
Di Apartement Reyandra…
Pukul 03.00 pagi…
Reyandra dan Tama sedang duduk di ruang tengahnya sambil minum soju dan sedikit mabuk karena terlalu banyak minum…
Tak lama bunyi password kunci pintu dibuka, Erik masuk dan melihat kearah Reyandra yang sudah mabuk dengan beberapa botol di meja yang sudah kosong.
"Hyung…" melihat Reyandra khawatir.
"Ini sudah berakhir… Saya benar-benar sudah melepaskan Island, dan Island akan menikah dengan Aufar dalam waktu dekat ini…"
"Hah… Dulu kau bertahan di LA untuk Island, kau pulang kesini juga untuk dia kenapa kau dengan gampangnya melepaskan Island dan memberikannya pada Aufar?"
"Ini demi masa depan Island dan demi kebahagiaan Island… Dia harus menikah dengan Aufar…"
"You know what? It’s bulshit!! Tau dari mana Island bahagia bersama Aufar? Buktinya dia seperti tadi mabuk-mabukan merokok… Dan kau juga… (melihat Reyandra yang sudah mabuk berat) Apa orang tua Island yang menyuruhmu untuk menjauhinya?"
Reyandra hanya terdiam menunduk sambil menangis.
Erik pun terdiam kesal melihat Reyandra hanya diam dan tidak berbuat apa-apa.
**
Di Svetovska Company…
Pukul 08.00 pagi…
Diruang Direktur…
Reyandra sedang duduk di kursinya sambil berusaha sadar karena pengaruh alkohol semalam belum hilang.
Tak lama Eolia datang keruangannya dan berjalan kearah Reyandra.
"Rey… Are you alright? Keliatanya kamu kurang istirahat!"
"Kemarin saya sedikit mabuk…"
"Apa? Hah…" ucapnya melihat kesal ke arah Reyandra.
Baru kali ini aku melihat Reyandra meminum minuman keras sampai seperti ini…
Reyandra melihat Eolia. "Tenang saja, saya minum bersama Erik dan Tama, itu pun di Apartement saya… Jadi kamu tidak usah khawatir…"
Eolia terdiam melihat Reyandra kecewa, tak lama Eolia memberikan pil anti mabuk dan coklat untuk Reyandra.
"Ini… Minumlah dan makan coklatnya, itu bisa meredakan efek mabuk dan supaya tidak terlihat oleh pegawai lain. Hah… Tadinya itu untukku tapi sepertinya kamu lebih membutuhkannya..." tersenyum kecut.
Reyandra terdiam melihat kearah Eolia merasa bersalah. "Terima kasih Eolia…"
"Kau kelihatan lelah Rey… Seharusnya kau tidak masuk kantor hari ini dan beristirahtlah… Supaya kondisi badan kamu fit lagi! Tama mana? Akhir-akhir ini dia tidak terlihat..."
"Hm… Iya setelah menyelesaikan pekerjaan ini saya akan langsung pulang… Dia saya suruh untuk mengurus beberapa hal di luar..."
Eolia melihat kearah Reyandra dengan cemas.
**
Di basecamp tempat biasa Aufar berkumpul bersama teman-temannya…
Pukul 11.00 siang…
Islandzandi sedang tertidur di kasur lipat hanya ditutupi selimut pada badannya…
Sementara Aufar yang sudah bangun memperhatikan wajah Islandzandi masih tertidur dari pinggang keatas Aufar tidak memakai apa-apa, sementara kebawah hanya ditutupi dengan selimut yang sama dengan yang dipakai Islandzandi.
Islandzandi pun bangun dari tidurnya masih pusing.
"Aaaakkhhh…" memegang kepalanya.
"Pagi!" ucap Aufar tersenyum kearah Island.
Islandzandi yang mendengar suara Aufar terkejut melihat Aufar yang tertidur disampingnya tidak memakai apa-apa…
Islandzandi pun beranjak bangun dan baru sadar dia sudah tidak memakai pakaiannya… Islandzandi menutupi badannya dengan selimut melihat kearah Aufar tidak percaya.
