Islandzandi

Islandzandi
Liburan 2



Di Svetovska Company…


Pukul 13.00 siang…


Karyawan yang akan pergi berlibur sudah mulai pulang satu persatu untuk menyiapkan perbekalan mereka karena mereka akan berangkat pukul 19.00 malam nanti…


Sementara Islandzandi sedang terdiam di depan lobby menunggu Haura dan Karin.


Tak lama Aufar datang menghampirinya.


"Sorry ya, gue nggak bisa ikut, soalnya bokap minta gue buat temenin dia ke luar kota… Ya meskipun dia sendiri juga bisa sih, tapi gue pikir apa salahnya buat nganter dia…"


"Iya gue ngerti! Havefun ya lo disana… Gue juga sebenernya nggak mau ikut, tapi nggak enak sama Bu Khanza soalnya lo juga nggak bisa dateng kan jadi ya… Mau nggak mau gue yang wakilin lo…."


"Thank you ya… Mau gue anterin pulang? Apa laki lo jemput?"


Islandzandi mengernyit. "Gue lagi nggak…"


"Lo berantem lagi sama dia? Sekarang apa lagi? Gue pikir kalian udah nggak akan berantem-berantem lagi… Hmm… Kalo gitu gue masih bisa dapet kesempatan buat dapetin lo lagi…" candanya.


"Aufar… Gue lagi nggak mau becanda nih!"


"Tapi seriusan Island, kalo gue bener-bener jadi nikah sama lo, gue pasti bakalan bahagiain lo dan nggak nyia-nyiain lo…"


Islandzandi pun terdiam. Lalu Islandzandi dan Aufar pergi meninggalkan Lobby Svetovska Company… Alditra yang dari tadi memperhatikan Islandzandi dan Aufar terdiam, tak lama handphonenya berbunyi dan saat dia melihatnya ternyata dari Pak Jenny.


“Iya om?” jawab Alditra.


"Aufar sudah saya bereskan, kau bisa memulai aksimu tanpa takut ada Aufar… Jadi jalankan rencanamu pada perempuan itu!”


Alditra terdiam. “Baik Om… Saya akan melakukan apa yang Om suruh…”


Alditra pun menutup telponnya dan terdiam memperhatikan Islandzandi dari jauh sambil berfikir.


***


Di Apartement Reyandra…


Pukul 17.00 sore…


Islandzandi sedang mengepack barang-barang yang akan dia bawa. Sementara Reyandra yang baru keluar dari ruang kerjanya melihat kearah Islandzandi.




"Kau sudah bersiap-siap?" tanya Reyandra.


"Hm… kamu nggak akan ikut?" melihat Reyandra yang masih santai.


"Ikut, tapi… Saya tidak akan membawa banyak barang! (melihat tas sedikit besar berada di bawah tempat tidurnya) Island, berapa banyak yang akan kau bawa?"


"Aku bawa satu tas kok… (melihat tas yang ada di bawah tempat tidurnya) Itu punya kamu… Tadi aku udah siapin… Kenapa? Kamu nggak suka? Kalo nggak suka ya nggak usah dibawa!" ucapnya ketus.


Reyandra tersenyum kearah Islandzandi.


"Nggak, meskipun jawabanmu masih ketus pada saya tapi ternyata kamu memperhatikan saya… Terima kasih ya Island…" berjalan kearah Islandzandi dan memeluk Islandzandi erat.


Islandzandi hanya tersenyum.


Tentu aja gue masih merhatiin dan ngurus lo, kalo bukan gue siapa lagi? Eolia? Hah jangan harap gue ngijinin ya!


***


Di Svetovska Company…


Pukul 18.00 malam…





Seluruh karyawan sedang di depan lobby menunggu bis yang akan mengantarkan mereka ke tempat tujuan mereka.


Reyandra sedang duduk di lobby sambil mencoba camera lamanya yang tidak pernah dia pakai lagi selama di LA.


