pikir kamu kemana sampai pekerjaan di kantor kamu abaikan!"


Bu Audrey melihat kearah Eolia lalu melihat kearah Reyandra.


"Tante sudah kenal dengan Eolia kan?"


"Mmmhhh... Dulu kamu mengenalkannya sebagai pacarmu kan? (melihat kearah Eolia Hanya tersenyum kecut kearahnya kesal) Aaaahh… Dan terima kasih selama ini di LA kamu dan Ayahmu sudah membantu Reyandra…"


"It’s okay karena Ayah pikir Reyandra akan menjadi menantunya kelak!"


Reyandra kaget melihat Eolia lalu melihat Bu Audrey tidak enak. "Eolia!"


"Apa? Aku sedang marah padamu Rey! Tidak ada kabar selama berminggu-minggu dan berita yang kuterima seperti ini?!" ketusnya kesal.


Reyandra melihat kearah Bu Audrey merasa bersalah. "Tante saya minta maaf atas ucapan Eolia..."


"Tidak apa-apa, ini memang kesalahan kami, dia sangat mengkhawatirkanmu Rey, wajar kalau dia marah pada tante dan Om Diandra! (melihat Eolia tersenyum) Kalau begitu… Aku keluar dulu biar kalian leluasa bicaranya…"


Reyandra terdiam melihat Bu Audrey berjalan ke luar kamarnya. Begitupun dengan Eolia. Lalu melihat kearah Reyandra serius!


"Kau tidak seharusnya berbicara seperti itu pada Tante..."


"Kamu membela keluarga itu? Yang sudah membuangmu dan mencelakaimu?"


"Eolia, jaga bicaramu!"


"Dari awal aku udah nggak suka sama keluarganya. Kenapa apa aku nggak boleh melampiaskan kekesalanku pada Island dan keluarganya?!"


Reyandra terdiam. "Eolia aku minta maaf…"


Eolia duduk disisi tempat tidur Reyandra. "Kenapa kamu menyembunyikan hal sepenting ini Rey? Aku bener-bener kecewa sama kamu!" melihat keadaan Reyandra sedih.


"Ini memang kesalahanku bukan salah Island!"


"Berhenti menyalahkan dirimu sendiri dan membela Island!"


"Itu memang benar, sudah jadi keputusan saya untuk menarik tubuh Island…"


"Dan tubuhmu yang jadi korbannya… Kau benar-benar bodoh! Kau benar-benar menghancurkan hidupmu Rey… (melihat kearah Reyandra serius sementara Reyandra hanya terdiam menunduk lalu tersenyum) Trus, niatmu untuk menjauhi Island?"


"Saya tidak akan menjauh lagi dari Island… Dan---" melihat Eolia.


"I know, hubungan pura-pura kita juga sudah berakhir kan?!"


"Maaf, kemarin saya memanfaatkanmu… Saya tau ini sangat tidak adil buatmu…"


"Meskipun kau bicara seperti itu tapi aku menikmatinya Rey, aku merasa benar-benar bisa memilikimu..." gumam Eolia dalam hati.


Eolia hanya terdiam. Dan mereka pun lama berbincang masalah perusahaan.


**


Tak lama Eolia berjalan masuk ke Ruangan dan menghampiri Islandzandi yang sedang duduk dimeja kerjanya dengan kesal.


Sementara pegawai lain, Aufar dan Nadia melihat kearah Eolia yang sedang berdiri di depan mejanya. Islandzandi pun melihat kearah Eolia terdiam.


Islandzandi melihat kearah Eolia yang sudah pergi dari ruangannya.


Semua Staf yang ada disana pun melihat kearah Islandzandi heran.


"Hei, perlu gue temenin?"


"Nggak usah paling dia bicara soal Reyandra!"


Aufar melihat kearah Islandzandi yang baru berdiri dan berjalan keluar ruangan.


**


Di atap Gedung Svetovska Company…


Eolia berdiri menunggu Islandzandi yang sedang berjalan kearahnya. Saat Islandzandi berdiri di depan Eolia, Eolia pun langsung menamparnya dengan marah, Islandzandi pun memegang pipinya yang terkena tamparan Eolia dan melihat kearah Eolia terkejut.



"Kau puas sekarang?"


"Magsudnya?"


