Islandzandi

Islandzandi
Partner Aneh



Di café tempat biasa Islandzandi dan teman-temannya biasa kumpul…


Pukul 13.00 siang…


Haura dan Islandzandi sedang terdiam sambil tersenyum melamun menikmati minuman dan Eskrim mereka.




"Diihhh... ni anak senyum-senyum sendiri... Lagi bahagia-bahagianya ya sama Reyandra..."


Islandzandi tersenyum malu. "Yaa... gitu deh! Eh, ngomong-ngomong si Karin kemana sih? Kok nggak kesini? Tadi di kelas juga nggak masuk... Sakit gitu?"


"Mmmmh... Tau di telpon juga sibuk terus... si Aufar juga nggak keliatan... Lo nggak berantem lagi kan sama dia?"


"Nggak lah... Dia malah minta gue kasih kesempatan buat dia bersaing sama Reyandra..."


"Ciieee gaya amat lo, udah kayak sinetron aja direbutin..."


Islandzandi terdiam ragu. "Lo jangan bilang Karin ya... sebenernya gue udah jadian sama Reyandra..."


"Pantesan aja lo dari tadi senyum-senyum sendiri ternyata ini toh... Seriusan lo? Kapan? Kok bisa?"


"Kemaren... yang nemenin gue di rumah kan jadinya Reyandra... Setelah sms dadakan kalian ya... (sindirnya) Meskipun dia nggak nembak langsung tapi... Dia nembak gue gitu dan serius sama gue... Trus kemaren kita ciuman di kamar gue, dan lo tau? Hampir aja kita kebablasan... Ya... Gue sih dengan senang hati kalo itu sama Reyandra, tapi dia sadar dan langsung nolak gitu, dia nggak mau sampai keterusan..."


"Hah... lagian, lo tau sendiri Reyandra orangnya kolot... Dia nggak mungkinlah begituan sama lo sekarang... Dia pasti nunggu di sahin dulu ama nyokap bokap lo... (terdiam) Eh tapi gimana sama Aufar... lo jangan lama-lama loh ngasih jawaban sama Aufar... Jangan kasih harapan terlalu banyak... Kasian dia..."


"Iya, gue tau!"


"Oh iya, kemaren gue putus sama Zayn... Jadi lo nggak usah ngungkit-ngungkit lagi dia ya..."


"Iya... Lagian mu sampe kapan sih lo ganti-ganti cowok terus? Nggak cape apa?"


"Tau, selama gue pacaran sampe sekarang, belum ada yang bikin hati gue gimanaaa gitu..."


"David lumayan tuh... Dia juga orangnya baik... adari semua mantan-mantan lo, Cuma dia yang tidur lagi sama lo setelah kalian putus... Iya kan? Lagian lo terus nemuin dia juga kan..."


Haura terdiam. "Ya... Gue nemuin dia karena dia kan yang punya cafe, dan kita juga sering nongkrong disana..."


Islandzandi melihat Haura lalu tersenyum. "Iya deh, terserah lo..."


"Gue malah masih penasaran sama cowok misterius yang gue temuin kemaren..."


"Yang lo lagi jalan sama cowok lo trus lo tatap-tatapan sama dia kan? Hah... lagian nggak bener tuh cowok, udah tau lo sama pacar masih aja godain lo..."


Haura hanya terdiam melamun sambil senyum sendiri. Sementara Islandzandi menggeleng kepalanya melihat sahabatnya itu.


"Tar sore lo ada jadwal?"


"Iya, tadi Aslan ngasih kabar kalo ada job tar sore... Kenapa emangnya?"


"Oh, nggak kenapa-napa... nanya aja!


Waktu pun berjalan dengan cepat..."


**


Di jalan menuju Studio Destiny…


Pukul 16.30 siang…


Mobil Aufar sedang melaju sedikit kencang di dalam mobil Islandzandi sedang menulis sms untuk Reyandra.


...Islandzandi...


...“ Rey, sekarang aku mau pemotretan sama Aufar, jadi kamu nggak usah khawatir! Dan malam ini Haura bakalan nginep dirumah…”...


...Reyandra...