Sementara Erik dan Eolia sedang duduk di depan Reyandra sedang memperhatikan Reyandra.


Sedangkan Islandzandi, Haura, Karin dan Alditra sedang menunggu berdiri diluar lobby sambil mengobrol.


"Kamu bawa camera, Rey? Sudah lama kamu tidak bawa-bawa camera. Hmmm kira-kira setelah lulus kuliah? (melihat kearah Reyandra yang hanya tersenyum) Hah… Mentang-mentang istrimu seorang model jadi kau bawa-bawa camera supaya bisa diam-diam memotret istrimu ya…" ucapnya Eolia sinis.


"Saya sudah lama punya camera ini dan jarang sekali memakainya… Jadi saya hanya ingin mencobanya saja…" ucapnya sambil menyorotkan Cameranya pada Islandzandi yang sedang tertawa bersama Alditra.


Reyandra pun terdiam memperhatikan mereka berdua.


Sementara Erik melihat kearah Reyandra sambil memperhatikan Islandzandi dan Alditra.


Erik melihat kearah Islandzandi dan teman-temannya. "Hyung, siapa cowok yang bareng Island? kok deket banget! Lagian aku perhatiin kayaknya Islandzandi nggak terlalu seneng dengan liburan ini… Apa kalian ada masalah?"


Reyandra hanya terdiam melihat kearah Islandzandi yang sedang memaksakan senyumnya demi teman-temannya.


"Ya... Jangan ikut campur dengan rumah tangga orang lain… (melihat Erik) Terus kenapa kamu ada disini? Kamu kan bukan bagian dari mereka…"


"Hey.. Aku adalah kekasih dari salah satu karyawan di sini…"


Eolia melihat kearah Erik. "Hah kau yakin? Apa kau lupa kalau kau sudah di jodohkan dengan wanita dari keluarga---"


"Aku nggak mau dijodohkan! Aku hanya mau menikah dengan Haura titik!"


"Kita lihat saja nanti, apa ayah setuju kalau kau memilih calon istrimu sendiri…"


"Kau sudah dijodohkan? Apa Haura tau?!"


Erik hanya terdiam. Reyandra hanya tersenyum sambil menggeleng. Tak lama bis yang ditunggupun datang.


Reyandra, Erik dan Eolia pun keluar dari lobby. Para karyawanpun mulai menaiki bis satu persatu sesuai dengan staf bagian masing-masing.


Haura dan Karin meninggalkan Islandzandi dan Alditra untuk masuk ke bis staf bagian marketing.


Sementara Alditra membantu Islandzandi membawakan tasnya dan menyuruh Islandzandi masuk.


Reyandra hanya terdiam memperhatikan Islandzandi dari jauh.


Bu Khanza, Pak Ronald dan Staf bagian lain menghampiri Reyandra, Eolia dan Erik.


"Pak Reyandra dan Bu Eolia mau masuk ke bis mana ya?"


"Apa bis yang ditumpangi Bu Khanza masih kosong? Karena kami ingin ikut di bis itu." ucap Eolia sambil menggandeng lengan Reyandra.


Reyandra melihat kearah Eolia kaget.


"Ah, baik di bis kami masih ada kursi kosong kok… Kalau begitu mari saya akan antarkan dan simpan barang bawaannya…"


"Tidak usah, biar saya bawa sendiri saja!


Reyandra hanya terdiam tersenyum dan mengangguk.


Pak Ronald memperhatikan Reyandra dan Eolia.


Lalu melihat ke Bis yang ditumpangi Islandzandi dan melihat Islandzandi sedang melihat kearah Reyandra.


Pak Ronald pun tersenyum.


Reyandra dan Eolia berjalan dan masuk ke bis yang ditumpangi oleh Islandzandi dan duduk di depan dekat supir.


Alditra melihat kearah pandangan Islandzandi. "Are you alright?"


