Islandzandi

Islandzandi
belum



Di Apartement Reyandra pukul 24.35 malam…


Di Ruang kerja…


Reyandra sedang memeriksa Dokumen yang dibawa dari kantor.


Islandzandi yang baru selesai mandi karena baru pulang pemotretan langsung masuk keruang kerja Reyandra dengan memakai baju tidurnya…


Islandzandi berjalan kedekat Reyandra dan memeluk Reyandra dari belakang.



"Kau sudah selesai mandi?" mengusap tangan Islandzandi yang melingkar di dadanya.


"Hm…" jawabnya cemberut masih memeluk Reyandra sehingga pipinya mengenai pipi Reyandra.


Reyandra mengusap kepala Islandzandi sambil melihat Islandzandi yang sedang cemberut lalu mencium pipinya.


"Kenapa? Kok cemberut?"


"Mereka tau kamu udah nikah…"


"Loh bagus kan? Jadi mereka nggak akan bicara yang macam-macam lagi…"


"Masalahnya mereka taunya kamu nikah sama Eolia… Karena mereka taunya kamu pacaran sama Eolia"


Reyandra pun menarik tubuh Islandzandi duduk diatas pahanya.


Islandzandi pun melingkarkan tangannya ke pundak Reyandra.


"Sabar ya… Lama-lama juga mereka pasti berfikir kalau Eolia bukan Istri saya, karena dia tidak memakai cingcin yang sama dengan saya…"


"Tapi aku kesel! (cemberut) Mereka itu nggak bisa liat fakta apa… Dan kenapa juga harus Eolia sih?!"


"Jadi saya harus bagaimana, Hmmh?" tersenyum melihat Islandzandi.


"Kalo gini caranya aku jadi pengen resign sekarang aja dari Svetoska. Biar nggak denger gossip kamu lagi di kantor… Bener ya, nikah sama cowok kayak kamu itu mendingan nggak sekantor sekalian!"


"Sabar ya…"


Reyandra pun mencium bibir Islandzandi dengan mesra.


Lalu Islandzandi pun memeluk Reyandra erat.



"Ah dan bilang pada Aslan jangan menahanmu sampai larut lagi! Pagi-pagi kan kamu mesti kerja di Svetoska"


"Iya! (ucapnya tersenyum lalu mencium Reyandra lagi) Rey, kurangi ngerokok ya?!"


"Tercium ya bau rokoknya?"


"Hmmh.... Banyak masalah ya di kantor? Sampe kamu ngerokok lagi…"


"Yah, lumayanlah, buat saya sedikit pusing…"


**


Di kamar tidur Reyandra…


Pukul 01.30 malam…




Reyandra berdiri di ujung tempat tidur sambil berfikir dan melihat sedih kearah Islandzandi yang sedang tertidur pulas …


Kau harus kuat Rey… Kau kan akan menjaga Island… Entah pertanyaan apa yang akan ditanyakan Island nanti ketika dia sadar bahwa saya belum menyentuhnya sama sekali… Hah, semoga saja dia tidak cerita pada Haura dan Haura tidak mengingatkannya…"


**


Hari minggu…


Pukul 10.00 siang…


Di sebuah Café tempat biasa Islandzandi dan teman-temannya nongkrong…



Islandzandi, Haura dan Karin sedang asik ngobrol setelah seminggu lebih tidak bertemu…


"Hah, udah lama ya, kita nggak hang out kayak gini lagi…" gerutu Karin pada kedua temannya.


"Tau nih kita sibuk sendiri-sendiri sekarang… Apalagi nyonya REYANDRA… Kayaknya tiap hari honeymoon terus dia…" sindir Haura sambil tertawa begitu juga dengan Karin yang ikut tertawa.


Islandzandi tersipu malu. "Ck... Apaan gue lagi sibuk ngurusin buat launching game baru tau! Gue Aufar sama Alditra di percaya buat ngurus semuanya… Sampe pulang malem, terus giliran gue bisa pulang cepet gue langsung ke studio Aslan buat pemotretan, blom lagi Reyandra yang selalu pulang malem karena banyak yang harus diurus."


"Hah… Kasian banget sih ni anak satu…"


"Berarti kalian berdua belum…" Haura melihat Islandzandi penasaran.


"Apaan?" ucap Islandzandi tidak mengerti.