"Kenapa lo tidur disebelah gue nggak pake baju? Kita dimana?" ucapnya masih bingung melihat ke sekitar.
"Loh… Bohong ah, massa lo nggak inget kejadian semalem? Lo juga bilang iya kan…"
"Hah…" bingung masih terkejut.
Islandzandi terkejut langsung berlari ke kamar mandi sambil membawa bajunya…
Beberapa menit kemudian saat Islandzandi sudah memakai bajunya dan Aufar pun sudah memakai baju…
Islandzandi terus mencuci mukanya dan terdiam berdiri di depan kaca sambil mengingat-ngingat lagi kejadian semalam.
"Nggak! Ini nggak mungkin… Gue sama Aufar…"
Aufar berjalan mendekat kearah Islandzandi.
"Island, lo nggak apa-apa kan? Gue beliin obat ya…"
"Aufar… waktu gue lagi tidur… yang semalam itu…
(suara hati) please..!! gue mohon, bilang kalo lo lagi bercanda!"
Aufar terdiam melihat Islandzandi.
"Waktu gue nyium lo, lo lagi nggak tidur, gue pikir lo bakalan marah, tapi ternyata nggak, terus semua terjadi gitu aja…"
Islandzandi hendak menangis. "Bohong! Itu semua bohong kan?"
Sshiiiitt… Aaakkkhhh gue pusing, gue nggak bisa mikir lagi… Nggak mungkin gue... Aaarrrhhttt... ****!
Islandzandi pun pergi dari tempat itu meninggalkan Aufar.
Aufar berlari mengejar Islandzandi keluar.
"Island lo mau kemana?"
"Gue mau ketemu Reyandra!"
"Lo mau liat Reyandra berduaan sama Eolia? Lo harus sadar, Reyandra udah nggak cinta sama lo… Dia udah nyerahin lo ke gue… (Islandzandi menggelengkan kepala sambil menangis) Dia bilang sendiri kalo mulai sekarang gue yang harus jagain lo…"
Islandzandi terdiam menangis sambil jongkok.
Gue nggak bisa ketemu Reyandra, gue juga nggak bisa ketemu dia dengan keadaan gue yang udah…
Islandzandi pun membenamkan wajahnya diantara kedua kakinya.
Tak lama Islandzandi pun berdiri dan berjalan meningalkan Aufar.
Aufar pun terdiam memukul tembok kesal… Islandzandi berlari ke luar ruangan dan memanggil taxi lalu masuk ke mobil yang berhenti di depannya.
"Jalan Pak…!"
Supir taxi itu menjalankankan mobilnya dengan cepat meninggalkan Aufar.
Sementara Islandzandi masih menangis di belakang mobil.
Supir taxi itu sesekali melihat kearah Islandzandi dari kaca depan.
Gue mohon, jadikanlah ini hanya sebuah mimpi, ini nggak mungkin terjadi… Sekarang gue harus kemana??? Gue nggak mau pulang kerumah, gue juga nggak mungkin nyamperin Reyandra…
Sementara sang supir hanya memperhatikan Islandzandi yang sedang menangis lewat kaca depan.
"Neng nggak apa-apa?" tanya sang supir khawatir.
"Nggak apa-apa pak... Cuma lagi pengen nangis aja..."
"Takutnya ada yang nyakitin neng, soalnya neng teh mirip sama anak bapak yang lagi kuliah di bandung... Tau nggak neng bandung tuh kota yang bagus, cocok pisan kalo kesana pas lagi galau kayak neng sekarang... Anak bapak juga suka ngajakin bapak sama ibu ke lembang katanya suasananya bagus cuacanya sejuk..."
"Lembang?" berfikir sambil masih menangis.
**
Di Apartement Reyandra…
Islandzandi berjalan kedalam dengan pikiran kosong…
Saat Islandzandi berada di depan pintu Aparement Reyandra…
Islandzandi terdiam melihat kearah pintunya.
"Dia pasti masih dikantor… Apa yang lo lakuin sih? Kenapa lo bisa ada disini? Udah tau dia campakin lo… lo masih aja ngejar-ngejar dia… Lo bego banget sih Island!" gumam Islandzandi.
