Islandzandi

Islandzandi
Persaingan Aufar & Reyandra



Di Universitas Saimdang…


Pukul 12.00 siang…


Islandzandi sedang terdiam di kelas menunggu dosen datang.


Tak lama Aufar datang kearahnya sambil menunduk.


Islandzandi melihat kearahnya sambil tersenyum.



"Tumben pagi… (kaget melihat wajah Aufar yang biru-biru) Ya ampun, Aufar!! Lo… Berantem lagi?"


"Nggak kok! Cuma jatoh aja!"


"Ck... Boong banget! Nggak mungkin jatoh lukanya kayak dikeroyok gini..." ucap Islandzandi khawatir sambil memegang wajah Aufar pelan.


"Aaakh…" gumam Aufar mengernyit sedikit menghindar.


"Sakit ya… Makanya sih berenti nyari musuh!"


"Iya ini juga udah berenti kok! Buktinya gue nggak gabung lagi kan sama anak-anak! (terdiam berfikir melihat Islandzandi yang sedang terdiam memperhatikannya) Hey, tar pulangnya kita ke bukit bintang yuk?! Ada yang pengen gue omongin sama lo…"


Islandzandi heran. "Tumben… Ada apaan nih?"


"Ya… Sekalian aja kita nginget masa lalu" ucap Aufar nyengir.


Islandzandi tersenyum tanpa rasa curiga. "hm… ok!"


Tak lama teman-teman sekelasnya pun berdatangan satu-persatu, begitupun dengan Haura dan Karin.


"Muka lo kenapa Far? Berantem lagi?!"


"Idih… teliti amat lo…" ucap Aufar sedikit ketus.


Haura melihat Karin. "Lagian lo kenapa lagi sih Far? Nggak kapok apa? Kemaren lo sampai nggak sadar berapa hari tuh..."


"Itu pasti gara-gara musuh lama lo yang dendam sama lo kan?" Karin


Aufar hanya terdiam begitu pun dengan Islandzandi.


Sementara Haura hanya menggeleng kepala pasrah dan Karin melihat Aufar sedikit kecewa.


"Eh hari ini mata kuliah Pak Indra nggak ada tugas kan?" ucap Haura mencairkan suasana hati Karin dan Aufar yang sedang bersitegang.


"Mmhh... kalo nggak salah ada deh..."


"Serius? Gue belum ngerjain loh..." ucap Aufar langsung merangkul Islandzandu tanpa memperdulikan Karin.


Tak lama mereka pun berjalan kedalam kampus, dan waktu pun berjalan dengan cepat.


**


Di sebuah bukit dimana Island dan Aufar suka nongkrong dulu…


Suasana di bukit itu lumayan sepi biasanya hanya ada beberapa orang tapi hari itu benar-benar hanya Aufar dan Islandzandi juga beberapa mobil yang lewat di jalan itu.


Mobil Aufar berhenti kemudian mereka berdua keluar dari dalam mobil.


"Tumben banget lo mau kesini lagi…"


"Gue kangen aja sama tempat ini! Tempat dulu kita suka ngabisin waktu berdua... (Islandzandi terdiam hanya tersenyum) kalo bisa gue pengen terus ngabisin waktu bareng sama lo..." ucap Aufar serius melihat kearah Islandzandi serius.


Islandzandi hanya terdiam melihat Aufar. "Aufar... lo tau kan kalo hati gue masih tertuju sama Reyandra, (menunduk menyesal) Jujur aja kemaren gue milih lo karena gue takut kalo gue milih Reyandra lo bakal ngelakuin hal bodoh lagi…"


"Nggak bisakah lo ngasih kesempatan gue? Gue tau kalo lo juga sayang sama gue, Cuma lo nggak mau ngakuin itu… dan gue nggak akan nyerah, gue bakalan perjuangin perasaan lo itu…" Kekeh Aufar.


Islandzandi terdiam kearah Aufar.


Sementara itu di jalan…


Reyandra sedang mengendarai mobil perlahan sambil menelisir sekitar taman itu.


Tak lama Reyandra menghentikan mobilnya dan melihat kearah taman itu lalu terdiam karena melihat Aufar dengan Islandzandi sedang berbicara.


***


Islandzandi terdiam melihat Aufar.


"Gue emang sayang sama lo, tapi rasa sayang gue hanya sebatas sahabat nggak lebih! Gue tau yang gue inginkan Far!"


Aufar hanya senyum sinis. "Hah... Lo ngomong gini karena takut berubah pikiran kan?!"