"Sekarang kamu benar-benar membuat hidup Reyandra jadi hancur berantakan! Kamu tau, sebelum Reyandra kesini, banyak gelar yang diterima olehnya! Dan terakhir dia meninggalkan posisi CEO karena kembali kesini dan menghancurkan karirnya! Gara-gara kamu dia lepaskan kesempatannya untuk maju di dunia International, dan sekarang… Demi kamu, Reyandra menggorbankan dirinya! Kalau kamu tidak ada dan tidak merengek-rengek pada Reyandra, masa depan Reyandra pasti jauh lebih baik dibandingkan sekarang… Aah dan bukan itu saja, kau juga terus membebaninya, dewasalah sedikit! Jika kamu terus saja seperti ini bagaimana nanti Reyandra menjalani kehidupannya?"


"Aku..."


"Dari semenjak datang kesini aku ingin bertemu denganmu dan mengatakan semua ini! Kau jangan hanya memikirkan dirimu sendiri! Tapi pikirkanlah untuk kebahagiaan Reyandra … jadi, Lepaskan dia…"


Islandzandi terdiam melihat Eolia kesal. "Aku nggak akan ngelepasin Reyandra…"


"Hah, egois! Childist.."



"Oh, egois? Childist? Kamu pikir aku akan lepaskan Reyandra saat kamu bicara seperti ini? Aku tau Reyandra, dia nggak akan pernah melakukan sesuatu yang tidak dia inginkan, apapun yang dilakukannya itu atas dasar kemauannya sendiri… Jadi kalau kamu mau mendapatkan Reyandra kembali, berusahalah sendiri dan jangan menyuruhku untuk melepaskannya atau menjauhinya!"


"kau tau apa masalah Reyandra?! Reyandra yang kamu kenal dulu berbeda dengan Reyandra yang sekarang! Dia pasti tidak akan bilang tidak sama kamu karena… Karena dia … kau tau sendiri! Jadi tolong jangan membebaninya lagi jika kamu sayang dengan Reyandra…"


Eolia berjalan meninggalkan Islandzandi yang masih terdiam berfikir. Waktu berlalu dengan cepat…


Hari-hari berikutnya…


Islandzandi tidak sempat memberi kabar ataupun menanyakan kabar Reyandra karena sibuk, telpon dan sms dari Reyandra juga tidak dibalas dan tidak diangkat.


**


Beberapa hari kemudian...


Di Apartement Reyandra...


Pukul 17.00 sore...


Reyandra sedang duduk di Ruang tengah sambil melihat Laptopnya... Sambil berpikir... Lalu Menelpon Islandzandi tapi tidak diangkat.


"Kemana Island? Sudah beberapa hari ini dia tidak memberi kabar? Telpon pun tidak diangkat... Apa dia sibuk?" gumamnya dalam hati.


Tak lama Bu Audrey berjalan dari arah dapur ke ruang tengah.




"Rey... Aku sudah menghangatkan makanan untuk makan malammu... Pokoknya kamu harus makan. Itu yang dibutuhkan oleh tubuhmu sekarang!"


Reyandra melihat Bu Audrey tersenyum. "Ah, terima kasih Tante, tapi saya sudah sehat, tante tidak perlu repot untuk memasak makanan untuk saya lagi, saya tidak enak sama Om Diandra..."


Bu Audrey melihat Reyandra serius. "kamu nggak mau kalo tante dateng lagi ya? Apa Island yang harus dateng kesini untuk liat keadaan kamu? (candanya sambil tersenyum) Ok baiklah... Ini terakhir aku kesini... Tante sudah buatkan stock makanan untukmu di dalam kulkas kamu hanya perlu memanaskannya saja... Untuk nasi, kau bisa buat sendiri kan?"


Reyandra tersenyum. "Bisa tante... Terima kasih untuk semuanya... Ah iya, tante... Apa Island baik-baik saja? Selama beberapa hari ini dia tidak memberi kabar sama sekali."


"Hah... Dia memang lagi sibuk, pulangnya malem terus... Aku juga sudah memberitahunya tapi kau tau Island kan?! Nanti tante bicara sama Island ya... (terdiam) Kalo nggak salah dia sudah mulai kuliah makanya dia pulang malam. (melihat kearah reyandra yang sedang terdiam berfikir) Kau jangan terlalu cemas nanti tante akan bicara sama Island supaya menghubungimu, kalau begitu tante pamit ya Rey... Om Diandra sudah menunggu di bawah soalnya."


"Terima kasih tante..."


Reyandra mengantar Bu Audrey sampai di depan pintu.


Saat Bu Audrey sudah pergi Reyandra terdiam berfikir.


"Apa benar Island tidak menghubungi saya karena sibuk? Atau karena hal lain?"


Reyandra pun berjalan ke dapur dan melihat makanan di meja makan sudah tersaji.