...“ kamu yakin dia bisa menginap? Saya nggak mau seperti kemarin… dan awas kalau kamu mengajak Aufar!”...


...Islandzandi...


...“iya…! Bawel, Haura udah janji kok! Dan aku nggak akan manggil Aufar buat nemenin aku. Puas?!”...


Islandzandi tersenyum sendiri melihat Line Message dari Reyandra.


"Gue pikir lo nggak akan nganterin, Far..."


"Ya pasti nganterinlah... Emang lo mau di anterin Reyandra? Dia kan bukanya masih dikantor kalo jam segini?!"


Islandzandi tersenyum kecut kearah Aufar.


Nggak mungkin gue ngomong sekarang sama Aufar kalo gue udah milih Reyandra...


Tak lama kemudian...


Saat mobil Aufar akan masuk ke Studio Destiny tiba-tiba Mobil Pajero Sport hendak masuk juga dari arah yang berbeda, mobil mereka pun berhenti serentak. Aufar dan Islandzandi kaget dan melihat ke mobil itu…


"Aahhkk ****!" umpat Aufar hendak keluar.


"Hei Aufar! udahlah nggak usah berantem…" ucap Island menahan tangan Aufar sambil memperhatikan mobil pajero tersebut.


Mobilnya kok kayak punya Reyandra ya?


Tak lama Erik membuka kaca mobilnya dan mempersilahkan mobil Aufar masuk dulu.


"Sorry you first...


Aufar melihat kearah Erik. "Siapa dia? Kok kayak baru liat?"


"Hm… Tau, paling tamu disini! Udah ah, masuk yuk!"


Bener deh.. mobilnya kayak mobil Reyandra! Apa dia kenal Reyandra? Tapi… ah Cuma perasaan gue aja kali!


Aufar pun memasukan mobilnya ke parkiran.


**


Di dalam Studio Destiny...


Suasana di dalam sedang sibuk mempersiapkan untuk pemotretan Islandzandi.


Aufar berjalan kearah Kru Lighting. Sementara Islandzandi sudah berada di ruang makeup.


"Whats up, Bro?!" teriak Aufar menyapa crew pemotretan.


"Wuiihh… Udah sehat lo?"


"Hmm.. Ya... Lumayanlah... Kan ada Island yang selalu temenin gue, jadi gue cepet sembuhnya..."


"Tapi, lo tau nggak terakhir kali Island kesini dia dianter cowok loh katanya pacarnya… Itu loh yang ada di ultahnya Island, yang lo pukul di acara ultahnya Island..."


Aufar terdiam cemas. "Oh, Reyandra! Ya, dia cinta pertamanya Island…"


"Lah, trus lo???"


Aufar mengernyit. "Yaaa, balik ke awal lagi, gue lagi mempertahankan perasaannya sama gue…"


"Magsudnya kalian berdua lagi merebutin hatinya Island? Dih… Beruntung banget Island bisa direbutin sama kalian berdua..."


Aufar hanya terdiam sambil tersenyum.


Beberapa menit kemudian Aslan datang dengan Erik. Mereka berjalan kearah Kru dan berdiri di tengah-tengah, Islandzandi yang baru keluar dari kamar ganti berdiri diantara kru lainnya. Sementara Islandzandi hanya terdiam memperhatikan Aslan.




"Guys! Minta perhatiannya sebentar. (melihat kearah Kru yang sedang bersiap-siap) kenalin dia Erik, dia akan bergabung dengan kita sebagai model, dan mulai sekarang juga dia akan dipasangkan dengan Islandzandi di photo Couple…! Jadi kalau ada yang tidak dimengerti mohon kalian membantunya sebisa mungkin. Karena dia baru datang dari LA jadi mungkin dari bahasa dia masih harus dimaklum… (melihat Islandzandi yang baru datang dari kamar ganti siap untuk di photo) Ok, kalian mengerti?!" Jelas Aslan pada Crew lainta yang berada di sana.


“Siap, dimengerti!” ucap Kru lain.


Sementara Islandzandi berjalan kearah Aslan dan Erik. Sementara Erik melihat kearah Islandzandi dengan tajam.