"Nggak kok! Dari dulu sampai sekarang cinta gue masih sama Reyandra…"


Aufar terdiam serius melihat Islandzandi. "Gue… bisa berikan lebih dari yang dia berikan buat lo… (ucapnya serius) gue cinta sama lo Island! Gue sayang sama lo! Dan gue nggak bisa jauh dari lo..."


Aufar memegang wajah Islandzandi lembut, Islandzandi masih terdiam terdiam menggelengkan kepalanya perlahan.


Lalu Aufar men**** bibir Islandzandi. Islandzandi terdiam terkejut tak lama Islandzandi berusaha mendorong tubuh Aufar menolak ci**** nya!


"Stop it! (melepaskan ciumannya tapi Aufar tidak mendengar dan tetap men*** Islandzandi dengan paksa) AUFAR!" teriak Island lalu menampar wajah Aufar.


Mereka berdua pun terdiam saling melihat.


Reyandra yang melihat kejadian itu segera keluar dari mobilnya dan berjalan kearah Aufar melewati Islandzandi.


"Rey??" Islandzandi pun terkejut melihat Reyandra ada disana.


Reyandra menarik baju Aufar emosi. "Jika kamu menyentuhnya diluar keinginannya lagi!"


"Rey, stop!" ucapnya sambil melerai cengkraman Reyandra pada Aufar.


Aufar melepas cengkraman Reyandra padanya. "Dia Cuma nggak yakin apa yang dia inginkan!"


"Biar saya beri petunjuk! Bukan begini caranya untuk mendapatkan hati Island?! Tunggu sampai dia yang memintanya!" ucapnya menahan amarah.


"Ok! Dia pasti akan memintanya!" Aufar melihat serius kearah Reyandra.


"Cukup!! (melihat Reyandra dan Aufar serius) Bisa nggak kalian hentikan ini?! (melihat Aufar marah) Dan lo Aufar! Gue nggak mau ketemu sama lo lagi!"


"Tapi... Island... gue..." Reyandra pun terdiam melihat kearah Aufar serius dan menahan badan Aufar yang hendak mendekati Islandzandi. Islandzandi pun melihat kearah mereka berdua cemas!


"Cukup sampai disini Aufar Pratama! (melihat Islandzandi) Kita pergi dari sini!" Ucap Reyandra sambil menarik tangan Islandzandi dan pergi meninggalkan Aufar!


Aufar hanya bisa terdiam melihat Islandzandi dibawa pergi oleh Reyandra.


Islandzandi pun sempat melihat kearah Aufar dengan sedikit kecewa karena sikap Aufar barusan.


**


Di Apartement Reyandra...


Pukul 16.00 sore...


Islandzandi berjalan ke ruang tengah dan duduk di sofa, sementara Reyandra langsung kedapur dan mengambil sebotol air di kulkas dan juga gelasnya dan terdiam menunduk menahan amarahnya, saat Reyandra sudah kembali tenang dia pun menuangkannya ke dalam gelas itu lalu berjalan kearah Islandzandi yang masih terdiam.


"Ini... minumlah!" Sambil duduk disebelah Islandzandi sambil melihat kearah Islandzandi cemas.


"Hmmm makasih Rey..." Island tersenyum kecut kearah Reyandra lalu meminum minumannya.


"Udah baikan?!"


Islandzandi mengangguk. "Aku Cuma nggak nyangka aja Aufar bisa ngelakuin hal itu… (terdiam) Aku nggak kenal Aufar yang sekarang... Sebelumnya dia nggak pernah bersikap kasar kayak tadi..."


"Kalau Aufar melakukan hal semacam itu lagi, saya nggak akan segan-segan memberi dia pelajaran…"


Islandzandi melihat Reyandra sedikit tersenyum. "Aku udah nggak apa-apa Rey, tapi kok kamu bisa ada disana?" Sementara Reyandra terdiam sejenak sambil berfikir.


"Tadi saya ke kampus, dan nggak sengaja liat kamu sama Aufar pergi, tadinya saya nggak akan ikutin, tapi…"


"Karena penasaran dan cemburu jadi kamu ikutin kita?" ucapnya tersenyum kearah Reyandra.


Islandzandi menggenggam tangan Reyandra yang berada di pipinya. "Kenapa harus minta maaf, aku justru seneng kalo kamu kayak gini, itu artinya kamu sayang sama aku kan?!"


Reyandra hanya terdiam tidak menjawab. Tak lama Islandzandi bergeser duduknya jadi dekat dengan Reyandra lalu Islandzandi pun memeluk Reyandra erat Reyandra. Reyandra kaget dan terdiam tidak bergerak.


Yaaa… begini aja udah cukup buat gue… I love you Rey…


Tak lama Reyandra pun membalas pelukan Islandzandi dengan penuh kasih sayang, Islandzandi pun sadar kalau Reyandra membalas pelukannya lalu tersenyum.