"Hm… No… I’m not good to see my husband sitting with his first love…"


Alditra tersenyum lalu mengelus kepala Islandzandi. "Sabar ya… Kamu udah bilang sama Bu Khanza kalo kamu akan satu kamar sama Karin? Bagian Marketing?"


Islandzandi mengangguk. "Udah lagian dia nggak permasalahin kok!"


Mereka pun menikmati perjalanan untuk liburan.


Setelah beberapa jam perjalanan…


***


Pukul 04.00 pagi…


Bis pun terparkir di sebuah taman halaman yang cukup luas.


Para karyawan yang sedang tertidurpun terbangun dan mulai  bersiap turun, begitu juga dengan Alditra yang baru terbangun dari tidurnya lalu melihat keluar jendela.


Tak lama Islandzandi pun bangun dan melihat keluar jendela juga.


"Udah bangun?" tanya Alditra melihat Islndzandi.


"Hm… Udah nyampe ya? Jam berapa sekarang?" mengucek  matanya sambil menguap ditutupi tangannya.


"Jam empat pagi…" jawab Alditra sambil mengambil tas yang ada diatasnya.


Mereka pun turun dari bis, begitu pun dengan Eolia dan Reyandra yang berjalan ke dekat lobby Hotel.


Sementara itu Alditra dan Islandzandi masih berdiri di dekat bis sambil menunggu bis yang lain datang.


Alditra melihat sekeliling. "Hei, mau liat matahari terbit nggak?"


"Emang bisa?"


"Ok, tapi gue ke kamar dulu deh, nyimpen barang-barang. Tapi kok bis yang lain belum dateng sih?"


Alditra melihat Islandzandi. "Mmmhh… Mungkin bentar lagi, gue bantu deh…"


"Nggak usah…"


"Udah sini tasnya…" mengambil tasnya Islandzandi sedikit memaksa.


Sementara Reyandra hanya melihat kearah Islandzandi dari kejauhan!


"Hah, kau cemburu karena Island dekat dengan Alditra?"


Reyandra hanya terdiam tidak menjawab. Tak lama Bis yang lain pun datang. Karin Haura dan Erik pun turun dan berjalan kearah Islandzandi dan Alditra yang sedang berdiri melihat pemandangan.


"Wuuaaaahhhh keren ya!!"


"Eh, Alditra ngajakin liat matahari terbit diatas, kalian mau ikut?"


"Seriusan? Dimana? Gue mau deh…" melihat Alditra yang tersenyum terpaksa.


"Gue kayaknya absen dulu… Dan gue juga nggak akan sekamar sama kalian, gue bakalan sekamar sama Erik (melihat Erik tersenyum) Nggak papa kan?" ucap Haura tersenyum.


"Hm… Liburan gini moment penting buat honeymoon" sindir Erik melihat Islandzandi.


"Stop it Erik!"


"Mmmmhhh… Kacian yang nggak bisa beduaan sama suaminya…"


"Shuuut! Kita pergi aja sebelum ada bom meledak!" canda Erik sambil merangkul Haura pergi dari hadapan Islandzandi


"Emang ya dasar punya temen nggak ada ahlak ya kayak gini nih... Lagian ya.. Percuma juga gue sekamar sama dia juga, dia nggak bakal nyentuh gue!


Alditra dan Karin hanya terdiam.


"Ya udah ini mau ditaro dimana?" sanggah Alditra memperlihatkan tas Islandzandi.


"Ya udah yuk kita nyari kamar!" ajak Karin pada Islandzandi.


Saat Islandzandi hendak pergi tiba-tiba handphonenya berdering.


Islandzandi melihat kearah Handphone itu ternyata dari Reyandra, Islandzandi langsung melihat kearah Reyandra yang berada di seberangnya.


Karin melihat kearah Islandzandi. "Reyandra tuh, terima dulu sana! Kasian dia nggak bisa barengan sama lo selama disini!"


"Ya udah lo duluan aja, tar gue nyusul!"