"Sex…"


"Yaaaaa… Bisa nggak jangan ngomong keras-keras! Malu tau!"


"Hah, beneran ni anak, harus gue kasih wejangan nih buat hal kayak ginian!" ucap Haura gemas.


"Tau nih! Lo tuh emang polos, tapi jangan terlalu poloslah Island…" Islandzandi hanya terdiam.


Haura dan karin terdiam melihat reaksi Islandzandi tidak percaya.


"Hah… Sumpahnya lo belum pernah sekalipun tidur bareng sama Reyandra? Magsud gue sex…"


Islandzandi cemberut. "Ya... Abis gimana lagi, kita berdua emang nggak ada waktu!"


"Bukan nggak ada waktu, tapi lo sama Reyandra emang nggak pernah buat kesempatan atau mungkin nggak mau ngesex?!" timpal Karin.


"Hah… Island, Island… Dulu aja sebelum kawin lo minta-minta sama dia buat having ***, sekarang pas gilirannya udah kawin lo malah nyia-nyiain kesempatan itu!! Ati-ati loh, ntar dia bisa direbut lagi sama Eolia…" ucap Haura memanasi Islandzandi.


Karin tersenyum. "Hah, tapi ya wajar sih yang di kawinin Island kan Reyandra… He’s to old… Beda banget kan sama si Erik… Iya kan Ra?"


"Erik?" melihat Karin kaget.


Haura hanya terdiam melihat kearah Karin memberi kode.


"Hah… Sorry Ra, gue pikir Island udah tau kalo lo sama Erik…"


Haura menghela napas panjang. "Island, gue sama Erik udah having sex… Dan lo tau. He so hot… Belum pernah gue nemu cowok kayak dia…"


"Lo, sejak kapan lo pacaran sama dia?"


"We are not going out, we just enjoy sex… And I like him… Gue nggak perduli dia jadian sama siapa dan mu kawin sama siapa, yang penting kita have fun…"


"Yang bener tuh? Emang lo yakin bisa nerima kalo Erik kepincut sama cewek lain lagi? Tar kalo dia udah nemu cewek yang bener-bener dia sayang dia pasti ninggaln lo kali?!"


Haura terdiam. "Ya, buat sekarang gue nggak mau ada ikatan gue pengen bebas!" Islandzandi menggelengkn kepalanya speechless melihat Haura tidak percaya.


Tapi bener juga sih, paling nggak sesibuk-sibuknya kita, kita pasti udah ngelakuin itu… Kenapa nggak kepikiran kesitu ya? Reyandra juga kenapa nggak inisiatif sih? Apa gue kurang **** dan hot? Atau kurang dewasa?


***


Di rumah keluarga Diandra…


Pukul 14.00 sore…


Di ruang keluarga…


Islandzandi sedang tiduran disofa sambil nonton tv.


Bu Audrey sedang duduk di samping Islandzandi sambil baca novel sementara Pak Diandra baru pulang.


"Island?! Kok sendirian? Reyandra mana?"


"Emang nggak boleh ya Island pulang kesini? Aku kangen aja sama kalian… Kok pulang sore pah? Ini kan hari minggu…"


"Iya, papah ada kerjaan yang mesti diselesaikan!" melihat sekeliling.


"Tau nih, dari kemarin papahmu sibuk terus dikantornya, biasanya pulang sore ini malah malam terus pulangnya!" ucap Bu Audrey sambil cemberut.


Pak Diandra hanya terdiam tersenyum kecut kearah Bu Audrey.


"Reyandra, dia ada janji sama Mr Park Jae Joon… Entahlah siapa itu, nanti juga dia jemput kok…"


Pak Diandra duduk di sofa sebelah Islandzandi.


"Bagaimana pernikahanmu?"


"Baik Pah, kenapa emangnya?"


"Apa Reyandra… Sudah…"


"Apaan?"


Pak Diandra terdiam. "Nggak! Lupakan! Papah mandi dulu deh… Capek!"


"Mau langsung disiapin makan pah?!" ucap Bu Audrey sambil beranjak dari tempat duduknya.


"Boleh, tadi disana papah nggak makan siang soalnya…"


Setelah Pak Diandra pergi ke kamarnya, Bu Audrey pun berjalan ke dapur.


Sementara Islandzandi hanya terdiam memperhatikan sikap Bu Audrey dan Pak Diandra.


