
Di Divisi Perencanaan…
Pukul 08.00 pagi…
Islandzandi yang baru datang terdiam melihat semua karyawan sedang berkumpul dan melihat Handphone mereka termasuk Aufar dan Alditra yang ikut berkumpul dengan yang lain.
Nadia melihat kearah Islandzandi. "Hah, well well… Ini dia artis kita… Kemana pun dia berjalan, apapun yang dia kerjakan pasti bermasalah…"
"Ck.. Apaan sih?"
"Hah… Liat sendiri kan? Dia itu nggak sebaik yang kalian kira! Nggak nyangka ya muka alim tapi kelakuan kok bejad!"
"Nadia cukup!"
"Kamu bersikap kayak gini lagi aku salah apa lagi?!"
"Kamu mau ngebela apa lagi sih? Dia itu bermasalah! Buktinya kemarin meja dia diacak-acak, sekarang photo dia yang lagi pelukan sama Pak Ronald!"
"Apa?" melihat kearah Nadia tidak mengerti.
"Cukup! Itu nggak bener, gue tau Island orangnya nggak kayak gitu, kalian juga harus percaya… Ini pasti ada orang yang sengaja, dan orangnya pasti sama sama yang kemarin ngacak-ngacak meja Island!" tandas Aufar.
"Bener.. Lagian siapa yang ngirim gambar ini? Nggak ada kerjaan banget!" ucap Alditra melihat kearah Nadia.
"Mana aku tau! Yang ngirim ini pasti orang yang benci banget sama dia!"
Tak lama Bu Khanza yang baru masuk terdiam melihat kearah para karyawannya dan melihat kearah Islandzandi.
"Ada apa lagi ini? Island saya sudah siapkan meja dan Laptop sementara sampai meja dan computer kamu beres! Jadi duduklah di meja itu! Dan kalian?! (melihat kearah Nadia dan karyawan lainya) Jangan bikin ribut lagi! Sudah cukup kemarin Divisi kita bikin ribut jangan sampai ada masalah yang keluar dari Divisi kita lagi, saya sebagai atasan kalian malu dengan kejadian ini! Jadi kalau ada masalah jangan sampai keluar dari Divisi kita! Kalian mengerti?!"
“Baik Bu…” ucap semua karyawan lain lalu kembali ke tempat duduk mereka masing-masing!
"Dan kamu Island, kau ikut saya ke ruangan?" ucapnya sambil berjalan keruangannya.
"Baik Bu!" ucapnya sambil berjalan menyimpan tasnya.
Aufar menahan lengan Islandzandi melihat kearahnya. "Hey... Lo nggak apa-apa kan? Kalo lo butuh gue tinggal bilang…"
"Aufar hari ini kita akan sibuk banget loh nyiapin perencanaan!"
"Iya!"
Islandzandi hanya terdiam dan melepaskan genggaman Aufar lalu pergi menyusul Bu Khanza.
Di ruangan Bu Khanza sedang duduk di kursinya sedangkan Islandzandi juga sedang duduk di depannya menunduk.
"Island… Gambar yang sudah beredar itu nggak bener kan? kamu nggak punya hubungan apa-apa sama Pak Ronald kan?"
"Itu hanya salah paham Bu, Pak Ronald hanya menahan tubuh saya supaya tidak jatuh saat kami bertabrakan! Nggak tau siapa yang mengambil Photo tapi itu benar-benar tidak seperti kelihatannya…"
Sialan, gue jadi ngebela bandot tua itu, padahal emang bener bandot tua itu… Mudah-mudahan gambar ini nggak sampe ke telinga Reyandra…
"Maafkan saya bu, karena saya menimbulkan masalah!" lanjutnya sambil menunduk.
"Entah siapa yang membuat kehebohan ini, kasus kemarin saja belum tau siapa penyebabnya! (melihat kearah Islandzandi yang masih tertunduk) Ya sudah lalu apa laporanmu sudah selesai? Hari ini Divisi kita akan mengadakan rapat untulk Launching Dragon Nest nanti…"
"Sudah bu, untungnya laporan itu sudah saya simpan di FlashDisk…"
"Kalau sudah beres simpan di meja saya ya… Pagi ini saya ada meeting sama Divisi lain mau rapat masalah liburan… Kau bisa keluar sekarang!"
"Baik! saya permisi dulu Bu…" ucapnya sedikit membungkuk lalu keluar dari ruangan Bu Khanza.
**
Di ruang Direktur...
Reyandra sedang duduk di sofa tamu dan didepannya ada Madam El sedang duduk melihat Reyandra tidak percaya.
"Sekali lagi saya minta maaf atas sikap saya kemarin..."
"Ya, aku tau, ada masalah dengan Stafmu kan?" melihat kearah Reyandra yang masih terdiam menunduk.