Dengan ragu Islandzandi menekan tombol pintu Apartement Reyandra.
Tak lama pintu pun terbuka dan sesosok Eolia keluar dengan sinis melihat kearah Islandzandi. Islandzandi pun terkejut karena Eolia ada di Apartement Reyandra.
"Lo, ngapain disini?"
"Sorry? Apa saya nggak salah denger? Harusnya saya yang tanya ngapain kamu disini? Dan bukanya kalian udah putus? Kenapa kamu masih ngejar-ngejar dia? Kamu tau Reyandra sangat terganggu olehmu. Dan gara-gara kamu juga Reyandra... (terdiam) Hah, sudahlah!"
"Apa dia ada di dalam?"
"Dia masih tidur… Kau nggak mau mengganggunya kan?! (melihat kearah Islandzandi yang sedang bingung) Apa ada pesan? Nanti setelah bangun mungkin saya akan menyampaikannya…"
"Nggak usah…"
Tuh kan, Island bego! Jadinya lo sakit hati kan liat cewek lain ada di Apartemennya Reyandra…
Islandzandi terdiam. Lalu pergi meninggalkan Eolia.
"Dan kalau bisa sebaiknya kamu cepat pergi karena Reyandra sekarang sedang tidak ingin diganggu!"
Islandzandi menghentikan langkahnya lalu melihat Eolia serius.
**
Di kamar Reyandra…
Reyandra bangun dari tidurnya, tak lama Eolia masuk ke kamar dan melihat Reyandra yang hendak berdiri.
"apa yang akan kamu lakukan Rey? (berjalan kearahnya) Kau tidak boleh turun dari tempat tidurmu!"
"Eolia, saya hanya butuh tidur dan sekarang saya sudah baikan!"
"Pokonya kamu harus istirahat! Tidak boleh turun ataupun keluar dari kamarmu!"
"Terima kasih ya… Oia, tadi saya dengar bunyi bel, siapa yang datang?"
"Hanya pengantar makanan, karena tadi saya pesan makanan untukmu!"
"Aaah… Begitu…"
Eolia memperhatikan Reyandra yang sedikit kecewa. "Kenapa? Apa Kau pikir yang datang itu Island?"
"Hah… (tersenyum sinis) Itu nggak mungkin! Setelah apa yang saya lakukan padanya… Dia pasti tidak mau menemui saya lagi!"
Eolia hanya terdiam melihat Reyandra.
Ck... Buktinya dia tadi dari sini Rey...
**
Keesokan harinya...
Di Svetovska Company…
Pukul 09.00 pagi…
Reyandra berjalan kearah ruangannya sambil melamun dan berpapasan dengan Bu Khanza yang sedang marah-marah.
Bu Khanza melihat Reyandra langsung terdiam dan memberi hormat padanya…
"Kenapa? Apa ada masalah?"
"Ah, pak Reyandra… Saya minta maaf, anda sampai mendengar keluhan saya… Sebenarnya sudah 2 hari ini Island dan Aufar tidak masuk kerja… Saya menelpon ke handphone mereka juga tidak aktip! Hari ini divisi kami akan rapat dan filenya ada pada Aufar Mereka tidak ada kabar izin ataupun sakit… Saya minta maaf pak, ini memang tanggung jawab saya… (terdiam melihat Reyandra terkejut) Baiklah, kalau begitu saya ke ruangan dulu pak…" memberi hormat.
Bu Khanza pergi dari hadapan Reyandra. Sementara Reyandra masih terdiam lalu berjalan masuk ke ruangannya.
Reyandra duduk di kursi kerjanya dan melihat contact handphonenya yang sedang menampilkan contact Islandzandi…
Tak lama panggilan masuk di handponnya berdering dan saat melihat panggilan itu dari Pak Diandra.
Reyandra kaget. "Om Diandra?!" lalu mengangkat telponnya.
...Reyandra...
...“ Ya hallo, om!”...
...Pak Diandra...
...“ Rey, apa kemarin Island menginap dirumahmu lagi?”...
...Reyandra...
...“Tidak om (terdiam mulai khawatir) Memangnya kenapa Om? Apa ada masalah?"...
Pak Diandra terdiam sejenak.