"Ya udah yuk Al…" ajak Karin pada Alditra.


"Kita duluan ya…"


Karin dan Alditra pun meninggalkan Islandzandi.


Sementara Islandzandi mengangkat telpon dari Reyandra.


“Hmmm...?”


“Kau baik-baik saja?”


“Menurut kamu?”


”Maaf saya tidak bisa satu kamar sama kamu…"


“Iya, nggak apa-apa (melihat kearah Reyandra) asal kamu satu  kamar sendiri…”


“Tentu aja saya sendiri! (melihat kearah Eolia) Island tolong jangan berfikir yang tidak-tidak!” melihat kearah Islandzandi dari kejauhan.


Islandzandi tersenyum. “Ya udah aku masuk dulu…”


“Oh iya, nanti siang mereka pasti bikin acara, jadi kamu harus banyak istirahat”


“Iya… Ya udah aku masuk dulu nih!”


Islandzandi pun menutup telponnya dan pergi kedalam.


Sementara Reyandra hanya terdiam sambil tersenyum melihat kepergian Islandzandi.


Akhirnya dia tersenyum juga, ya, meskipun dia masih menghidari saya… sikapnya masih dingin, hubungan kami sudah mulai ada jarak… (terdiam berfikir) saya tidak mau seperti ini… Island… andai saja kamu mengerti perasaan saya sekarang…


"Erik, dia akan satu kamar dengan temannya Island kan? Hah… Apa kau juga akan sekamar dengan Island?" tanya Eolia pada Reyandra.


Reyandra terdiam. "Sepertinya saya akan sendiri… Island memilih satu kamar dengan Karin…"


"Mau kutemani?" candanya.


Reyandra tersenyum kecut. "Stop it! This is not funny… Masuklah… Saya akan membawa barang-barangnya."


Mereka pun masuk ke dalam Villa, sementara Pak Ronald memperhatikan Reyandra, Islandzandi dan Eolia dari kejauhan.


**


Di halaman belakang…


Pukul 08.00 pagi…


Reyandra sedang berjemur menikmati udara segarsambil melihat pemandangan di luar.


Tak lama Eolia datang dengan membawa dua gelas kopi.


Eolia melihat pemandangan. "Hah… Udara disini cukup segar juga… Nggak kayak di Jakarta! Untung aja kita ikut kesini, lumayan liat pemandangan gini, (terdiam) Aku pikir nggak ada pemandangan kayak gini di Indonesia…" ucapnya sambil melihat Reyandra tersenyum.


"Nggak menyesal kan sudah menyetujui mereka untuk liburan dan ikut kesini? (tersenyum sambil menerawang melihat pemandangan) Makanya sekali-kali kamu harus liburan, banyak loh di Indonesia pemandangan kayak gini…"


Eolia melihat Reyandra. "Iya deh… You're the best to decide something… Puas! Oh, apa kamu mau nemenin aku berkeliling Indonesia? (candanya lalu melihat Bu Khanza yang sedang membawa selembar kertas) Mereka mau merencanakan apa lagi?"


Reyandra tersenyum sambil menggelengkan kepala mendengar lelucon Eolia lalu melihat kearah Bu Khanza. "Mereka mau memulai permainan…"


"Permainan?"


"Hmm… Saya dengar setiap liburan kantor mereka suka mengadakan permainan dan ada hadiahnya loh untuk para pemenang…"


"Serius? Mereka menyiapkan hal-hal seperti itu?"


"Itu memang terdengar seperti tidak penting, tapi untuk mereka itu adalah suatu penghargan atas kerja keras mereka selama ini…" jelas Reyandra.


Eolia terdiam melihat kearah Reyandra serius. Lalu Dengan penasaran Eolia pun berjalan meninggalkan Reyandra menghampiri Bu Khanza, sementara Reyandra hanya tersenyum melihat Eolia. Tak lama Reyandra melihat Karin sedang berjalan-jalan sendiri.