Dia bukan hanya staf saya tapi juga istri saya...
"Mana Eolia? Biasanya dia nggak bisa lepas darimu! Tapi bagus juga dia nggak ada.. Kau sudah tau dari Erik kan tujuan saya kesini?"
"Ya, Erik sudah menceritakannya!"
"Jadi aku minta draft kerjasama yang ada disini..."
"Sebelum itu ada yang mau saya sampaikan padamu..." melihat kearah Madam El serius.
"Kenapa mukamu jadi serius..."
"Saya sudah menikah!"
"Apa?! (terdiam kaget melihat kearah Reyandra) Apa dengan Eolia?"
Reyandra tersenyum. "Bukan..."
"Kok tiba-tiba? Yang dekat denganmu selama ini hanya Eolia... Lalu dengan siapa? Kapan dan dimana? Kenapa kau tidak memberitahu hal sepenting itu?"
"Saya juga tidak menyangka akan menikah secepat itu... Saya menikah dengan wanita yang biasa-biasa saja! saya mengenalnya saat saya masih berumur 17 tahun..."
Madam El hanya terdiam tidak percaya melihat kearah Reyandra yang sedang tersenyum kecut kearahnya.
**
Di ruang Eolia...
Eolia sedang duduk di meja kerjanya dengan elegan sedangkan Madam El sedang duduk di depannya tak kalah elegannya dengan Eolia. Karena dari dulu mereka berdua bersaing untuk mendapatkan Reyandra.
"Ada apa kau kesini? Tidak biasanya kau mampir ke ruanganku!"
Madam El terdiam melihat kearah Eolia. "Kau tau Reyandra sudah menikah?!"
Eolia kaget. "Ya?! Kau..."
"Tadi Reyandra yang memberitahuku..."
"Jadi dia berani memberitahunya? Apa yang dia pikirkan..." ucapnya dalam hati.
"So... You know his wife?"
"Yeah, i know..."
"Kau tidak marah? Atau kecewa?"
"Marah dan kecewa pasti ada, tapi tidak baik menyimpan perasaan itu..."
"kau menunggunya selama ini kan?"
"Aku tidak bisa memaksakan apa yang Reyandra inginkan dan tidak dia inginkan..."
Madam El tersenyum kecut tidak percaya akan jawaban dari Eolia.
**
Di ruangan Reyandra...
Pukul 17.00 sore...
Eolia melihat kearah Reyandra heran. "So, kamu memberitahu Madam El tentang pernikahanmu? Why?"
"Ya, karena dia ingin bekerjasama dengan Svetovska… Dulu mungkin saya tidak mengindahkan perasaannya pada saya, tapi sekarang saya sudah menikah… Saya tidak ingin masalah pribadi menjadi bom untuk Svetosvka… Kau mengerti kan?" melihat kearah Eolia.
Eolia tersenyum kecut. "Dengan melepaskan investor berharga Svetovska?"
"Saya sudah memikirnya dengan matang… Saya mencoba untuk menarik Park Jae Joon untuk ikut andil disini…"
Eolia tersenyum kecut. "Kau ini selalu saja ada jalan untuk segala sesuatu yang akan terjadi kedepan… (menghela nafas) Ngomong-ngomong kau tau kenapa para ketua divisi mengadakan rapat sekarang?"
Reyandra tersenyum penuh arti kepada Eolia.
**
Di Ruang rapat…
Pukul 19.30 malam…
Bu Khanza, Nadia, Pak Ronald, Ryu sera, Eolia, Reyandra dan beberapa karyawan dari divisi lain sedang mendiskusikan tentang acara liburan sebelum mulai acara Launching game baru Svetovska.
"Saya sudah membaca proposal kalian yang menginginkan liburan… Apa ini tidak terlalu memaksa? Sebentar lagi kita kan mau Launching Game baru…" ucap Eolia kesal.
"Maaf bu, tapi kami sudah memikirkan ini dan ini sudah menjadi tradisi kantor kita…"
"Mungkin ini tradisi kalian dan direktur yang lama (melihat Pak Ronald kesal) Tapi kita sekarang yang memutuskan!"
"Sebenarnya ini tidak mendadak bu, kami memutuskan acara itu bertepatan berdekatan dengan Launching karena kami pikir sebelum Launching pikiran kita harus benar-benar fresh, kami mengambil liburan beberapa minggu sebelum Launching karena kami ingin sebelum kita bekerja lebih lama dan berat kami sudah mempersiapkan pikiran kami dengan ide-ide yang baru… Dan mudah-mudahan Bu Eolia dan pak Reyandra mengijinkan kami untuk pergi berlibur…"
Reyandra terdiam melihat Bu Khanza. "Saya pikir ada baiknya karyawan liburan sebelum Launching…"
"Rey!" ucap Eolia tegas dan melihat kearah Reyandra tidak setuju.