...Pak Diandra...
...“ Oh, tidak ada apa-apa… ya sudah, maaf sudah mengganggu waktumu!”...
...Reyandra...
...“Tunggu, …”...
Telpon pun terputus. Reyandra masih terdiam! Lalu Reyandra menelpon Tama agar mencari keberadaan Islandzandi, setelah itu Reyandra juga memanggil Karin dan Haura keruangannya.
Tak lama setelah mereka masuk…
"Duduklah…" ucapnya sambil berjalan ke sofa tamu yang sudah disediakan di ruangannya.
"Tumben manggil kita kesini? Ada apa?" ucap Karin sambil duduk di sofa depan Reyandra.
"Apa kalian tau Island ada dimana? Sudah dua hari dia dan Aufar tidak masuk kantor… Apa Island menginap di rumah kalian?"
Karin terdiam bingung. "Nggak! Kan terakhir kita liat mereka ya di Club waktu ultah gue… Gue liat Island pulang diantar Aufar kok! Soalnya dia mabuk berat…"
"Emangnya kenapa? (melihat Reyandra serius) Bukanya lo udah punya Eolia? Lo juga udah mutusin Island, lo tau betapa Island sangat sayang sama lo? Kita harap lo nggak bikin hatinya terluka lagi dengan mendekatinya lagi!" timpal Haura kesal.
"Saya minta maaf, tapi ini sangat mendesak, Ayahnya Island menelpon saya dan menanyakan keberadaan Island… Kalian tau tempat biasa Aufar tinggal selain dirumahnya?"
Haura dan Karin terdiam sejenak dan saling pandang.
"Eu… Island bilang sih di basecamp’nya tempat Aufar dan teman-teman berandalnya suka berkumpul…" jawab Karin ikut cemas.
"Kau tau alamatnya?"
Karin pun menuliskan alamat tempat biasa Aufar suka berkumpul bersama teman-teman berandalnya.
Reyandra pun langsung pergi dengan mengambil handphone dan alamat itu.
**
Sementara itu saat Reyandra sampai di Basecamp...
Pukul 16.00 sore...
Reyandra mengetuk gedung itu tapi tidak ada jawaban, dan melihat kedalam jendela gedung itu tetap tidak ada siapa-siapa di dalam sana… Reyandra menelpon ke handphonenya Aufar tapi tidak aktip, begitu pun dengan Islandzandi…
"Kamu dimana Island… Please… Don't make me worry..." gumam Reyandra.
Reyandra melihat kesekitar dan melihat satpam di tempat itu sedang bersiap-siap untuk pulang. Reyandra pun berlari menghampiri satpam.
"Permisi, Pak! Apa anda tau orang yang sering ke gedung itu?"
Satpam itu melihat ke gedung yang ditunjukan Reyandra. "Sejak dua hari kemarin nggak ada yang masuk ke gedung itu lagi, biasanya suka ada anak-anak yang suka nongkrong disana tapi setelah sudah dua hari kemarin blum ada yang datang lagi kesini..."
"Ada apa?" ucap salah satu satpam dari dalam pos.
"Ini ada yang nanyain orang-orang yang ada di gedung itu... Dari kemaren aku emang nggak liat ada yang dateng, biasanya kan suka ada anak-anak yang pada nongkrong..." seru temannya.
Satpam satunya lagi terdiam berfikir. "Oh iya memang dua hari yang lalu sih saya liat ada dua orang masuk ke gedung itu, paginya juga saya liat ceweknya kayak marah ke cowoknya sampe nangis sesegukan, trus ceweknya pergi nggak tau kemana, abis itu cowoknya nggak lama pergi juga. Dan setelah itu nggak ada yang dateng kesini lagi sampe sekarang..."
Reyandra terdiam berfikir. "Itu pasti Island... Sampai nangis, apa yang dilakuin Aufar? (berfikir negative pada Aufar) Nggak... Nggak mungkin! Aufar nggak akan sejauh itu pada Island! Rey, kamu harus berfikir positive... (melihat Satpam) Eeu, kalau begitu terima kasih atas informasinya pak!" sambil pergi meninggalkan Satpam itu.