Islandzandi

Islandzandi
Tertabrak Mobil



Sementara itu…


Manager dan Aufar sudah berada di depan kamar 026…


Manager itu langsung mengetuk pintu kamarnya…


Tak lama Islandzandi yang sedikit mabuk dengan muka sembab karena habis menangis dan rambutnya acak-acakan membuka pintunya.


Aufar terdiam melihat Islandzandi yang dalam keadaan kacau…



"Island…"


Islandzandi terdiam melihat Aufar terkejut.


"Kenapa lo ada disini? Dari mana lo tau gue disini…" berjalan mundur keluar dari pintu.


Aufar memegang tangan Island. "Island dengerin gue…"


"Lepasin gue!" sambil menepis pegangan Aufar.


"Gue harus minta maaf sama lo Island… Kejadian di basecamp malem itu…"


Islandzandi terdiam melihat Aufar serius. "Percuma! Permintaan maaf lo itu nggak akan bisa ngehapus apa yang terjadi antara kita malam itu Far… Harusnya malam itu lo nggak---" perkataan Island terputus karena menahan tangisnya yang tidak bisa dibendung lagi.


Reyandra yang sedang berjalan kearahnya terdiam kaget melihat kearah Islandzandi.



"Island…?"


Islandzandi pun melihat kearah Reyandra terkejut lalu menangis…


"Rey..." ucap Island kaget ketika ada Reyandra dan seketika menutup wajahnya dengan tangannya.


Aufar dan Manager itu mendekati Islandzandi dengan pelan, Reyandra terkejut melihat Aufar ada disini…


"Apa maksud kata-katanya barusan? (mendekati Islandzandi dan memegang lengannya) Ada apa diantara kalian berdua?" melihat serius kearah Islandzandi.


Islandzandi menutup mata dan telinganya dengan panik…


Dia denger… Nggak, gue nggak mau Reyandra liat gue kayak gini…


"Ada apa antara kau dan Aufar?!" sedikit berteriak.



"Hei... Jangan salahin Island! (melihat kearah Reyandra serius lalu mendekati mereka berdua) Island nggak salah apa-apa…


Gue yang bawa Island ke basecamp."


"Apa?"


"Tapi gue nggak memaksanya sama sekali… Itu semua atas keinginannya sendiri…"


"Gue mohon hentikan Aufar!" pintanya dengan muka memelas dipenuhi air matanya sambil menggelengkan kepalanya kearah Aufar.



Reyandra melihat kearah Aufar sangat marah… Reyandra pun memukul wajah Aufar keras! Manager dan Bellboy yang ada disana memisahkan Reyandra dan Aufar.


"Kamu… Benar-benar menyentuh Island!" teriaknya.


Reyandra pun melepaskan tangan Bellboy dan mencengram pakaian Aufar lalu memukulnya lagi dengan keras karena Reyandra benar-benar marah.


Aufar pun terjatuh karena pukulan Reyandra!


"Stop Rey… Aku yang salah… (teriaknya) Aku yang ngijinin Aufar ngelakuin itu karena aku ngerasa udah nggak ada harapan lagi sama kamu... (memejamkan mata) Makanya aku..."


"Hah… (tersenyum kearah Reyandra) Bukannya lo udah ngelepasin Island? Gue pernah bilang sama lo kan, sekali lo lepasin tangan Island, gue bakalan rebut dia dari tangan lo apapun caranya! (berdiri dengan marah kearah Reyandra) Dan ini juga salah lo!" menghampiri Reyandra dan memukul wajah Reyandra dengan keras.


"Tapi tetap saja bukan begini caranya Aufar! Saya sudah mengalah untuk membiarkan Island menikah denganmu karena permintaan Om Diandra, tapi dengan seenaknya kamu..."


"Aku bilang berhenti!" Islandzandi pun berlari meninggalkan mereka berdua sambil menangis.


Saat Reyandra hendak mengejarnya… Tiba-tiba dia berhenti dan memegang kepalanya menunduk dan wajah Reyandra pucat…



"Anda tidak apa-apa pak?" ucap manager itu. Reyandra hanya menggelengkan kepalanya lalu berusaha mengejar Islandzandi.


**


Sementara Islandzandi terus berlari keluar Resort.


Reyandra berusaha mengejar Islandzandi. Aufar, manager, Bellboy dan pegawai lain berlari dibelakang Reyandra.



"Island! Saya mohon berhenti..." teriaknya.


Islandzandi berhenti di sisi jalan. "Jangan mendekat! (melihat kearah Reyandra masih menangis) Kalau kamu mendekat aku akan turun ke jalan!"


"Kamu ini bicara apa? Disitu bahaya… Ayo kesini…" berjalan mendekati Island.


"Ngapain kamu nyusul aku kesini?"


Reyandra terdiam melihat Islandzandi.