"Ucapan bu Khanza ada benarnya juga, sebelum kita bekerja dengan sangat sibuk ada baiknya kita mengambil libur agar karyawan yang akan bekerja dilapangan tidak mengalami stress…" Pak Ronald tersenyum melihat kearah Reyandra.
"Benar, apalagi nanti karyawan bagian Desain yang akan turun ke lapangan dan menyiapkan segala persiapannya, pastinya anda tidak ingin membuat mereka menjadi stress dan kelelahan kan?" ucapnya tersenyum sinis kearah Reyandra.
Reyandra terdiam melihat kearah Pak Ronald. Sementara Eolia terdiam kesal melihat kearah Reyandra.
"Acaranya sabtu besok kan? bagaimana Pak. Reyandra, Bu. Eolia?"
"It's up to you, I forbid anyway you'll still allow them right ?!" ucapnya sambil beranjak dan keluar dari ruang rapat.
Semua yang ada diruangan itu pun terdiam.
"Tidak apa-apa, intinya saya mengijinkan kalian untuk liburan sebelum Launching digelar… Masalah Eolia biar saya yang menangani! So... Have fun with your vocation…" ucapnya sedikit tersenyum kearah Bu Khanza.
Lalu Reyandra beranjak keluar ruangan.
"Gimana nih? Malah mereka yang berantem… Apa nggak apa-apa tuh?" ucap Nadia.
"Paling Reyandra tidak diijinkan untuk pulang kerumah… Mereka kan suami istri, pasti kalau ada masalah dikantor dibawa kerumah…"
Pak Ronald hanya tersenyum penuh arti melihat kearah Reyandra yang beranjak pergi meninggalkan ruangan rapat.
***
Di Apartement…
Pukul 23.00 malam…
Reyandra menunggu Islandzandi pulang sambil berfikir di ruang tenggah…
Reyandra melihat jam dinding. "Hah… Kenapa Island belum pulang? Apa masih dikantor? saya harus minta maaf sama Island…"
Tak lama, Handphone Reyandra berdering, Reyandra melihat siapa yang menelpon dan ternyata dari Bu Audrey…
”Iya, Tante?”
"Rey... Apa Island sudah bilang kalau dia akan menginap disini?”
”Ya?" ucap Reyandra heran.
“Island bilang kamu ada banyak kerjaan dan tidak pulang ke Apartemen jadi Island menginap disini…”
Reyandra terdiam. ”Iya, tante… Maaf sudah merepotkan…”
“Nggak apa-apa Island juga kan masih anak kami, jadi kamu tidak perlu merasa sungkan… Tapi, kalau bisa kurangi kerjaanmu sedikit untuk Island ya…”
Reyandra terdiam. “Iya tante, saya akan berusaha sebaik mungkin untuk Island…”
“Ya sudah, tante nggak mau ganggu kamu lebih lama… Selamat bekerja Rey… Jangan lupa istirahat!”
“Terima kasih tante…”
Reyandra terdiam sambil menutup telponnya.
"Hah, kau menghindari saya Island, sampai berbohong sama tante…"
***
Waktu pun berlalu dengan cepat…
Di Atap kantor Svetovska Company…
Pukul 13.00 siang…
Islandzandi sedang duduk di bangku yang tersedia sambil memukul-mukul punggungnya karena pegal.
Tak lama Alditra datang kearahnya sambil membawa minuman dan makan siang…
"Capek ya? Sabar ya… Kan bentar lagi mau liburan…"
Islandzandi tersenyum kearah Alditra. "Hm… Emang kita di ijinin buat liburan, bentar lagi kan kita mau Launching…"
"Pasti di ijininlah, kan kita yang bakalan kerja keras… Jadi wajar dong kalo kita butuh sedikit hiburan! (terdiam saat melihat Islandazandi yang sedang tersenyum kearahnya) Makan dulu, tar keburu abis lagi waktu istirahatnya!" ucap alditra sambil menyuapi Islandzandi.
"Iya-iya!" menerima suapan dari Alditra.
"Enak kan?"
"Iya beli dimana ini?"
"Enak aja beli, gue bikin kali…"
"Serius? Hah… Kenapa masakan cowok enak-enak ya?"
"Apa suami lo pernah masakin lo juga?"
Islandzandi terdiam. "Dulu waktu belum nikah…"
Islandzandi pun makan siang bersama Alditra sambil tertawa karena guyonan Alditra.
Sementara Reyandra yang melihat dari kejauhan hanya bisa terdiam.
"Alditra ya? Dia juga diundang saat kami menikah… Dia tau hubungan kami,,, Apa maksud dia datang kesini dan menjadi dekat dengan Island?! siapa dia?"