Islandzandi

Islandzandi
Menenangkan Hati



Di ruang tv…


Islandzandi berdiri kedinginan karena seluruh tubuhnya basah, Reyandra pergi ke kamar dan membawa handuk dan bajunya, lalu keluar menghampiri Islandzandi.


"Rey, aku…"


"Keringkan badanmu, dan pakai baju ini dulu, biar tidak masuk angin…"


Reyandra menyerahkan handuk dan pakaian kepada Islandzandi yang masih terdiam.


Islandzandi menerima handuk dan pakaian yang diberikan Reyandra lalu masuk ke kamar Reyandra.


Reyandra berdiri di jendela ruangan itu melihat keluar dengan tatapan kosong.


Beberapa menit kemudian Islandzandi keluar dari kamar Reyandra dengan baju yang kebesaran di tubuhnya.


Islandzandi melihat Reyandra yang sedang melamun.


"Kamu melihatnya!? Aku minta maaf! Aku nggak tau apa yang terjadi tadi… Tiba-tiba aja…"


Reyandra memembalikan badannya melihat Islandzandi serius. "You love him Island…"


Islandzandi terdiam melihat Reyandra serius. "But I love you more…"


Reyandra tersenyum kearah Islandzandi. "I know!" Ucapnya sambil memeluk Islandzandi erat.


Islandzandi terdiam membalas pelukan Reyandra.


"Maaf!" ucapnya pelan.


Reyandra hanya terdiam berfikir.


***


Esoknya…


Di Svetovska Company…


Diruang Rapat…



Reyandra bersama pimpinan di setiap bagian sedang mengadakan rapat…


Ketika seseorang sedang mempresentasikan kerja mereka Reyandra hanya duduk sambil melamun, Reyandra terdiam teringat pembicaraan Pak Diandra beberapa hari kemarin.


Flashback On


Pak Diandra terdiam berfikir. "Sepertinya Jeni berusaha menurunkan posisi saya di perusahaan. Dia dia meminta para investor di perusahaan untuk membuat petisi agar aku turun dari jabatan Direktur!"


Reyandra terdiam kaget. "Apa ini karena saya dan Island?"


Pak Diandra melihat kearah Reyandra. "Sepertinya begitu, dia mempunyai harga diri yang sangat tinggi, aku sudah bicara padanya mengenai Island dan mungkin Aufar juga sudah bilang padanya..."


"Apa ada yang bisa saya bantu Om?"


Pak Diandra menghela napas panjang. "Kau tidak usah khawatir, ini memang kesalahanku... Aku akan berusaha untuk tetap mempertahankanya karena bagaimana pun juga itu adalah perusahaanku, aku membesarkannya sama seperti aku membesarkan Island... (terdiam cemas) Jangan beritahu Audrey maupun Island..."


"Tapi Om..."


"Aku hanya tidak mau mereka cemas dan memikirkannya! Cukup aku saja yang berfikir!"


Sementara Reyandra melihat kearah Pak Diandra sambil berfikir.


Flashback Off


"Jadi untuk produksi Costum karena kita belum bisa mencari perusahaan yang bisa membuat apa yang kita inginkan... Jadi kami belum bisa memberikan laporannya.


Reyandra terdiam ragu. "Apa tidak ada perusahaan yang merekomendasikannya kepada kita?"


"Sebenarnya ada pak, tapi nominalnya diatas yang kita perkirakan, jadi kami masih mencari harga dibawah target." ucap salah seorang dari Divisi 1.


"Seharusnya tidak apa-apa lebih sedikit dari target kalau hasil dan barangnya memuaskan (terdiam berfikir) Bagaimana kalau kita memberi langsung dari distributor garmentnya?"


"Apa itu tidak terlalu memakan waktu?" ucap dari Divisi 2.


"Apa ada yang akan mau menerima permintaan kita?" Divisi 1


"Benar selama ini kita tidak pernah bekerjasama dengan Perusahaan Garment." Divisi 3.


"Karena kalian hanya ingin enaknya saja tanpa tau hasil dari perusahaan itu sendiri kan? (ucapnya sinis) Saya akan mencari perusahaan yang akan menerima permintaan dari kita... Kalian siapkan saja perjanjiannya, jika saya sudah menemukannya saya akan menyuruhnya untuk langsung membuatnya!" ucap Reyandra penuh dengan wibawa.


Bu Khanza suara hati


"Wuow... Pak Reyandra memang Jenius dan sangat berkarisma. Pantas saja Bu Eolia sangat menginginkannya! Kalau aku masih muda aku juga pasti akan menginginkan seseorang seperti dia... Seperti para karyawan disini..."


Pak Ronald pun tersenyum sinis melihat kearah Reyandra.


"Kamu pikir itu gampang? Kita lihat saja, apa kamu akan berhasil menemukannya? Selama aku jadi Direktur aku pernah melakukan itu dan tidak ada yang sanggup untuk mengerjakannya?! Apalagi ini Perusahaan besar... Dan sangat cepat untuk menginginkan maupun merubah sesuai dengan keinginan kita!" gerutu Pak Ronald dalam hati.


***


Lalu di Bagian kreatif…


Islandzandi sedang duduk di depan komputernya sambil melamun saat melihat kearah meja Aufar yang kosong.


Dia nggak masuk! apa yang harus gue lakuin sekarang? Gue nggak mungkin nikah sementara gue masih nggak tau kabarnya Aufar... Kalo gue mau nunda pernikahan gue gimana sama Reyandra? Dan jujur aja gue nggak mau kalo pernikahan gue diundur… Mau nggak mau gue harus nyari Aufar sampe ketemu dan ngomong lagi sama dia… Lo dimana Far...


***


Sementara Di dermaga sungai…


Aufar sedang duduk sambil melamun membuang rumput yang dia pegang satu persatu kesal…


Apa ini akhirnya? Gue tetep harus ngelepasin Island? Gue udah nunggu selama 10 lebih untuk bisa menikah sama Island...


"Aaakkkhhh...." teriaknya sangat kencang lalu menangis tidak bisa menahan kesedihannya.


***


Di LA… pukul 07.00 pagi…


Diruang tamu rumah Eolia…


Eolia sedang berdiri di depan jendela melihat kearah luar sambil melamun…


tak lama Ayahnya Eolia datang menghampirinya…


"Apa yang musti Ayah lakukan agar kamu tidak sedih lagi? Ayah tau, suatu hari pasti ada saat dimana kamu akan mendengar kabar pernikahan Reyandra..."


Eolia melihat Ayahnya. "Ayah tidak harus melakukan apa-apa, aku hanya sedang menenangkan hatiku…"


"Reyandra… Dia…"


"Aku tau Ayah sangat mengandalkannya, makanya aku bilang Ayah tidak harus melakukan apa-apa…"


"Ayah minta maaf…"


Eolia hanya tersenyum kearah Ayahnya lalu Ayah Eolia pun memeluk Eolia…


Eolia hanya terdiam menahan tangisnya di depan Pak Ferdinan.


***


Di Apartement Reyandra...


Pukul 23.00 malam...


Reyandra sedang melihat ke luar jendela sambil berfikir.


Lalu berusaha menelpon Eolia yang tetap tidak aktip.


Hah… Eolia dan Aufar tidak ada saat tau kami akan menikah… mudah-mudahan mereka bisa menerimanya dan kembali lagi seperti biasa… dan mudah-mudahan tidak ada halangan apa-apa lagi sampai hari H.