Tak lama handphone Reyandra berbunyi.


"Sebentar Island… (langsung melepaskan pelukannya) Ya, hallo..." Jawabnya sambil berdiri sedikit menjauh dari Islandzandi. Sementara Islandzandi terdiam sedikit kesal.


Iiihh.. Siapa sih yang telpon ganggu aja orang lagi asik juga… Kan jarang banget moment kayak barusan kalo sama Reyandra...


Reyandra pun berbicara di telpon membicarakan masalah pekerjaan.


"Oh iya Tama, saya langsung pulang dan nggak ke kantor lagi... (melihat kearah Islandzandi yang sedang melihat kearahnya) Jadi saya serahkan semuanya sama kamu. Dan saya minta maaf sudah menyerahkan tugas ini..."


Tak lama Reyandra pun menutup teleponnya sambil menyimpannya diatas meja, lalu Reyandra bersandar di sofa sambil berfikir memegang tengah halisnya.


Islandzandi tersenyum seketika melihat ke arah Reyandra. "kebiasaan kamu belum berubah… Kalo lagi pusing atau stress pasti ngelus tengah halis kamu…"


Reyandra terdiam melihat tangannya yang tadi mengelus halis. "Oh ya? Saya malah baru sadar…" tersenyum melihat Islandzandi.


"Yang telpon barusan Tama kan? Apa ada masalah di kantor?"


"Hm... (Reyandra terdiam melihat kearah Islandzandi lalu Islandzandi mendekati Reyandra dan bersandar kebahu Reyandra dan Reyandra pun memeluk Islandzandi dari belakang) Saya awalnya mengundurkan diri dari perusahaan Pak Ferdinan dan pulang kesini, karena itu memang niat saya. Tapi beliau tidak mau saya keluar dari perusahaannya. Saya dikirim kesini karena banyak sekali orang yang korup di perusahaan itu… Pak Ferdinan ingin saya mengurusnya."


"Bagus dong kamu kan di percaya sama atasan kamu jadinya..."


Reyandra terdiam sejenak. "Kamu tau, pertama kali saya masuk ke Perusahaan itu dan yang saya lakukan adalah menurunkan Direktur lama dan menarik lagi asset yang dia ambil untuk mengembalikannya keperusahaan…"


Islandzandi terdiam mendengarkan cerita Reyandra. "Aku yakin kamu pasti bisa beresin masalah itu…"


Islandzandi dengan cepat mencium bibir Reyandra sementara Reyandra hanya terdiam kaget dengan tindakan Islandzandi yang sangat tiba-tiba itu.


Sementara Islandzandi hanya nyengir kearah Reyandra.


Reyandra hanya tersenyum melihat wajah Islandzandi sambil menyentuh dagu Islandzandi dan tanpa sadar Reyandra pun mencium Islandzandi dengan perlahan dan mesra.


Islandzandi pun menerima ciuman dari Reyandra dengan memejamkan matanya meresapi sentuhan bibir Reyandra di bibirnya.


**


Di kamar Islandzandi…


Pukul 23.00 malam…


Islandzandi duduk di tempat tidur memeluk boneka besarnya sambil senyum-senyum sendiri dan membayangkan kejadian tadi siang.


Hm… Ini pertama kalinya Reyandra inisiatip nyium gue dulu… Biasanya selalu nolak kalo gue yang mu nyium dia duluan! Hm… Mungkin karena suasana juga ya?! Apa gue harus sering-sering buat suasana kayak tadi? Senengnya Reyandra udah mulai berani… Nanti aku pancing lagi ah biar dia lebih berani lagi… Hihihi! Meskipun dia nggak pernah bilang cinta sama gue, nggak ngajak pacaran juga… Tapi kalo hubunganya kayak gini gue udah seneng…



**


Sementara itu… di Apartement Reyandra…


Dikamar Reyandra…



Reyandra sedang tiduran melihat photo Islandzandi di ujung tempat tidur berfikir.


Reyandra pun tersenyum mengingat kejadian tadi sore. Tak lama ada Line Message di Handphone yang disimpan di atas tempat tidurnya.


Reyandra melihat Line Message tersebut ternyata dari Islandzandi.


...Islandzandi...


...“Rey, makasih buat hari ini… berkat kamu aku bisa sedikit ngelupain masalah Aufar… dan aku harap kamu nggak menyesal atas apa yang kamu lakuin tadi… karena jujur aja aku seneng banget… luv u Rey…”...


...Reyandra...


...Iya, saya nggak menyesal Island... tidur sana, istirahat!...


Reyandra hanya tersenyum melihat Line Message dari Islandzandi.