***


Pukul 20.30 malam…


Di ruang tengah...


Reyandra sedang duduk disofa menonton tv sedangkan Islandzandi sedang tiduran di atas paha Reyandra sambil nonton juga…


"Kau tau? Sejak pertama kali pindah ke Indonesia baru kali ini saya menghabiskan waktu menonton tv dan bersantai seperti ini."


Islandzandi merubah posisinya menjadi duduk di samping Reyandra dan melihat Reyandra tidak percaya.


"Seriusan? Jadi baru kali ini kamu punya waktu luang kayak gini? Hah… Tapi bagus deh, sekarang gara-gara ada aku kamu jadi ada waktu buat berdua. Lagian hari libur itu dihabiskan dengan bersantai bukannya ngurusin kerjaan…" tersenyum kearah Reyandra.


"Oh iya, bagaimana Om dan Tante? Maaf ya saya tidak mampir dulu ke rumah…"


"Iya sih, tadi kamu Cuma ngejemput doang trus pulang lagi deh, kayaknya papah ada perlu sama kamu!"


"Oh ya?" ucap Reyandra terdiam berfikir.


"Iya, lain kali harus mampir dulu kerumah ya…"


"OK, next time I will take the time to go to the law, and if necessary we slept there..."


"Ah, iya baru inget… Kamu tau Erik and Haura Already Have ***?"


Reyandra kaget. "Ya? Benarkah? (berfikir) Sudah saya bilang jangan coba-coba… Trus Haura gimana?"


"Yaa, Haura sih enjoy aja, dia emang sering kayak gitu kok, Cuma yang aku kaget kenapa sama Erik?!"


"Eu, nggak tau!" ucap Reyandra terdiam sambil tersenyum.


Memangnya Haura nggak cerita bagaimana mereka bertemu? Hah, kalau saya cerita pasti akan panjang, dan Island pasti akan banyak bertanya… apa saya diam saja? Biar Erik atau Haura yang menjelaskannya?!


Islandzandi melihat Reyandra serius.


"Jadi.. Kapan giliran kita yang mau nge ***? Dulu kamu nolak aku karena kamu mau jagain aku kan? Sekarang kita kan udah nikah… Jadi nggak ada alasan lagi dong kamu nolak…" tersenyum penuh arti sambil mendekat kearah Reyandra.


Reyandra hanya tersenyum lalu mencium Islandzandi sangat lama dan sangat romantis.




Tak lama Erik datang keruang tengah tanpa menekan bel ataupun permisi…


Dan melihat adegan Reyandra dan Islandzandi yang sedang berciuman.



"Aah… Hyung… I'm sorry, I'm still not used to you're married ..." menutup wajahnya.


Reyandra dan Islandzandi pun bergegas duduk karena kaget.


"Aah… Kau datang Erik!"


****!! Dia datang di waktu yang nggak tepat!


Islandzandi terdiam melihat Erik cemberut.


Erik tersenyum kearah Islandzandi. "Sorry I interrupted you were making love"


"We're not having *** Erik… We just… (melihat Islandzandi) Kissing…"


"Okay, just kissing whatever… (duduk diantara Reyandra dan Islandzandi) Hah… Udah lama nggak kesini, begitu kesini kau sudah merebut tempatku disini!" menggoda Islandzandi sambil melihat Islandzandi tersenyum.


"Erik, tempat duduk masih banyak yang kosong kenapa kamu malah duduk diantara kita? Dan lain kali kalo masuk pencet bel dulu ya…"


"Lagian kenapa kalian nggak ganti password aja sih?"


Reyandra tersenyum. "Kamu mau minum apa? Biar kubawakan…"


"Yang biasa saja, masih ada kan?"


Reyandra menggelengkan kepala melihat kelakuan Erik, lalu pergi ke dapur.


Sementara Erik mendekat kearah Islandzandi.


"Apaan sih?"


"Haura orangnya kayak gimana? Kasih tau gue dong? Please!"


"Ah, ya baru aja diomongin! (memukul kepala Erik dengan buku tebal) Lo, kenapa tidur sama Haura?!"


"Emang kenapa? Dia juga suka kok…"


"Tapi lo pasti Cuma sekedar lewat aja kan? nggak serius? Lo tau kalo Haura orangnya gampang banget jatuh cinta, jadi manfaatin gitu aja buat maenin dia… Jujur nggak?!"