"Kenapa?"


"Island, kenalin dia Erik, dia yang akan gantiin Kevin mulai sekarang! jadi mulai sekarang pasangan lo adalah Erik! Minta kerja samanya ya Island!"


"Emang Kevin kenapa?"


"Kontraknya dibatalkan dan dia udah membuat atasan murka! Makanya lo jangan sampai buat gue murka juga! Ok?!"


Islandzandi cemberut. "Oh ok!"


Lalu Aslan pun menyuruh Erik untuk bersiap-siap. Erik dan beberapa kru makeup dan costum berjalan ke ruang ganti. Aslan bersiap mengotak ngatik cameranya. Sementara Islandzandi berjalan kearah Aufar.


Aufar melihat Islandzandi. "Island, selama gue nggak kesini, lo udah ngajak Reyandra kesini ya?! Tadi crew yang lain pada heboh nanyain sama gue..."


Islandzandi terdiam. "Ooh, iya... Waktu itu gue lagi ada pemotretan, dia juga nggak bilang mau jemput, ya sekalian aja gue ajak kesini... Gue juga ragu waktu dia mau ikut kesini tapi dia yang maksa, ya udah..."


Aufar terdiam. "Hm... Selangkah lebih maju ya?!"


"Apa?"


"Nggak, udah gih sana siap-siap!


Apa yang harus gue lakuin buat Island milih gue? Reyandra udah maju selangkah… Dia udah dibawa kesini…


Islandzandi melihat Aufar cemas. "Ya udah, gue kedalem dulu ya..."


Islandzandi terdiam melihat Aufar lalu berjalan meninggalkan Aufar. Erik keluar dari kamar ganti dan berjalan ke set yang sudah disediakan, begitu juga dengan Islandzandi. Erik berjalan menghampiri Islandzandi. Sementara Aufar melihat kearah Erik.


Erik melihat Islandzandi terdiam. "Hi, i'am Erik…" ucapnya mengangkat tangannya hendak bersalaman.


Islandzandi pun membalas menyalaminya sambil tersenyum ke arah Erik. "Island!"


Erik terdiam sejenak melihat kearah Islandzandi lalu tersenyum.


"I found you…"


"Ya?"


"Eu... Nothing. Apa dia pacar lo?" tanya Erik melihat kearah Aufar yang juga sedang melihat kearah mereka.


Islandzandi melihat Aufar. "Oh bukan… Dia teman dekat saya..."


Erik hanya tersenyum sambil mengangguk.


"Ok, mulai sekarang lo bakalan terus berpartner sama gue, kalo ada kesalahan tolong ditegur ya…"


"Hah? Eu… I iya… Ok! (melihat Erik bingung) Tapi nggak usah formal juga kali..." lanjut Island sambil tersenyum.


"Hah? maksudnya apa ya?!" tanyq Island keheanan melihat Erik yang hanya tersenyum kearahnya.


Hah... ni cowok aneh banget sih... obrolannya tuh kok nggak nyambung...


Tak lama Aslan sudah siap dengan cameranya siap memotret.


"Yuk… mulai…" teriak Aslan pada semua orang yang ada di studio dan sudah siap dibelakang cameranya.


Semua Kru pun memulai pemotretan.




contoh ya...


**


Beberapa hari kemudian…


Di restoran hotel…


Pukul 16.30 sore…


Reyandra sedang meeting bersama kliennya dengan beberapa Staf termasuk Pak Ronald, Bu Khanza dan Ryu Sera juga Eolia.


Kliennya sedang mempresentasikan program yang akan di pakai di Svetovska Company, Mereka terus berbicara dengan serius, sementara Reyandra terdiam melihat kearah mereka sambil berfikir.


"Apa nanti kalau kita gunakan program punya kalian ada tambahan aplikasi tersendiri untuk gamenya? Misalnya bonus point atau guild…"


"Nanti kita akan membuatkan aplikasi khusus untuk Svetovska Company." jawab Klien denga lancar.