"Karin?!" sedikit teriak sambil menghampirinya.


"Rey?" melihat sekitar sambil membungkuk memberi hormat.


"Apa Island masih tidur? kenapa belum kelihatan?"


"Loh, emang lo nggak tau? Island kan pergi sama Alditra liat sunrise… Kirain Island udah bilang sama lo… (melihat Reyandra terdiam) Eeu… Tadinya gue juga mau ikut, tapi gue keburu sakit perut jadinya nggak ikut deh…"


"Gitu ya?" melihat kearah Islandzandi dan Alditra yang sedang berjalan kearahnya sambil berbincang dan tertawa sambil berpegangan tangan.


"Nah tuh mereka?!" ikut melihat kearah Islandzandi dan Alditra.


Ooow… Kenapa juga mereka pake gandengan tangan segala coba? Ck... Mereka nggak liat Reyandra ada dihadapan mereka apa?


Saat mereka mendekat kedepan Reyandra dan Karin Islandzandi dan Alditra terdiam lalu melepas pegangan tangannya!


"Rey?" ucap Islandzandi melihat Reyandra yang masih terdiam.


Apa dia udah cemburu? (melihat Reyandra tajam) Alditra bilang cara yang mungkin buat Reyandra mau nyentuh gue adalah buat dia cemburu… Tadinya mau sama Aufar tapi orangnya nggak ada jadi gue malah manfaatin Alditra, tapi dianya juga it’s okay kok! Let’s see sampai dimana Reyandra bisa tahan liat gue deket sama Alditra…


"Selamat pagi Pak…" sapanya sambil memberi hormat.


"Kalian udah pulang?! Lama amat… Matahari udah diatas kali?!" Karin


"Iya tadi kita lupa waktu liat pemandangan diatas… (melihat Karin) Sumpah lo harus liat kesana… Bagus banget…"


Karin melihat Reyandra yang masih terdiam. "Eeu.. Al, lo belum sarapan kan? Gue temenin lo sarapan yah, yuk?!"


"Ok! Gue kedalam dulu ya…" melihat Islandzandi pamit sambil tersenyum.


Islandzandi tersenyum kearah Alditra sambil mengangguk. Mereka pun meninggalkan Reyandra dan Islandzandi.


Islandzandi melihat gelas kopi ditangan Reyandra. "Aaaahhhh… Kamu udah dapat coffe? Biar aku tebak, pasti Eolia yang ambilin… Iya kan?"


"Hhm… (mengerutkan halis) Sejak kapan kamu sama Alditra menjadi sedekat itu?"


"Kita satu bidang, kita juga terus kerjasama jadi kita deket, emangnya kenapa?"


Reyandra menghela napas. "Hah, Island, jika ini hukuman yang harus saya terima karena saya tidak bisa menyentuhmu…"


"Loh… Kok jadi ngomongin itu? Aku kan udah terima kalo kamu nggak bisa nyentuh aku…"


"Iya tapi sikapmu, caramu berbicara sangat jauh berbeda dengan sebelumnya, kau tau saya jadi merasa hubungan kita semakin renggang, jarang berkomunikasi, jarang bertemu, saya takut diantara kita tidak ada lagi saling percaya… Dan itu membuat kita semakin jauh dan… (terdiam melihat Islandzandi serius) Kau pasti tau…"


Ya gue tau! Bener apa yang dibilang Reyandra, gue emang ngerasa hubungan kita jadi kosong… Jadi gue harus gimana? Apa gue terusin lagi permainan Alditra? Atau baikan lagi sama Reyandra tanpa dia bisa nyentuh gue?


"Apa kau akan seperti ini terus?"


"Ya, sampai kamu mau menyentuh aku, baru aku akan merubah sikap lagi!"


Islandzandi pergi meninggalkan Reyandra kesal.


Reyandra hanya terdiam melihat kepergian Islandzandi.