"nggak, gue emang suka sama dia, lagian nggak kebalik ya? Justru karena dia gampang banget jatuh cinta jadi dia suka gonta ganti pacar dan selalu ngelakuin *** sama pasangannya. Iya kan?"


Islandzandi terdiam. "Tapi dia itu sobat gue!"


"Udah, tenang aja… Gue nggak akan maenin dia kok, sekali gue jatuh cinta sama cewek gue nggak akan nyakitin hatinya dia dan ngelepasin dia…"


Islandzandi terdiam melihat serius kearahnya. Tak lama Reyandra datang membawa 3 gelas dan 1 botol wine.


"Ini minumanmu!" duduk agak jauh dari Islandzandi.


"Aku ke kamar dulu ya Rey…" ucap Islandzadi yang tau kalau mereka bakalan ngomongin kerjaan lalu melihat kearah Erik. "I’am watching you…"


"Ok! I know…"


Reyandra hanya terdiam melihat Islandzandi berjalan ke kamar mereka.


"Ada apa?"


"Kau ingat madam El? Dia tadi nelpon dan katanya dia mau nyimpen saham di Svetovska Company Indonesia…"


Reyandra terdiam berfikir tersenyum kecut


"Oh ya?"


"Dia serius mengincarmu Hyung… Dia udah tau kalo kamu udah nikah kan?"


"Sepertinya belum…" tersenyum kecut.


"Kau tidak memberitahunya?" kaget.


"Tidak! Karena kupikir tidak ada urusan lagi dengannya setelah saya pindah kesini!"


Erik pun menggelengkan kepalanya tidak percaya…


"Serius Hyung, kau harusnya memberitahunya, kau tau seperti apa kan Madam El? Kalau dia tau Island istrimu bisa-bisa Island kena bullyannya… Apalagi saat ini Island adalah Staf biasa di Svetovska Company… Aku hanya memperingatkanmu karena mungkin besok dia akan ke kantor…"


"Kemarin Park Jae Joon, sekarang Madam EL…"


"Ya, dua orang itu sangat percaya padamu dan ingin terus berada didekatmu Hyung!"


Reyandra hanya terdiam berfikir, lalu Erik pun mengalihkan pembicaraan masalah PhotoShootnya dengan Islandzandi.


***


Di Svetovska Company, pukul 07,30 pagi… Islandzandi dan Reyandra sedang berada di dalam mobil Reyandra yang terparkir di luar Gedung Svetovska Company…


Reyandra melihat Islandzandi yang sedang melamun.


Hah… Gagal lagi deh, gara-gara Erik gue sama Reyandra jadi nggak bisa having ***.


"Island?!"


"Hah, ya? Kenapa?" melihat Reyandra.


"Lagi mikir apa? Yakin kamu mau turun disini?!"


Islandzandi melihat sekitar. "Ah, udah sampe ya? Iya disini aja nggak apa-apa, daripada harus ketauan karyawan lain kita berdua berangkat bareng?!"


"Saya tau kamu pasti sudah sadar dan menginginkan itu…" ucap Reyandra dalam hati.


"Aku berangkat duluan ya… Luv u…"




Islandzandi mencium Reyandra lalu turun sambil melihat sekitar.


Islandzandi berjalan meninggalkan mobil Reyandra.


Reyandra hanya terdiam melihat Islandzandi sambil tersenyum.


Lalu terdiam melihat Islandzandi dihampiri Alditra yang sedang berjalan masuk ke area Gedung Svetovska Company dan berjalan bersama sambil bercanda lalu tak lama Aufar yang baru datang pun ikut berjalan diantara Islandzandi…


Mereka bertiga pun masuk ke lobby!


"Hm… Kamu juga banyak penggemarnya, Island…" tersenyum lalu menjalankan mobilnya kedalam area Svetovska Company.


"Alditra ya… Kenapa saya ada perasaan nggak enak terhadapnya?!"


Sementara mobil Pak Ronald yang sudah berada di belakang mobil Reyandra sudah lama melihat Islandzandi turun dari mobilnya Reyandra.


"Hmm… Dari pertama aku sudah curiga sama pegawai Islandzandi… Direktur sekarang baru saja menikah. Apa dia istri Direktur?" ucap Pak Ronald dalam hati sambil terdiam berfikir.