Sebenarnya kami juga rencananya akan menggunakan model yang sebenarnya untuk karakter game tersebut, dan kami juga akan membuat video klip untuk cerita gamenya agar para gamers yang akan memainkan game ini jadi penasaran dan makin banyak yang memainkannya…


Reyandra berfikir. "Hmm... Brilliant, apa kalian yang akan mencari dan membuatnya sendiri?"


"Tidak! Kami bekerjasama dengan beberapa photographer yang kami percayai! Pokonya anda hanya tinggal menggunakannya saja!"


"Benar, dan kami juga sudah mulai memikirkan untuk promote ke beberapa Aplikasi dari Svetovska Company, jadi semakin banyak orang yang akan menonton iklan game ini…"


Reyandra serius mendengarkan Kliennya yang sedang presentasi.


Sementara Eolia melihat kearah Reyandra.


Beberapa jam kemudian…


Setelah mereka selesai rapatnya Klien itu pulang.


Sementara Reyandra dan Eolia masih duduk.







"Baiklah pak, kami akan kembali ke kantor untuk membuat laporannya."


"Saya juga akan langsung mempersiapkan desainnya pak!" ucap Bu Khanza.


"Eu.. Apa anda perlu sesuatu lagi Pak?"


"Tidak terima kasih Ryu, kamu bisa kembali bersama dengan Pak Ronald dan yang lainya!"


Eolia melihat kearah Tama. "kamu juga Tama, kamu bisa kembai dengan mereka ke kantor, biar nanti Reyandra dan saya menyusul!"


Tama terdiam melihat kearah Reyandra, Reyandra mengangguk melihat kearah Tama.


"Kalau begitu saya permisi Pak!"


Tama, Pak Ronald, Bu Kanza, dan Ryu Sera pun berlalu dari hadapan mereka. Eolia melihat kearah Reyandra masih bersantai di restoran itu.


"Hm… Saya akan melihat nanti setelah sampai dirumah…"


"Rey, apa Erik mengganggumu? Kalau mengganggu aku akan menyuruhnya untuk tinggal dirumah, karena Ibu ingin bertemu dengannya!"


"Dia sama sekali tidak mengganggu saya Eolia, lagipula dia jarang ada dirumah! Sepertinya dia sudah punya pekerjaan…"


Eolia tersenyum sinis. "Pekerjaaan apa?"


"Entahlah, dia juga belum memberitahu saya!"


Eolia hanya tersenyum kecut berfikir.


"Kamu terlalu membela anak itu, jadi kebiasaan kan sekarang? Karena ada kamu jadi dia bebas melakukan sesuka hatinya!"


"Sudahlah, kau juga jangan terlalu menekan Erik! Kalian berdua itu sama-sama keras kepala…"


"Aku hanya ingin memastikan kalau dia tidak membuat masalah lagi!"


Reyandra tersenyum kearah Eolia. "Bisakah kau mengalah darinya?!"


"Aku? Kau bercanda?!"


Reyandra hanya tersenyum melihat kelakuan Eolia…


"Erik memang masih seperti anak kecil, tapi jika kamu terus memperlakukannya seperti itu, itu malah membuatnya jadi kekanak-kanakan, karena dia merasa terkekang... Saya yakin dia akan bertambah dewasa jika kau mempercayainya dan tidak terlalu mengaturnya!"


"Kalau dia tidak diatur bukanya dia malah jadi terlalu bebas?! dan umurnya hampir tiga puluh tahun Rey.... Dan buktinya kamu bisa liat sendiri kan sekarang?"


"Untuk orang seperti Erik, harus ada kesadaran dari dirinya sendiri. Dia nggak akan bisa jadi baik karena disadarkan oleh kita..."


Eolia hanya bisa menghela napas dan melihat kearah Reyandra.


Sementara Reyandra melihat kearah Eolia tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


**


Tiga hari kemudian...


Di apartement Reyandra…


Pukul 21.00 malam…


Reyandra yang sudah memakai baju santai sedang berdiri di kaca melihat ke luar jendela yang sedang turun hujan sambil berfikir.


Reyandra memejamkan matanya sambil mengurut keningnya.


Tak lama terdengar suara pintu masuk dibuka.


Reyandra melihat jam di tangannya heran.