"Jangan seenaknya berfikir aku bahagia… Ngelakuin yang terbaik buat aku… It’s bulshit! Apa kamu tau kalo itu semua nyakitin hati aku? Kamu nggak berfikir apa yang aku inginkan… padahal kamu sendiri tau apa yang aku inginkan!"



"Ok, baiklah, saya salah, sekarang kamu kesini lalu kita bicara baik-baik, tidak dengan cara seperti ini!"


"Hahaha… Percuma sekarang kamu pasti benci sama aku! kamu pasti jijik sama aku! Aku juga nggak percaya sama diriku sendiri, kenapa aku sampai melakukan hal itu… Aku sama Aufar… (menangis) Maafin aku Rey… Aku… Minta maaf…"



Reyandra terdiam mengepalkan tangannya dan menutup matanya masih marah lalu menundukan kepalanya.


Tak lama Reyandra membuka matanya dengan tenang dan melihat kearah Islandzandi. Lalu berjalan perlahan mendekati Islandzandi dengan tenang.


"Island… Kita pulang! Setelah tenang baru kita bicara…"


"Aku bilang jangan mendekat! Kalo hanya untuk denger kata-kata perpisahan dari kamu lagi… Aku nggak mau! Lebih baik aku mati! Buat apa aku hidup lagi!"


"Jangan bicara bodoh! (teriaknya sedikit membentak Islandzandi langsung terdiam melihat Reyandra membentaknya! Sementara Reyandra masih melihat Islandzandi serius) Jangan seenaknya bilang mau mati! Apa kamu nggak mengerti bagaimana kalau saya sampai kehilanganmu!"


Islandzandi terdiam masih menangis. "Tapi aku bukan yang dulu lagi Rey…"


"Buat saya… Kamu tetaplah Island, tidak ada yang berubah… Maaf kalau kemarin saya harus menjaga jarak denganmu… Dan berpura-pura dekat lagi dengan Eolia… Saya salah… Saya minta maaf, selama ini saya ingin mengatakannya… Island, saya menyayangimu, mencintaimu sebagai seorang wanita bukan seorang adik perempuan ataupun anak kecil… Saya benar-benar mencintaimu! Sekarang ayo kita pulang!" jelasnya.


Dia serius atau Cuma ngomong doang kayak kemarin?


Islandzandi terkejut mendengar ucapan Reyandra dan melihat Reyandra terdiam.


Saat Reyandra melangkah kedekat Islandzandi, tiba-tiba kaki Islandzandi menginjak batu dan terpeleset kebelakang ke tengah jalan.


"Aahhhkkkk!" teriaknya sambil melihat mobil yang melaju kencang kearahnya.


Mobil yang sedang melaju kencang kearahnya memberi peringatan dengan klakson dan lampu…


"Island!" teriaknya.


Reyandra berlari menarik tangan Islandzandi sampai tubuh Islandzandi terjatuh disisi jalan.


BBRRRAAAAKKK!!!




Islandzandi terdiam pusing karena terjatuh. Semua orang terdiam melihat ke tengah jalan lalu Manager langsung menelpon ambulans dan polisi terdekat! Sedangkan Islandzandi melihat kearah Reyandra yang sedang berbaring di tengah jalan karena tertabrak mobil!




"Rey…" ucapnya pelan.


Aufar langsung berlari kearah Reyandra untuk memberi pertolongan pertama…


"Tolong bantu aku!!" teriaknya pada orang yang berada disana.


Islandzandi masih dalam posisi duduk melihat kearah Reyandra yang tidak sadarkan diri dan dikepalanya banyak mengeluarkan darah…


**


Dirumah sakit Advent…


Pukul 00.00 malam…



contoh aja ya...


Reyandra langsung di masukan ke IGD dengan blankar dan darahnya keluar banyak dari kepala…


Para dokter di IGD langsung bergegas lari kearah Blankar itu dan menaiki Blankar itu sambil memeriksa keadaan pasien sambil di dorong kedalam oleh petugas lain.



Di ruang Operasi…


Dokter dengan cepat memulai operasi Reyandra.


Sedangkan di luar ruang Operasi Aufar, sedang menahan Islandzandi untuk tetap diluar…


Sementara Manager dan staf Resort yang berada di tempat kejadian sedang duduk di kursi depan operasi sambil ditanya-tanya oleh beberapa orang polisi…


"Aufar, gue mau masuk! Gue mau disisinya! Gue mau ketemu sama Reyandra… Gue mohon…!" memegang baju Aufar sambil menangis.


"Gue ngerti! Tapi tunggu dulu sampai operasinya selesai, lo baru boleh melihatnya…"


Islandzandi terdiam sambil menangis! Aufar yang melihat Islandzandi seperti itu langsung memeluk Islandzandi.


Sementara Islandzandi hanya menangis.




Pukul 03.00 pagi…


Kecuali Manager, staf resort, polisi dan orang yang tadi membantu membawa Reyandra ke Rumah sakit sudah pergi…