Saya juga sangat senang Island…


**


Saat itu juga dikamar Aufar…



Aufar terdiam menyesali perbuatannya pada Islandzandi saat tadi siang…


Tak lama Bu Merry datang kekamar dan berjalan kedekat Aufar dengan pelan karena sakit.


"Aufar…"


Aufar kaget. "Ibu… Katanya Ibu kambuh lagi? Ngapain kesini? Bukanya istirahat..." ucap Aufar langsung beranjak dari tempat tidurnya dan membantu Bu Mery duduk di atas tempat tidurnya.


"Apa ada masalah sama Island?"


Aufar terdiam. "Aku ngelakuin kesalahan sama Island bu…"


"Minta maaflah sebelum terlambat! Bukanya kamu sangat sayang sama Island? (terdiam) Ibu juga mau bilang baik-baiklah kamu sama Ayahmu… Dia keras sama kamu karena dia sayang sama kamu… Kalian berdua juga sama-sama keras kepala nggak ada yang mau mengalah, kalau ibu udah nggak ada siapa yang akan melerai kalian kalau kalian bertengkar…"


"Ibu ngomong apa sih? Ibu pasti sembuh kok… Ayah dan aku akan melakukan perawatan yang terbaik buat ibu… Jadi ibu jangan ngomong yang aneh-aneh lagi ya...!"


Bu Merry terdiam melihat Aufar sedih. "hm…" gumamnya lalu tersenyum.


**


Di Aula Universitas Saimdang…


Pukul 08.15 siang…


Seluruh Mahasiswa semester 6 yang berbeda jurusan maupun Fakultas berada di dalam Aula sambil berbincang keheranan... Begitu juga dengan Islandzandi dan kedua temannya yang juga duduk di barisan jurusan mereka.


"Ini tumben kita yang semester enam disuruh ngumpul"Karin.


"Mm... Kalo semua yang semester enam disuruh kumpul ya udah pasti ngomongin soal magang di perusahaan... bener nggak Island?!"


"Haah.. Oh, apaan?" ucap Islnd gelagapan krena ga memperhatikn sahabatnya berbicara.


Karin memperhatikan Islandzandi. "Lo ada marahan lagi sama Aufar? (melihat sekitar) Soalnya gue nggak liat ada Aufar..."


Haura melihat Islandzandi serius. "seriusanya? Hah... baru aja baikan sekarang berantem lagi..."


Islandzandi menarik nafas. "Nggak… Sifat Aufar yang sekarang bener-bener nggak bisa gue tebak… (terdiam berfikir) Kemaren pas kita jalan ke taman... Aufar nyatain perasaannya sama gue dan dia ngedesek gue buat pacaran sama dia, saat gue berusaha buat ngejelasin dia…"


"Dia kenapa?"


Islandzandi mengingat kejadian kemarin saat Aufar memaksa menciumnya. "dia nyium gue dengan paksa!"


Haura dan Karin melihat Islandzandi kaget.


"Serius lo?" ucao Haura langsung melihat Karin.


Islandzandi terdiam berfikir. "Gue nggak tau lagi harus gimana bersikap sama dia... Dia yang sekarang kayak orang lain, bukan Aufar yang gue kenal!"


Tak lama Rektor Universitas Saimdang pun masuk dan disusul oleh beberapa Staf kampus juga para Dosen mulai memasuki Aula dan duduk di depan. Semua murid yang seedang berbincang pun terdiam, Pak Indra mempersilahkan Rektor itu untuk berbicara di atas Auditorium yang sudah disediakan.


Selamat pagi semua, saya berdiri disini untuk memberitahun dan mengucapkan selamat pada kalian yang sudah menempuh mata kuliah selama bertaun-taun di Universitas Saimdang... dan sekarang untuk semester 6 kalian akan bergabung dengan beberapa perusahaan untuk belajar bagaimana kerja yang sebenarnya dan ilmu yang kalian raih selama ini akan sangat berguna di perusahaan, adapun tahun ini kami sudah merombak beberpa perusahaan untuk bekerjasama dengan Universitas Saimdang... yaitu Svetovska Company, KHOIL Company.... dan beberapa perusahaan lainnya yang cukup bagus untuk kalian masuki." jelas Rektor berbicara di depan para mahasiswa.


Setelah ini ada Form yang akan kalian isi untuk pendaftaran Dosen wali kalian akan membagikannya setelah ini dan saya ingin kalian pikir lagi dengan masak atas pilihan kalian ini karena mungkin saja kalian akan direkrut di perusahaan itu sendiri karena kinerja kalian yang sangat bagus...


Dan... Waktu pun berlalu dengan cepat.