Erik? Tumben jam segini udah pulang… biasanya pagi-pagi…


Saat Reyandra duduk dan melihat laptopnya yang sedang menyala di meja, tiba-tiba Islandzandi datang dan melihat kearah Reyandra tersenyum...


"Rey…" teriaknya sambil berlari kearah Reyandra dan memeluknya.


"Island?" terdiam kaget lalu tak lama melepaskan pelukan Island.


"Kaget Ya? Hahahaha"


"Kenapa kamu--" ucap Reyandra masih bingung.


"Hm… Aku baru beres pemotretan, trus kangen sam kamu jadi kesini deh… Hihihi"


"Tapi---" Reyandra masih terdiam tidak percaya.


Islandzandi terdiam cemberut kearah Reyandra. "Ck... Kenapa sih? Nggak suka bangey ya kalo aku dateng kesini? Abis Akhir-akhir ini kamu sibuk kerja, kita juga jarang ketemu…"


Reyandra masih tidak percaya. "Hah… kamu itu selalu saja seenaknya… k


Kenapa kamu nggak telpon saya dulu… Kan saya bisa jemput kamu…."


"Aku pikir kamu bakalan suka kalo aku suprise'In dateng kesini… eeehhh.. ternyata kamu malah biasa aja.. malah kayak ga mau kalo aku dateng ke sini..."


"Ya, bukan gitu Island, ini udah malam, dan kamu seorang gadis… Kalau ada apa-apa dijalan gimana? Kamu kesini sendirian?"


"Hmmhhh..." gumamnya sambil mengangguk lalu melihat Reyandra serius lalu memeluk Reyandra erat sambil tersenyum.


"Hmm… Akhirnya aku bisa ngerasain kangen sambil memeluk orang yang dikangeninnya… Biarin aku disini nemenin kamu selama satu jam ya? Setelah itu aku bakalan pulang… Ok?!"


Reyandra terdiam lalu memeluk Islandzandi sambil tersenyum. Islandzandi pun tersenyum saat Reyandra memeluknya.


Setelah beberapa menit layar tv sudah menyala dan posisi Islandzandi pun sedang memainkan tangan Reyandra dan tidur di pangkuan Reyandra yang sekarang sedang duduk bersandar sambil tangan yang satunya mengusap kepala Islandzandi.


"Selama kita nggak ketemu kemarin kamu kok kurusan sih? Emang kamu nggak makan apa?"


"Makan saya kemarin nggak teratur, sekarang aja saya lagi meriksa sample dari klien yang akan bekerja sama sama kita."


"Tapi kan sesibuk apapun kamu nggak boleh sampe nggak makan dong Rey..."


"Iya-iya, besok saya akan makan yang teratur… Puas?!" ucapnya sambil tersenyum kearah Islandzandi.


Islandzandi tersenyum lalu merubah posisinya jadi duduk menghadap Reyandra. "Minggu besok kamu diundang makan malam sama Papah."


"Tumben ada apa?" Melihat Islandzandi.


"Karena aku udah beres ujian semester, biasanya Papah suka ngajak kita makan diluar kalo aku udah beres ujian semester. Dan selama liburan semester papah suka nganjak aku Haura dan Karin liburan, tapi kayaknya sekarang nggak bisa, akhir-akhir ini papah juga sama sibuknya sama kamu!" Jelas Islandzandi.


Reyandra terdiam sejenak. "Saya akan usahakan, tapi nggak janji ya…"


"Hm, resiko punya pacar Direktur Perusahaan besar tuh kayak gini ya…"


Reyandra hanya tersenyum melihat komentar Islandzandi.


Islandzandi melihat kearah jam dinding sudah menunjukan pukul sepuluh malam


"hm… waktunya Cinderella pulang… (Tersenyum kearah Reyandra yang sedang melihat kearahnya Islandzandi dengan cepat mencium bibirnya Reyandra dengan lembut) I love you Rey…"


Reyandra terdiam terkejut dengan apa yang Islandzandi lakukan barusan, lalu Reyandra memegang wajah Islandzandi sambil mengerutkan halisnya melihat mata Islandzandi dengan tajam.


love you to Island…